Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13675 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ade Yudhistira; Pembim;g: Sandi Iljanto; Penguji: Mieke Savitri, Yuli Prapanca Satar
Abstrak:

Untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat terbadap kesehatan, banyak hal yang harus dilakukan, salah satunya adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Secara umum dapat dibedakan sembilan syarat penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang balk, yakni tersedia, menyeluruh, berkesinmnbungan, terpadu, wajar, dapat diterima, bermutu, tercapai serta terjangkau. Penelitian ini merupakan survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk melihat gambaran segmen, pembidikan pasar, dan posisi pasar RSU Meuraxa. Pendekatan ini untuk pengembangan bisnis kedepan. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk karakteristik responden berdasarkan variabel geografi, demografi, psikografis dan variabel perilaku dengan alat ukur kuesioner. Sedang pendekatan kualitatif dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dari pam stake holder di RSU Meuraxa tentang gambaran segmentasi, pembidikan pasar dan posisi pasar RSU Meuraxa, pendekatan ini dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan informan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Sebagai penetapan posisi Rumah Sakit Umum Meuraxa adalah : "Dengan Pelayanan yang Prima, Berdasarkan Standar Profesional, Cepat, Tepat dan Terjangkau akan selalu melayani dengan sepenuh hati serta bemuansa Islami.


In order to meet the need and to satisfy the community demand on health, there are a lot of things to do, and one of those is the implementation of health services, In general) there are nine condition for a goad implementation on health services, namely : available, entirely, continous, integrated, appropriate, acceptable, qualified, accessible and affordable. The research is a survey with a quantitative and qualitative approaches, and has a purpose on exploring the segment, market targeting and positioning of MROH for the next future business development. The quantitative approach has and aim to see the respondent characteristics based one variable of geography, demography, psycography, and behavior which collected by a questionnaire, meanwhile, the qualitative approach is uses for gathering deeper information from stakeholders of MRGH, using a direct in-depth interview toward informants, as well as exploration towards some documents. File Digital: 1

Read More
B-1068
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chairilina; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Nina Rosyina
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengemhui pengaruh fokus karyawan (keterlibatan karyawan dan lingkungan kclja katyawan) terhadap kinelja karyawan RSU Meuraxa xahun 2008. Secara teoritis penelitian ini diambil dari salah sam kritez-ia konsep yang dikemukakan oleh Hertz tahun 2008 tentang Malcolm lldrige. Penelitian ini mempakan penelitian survei d gan pendekatan kuantitatif; dimana menggunakan data primer dengan memakai alat bantu kuesioner. Mctode penelitian menggunakan metode analisis jalur atau disebut juga dcngan Path Analysis (PA) dengan mcnggunakan program SPSS. Sampel penelitian adalah karyawan RSU Meuraxa dengan menggunakan stratyied random sampling berdasarkan kelompok strata pendidikannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lingkungan kelja karyawan di RSU Mcuraxa mempcngaruhi tinggi rendahnya kinerja karyawan RSU Meuraxa, sementara keterlibatan karyawannya tidak mempengaruhi secara langsung kinelja mereka. Berdasarkan fenomena tersebut pcneliti menyarankan kepada pihak manajemen RS Meuraxa untuk tetap mempertahankan llnglcungan kerja yang kondusif dan mendukung bagi karyawarmya, serta mcningkatkan keterlibatan karyawannya agar kinelja mereka semakin meningkat yang akan berimbas pada peningkatan kinelja RS tertenmnya.


This study aimed at finding influence of employee focus (employee involvement and working place) to employee perfonnance at Meuraxa general hospital in 2008. Theoretically this study was taken from one of concept criteria mentioned by Hertz about Malcolm Baldrige in 2008. It is research survey using quantitative approach, primary data which used by means of questionnaire support. Study method using Path Analysis (PA) by operating SPSS program. Study samples are employees of Meuraxa genera! hospital by using stratified random sampling based on their strata education group. Study result stated that working place of employee in Meuraxa General Hospital had influenced the quality of employee performance of Meuraxa General Hospital, while employee involvement did not affect their performance directly. Based on these phenomenon the researcher suggested hospital management side to crcatc a conducive and support working place for employee, and simultaneously increase involvement of their employee in order to improve their performance which will affect overall hospital perfomtance.

Read More
B-1138
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syaiful Bahri; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Soetanto Pribadi
B-1149
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Johan Salim; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamianti, Herwin Meifendy, Agus Ariyanto Haryoso
Abstrak:
Sebagai rumah sakit yang yang berbentuk BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), RSUD Kepulauan Seribu perlu menyusun rencana strategi bisnis yang harus diperbaharui setiap lima tahun. Rencana strategis dan bisnis periode sebelumnya 2018-2022 sudah habis , namun RSB periode selanjutnya 2023-2026 belum selesai disusun, sedangkan sudah terdapat beberapa isu penting terkait operasional , pengembangan layanan unggulan yang perlu diakomodir pada RSB periode selanjutnya. Penelitian ini berfokus pada penyusunan RSB RSUD Kepulauan Seribu yang diharapakan dapat dijadikan referensi dalam menyusun rencana strategis dan bisnis RSUD Kepuauan Seribu tahun 2023-2026 dengan fokus pengembangan layanan unggulan. Penelitian ini menggunakan metode operasional (operastional research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dengan wawancara mendalam, data sekunder didapatkan dari laporan-laporan rumah sakit dan stakeholder tekait. Pada tahapan input stage, matching stage, decision stage, dan implementasi ditentukan dengan Teknik pengambilan keputusan CDMG (consensus Decision Making Group) dengan pendekatan Balance Scored Card. Berdasarkan matriks internal eksternal positioning RSUD Kepulauan Seribu berada pada pertumbuhan/ekspansi. Dengan prioritas alternative startegi berdasarkan pengolahan QSPM (quantitave strategic planning matriks) adalah pengembangan layanan unggulan PONEK 24 jam dan wisata medis, pengembangan kompetensi pegawai, Budaya tata kelola dan peningkatan inovasi, revialisasi Gedung sarana dan prasarana, pengembangan target pasar yang menyasar wisatawan, dan penetrasi pasar dengan meningkatkan kerja sama dengan stakeholder. Dalam tahapan implementasi perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah terwujudnya saran dan prasaran yang sesuai dengan standar serta terwujudnya budaya kinaerja yang berinovasi dan team work yang kuat dan efektif. Untuk perspective bisnis internal adalah terwujudnya RSUD Kepulauan Seribu mampu tatalaksana PONEK 24 jam dan rumah sakit yang mampu menunjang kegiatan wisata, serta terwujudnya pelayanan primer untuk seluruh jenis pelayanan. Berdasarkan perspective pelanggan targetnya adalah terwujudnya RSUD Kepulauan Seribu sebagai rumah sakit tujuan utama masyarakat kepulauan seribu serta terwujudnya peningkatan kepuasan pasien. Untuk perspective finansial target Peningkatan pendapatan operasional rumah sakit dan Peningkatan CRR (Cost Revenue Rate).

As a distric Hospital which organize in BLUD regulation. RSUD Kepulauan Seribu must to compile strategic and bussines planing document which must to be updated every five years . Strategic bussines planning document period before 2018-2022 has finished, however the next period 2023-2026 hasn’t finished compiled yet. Whereas there so many problem related with operational, develompment of priority health service, which should solved in next period of strategic bussines planning of RSUD Kepulauan Seribu. This Study foccus in discuss of compiling the strategic bussines planning RSUD Kepulauan Seribu which expected could be made the reference ini compile RSUD Kepulauan Seribu strategic and bussines document 2023-2026 period which foccus in discuss the development of prority health services and refferal health service. This study used the operational research method with qualitative approach. Primary data were obtained by comprehensive interview, the secondary data were obtained by the hospital annual reported or the goverment service annual report. In input stage, matching stage, decision stage, and implementaion data was determined by decision making technic CDMG (Consensus Decision Making Group) with Balanced Scored Card Approaching. Based on result of analysis internal eksternal matrix RSUD Kepulauan was at development/expansion posisition With priority alternative strategy based on QSPM (qualitative strategic planning matriks) analysis are development priority health service 24 hours maternal and perinatal emergency services and medical tourism, development of employe competence, governace worked culture dan enhancement innovation, revitalisation of hospital infrastructure, market development which tourist target, and market penetration which improve stakeholder cooperation. In learning dan growing perspective of implementation stage the target are the realization of good standard hospital infrastructure, the formation worked culture which innovative, dan strong effective team work. In intenternal bussines perspective the target are the realization of 24 hour maternal and perinatal emergency services(PONEK 24 jam), medical tourism services, and fullfill the primary standar of refferal health services. In costumer perspective the target are the realization RSUD Kepulauan Seribu as the main refferal hospital for kepulauan seribu district citizen dan increasing of costumer/patient satisfaction. In financial perspective the target are the increasing of hospital income, and increasing of hospital cost revenue rate (CRR)
Read More
B-2468
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monica Tri Ariantik; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Tatiek, Prima Kartika Esti
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di RS. X Tangerang bertujuan untuk menganalisa situasiinternal dan eksternal, mengetahui strategi yang diperoleh berdasar pendekatanBSC dan mengetahui program kerja yang dapat dikembangkan sesuai denganstartegi terpilih tersebut. Jenis penelitian ini merupakan Action Research dengananalisa data kualitatif, melalui telaah dokumen, wawancara mendalam danConcensus Decision Making Group (CDMG) terhadap manajemen RS. XTangerang. Hasil positioning RS. X Tangerang berada di Kuadran II yaituInternal Fix-It Quadran dan Sel V Hold and Maintain. Strategi alternatif yangmenjadi prioritas yaitu pengembangan Product Development dengan contohprogram Pengembangan Instalasi Rawat Khusus (UGD, VK, ICU, HCU,PERISTI-Perinatal Resiko Tinggi dan Kamar Operasi) dengan melakukankerjasama dengan Rumah Sakit lain sebagai mitra rujukan.Kata Kunci : Rencana Strategis, Balanced Scorecard, Organisasi KesehatanRumah Sakit
This study was conducted at Hospital X Tangerang aims to analyze the internaland external situation, knowing the strategy obtained based on the BSC approachand know the work program that can be developed in accordance with the chosenstrategy. This type of research is Action Research with qualitative data analysis,through document analysis, in-depth interviews and Consensus Decision MakingGroup (CDMG) to the management of the Hospital X Tangerang. Resultspositioning X Tangerang Hospital is in Quadrant II, namely the Internal Fix-ItQuadran and Cells V Hold and Maintain. The alternative strategy is a priority isthe development of Product Development with examples of programsDevelopment Special Care Installation (ER, VK, ICU, HCU, PERISTI-High RiskPerinatal and Operating Rooms) through cooperation with other hospitals asreferral partners.Keywords: Strategic Plan, Balanced Scorecard, Hospital Health Organisation.
Read More
B-1753
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azwir; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Sumijatun, Zuraidah
Abstrak:

Perawat sebagai tenaga keschatan mayoritas di tempat pelayanan kesehatan, tcrmasuk rumah sakit, mempunyai posisi kunci dalam pelayanan kesehatan karena hakikat dari asuhan keperawatan yang bersifat kontinyu, konstan, koordinatii dan advokatitl sehingga pcxsiapan, pendayagumaaxm, distribusidan retensi tenaga perawat memplmyai implikasi penting untuk kesinambungan dan tercapainya tujuan pelayanan kesehatan. Penelitian dilaksanakan di RSUD Tarakan karena pengembangan karir tenaga keperawatan yang dilaksanakan di RSUD Tamkan belum sesuai dengan fungsi dan peran perawat. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap jajaran direksi, Jajaran kepala bidang, kcpala scksi, dan kepala subbag serta Foccus Group Discussion (FGD) untuk kepala ruang dan perawat ldinik Juga dilakukan telaah dokumen yang berhubungan dengan pengernbangan pola karir perawat klinik untuk memperlcuat metode tersebut. RSUD Tarakan memiliki tenaga kepemawatan sebanyak 245 orang dengan karakteristik (1) mayoritas tenaga kepcrawatan bemda pada kelornpok umur 25-44 tahun (77,96%), (2) memiliki mass kelja terbesar pada kelompok >3 tahun (61,22 %), (3) dcngan latar belakang pendidikan D III Keperawatan sebanyak 72,24 %, Mekanisme pengembangan tenaga kcpezawatan yang saat ini diterapkan di RSUD Tarakan dimulai dengan kegiaian rekruitmen pegawai bam, dilanjulkan dengan seleksi, kemudian dilaksanakan orientasi selama 30-70 hari. Selain itu juga meliputi kegiatan mutasi, promosi dan pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan FGD diperoleh gambaran pola jalur karir tenaga kepcrawatan di RSUD Tarakan yang sesuai dengan pemn dan iimgsinya yang dapat diterapkan di RSUD Tarakan yaitu sebagai perawai klinik (enam level) dan perawat menejer (empat level). Pada akhir penelitian ini direkomendasikan bagi RSUD Tarakan untuk dilaksanakan advokasi kepada pihak direksi rumah sakit untuk menetapkan peraturan nunah sakit tcntang sistem remunerasi terhadap jenjang karir keperawatan dan mengopllmalisasi iimgsi dad komite keperawatan untuk menyusun insuumen uji kompetensi yang bqrhubungan dengan pengembangan karir tenaga keperawatan.


The nurse as a majority health worker in the health care place including hospital has a significant position in health care. The value of nursing care that is continuous, constant, coordinative, and advocative so the preparation, usage, distribution, and retention of nurse, has an important implication to the continuity and to obtain the objectives of health care. The study was conducted in the Tarakan General Hospital (RSUD Tarakan) because its nursing career development was not appropriate yet with the function and role of the nurse. This study was conducted using qualitative research method by doing the in depth interview toward the directors, head of divisions, head of units, and head of sub units, and doing focus group discussion (FGD) toward the head of rooms and clinical nurses. Document review related to career pattem development of clinical nurse was also conducted in the study to enhance the method. RSUD Tarakan had 245 nurses with characteristics as follow: 77.96% of nurses has the age range of 25 - 44 years old, 61.22% of nurses had working period > 3 years, 72.24% of nurses had nursing diploma educational background, and 4ll2% of nurses was governmental officer. At present, the mechanism of career development of nurse that implemented in RSUD Tarakan is started from recruitment of new nurses followed by selection, orientation for 30-70 days. Beside that, mutation, promotion, and training and education were also conducted. According to the in depth interview and FGD was resulted the description of nursing career path pattem in RSUD Tarakan that suitable to the function and role and could be implemented in the hospital, were the clinical nurse (six levels) and manager nurse (four levels) career path. The study recommended RSUD Tarakan to conduct advocacy toward the hospital director board to determine the regulation of remuneration system of nursing career path in the hospital and to make the function of nursing committee optimally in formulating the instrument of competency test related to the nursing career development.

Read More
B-1069
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenni Oktaviza; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Mieke Savitri, Haris Sutanto
Abstrak:
Rumah Sakit Umum (RSU) Meuraxa adalah salah satu rumah sakit pemerintah tipe B yang berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pe1ayanan di RSU Meuraxa ini sempat mengalami lumpuh total akibat bencana gempa dan Tsunami padat tanggal 26 desember 2004. Namun seiring dengan datangnya bantuan dari semua pihak maka pada tangga1 II November 2007 bangunan baru RSU Meuraxa kembali dibangun dengan dana bantuan dari Negara Austria, Hongaria dan BRR dengan kapasitas 1 t2 tempat tidur ditengkapi fasilitas dan peralatan dengan kualitas yang cukup tinggi. Sebubungan dengan hal tersebut, pihak manajerial kepegawaian dan walikota Banda Aceh perlu merekrut tenaga pegawai baru untuk menggantikan SDM yang hilang. SDM yang dianggap penting dan kontak selama 24 jam dengan pasien di rumah sakit adalah perawat. SOM (Sumber Daya Manusia) perawat di RSU Meuraxa perlu direncanakan perekrutan sebaik mungkin sehingga akan dapat meningkatkan produktifitas dan pelayanan rumah sakit. Perlu adanya perhitungan kebutuhan jumlab kebutuhan perawat di .RSU Meuraxa Kota dengan Banda Aceh tahun 2008. Menghitung jumlah tenaga perawat sesuai beban kerja dapat menggunakan Workload Indicator Staffing Needs (WISN). Ada tiga hal yang dilihat dalam penelitian ini yaitu waktu kerja yang tersedia, Standar beban kerja dan Standar kelonggaran. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rawat inap Pria dan Wanita Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda pada bufan September 2008. Rancangan penelitian ini adaiah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menngana1isis kebutuhan tenaga perawat di Ruang Rawat inap Pria dan Wanita Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh, yaitu waktu kerja yang tersedia, standar beban kerja, standar kelonggaran perhitungan jumlah kebutuhan perawat. Populasi penelitian ini adalah seluruh kegiatan perawat di ruang rawat inap pria dan wanita RSU Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2008. Sampef dalam penelitian ini adalah kegiatan perawat di ruang rawat inap pria dan wanita selama pengamatan dengan menggunakan formulir work sampling oleh tenaga pengamat dan formulir pencataan waktu kegiatan pokok oleh tenaga pcngamat waktu. Pcndekatan kualitatif dilakukan dengan metode In-depth interview dengan Kepala ruangan rawat inap pria, Kepala ruangan rawat inap wanita, Kepala bagian keperawatan dan Kepala bagian kepegawaian sebagai informan. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan WISN adalah tenaga perawat di ruang rawat inap pria dan wanita masing masing dibandingkan dengan jumlah perawat yang tersedia sekarang maka rasio di ruang rawat inap pria adalah 16fi = 2.28 (228%) atau kelebihan sebanyak 128 % sedangkan di ruang rawat wanita adalah I2f7 ""' 1.71 (111%) atau kelebihan [ sebanyak 71%. Rasio kelebihan (surplus) di atas tidak berarti bahwa perawat banyak yang tidak bekerja namun dengan angka kebutuhan WISN akan mcningkatkan produktifitas dan mutu pelayanan. Diharapkan kepada pihak manajerial RSU Meuraxa serta Kepala Ruangan Rawat Inap Pria dan Wanita untuk mengambil kebijakan yang terbaik datam mengatasi kelebihan tenaga perawat mengingat status tenaga mayoritas adalah diperbantukan, sehingga akan menurunkan cost efektif. Dengan adanya data dalam penelitian ini dapat digunakan scbagai beban perencanaan kebutuhan tenaga perawat khususnya RSU Meuraxa pada masa yang akan datang.
Read More
B-1137
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dimas Maulana Syafeli; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamiati, Novita Vitria, A. Heri Iswanto
Abstrak:
Latar belakang: Dalam mencapai mutu pelayanan yang baik diperlukan peningkatan dalam berbagai aspek terhadap unit-unit yang ada di rumah sakit baik unit medis dan non medis salah satu caranya adalah dengan adanya integrasi antar unit yang ada. RSU Bunda Padang belum memiliki unit terintegrasi, yang dapat mengakibatkan ketidakjelasan informasi kepada pasien. Integrasi dapat meminimalkan kesalahpahaman, meningkatkan kepercayaan pasien, dan efisiensi pengumpulan data. Tujuan penelitian: Studi ini bertujuan untuk mengetahui Upaya pengembangan integrasi unit Humas, Marketing, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Rumah Sakit Umum Bunda Kota Padang. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain operational research yang berguna untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan demi kepentingan organisasi. Untuk menganalisis upaya dalam pengembangan integrasi humas, marketing dan PKRS pada penelitian ini peneliti menggunakan Design Thinking yang dielaborasi dengan Theory Acceptance Model. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menemukan bahwa setalah dilakukannya Consensus Decision Making Group (CDMG) yang dihadiri oleh para pimpinan dan staff diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh RSU Bunda Padang, Salah satunya adalah tidak adanya struktur yang jelas pada unit costumer relation dan marketing. Sehingga dalam mengatasi masalah tersebut dibentuklah unit baru yang terintegrasi yang bernama sosial health link communication beserta program-program yang akan dilaksanakan sebagai pengganti unit costumer relation dan marketing. Hasil dari pelaksanaan program kegiatan pada unit baru yang terintegrasi diketahui bahwa pengetahuan pasien meningkat, pasien dan staff merasa punit baru beserta programnya sangat dinantikan dan merasa puas dalam pelaksanaannya. Hasil lainnya pada penilaian NPS diketahui bahwa rata-rata skor pasien berada pada angkat 9 yang artinya pasien di rumah sakit bunda adalah promotor atau seseorang yang dengan senang hati akan merekomendasikan pelayanan yang diterima kepada orang lain. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa di RSU Bunda Padang masih belum terintegrasi. Upaya pengembangan yang ditemukan pada penelitian ini adalah terbentuknya unit baru yang terintegrasi yang bernama social health link communication.

Background: In achieving good service quality, improvements in various aspects of both medical and non-medical units within the hospital are necessary. One way to achieve this is through the integration of existing units. Bunda Padang Hospital does not yet have integrated units, which can lead to unclear information for patients. Integration can minimize misunderstandings, enhance patient trust, and improve data collection efficiency. Objective: This study aims to explore efforts in developing the integration of the Public Relations, Marketing, and Hospital Health Promotion units at Bunda Kota Padang General Hospital. Methods: This research employs an operational research design, which is valuable for problem-solving and decision-making for organizational purposes. To analyze the efforts in developing the integration of Public Relations, Marketing, and Hospital Health Promotion in this study, the researcher utilizes Design Thinking, elaborated with the Theory Acceptance Mode. Result: The research findings reveal that after conducting the Consensus Decision-Making Group (CDMG) attended by leaders and staff, it was identified that Bunda Padang General Hospital faces several challenges. One of them is the lack of a clear structure in the customer relations and marketing unit. To address this issue, a new integrated unit named Social Health Link Communication was formed, along with corresponding programs, to replace the customer relations and marketing unit. The implementation of activities in the new integrated unit showed an increase in patient knowledge. Patients and staff expressed anticipation for the new unit and its programs, and they reported satisfaction with the implementation. Additionally, the Net Promoter Score (NPS) assessment revealed an average patient score of 9, indicating that patients at Bunda Hospital are promoters, meaning they are individuals who willingly recommend the received services to others. Conclusion: This research discovered that integration is still lacking in Bunda Padang General Hospital. The development effort identified in this study is the establishment of a new integrated unit named Social Health Link Communication.
Read More
B-2429
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ami Nuryanti; Pemb. Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Yani Suryani
Abstrak:

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu bagian yang strategis dari Rumah Sakit, kegiatannya yang terus menerus selama 24 jam mempakan cermin kinerja Rumah Sakit sehingga kesan pertama pelanggan Rumah sakit dapat terlihat dari penampilan dan kemampuan kerja. Tujuan Penelitian ini adalah menghasilkan rumusan perencanaan strategis untuk pengembangan IGD BPK-RSUD Datu Iieru Takengon dengan menggunakan pendekatan Balanced scorecard penclitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana data sekundef' diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Aceh Tengah Pemda Aceh Tengah, Dlnas Kesehatan Aceh Tengah dan profil BPK-RSUDB Aceh Tengah. Pengumpulan informasi dilakukan dengan wawancara menclalam dan CDMG (Consensus Decision Making Group). Teknik penyusunan strategi dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: Tahap I (Input Stage) meliputi analisis Iingkungan ekstemal dan lingkungan internal dengan menggunakan Mafriks Elrsremal Factor Evaiuatfon ( EFE ) dan Matrilcs Internal Factor Evalualfan ( IFE ). Dari hasil analisis input srage diperoleh hasil skor total faktor EFE adalah 2,30 sedangkan untuk total faktor IF E yaitu 2,65 Tahap II (Matching Stage), pada mhap ini dilakul-can pencocokan atau penyesuaian dengan menggunakan matriks SWOT dan matriks IE, berdasarkan analisis kedua matriks tersebut diketahui bahwa posisi IGD BPK-RSUD Datu Beru Takengon berada pada sel V yaitu hold and maintain dengan strategi yang dianjurkan adalah Product Development dan market Peneration. Berdasarkan altcmatif strategi terseiaut, strategi yang terpilih menjadi prioritas utama adalah Product Development. Tahap IH ( Decision Stage ) meliputi penetapan strategi terpilih IGD BPK-RSUD Dam Beru Takengon tahun 2008 - 2012. Berdasarkan basil scoring matriks QSPM (Quantitatg' Straregic Planning Matrix), diperoleh 4 strategi terpilih yang dijabarkan menjadi 6 tujuan strategi, dimana perspektif keuangan 2 tujuan straiegi, perspektif pelanggan 2 tujuan strategi, perspektif proses bisnis intemal 3 tujuan strategi serta perpektif pertumbuhan dan pembelajaran 3 tujuan suategi, Sedangkan pengadaan alat-alat kesehatan dan diagnostik IGD menjadi prioritas utama untuk diimplementasikan, dalam melaksariakan strategi terpilih, IGD BPK-RSUD Datu Bern Takengon mendapat duklmgan scpenuhnya dari Pemda Aceh Tengah melalni anggaran APBD dan APBN. Selain dilakukan Penetapan ukuran (Key Performance Indicator) dari masing-masing tujuan strategi bescrln penanggungiawabnya juga dilakul-Lan pendeiinisian dan penetapan target dari masing- masing KPI untuk jangka waktu lima tahun mendatang. Kesimpulan secara umum dengan memperhatikan beberapa komponen yang sesuai dengan kondisi IGD BPK-RSUD Dam Benn Takengon saat ini maka pengembangan gedung IGD aan pengaaam smug dan fasilitas IGD mmm 2008~20l'2 dapat direalisasikan. Saran kepada Pemda Aceh tcngah, selain anggaran untuk invcstasi juga dialokasikan anggaran khusus untuk operasional IGD. Unruk BPK RSUD-Datu Beru Takengon, perencanaan strategik yang telah disusun sebaiknya disosialisasikan, Sedangkan untuk implementasi Balanced Scorecard disarankan KPI yang sudah ditetapkan untuk masing-masing penanggung jawab sebaiknya di distribusikan ke struktur dibawahnya sehingga musing-musing bagian yang tcrkait mempunyai KPI. IGD BPK-RSUDB hams mempunyai standar kinegia yangjelas dan terukur, pemberian bobot pada sctiap KPI dapat dirancang ulang alan direvisi oleh masing- masing pemilik KPI, perlunya dukungan clan komitmen dari Stake Holder untuk mensosialisasikan Balanced Scorecard di seluruh jajaran BPK RSUD dalam mendukung kemajuan IGD BPK-RSUD Dam Beru Takengon dimasa mendatang.


Emergency Installation (IGD) is a strategic part of hospital. Its continuous 24 hours activity is a reflection of hospital perfonnance and hence tirst impression of hospital is resulted from performance of IGD. This study objective was to develop a strategic planning on the development of Emergency msallarisn in Dam Bern liospital (BPK-RsUnB),Takengon, cena-at Aceh using Balance Scorecard. The study was a qualitative study with secondary data liom Statistics Bureau Oiiicc Central Aceh, Central Aceh Government Office, Central Aceh Heqalth Oflice, and profile of BPK-RSUDB. Data was collected through in-depth interview and Consensus Decision Making Group. Strategic planning was developed through three stages, namely Input Stage including extemal and intemal environment analyses using Extemal Factor Evaluation (EFE) and Intemal Factor Evaluation (IF E). The analyses show that total scores for EFB was 2.30 and IFE was 2.65. The second stage was Matching Stage where matching or adjustment was done using SWOT matrix and IE matrix. Based on those matrices, it was known that position of IGD BPK-RSUDB was in cell V, namely ?hold and maintain? with advised strategy of ?Product Development? and ?Market Penetration". Between those two strategies, the chosen priority strategy was ?Product Development". 'Third stage was Decision Stage including determination of strategy. Based on Quantitative Strategic Planning Matrix, four strategies was expanded to 6 strategic objectives consisting of 2 strategic objective in finance, 2 strategic objectives in customer, 3 strategic objectives internal business process, and 3 in growth and teaming. The procurement of health and IGD diagnostics equipments was prioritized to be implemented. The hospital was supported by Aceh Tengah Govemment Office through APBN and APBD funding schemes. Beside the determination of Key Perfomance Indicator fiom each strategic objective and the persons incbarge, delining and targeting were also conducted for the next tive years. It could be concluded that considering the components of IGD BPK-RSUDB at the present time, the development of IGD and procurement of equipment and facilities year 2008-2012 could be implemented. It is suggested to Central Aceh Govemment to allocate speciiic funding for IGD operationalization beside investment allocation. Strategic planning that had been develop should be informed and balance scorecard should be distributed until the lower level including the KPI. Performance standard should be clear and measurable, weighing of KPI could be re-designed or be revised by each KPI owner, there is need of support and commitment 'from all stakeholders to socialize Balance Scorecard among all management of BPK-RSUDB to improve the performance in the future.

Read More
B-1062
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masyithah Wulandari S; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Prastuti Soewondo, Pujiyanto, Anhari Achadi, Eka Rahmayuli
Abstrak:
Program JKN telah memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat Indonesia, pemerintah melalui BPJS Kesehatan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas yang diberikan. Hadirnya Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS JKN) menjawab hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapan RSUD Teuku Umar dalam implementasi KRIS JKN dalam berbagai aspek seperti kesiapan sarana dan prasarana, SDM, pendanaan, tata kelola, proses manajemen serta  rencana tindak lanjutnya dalam menimplementasikan KRIS JKN yang ditargetkan pada 30 Juni 2025. Adapun metode penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan November-Desember 2024. Berdasarkan hasil observasi, telaah dokumen, dan wawancara mendalam terkait implementasi KRIS JKN, didapatkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana di RSUD Teuku Umar sebesar 56,5% serta ditemukan bahwa RSUD Teuku Umar telah memiliki komitmen yang kuat terhadap implementasi KRIS JKN, namun masih terdapat sejumlah kendala, terutama dalam kesiapan pendanaan dan pengetahuan staf pelayanan dan tidak adanya tim percepatan KRIS JKN. Rekomendasi untuk proses pemenuhan implementasi KRIS JKN yaitu RSUD Teuku Umar akan membentuk tim percepatan KRIS, melakukan sosialisasi tentang KRIS JKN kepada seluruh staff rumah sakit, melakukan advokasi anggaran, serta menentukan skala prioritas dalam bentuk kegiatan beserta rancangan anggaran untuk  proses pemenuhan implemetasi KRIS JKN

The National Health Insurance (JKN) program has provided significant benefits to Indonesian people. The government, through the Health Insurance Agency (BPJS Kesehatan), continues to strive to improve the quality of services provided. The introduction of the Standard Inpatient Class for National Health Insurance (KRIS JKN) addresses this. This study aims to assess the readiness of RSUD Teuku Umar in implementing KRIS JKN in various aspects such as the readiness of facilities and infrastructure, human resources, funding, governance, management processes, and its follow-up plan in implementing KRIS JKN, which is targeted for completion by June 30, 2025. This research employs a qualitative method with a case study approach. The research will be conducted in November-December 2024. Based on observations, document reviews, and in-depth interviews related to the implementation of KRIS JKN, it was found that the readiness of facilities and infrastructure at RSUD Teuku Umar is 56.5% and that RSUD Teuku Umar has a strong commitment to implementing KRIS JKN, but there are still several challenges, especially in terms of funding readiness and the knowledge of service staff, as well as the absence of a KRIS JKN acceleration team. Recommendations for the completion of the KRIS JKN implementation process are that RSUD Teuku Umar should form a KRIS acceleration team, conduct socialization about KRIS JKN to all hospital staff, advocate for funding, and determine priorities in the form of activities along with a budget plan for the completion of the KRIS JKN implementation process.
Read More
B-2501
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive