Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36120 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tri Ratna Tjahjani, M. Zainuddin
JAKK Vol.2, No.3
Surabaya : Unair, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustin Simatupang; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Putri Yoen Aulina, Endang Adriyani
Abstrak: Abstrak

Instalasi Farmasi berperan penting dalam menentukan pelayanan di rumah sakit. Untuk menunjang pelayanan di RSIA Hermina Bekasi menggunakan Daftar Obat Standar (DOS) yang berisi 297 jenis obat dengan jumlah investasi sebesar Rp. 11.619.812.975. Besarnya investasi yang dikeluarkan untuk obat dan jumlah obat yang cukup banyak sehingga memerlukan suatu pengendalian obat yang akurat agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi. Metode min-max yang digunakan oleh RSIA Hermina Bekasi belum dapat memenuhi kebutuhan akan obat sesuai dengan kebutuhannya. Pengendalian obat akan lebih mudah dilakukan apabila dibuat pengelompokan obat menurut tingkat pemakaian, tingkat investasi dan tingkat kekritisannya, kemudian menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis (EOQ) dan frekuensi pemesanannya serta melakukan peramalan untuk menentukan kebutuhan obat dimasa yang akan datang dan menghitung sub total inventory cost (TIC) untuk mengetahui besarnya pengeluaran bila metode pengendalian menggunakan metode EOQ.

Dengan analisis ABC obat dikelompokkan berdasarkan pemakaian dan besarnya investasi yang kemudian dilakukan analisis ABC indeks kritis. Dari hasil pengelompokan didapat kelompok A 59 item (19,87 %) dengan nilai investasi sebesar RP. 8.209.446.631 (70,65 %), kelompok B 76 item (25,59 %) dengan nilai investasi Rp. 2.358.977.896 (20,30 %) dan kelompok C 162 item (54,55 %) dengan nilai investasi sebesar Rp. 1.051.388.448 (9,05 %). Kemudian dilakukan peramalan terhadap obat kelompok A Analisis ABC Indeks Kritis dengan menggunakan metode Brown's Linear. Kemudian dibandingkan dengan perencanaan yang dilakukan oleh rumah sakit dengan membandingkan nilai MAD kemudian dilakukan perhitungan jumlah pemesanan optimal (EOQ) dan perhitungan frekuensi pemesanan optimal (ROP) untuk tahun 2010. Dari hasil perhitungan dan perbandingan Sub Total Inventory Cost (TIC) EOQ dan Rumah Sakit diperoleh TIC Rumah Sakit lebih besar dari TIC EOQ.


Installation pharmacy played an important role in determining either advisability the service of a hospital. To support services on RSIA Hermina Bekasi using a list of medicine standard (DOS) containing 297 drugs by the number of investment amounting to Rp. 11.619.812.975, investment by the magnitude of its issued for medicinal and the quantity of medicine enough so as to require a drug control accurate to the needs of patients could be met. A method of min max used by RSIA Hermina Bekasi not yet able to meet the need for medicine according to needs. Control of drug will more easily performed when made a grouping of medicine according to the level of discharging, that level of investment and level extent of critical, then determining the amount of reserving which was economical (EOQ) and frequency order and do forecasting to determine the needs of a drug dimasa that will come and do the count sub total inventory cost (ROP) to know the magnitude of spending if a method of control of using methods eoq.

With the ABC analysis of drug consumption and grouped by size of investments which are then carried out a critical analysis of the ABC index. Grouping of results obtained from A group of 59 items (19,87%) with an investment value of RP. 8.209.446.631 (70,65%), Group B 76 items (25,59%) with the value of an investment of Rp. 2.358.977.896 (20.30%) and Group C 162 item (54,55%) with an investment value of Rp. 1.051.388.448 (9.056%). Then conducted against drug Group A forecasting analysis of the ABC index Critical by using Brown?s Linear Methode. Then compared with the planning that is performed by the hospital by comparing the value of the MAD then conducted the calculation of the optimum amount of reservation (EOQ) calculation of them optimal ordering and frequency (ROP) for the year 2010. From the results of a calculation and comparison of The Total Inventory Cost (TIC) EOQ and Hospital acquired TIC Hospitals greater than TIC EOQ.

Read More
B-1364
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meriam Selonita Sambo; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Iman Nugraha
S-5925
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joseph Michael Weking; Pembimbing: Luknis Sabri
T-682
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safira Putri Utama; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Masyitoh, Ulfa Ayu Ramdhani
Abstrak: Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi yang bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien yang dilaksanakan oleh Instalasi Farmasi. Salah satu standar mutu di Instalasi Farmasi berdasarkan SPM adalah waktu tunggu pelayanan obat. Standar waktu tunggu pelayanan obat yang ditetapkan oleh RS Hermina Bogor adalah obat jadi ≤10 menit dan obat racik ≤20 menit. Dalam pelaksanaannya, standar tersebut masih belum tercapai. Lean Six Sigma merupakan salah satu metode untuk memperbaiki suatu proses dalam berbagai industri salah satunya rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa waktu tunggu pelayanan obat dengan menggunakan metode Lean Six Sigma di Instalasi Farmasi rawat jalan RS Hermina Bogor. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja DMAIC. Analisis dilakukan dengan sampel 30 resep obat jadi dan 30 resep obat racik. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan observasi waktu tunggu pelayanan resep obat dan secara kualitatif dengan wawancara dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat jadi 21 menit dengan 37,4% kegiatan value added dan 62,6% kegiatan non value added, serta waktu tunggu pelayanan resep obat racik 48 menit dengan 36,2% kegiatan value added dan 63,8% kegiatan non value added. Dilakukan analisis akar penyebab masalah dan usulan perbaikan. Usulan perbaikan yang diberikn antara lain, perhitungan kebutuhan tenaga di tiap shift, menghitung beban kerja, merevisi kembali minimal stok apotek, dan menerapkan 5S pada area kerja.
Read More
S-9970
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paulinus Ronny Halim
CDF-No.11
Jakarta : [s.n.] : 1992
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku III, Media Indonesia. hal : 17
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Andriani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Kemal Imran, Endang Adriyani
Abstrak: Pengelolaan obat adalah salah satu aspek manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam usaha pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukitinggi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pengelolaan dan pengendalian yang dilakukan selama ini belum berjalan dengan baik terlihat dari masih tingginya angka kekosongan obat pada tahun 2017 yaitu 7,6% dari 421 jenis obat setiap bulannya dan jumlah obat kadaluwarsa yaitu sebesar 10,45% yang seharusnya 0%. Perencanaan dengan memprioritaskan pembelian kelompok VA, EA dan NA perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekosongan obat. Untuk mencegah tingginya jumlah obat kadaluwarsa adalah dengan penghitungan jumlah obat yang dipesan berdasarkan penghitungan ROP dan Safety Stock. Kelompok VA merupakan kelompok dengan prioritas utama dalam pengadaan terdiri dari 10 macam obat dengan NS 500cc infus sebagai obat terpenting dalam kelompok. NS 500 cc infus membutuhkan Safety Stock 23.400 sebesar dengan nilai ROP 34.860.
Kata Kunci : Penglolaan, pengendalian, farmasi, obat

Drug management is one important aspect of hospital management. This study is aiming at analysing drug management in pharmacy unit National Stroke Hospital Bukittinggi. This case study was using qualitative approach. The study revealed that drug management and monitoring controlling were not well performed. A high percentage of drug stock out in 2017 was found 7,6% out of 421 drugs item each month, while number of expired drugs was high, reaching 10,45% compared to 0% as target.. Planning to prioritize purchasing of drugs using VA, EA and NA drug need to implement in order to prevent stock out. To avoid expired drug, hospital need to purchased based on ROP and Safety Stock. VA group is the highest priority that include 10 drug item where NS 500 cc infusion fluid is the top one in the group. NS 500 cc infusion fluid would need Safety Stock as much as 23.400 number as Safety Stock and ROP 34.860.
Keywords : Management, control, pharmacy, drug
Read More
B-2036
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriah; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Anhari Achadi, Wahyu Sulistiadi, Budi Iman Santoso, Lies Nugrohowati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu pelayanan instalasi farmasi rawat jalan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian gabungan (mixed method) dengan melakukan wawancara mendalam serta observasi waktu tunggu pelayanan obat yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan obat racik dan paten di rumah sakit ini melebih standar waktu yang ditetapkan, ditemukan beberapa penghambat seperti ketersediaan sumber daya manusia, sarana prasarana dan fasilitas kerja yang merupakan hambatan terbesar dalam pelayanan ini. Disarankan kepada rumah sakit untuk dapat redisain layout farmasi, menghitung ulang pola ketenagaan serta pengaturan tugas sesuai dengan kompetensinya.

Kata Kunci : efisiensi, farmasi rawat jalan, obat racik dan paten

This study aims to improve the efficiency of service time of outpatient pharmacy installation in order to improve the quality of hospital services. The research method used is the method of combined research (mixed method) by conducting in-depth interviews and observation of drug service waiting time which then analyzed by using univariate analysis.

The result of the research shows that the waiting time for the service of racik and patent medication in this hospital exceeds the standard time set, found some obstacles such as availability of human resources, infrastructure and work facilities which is the biggest obstacle in this service. It is advisable to the hospital to be able to redesign the pharmacy layout, recalculate the pattern of the workforce as well as the arrangement of tasks in accordance with its competence.

Keywords: Efficiency, outpatient pharmacy, racik medicine and patent
Read More
T-5070
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rochimiah; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Sandi Iljanto, Henny Hanna, Surya Fitri
B-1620
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive