Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32303 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Riana Wulandari; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Izhar M. Fihir, Muhammad Rusman Ariyadi
Abstrak: Proyek konstruksi memiliki faktor risiko tinggi atas terjadinya kecelakaan kerja.Penelitian terbaru menyatakan bahwa safety leadership merupakan komponen penting dalam menurunkan angka kecelakaan kerja dan meningkatkan perilaku keselamatan kerja. Sementara itu, studi mengenai safety leadership masih sedikit.Peneliti melakukan studi kualitatif untuk menemukan faktor-faktor kontekstual komitmen supervisors di Proyek pembuatan box tunnel PT. X Depok dengan mengadopsi kerangka job demand-resources model. Hasil penelitian menunjukkan faktor dukungan, otonomi, dan sumber daya personal sebagai faktor pendorong komitmen supervisors atas safety leadership, sedangkan peran ganda sebagai beban tambahan, masalah prosedural, tekanan produksi dan karakteristiktenaga kerja sebagai faktor penghambat.Kata Kunci :Safety leadership, faktor-faktor kontekstual, supervisors, komitmen, proyek Konstruksi
Read More
S-7650
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Hifni; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Dadan Erwandi, Raden Dimas Tanudatar
S-7975
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pratama S Putra; Pembuimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Chandra Prijanahadi, Istiati Suraningsih
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai analisis pada komitmen manajemen dalam penerapan Contractor Safety Manageament System (CSMS) di PT. X tahun 2013. Pelaksanaan tahapan CSMS di PT.X pada tahun 2013 dari seluruh divisi yang adahanya 44.7%. Hal ini mengindikasikan belum optimalnya perwujudan komitmen manajemen dalam penerapan CSMS. Hasil penelitian para ahli terdahulumenunjukkan bahwa kuatnya komitmen dari manajemen merupakan komponen yang sangat penting dalam menerapkan CSMS di dalam perusahaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan peninjauan pada komitmen manajemen yang meliputi komponen identifikasi, keterlibatan dan loyalitas. Hasilpenelitian menyarankan untuk meningkatkan penerapan Contractor SafetyManagement System (CSMS) yang terintegrasi diseluruh divisi disertai sosialisasi CSMS ke End-user, membuat training matrix dan training need Analysismengenai pelatihan CSMS, mempercepat proses karyawan yang vacant, mengadakan pelatihan CSMS, membuat job description, meninjau ulang kebijakan dan Program K3LL, membuat kesepakatan persetujuan komitmen yang ditanda-tangani General Manager beserta jajaran manajemenm membuat komite CSMS, melakukan rapat regular membahas CSMS, menunjau ulang dan memaksimalkan penggunaan anggaran serta memberikan apresiasi kepada pekerja yang melaksanakan CSMS. Kata Kunci : sistem manajemen keselamatan kontraktor, csms, komitmenmanajemen
This study aims analysis of commitment management in implementing itsContractor Safety Management System (CSMS) at PT.X in 2013. CSMSImplementation at PT.X in 2013 of all divisions that exist only 44.7 %.It indicatesineffective embodiment commitment management in implementing CSMS. Theresearch from previous experts showed that strong commitment from managementis very important components in applying CSMS in a company. This study isqualitative by doing research on reviewing of management commitmentcomponents including identification, involvement and loyalty. The results suggestto increase implementation of CSMS that integrated to all division withsocialization about CSMS to end-user, establish a Training Matrix and a TrainingNeed Analysis (TNA) for training CSMS, speed up the process of recruitment forvacant employee, establish a job description, review SHE policy and program,make a deal approval commitment that signed by general manager and itsmanagement, establish a committee CSMS, conduct regularly meeting to discussCSMS, review and maximize the budget and give appreciation to workers whoimplemented CSMS.Keywords : contractor safety management system , csms, commitmentmanagement
Read More
T-4130
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emylina Manurung; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Fatma Lestari, Doni Hikmat Ramadhan, Yuni Kusminanti, Nevi Setyasih
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di perusahaan tambang batu bara yang memiliki konsep penambangan terbuka. Fluktuasi angka kecelakaan dari tahun 2011-2017 menyebabkan PT XYZ memiliki potensi resiko kecelakaan yang tinggi. Hasil investigasi kecelakaan menyebutkan bahwa faktor utama yang menyebabkan kejadian kecelakaan yaitu faktor pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara safety leadership dengan safety performance di PT XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini adalah analisis komperatif dan analisis korelasi. Gaya kepemimpinan yang akan diidentifikasi melalui pendekatan persepsi dari manajemen (top dan middle management) serta dari karyawan (staff atau front line) dengan menggunakan kuesioner yang akan diberikan kepada 240 karyawan sehingga dapat diketahui gambaran gaya kepemimpianan yang saat ini menjadi budaya di PT XYZ. Gaya kepemimpinan akan dihubungkan dengan safety performance (safety inspection, safety motivation dan incident investigation). Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa kepemimpinan transformasional yang saat ini menjadi budaya di PT XYZ memiliki pengaruh positif yang siginifikan terhadap safety performance (safety inspection, safety motivation dan incident investigation).
Read More
T-5547
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfina Hapsari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati, M. Mushanif Mukti, Mohammad Rifki Rosady
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Alfina Hapsari Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Analisis Safety Leadership Pada Posisi Unit Pelaksana, Unit Pengelolaan Konstruksi, Pimpinan Proyek, Pimpinan Divisi, dan Pimpinan Departemen Operasi Proyek Infrastruktur di PT.X (Kontraktor Konstruksi) Tahun 2018 Pembimbing : Dadan Erwandi, S.Psi., M.Psi Industri jasa konstruksi memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Sepanjang Agustus 2017 hingga Februari 2018, telah terjadi tiga belas kecelakaan konstruksi dengan tiga kasus fatality accident pada proyek pekerjaan jalan tol dan jalan rel di Indonesia. Safety leadership merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kinerja Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan (K3L). Penelitian ini mengkaji safety leadership model pada posisi pimpinan di proyek dan departemen operasi proyek infrastruktur PT X yang bergerak di bidang kontraktor konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif berdasarkan dua variabel utama dari safety leadership, yaitu leadership style (transformational leadership) dan best practices. Data penelitian didapatkan dari kuesioner dan wawancara pada subyek penelitian serta observasi mengenai penerapan K3L di lokasi proyek PT X pada bulan April – Mei 2018. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa safety leadership masih kurang menonjol kecuali pada posisi General Manager. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai kebijakan K3L, kurangnya komunikasi, lemahnya konsistensi dan komitmen penerapan K3L, serta kurangnya tindakan proaktif dan inisiatif saat menghadapi masalah K3L. Hal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan safety leadership tersebut antara lain dengan menyusun dan melaksanakan program pelatihan safety leadership bagi semua level pimpinan serta menjaga monitoring pelaksanaan program K3L di tempat kerja. Kata kunci: Safety Leadership, Transformational Leadership, Best Practices, K3L


ABSTRACT Name : Alfina Hapsari Study Program : Occupational Health and Safety Title : Safety Leadership Analysis in The Position of Implementation Unit, Construction Management Unit, Project Manager, Division Manager, and Operation Department Manager of Infrastructure Project at PT.X (Construction Contractor) in 2018 Consellor : Dadan Erwandi, S.Psi., M.Psi. The construction industry has a high risk of occupational injury. Throughout August 2017 to February 2018, there had been thirteen construction accidents with three cases of fatality accidents in toll road and rail road projects in Indonesia. Safety Leadership is one of the important components in improving Safety, Health and Environment (SHE) performance. This study examines Safety Leadership Model at the lead position in the project and the operations department of the infrastructure project at PT X as a Construction Contractor Company. This study was a descriptive research with quantitative method based on two main variables of Safety Leadership, those are Leadership Style and Best Practice. Research data obtained from questionnaires, interviews, and observations on the application of SHE at PT X’s project location in April - May 2018. This research obtained that Safety Leadership is still weak except The General Manager. This is due to lacks of understanding of SHE policies, communication, consistency and commitment to the implementation of SHE, proactive and initiative action when facing SHE issues. This suggests that company should improve by preparing and implementing Safety Leadership training program for all manager levels as well as maintaining the monitoring of SHE program implementation in the workplace. Keywords: Safety Leadership, Transformational Leadership, Best Practices, SHE

Read More
T-5230
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ranti Fitri Agustina; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Bahrain Munir
Abstrak:
Keselamatan kerja merupakan aspek krusial dalam operasional perusahaan, khususnya pada sektor kelistrikan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara safety leadership dan safety perception terhadap safety behavior pada pekerja di site PT X tahun 2025. Pendekatan yang digunakan adalah semikuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner yang diisi oleh 87 responden. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara safety leadership dan safety behavior (r = 0,227; p = 0,035), serta antara safety leadership dan safety perception (r = 0,579; p = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara safety perception dan safety behavior (r = 0,149; p = 0,169). Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan keselamatan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keselamatan pekerja, baik secara langsung maupun melalui persepsi terhadap keselamatan. Hasil wawancara dengan key person juga menguatkan bahwa keteladanan dan keterlibatan langsung pimpinan menjadi faktor yang mendorong budaya keselamatan yang positif. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan meningkatkan efektivitas kepemimpinan keselamatan melalui pelatihan, keterlibatan aktif pemimpin, serta evaluasi berkelanjutan terhadap program keselamatan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor lain yang dapat memediasi atau memoderasi hubungan antarvariabel.


Occupational safety is a crucial aspect of company operations, especially in the electricity sector which carries a high level of risk. This study aims to examine the relationship between safety leadership and safety perception on safety behavior among workers at the PT X site in 2025. A semi-quantitative approach was employed using a survey method with questionnaires completed by 87 respondents. Data were analyzed using Spearman and Pearson correlation tests. The results indicate a positive and significant relationship between safety leadership and safety behavior (r = 0.227; p = 0.035), as well as between safety leadership and safety perception (r = 0.579; p = 0.000). However, no significant relationship was found between safety perception and safety behavior (r = 0.149; p = 0.169). These findings suggest that safety leadership plays an important role in shaping workers’ safety behavior, both directly and indirectly through safety perception. Interviews with key persons also support the conclusion that leadership engagement and role modeling are key drivers of a positive safety culture. The study recommends that the company improve the effectiveness of safety leadership through targeted training, active leadership involvement, and continuous evaluation of safety programs. Future research is encouraged to explore other variables that may mediate or moderate the relationships among these constructs.
Read More
S-12082
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muthia Ashifa; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Dadan Erwandi, Wisnu Susetyo, Agung Surya Irawan
Abstrak:

ABSTRAK Tesis ini membahas karakteristik dan profil dari safety leadership (SL) pada posisi Supervisor, Foreman dan Leadman pada pada projek MHBL di PT. AD yang merupakan tambang batubara. Selain penilaian dilakukan dari sisi supervisor, foreman dan leadman, juga dilakukan penilaian dari sisi operator yang dipimpin langsung oleh ketiga posisi manajemen lini tersebut.Penelitian ini adalah penelitian semi kuantitatif dengan desian deskriptif, dimana objek penelitian terdiri dari 4 posisi: supervisor, foreman, leadman dan operator. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori dari Thomas Krause (2005) mengenai safety leadership yang dipengaruhi oleh 4 faktor: Personality, Transformational Leadership Style, Best Practices dan Organizational Culture. Peneliti hanya menggunakan 3 variabel pertama sebagai konsep penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisor, foreman dan leadman menunjukkan hasil yang belum optimal dalam pemenuhan safety leadership di tempat kerja.Sedangkan hasil penilaian operator terhadap safety leadership supervisor, foreman dan leadman di tempat kerja menunjukkan hasil yang baik pada variabel transformational leadership dan best practices, namun pada variabel personality belum memenuhi kriteria safety leadership.


ABSTRACT This research discussed the characteristic and profile of Safety Leadership in job position of Supervisor, Foreman and Leadman in MHBL project at PT. AD which is the second largest coal producer in Indonesia. The evaluation also conducted on operator/ tradesman level which directly supervise within those three levels of frontline management.It?s a semi quantitative research with descriptive design, in which the research objects are four job positions: supervisor, foreman, leadman and operator. The approach being used in this Thesis is Thomas Krause?s theory (2005) of Safety Leadership, which influenced by four factors: Personality, Transformational Leadership Style, Best Practices and Organizational Culture. Researcher took three variables and excludes the organizational culture, as the concept of the research.The result shows that supervisor, foreman and leadman has not fulfil the criteria of safety leadership in their workplace, while the evaluation form operator shown that their supervisor, foreman and leadman already fill the transformational leadership and best practices criteria, although the personality criteria hasn?t fully achieved in safety leadership.

Read More
T-3825
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titus Halomoan Mg; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Abdul Kadir, Mufti Wirawan, Widura Imam Mustopo, Agra Mohamad Khaliwa
Abstrak:
Kecelakaan kerja merupakan masalah serius yang berdampak luas pada individu dan organisasi, baik dari segi fisik, psikologis, maupun ekonomi, di mana jutaan pekerja setiap tahun mengalami cedera atau penyakit  akibat kerja yang dapat menurunkan produktivitas serta meningkatkan beban finansial perusahaan. Oleh karena itu, menciptakan iklim keselamatan yang kuat menjadi hal krusial dalam mencegah risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini menganalisis pengaruh safety knowledge dan safety leadership terhadap safety climate di Perusahaan X dengan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 104 karyawan dipilih melalui proportionate stratified random sampling, sementara data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tingkat safety knowledge karyawan tergolong baik, variabel ini tidak berpengaruh signifikan terhadap safety climate, yang mengindikasikan bahwa pengetahuan saja tidak cukup dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Sebaliknya, safety leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap safety climate, menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat dalam aspek keselamatan mampu meningkatkan kepatuhan dan kesadaran karyawan terhadap prosedur keselamatan. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan dan pelatihan keselamatan yang berkelanjutan menjadi langkah penting dalam membangun budaya keselamatan yang lebih baik.

 Workplace accidents are a serious problem with far-reaching physical, psychological and economic impacts on individuals and organizations, with millions of workers each year experiencing occupational injuries or illnesses that can reduce productivity and increase the financial burden on companies. Therefore, creating a strong safety climate is crucial in preventing the risk of workplace accidents. This study analyzes the effect of safety knowledge and safety leadership on safety climate in Company X with a cross-sectional design and quantitative approach. A sample of 104 employees was selected through proportionate stratified random sampling, while data was collected by questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that although the level of safety knowledge of employees was good, this variable did not have a significant effect on safety climate, which indicates that knowledge alone is not enough to create a safe work environment. In contrast, safety leadership has a positive and significant effect on safety climate, indicating that strong leadership in safety aspects can increase employee compliance and awareness of safety procedures. Therefore, strengthening leadership and continuous safety training are important steps in building a better safety culture.
Read More
T-7229
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mufli Hamizah; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Qobus Abdul Qowwy
Abstrak: Tingginya angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi setiap tahun disebabkan oleh komitmen dari perusahaan terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang belum optimal. Komitmen tersebut dapat dilihat dari partisipasi pekerja dalam mengikuti program K3 di perusahaan salah satunya Toolbox meeting. Toolbox meeting merupakan bentuk brief sebelum bekerja yang membahas teknis pekerjaan serta bahaya dan risiko apa yang akan ditemukan pekerja saat nanti bekerja. Partisipasi pekerja dalam mengikuti toolbox meeting di Proyek Pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Batu Ceper- Kunciran masih rendah. Pekerja yang tidak mengikuti toolbox meeting dapat mempengaruhi angka kecelakaan kerja. Untuk mengukut tingkat komitmen dari sisi partisipasi tim lapangan terhadap pelaksanaan toolbox meeting tersebut dilihat dari analisis pekerjaan yang dilakukan pekerja, perilaku organisasi serta perkembangan karir pekerja. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi deskriptif dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian didapatkan dengan mewawancarai 4 informan melalui observasi lapangan dan telaah dokumen perusahaan menunjukkan bahwa komitmen dari sisi partisipasi tim lapangan terhadap pelaksanaan toolbox meeting tergolong rendah. Penyebab rendahnya komitmen tersebut disebabkan bahwa aspek K3 belum dapat dipahami oleh pekerja secara merata sehingga mempengaruhi analisis pekerja dalam bekerja, perilaku organisasi dan pemberian penghargaan dan pengakuan. Untuk dapat meningkatkan komitmen tersebut perlu upaya dalam meningkatkan pemahaman serta pengawasan dalam melaksanakan toolbox meeting dari perusahaan.
Read More
S-10155
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive