Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13031 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amal Chalik Sjaaf
Medika, No. 3
Jakarta : [s.n.] : 1990
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadang Supriadi; Pembimbing: Suprijanto Rijadi
B-247
Depok : FKM UI, 1995
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zilka Ilmi; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi, Tri Noviati, Ibnu Uzail Yamani
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Zilka Ilmi Program Studi : Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Analisis Nilai Fire Load sebagai Acuan Proteksi Kebakaran di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo Tahun 2018 Fire load merupakan jumlah energi yang dilepaskan seluruh material pada saat terjadi kebakaran dalam suatu ruangan. Keparahan akibat kebakaran akan meningkat jika fire load bangunan lebih besar. Bangunan rumah sakit merupakan salah satu gedung yang memiliki risiko tinggi terjadi kebakaran. Beberapa kegiatan perawatan medis di ICU, ruang operasi dan ruangan terapi pasien tertentu juga melibatkan peralatan dan hal-hal yang kompleks yang dapat menyebabkan timbulnya kebakaran. Untuk menjamin tingkat keandalan serta keselamatan bangunan maka perlu dilakukan pengelolaan bahaya kebakaran dengan baik dan terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai fire load sebagai acuan proteksi kebakaran di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan komparatif dengan membandingkan kondisi pada objek penelitian dengan hasil survei terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata – rata fire load density ruang ICU dan kamar operasi adalah 210,968MJ/m 2 . Hasil pengukuran ini masih dalam rentang fractile 80% pada survey yang dilakukan oleh Eurocode1 pada tipe kamar di rumah sakit. Nilai ini berada dalam nilai yang aman. Nilai fire load tidak bisa dijadikan acuan tingginya tingkat fire risk. Untuk mengetahui fire risk perlu memperhitungkan ventilasi dan fire ignition nya. Dari hasil penelitian, disarankan sebaiknya pihak rumah sakit melakukan perbaikan terhadap sistem proteksi kebakaran dan sarana evakuasi agar dapat diandalkan jika terjadi kebakaran sehingga mampu mengurangi risiko bahaya kebakaran. Kata Kunci : Fire load, sistem proteksi, rumah sakit


ABSTRACT Name : Zilka Ilmi Department : Occupational Safety and Health Judul : The Analysis of Fire Load Value as Fire Protection at RSUD Pasar Rebo in 2018 Fire load is the total of energy which is released throughout from the material during fire in a room. The fire severity will increase while the fire load of building is higher. The hospital is one of buildings that having high fire risk. Some activities in the ICU and operating room has equipment and complex things that can cause a fire. To guarantee the level of reliability and safety of buildings, its necessary to manage of fire hazards well and planned. The aim of this study was to analyze fire load value as protection fire at RSUD Pasar Rebo. This study was descriptive study and comparative by comparing the conditions in the object of research with the results of previous surveys. The result of this study showed that the average of fire load density value in ICU and operating room was 210,968 MJ/m 2 . This value is still in fractile range of 80% in a survey by Eurocode 1. It means that value is in safe value. Fire load value can not be used as fire risk level. Take into account the ventilation and fire ignition for calculate the fire risk. Therefore, the management should improvements the fire protection system and evacuation facilities to be reliable during fire so as to reduce the risk of fire hazards. Keywords : Fire load, protection system, hospital

Read More
T-5229
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan
362.11 IND k
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2004
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Derti Antikasari; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Hasian Panca Putra
Abstrak: Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) merupakan salah satu rumah sakit yang menerapkan SIMRS, dimana semua pelayanan pasien telah terkomputerisasi dan terintegrasi dari satu unit dengan unit yang lain, Namun pada implementasinya SIMRS masih ditemukan kendala yaitu template excel untuk pelaporan SIRS tidak sesuai dengan SIMRS dan data laporan RL pada SIMRS sebagian besar belum dapat ditampilkan. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara, observasi dan telaah dokumen.Penelitian ini dilaksanakan di unit rekam medis Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa saat ini pendataan rekam medis di RSUI belum efektif dalam menghasilkan indikator-indikator manajemen yang dihasilkan oleh RSUI karena untuk saat ini masih ditemukan menu rujukan yang belum terfasilitasi di SIMRS, dan belum dilakukan pembaharuan inputan untuk jumlah tempat tidur dan data yang dihasilkan dari SIMRS belum mengambarkan keadaan di lapangan karena petugas harus melakukan verifikasi data untuk pasien yang batal periksa namun ststus closed. Maka dari itu peneliti menyarankan untuk membuat tambahan menu untuk rujukan dan pilihan jenis fasilitas pelayanan kesehatan, memperbaharui jumlah fasilitas tempat tidur, dan menambahkan menu pasien batal periksa untuk perawat
Read More
S-10081
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soejadi
BMR-4
Jakarta : RSAB Harapan Kita, 1983
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soejadi
BMR-5
Jakarta : RSAB Harapan Kita, 1983
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fennie Sajahrial; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Prastuti Soewondo, Fushen, Kharisma Ersha
Abstrak:
Latar belakang:  Industri layanan kesehatan, terutama sektor rumah sakit swasta, ditandai dengan persaingan yang ketat, meningkatnya biaya operasional, dan meningkatnya ekspektasi terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Kemampuan untuk menilai dan meningkatkan kinerja secara akurat sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan sebuah rumah sakit. Salah satu indikator kinerja yang dapat digunakan adalah EBITDA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan EBITDA matriks yang akan digunakan sebagai indikator kinerja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. penelitian ini mengkaji berbagai aspek, mulai dari pemahaman sumber daya manusia, kebijakan internal, pelatihan, hingga proses penyusunan matriks yang terintegrasi dalam sistem operasional rumah sakit. Hasil:  Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pembentukan matriks EBITDA meliputi variabel input, proses dan output. Variabel input meliputi pengetahuan SDM, kebijakan, pelatihan serta sistem informasi rumah sakit. Variabel proses adalah rangkaian pelatihan berkelanjutan, hingga diperoleh variabel output yaitu matriks EBITDA. Pada pelaksanaan EBITDA matriks dibetuk sebuah tim Operating Control Center (OCC) berperan penting dalam mengelola dan mengawasi pelaksanaan matriks EBITDA. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa EBITDA matriks dapat digunakan sebagai indikator kinerja, namun pada pelaksanaannya akan menghadapi berbagai hambatan. Meskipun demikian, adanya pengetahuan, sikap dan komitment yang baik akan menjadi faktor keberhasilan pencapaian indikator kinerja.

Background:  The healthcare industry, especially the private hospital sector, is characterised by intense competition, rising operating costs, and increasing expectations for quality healthcare services. The ability to accurately assess and improve performance is critical to the survival and growth of a hospital. One of the performance indicators that can be used is EBITDA. Objective: This study aims to determine the formation of EBITDA matrix to be used as a performance indicator. Methods: This research uses a qualitative method with a case study approach. This research examines various aspects, ranging from understanding human resources, internal policies, training, to the process of preparing a matrix that is integrated in the hospital's operational system. Results: The research shows that the formation of the EBITDA matrix includes input, process and output variables. Input variables include HR knowledge, policies, training and hospital information systems. The process variable is a series of continuous training, until the output variable is obtained, namely the EBITDA matrix. In the implementation of the EBITDA matrix, an Operating Control Center (OCC) team plays an important role in managing and supervising the implementation of the EBITDA matrix. Conclusion: This research shows that the EBITDA matrix can be used as a performance indicator, but in its implementation it will face various obstacles. Nevertheless, the existence of good knowledge, attitude and commitment will be a success factor in achieving performance indicators.

Read More
B-2538
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berita Epidemiologi, Kwartal II 1995, hal. 5-15
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), No.90, 1994, hal. 56-60, ( Cat. ada di bendel 93/94)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive