Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26507 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Julianty Pradono, Tin Afifah, Sintawati Supomo
BPSK Vol.15, No.2
Surabaya : Center of Research and Development for Humaniora and Health Management, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kambang Sariadji ... [et al.]
MPPK Vol.26, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Delfiyanti; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Intan Widayati dan Fresty Cahya Maulina
Abstrak:
Salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ialah menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia. Dengan target pada tahun 2030, menurunkan rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 1000 kelahiran hidup serta menurunkan angka kematian neonatal setidaknya 12 per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian neonatal di Indonesia sebesar 16,85%, sebagian besar disebabkan oleh BBLR. BBLR merupakan prediktor kesehatan masyarakat yang penting karena BBLR tidak hanya akan meningkatkan risiko kematian dan penyakit setelah lahir, tetapi juga dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit tidak menular selama hidupnya. Sehingga diperlukan langkah yang tepat untuk menurunkan angka kelahiran BBLR, mengingat dampak-dampak buruk yang dihasilkan jangka panjang. Salah satu metode yang digunakan dalam manajemen penyakit berbasis wilayah ialah analisis spasial. Analisis spasial perlu dilakukan untuk menjadi decision support system dalam melakukan intervensi yang tepat berbasis wilayah dan masalah (specific area intervention model). Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi ekologi dengan pendekatan spasial dengan tujuan untuk mendapatkan persebaran BBLR, untuk mendapatkan determinan yang paling berpengaruh terhadap BBLR, serta mendapatkan prioritas intervensi terkait penanganan BBLR di wilayah kabupaten/kota Provinsi Banten dan Jawa Barat. Data yang digunakan ialah data sekunder yang diperoleh dari publikasi dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten dan Jawa Barat tahun 2020-2022, serta peta wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Adapun unit analisis yang digunakan ialah kabupaten/kota. Analisis data dilakukan dengan aplikasi SPSS untuk analisis data secara statistik, aplikasi GeoDa untuk melihat sebaran dan area hotspot kasus BBLR, aplikasi R untuk melakukan uji GTWR dan aplikasi Quantum GIS (QGIS) menginterpretasikan hasil analisis ke dalam visualisasi dalam bentuk peta. Diperoleh hasil bahwa kasus BBLR di Provinsi Banten dan Jawa Barat tersebar secara clustered atau mengelompok, dengan wilayah hotspot BBLR tiap tahunnya ialah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Tasikmalaya. Tiap wilayah memiliki determinan yang berpengaruh berbeda-beda, dan secara keseluruhan terdapat enam variabel determinan yang berpengaruh secara spasial terhadap kejadian BBLR, yakni kunjungan antenatal (K4), linakes, tingkat kemiskinan, sanitasi, paritas, dan ketinggian wilayah. Intervensi yang menjadi prioritas terhadap ketiga wilayah hotspot tersebut ialah terhadap determinan paritas.

One of the goals of the Sustainable Development Goals (SDGs) is ensuring healthy lives and promoting well-being at all ages. The target of 2030, reducing the maternal mortality rate to less than 70 per 1000 live births and reducing the neonatal mortality rate to at least 12 per 1000 live births. The neonatal mortality rate in Indonesia is 16.85%, mostly caused by low birth weight (LBW). LBW is an important predictor of public health because it is not only increasing the risk of death and disease after birth, but can also increase the risk of experiencing non-communicable diseases during life. So, the appropriate steps are needed to reduce the LBW birth rate, considering the long-term negative impacts. One of the methods used in spatial disease management is spatial analysis. Spatial analysis needs to be carried out to become a decision support system in carrying out appropriate interventions based on areas and problems (specific model intervention areas). This research using an ecological study design with a spatial approach with the aim of getting the distribution of LBW, to get the determinants that most influence LBW, as well as getting priority interventions related to handling LBW in the districts/cities of Banten and West Java Provinces. Secondary data analysis was conducted using the publications from the Dinas Kesehatan Provinsi and Badan Pusat Statistik (BPS) of Banten and West Java Provinces for 2020-2022, and regional maps of Banten and West Java Provinces from the Badan Informasi Geospasial (BIG). The unit of analysis used is the district/city. Data analysis was carried out using the SPSS application to analyze the data statistically, the GeoDa application to see the distribution and hotspot areas of LBW cases, the R application to carry out the GTWR test and the Quantum GIS (QGIS) application to interpret the analysis results into visualizations in map form. The results obtained were that LBW cases in Banten and West Java Provinces were distributed in clusters, with the LBW hotspot areas each year being Ciamis Regency, Majalengka Regency and Tasikmalaya Regency. Each region has different influencing determinants, and overall there are six determinant variables that spatially influence the incidence of LBW, namely antenatal visits (K4), health care, poverty level, sanitation, parity and regional altitude. The priority intervention for the three hotspot areas is the determinants of parity.
Read More
T-7038
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yaneu Nuraineu; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Anwar Hassan, Aprilia Krisliana
S-6569
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilia Krisliana; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina, Agustin Kusumayati; Penguji: Toha Muhaimin, Noor Sardono, Suhara Manullang
T-2738
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ucu Yoanah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Lely Nurlaely
S-6679
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wati Sufiawati; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Kurnia Sari, Heni Hendrawati
S-7101
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Priyanto; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Yovsyah, Tri Yunis Miko Wahyono, Suharno, Agus Handito
T-3093
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauzul Hayat, Nia Kurniatillah
KJKMN Vol.3, No.6
Depok : FKM UI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sifa Fauzia; Pembimbing: Laila Fitria, Bambang Wispriyono; Penguji: Abdur Rahman, Sonny P. Warouw, Didi Purnama
Abstrak: Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Indonesia menjadi salah satu usahamemperbaiki situasi ekonomi masyarakat di beberapa daerah. Namun, merkuri(Hg) yang digunakan untuk mengekstrak emas langsung dibuang ke lingkungan,sehingga menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Banyak penelitian menunjukkanpajanan Hg mengurangi tingkat antioksidan tubuh. Glutathione (GSH) adalahsalah satu antioksidan alami tubuh yang penting karena bertindak sebagai salahsatu faktor detoksifikasi Hg.Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara kadar merkuri dan totalGSH dengan karakteristik individu masyarakat di wilayah PESK Desa Lebaksitu.Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional. Kadar merkuri dan totalGSH diukur dalam darah. Hubungan antara merkuri, total GSH, dan karakteristikindividu (usia, jenis kelamin, status merokok, aktivitas fisik, dan indeks massatubuh) diuji menggunakan model regresi, korelasi, dan independen t-Test.Rata-rata merkuri darah 11,09 ± 10,6 μg/L, lebih tinggi dari batas US EPA. Rata-rata total GSH 0,874 ± 0.123 μg/mL. Di antara hubungan total GSH dengankarakteristik individu, hanya aktivitas fisik yang memiliki hubungan signifikan (p= 0,021; 95% CI -0127 - 0,01). Responden dengan kadar merkuri darah >5,8 μg/Lmemiliki risiko 2,431 kali lebih tinggi untuk memiliki total GSH <0,874 μg/mLdibandingkan responden dengan kadar merkuri darah <5,8 μg/L. Setiap kenaikankadar merkuri darah sebesar 1 μg/L dapat menurunkan total GSH sebanyak 0,002μg/mL setelah dikontrol usia, IMT, dan aktivitas fisik.Diperlukan upaya menyeluruh dari instansi lintas sektor untuk mengurangipenggunaan merkuri dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di sekitarPESK.Kata kunci: PESK, merkuri, GSH, karakteristik individu, analisis multivariat.
Read More
T-4775
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive