Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31017 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anshor; Pembimbing; Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Indri Hapsari Susilowati, Erdy Techrisna Satyadi
T-3699
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktaria Penny; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Robiana Modjo, Agus Triwibowo
Abstrak: Tingginya kebutuhan manusia yang harus dipenuhi menyebabkan peningkatan produksi di berbagai sektor industri. Salah satu caranya adalah dengan memberlakukan sistem shift kerja. Penerapan sistem shift kerja iniberdampak kepada kelelahan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pada operator plastic injection di PT X. Faktor yang diteliti merupakan faktor karakteristik pekerja(umur, masa kerja, kondisi kesehatan, dan kuantitas tidur) dan faktor pekerjaan(shift kerja, waktu istirahat, commuting time, dan pekerjaan tambahan).Pengukuran kelelahan pada operator diukur dengan menggunakan Fatigue Severity Scale. Penelitian ini bersifat subjektif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 99 orang atau 46,5% pekerja mengalami kelelahan. Selain itu juga dapat diketahui bahwa masa kerja, kondisi kesehatan, dan kuantitas tidur mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kelelahan pada operator plastic injection. Oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian terhadap kelelahan, baik dari pihak manajemen maupun operator itu sendiri.
Kata Kunci : Fatigue Severity Scale, Kelelahan, Operator Plastic Injection
Read More
S-8108
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Budi Hayati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Mila Tejamaya, Arief Budiman
S-10462
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azhary Azwar; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri, Hendra, Anton Ojong, Amirullah
T-4854
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faridl Wicaksono; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Mufti Wirawan, Fransiscus Fendy Novento, Muhyi Nur Fitra Hanefi
Abstrak:
Penelitian ini membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja pertambangan khususnya operator dan mekanik Mine Ore Flow-Fixed Plant PT XYZ pada tahun 2004. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desian studi potong lintang. Responden penelitian berjumlah 464 yang termasuk ke dalam operator dan mekanik Mine Ore Flow-Fixed Plant PT XYZ. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tuntutan kerja terhadap kelelahan umum, kelalahan fisik, pengurangan aktivitas, pengurangan motivasi, maupun kelelahan mental; terdapat hubungan yang signifikan antara waktu perjalanan terhadap kelelahan umum; kuantitas dan kualitas tidur terhadap kelelahan umum dan kelelahan fisik; serta suhu kerja terhadap gejala kelelahan fisik, pengurangan aktivitas, dan pengurangan motivasi. Peneliti menyarankan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap pengelolaan kelelahan kerja sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan kerja.

This research discusses factors related to work fatigue in mining workers, especially operators and mechanics Mine Ore Flow-Fixed Plant PT XYZ in 2004. This study is a quantitative research with a cross-section study design. The research respondents 464 who were included in the operators and mechanics Mine Ore Flow-Fixed Plant PT XYZ. The results of the study showed that there was a significant relationship between work demands with general fatigue, physical fatigue, reduced activity, reduced motivation, and mental fatigue; travel time with general fatigue; quantity and quality of sleep with general fatigue and physical fatigue; as well as working temperature with physical fatigue, reduced activity, and reduced motivation. Researchers suggest making continuous improvements to work fatigue management so that it can reduce the risk of accidents due to fatigue.
Read More
T-7127
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Oktaviana; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Bayu Suryo
Abstrak: Masih minimnya penelitian tentang kelelahan akut dan kronis, terutama di industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan terhadap fatigue akut dan kronis pada pekerja bagian produksi dan packaging PT X. Variabel yang diteliti yaitu faktor individu (umur, waktu tidur, commuting time), dan faktor pekerjaan yaitu (durasi kerja, shift kerja, lokasi kerja, dan waktu lembur). Skala Occupational Fatigue Exhaustion an Recovery digunakan untuk mengukur keluhan fatigue akut dan kronispada pekerja. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tidur dan commuting time memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fatigue akut pada pekerja, sedangkan waktu tidur dan durasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fatigue kronis pada pekerja.
Kata Kunci : Fatigue, Fatigue akut, Fatigue kronis, Manufaktur

There is still a lack of studies on acute and chronic fatigue, especially in the manufacturing industry.This research aims to study the factors related to acute and chronic fatigue in production and packaging workers of PT X. The studied variables in this research is comprised into individual factors such as age, time to sleep, commuting time, and job factors such as duration, shift work, location of work, and overtime. The Occupational Fatigue Exhaustion Recovery scale is used to measure acute and chronic fatigue among workers. This research is a descriptive analytic study using cross sectional study design. The results showed that the sleep time and commuting time has a significant effect on acute fatigue in workers, while the sleep time and duration of the work has a significant impact on chronic fatigue in workers.
Keywords: Fatigue, Acute Fatigue, Chronic Fatigue, Manufacture
Read More
S-8569
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khaerani Suci Lestari; Pembimbing: Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Mukodas
Abstrak: Operator Heavy Duty Dump Truck (HD) adalah salah satu pekerjaan yang berisiko tinggi untuk mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kelelahan pada operator HD di PT X Jobsite Y. Faktor yang diteliti yaitu faktor risiko terkait pekerjaan (shift kerja, suhu kabin, pencahayaan, masa kerja, dan napping) dan faktor tidak terkait pekerjaan (usia, indeks massa tubuh, waktu perjalanan, kuantitas tidur, kualitas tidur, tempat tinggal dan status perkawinan) yang berhubungan dengan tingkat kelelahan. Desain studi cross-sectional digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) pada 165 responden yang bekerja sebagai operator HD. Hasil penelitian diketahui sebanyak 70,9% operator HD mengalami kelelahan ringan dan 29,1% operator HD mengalami kelelahan sedang. Selain itu, dari keseluruhan variabel yaitu suhu kabin, masa kerja, kuantitas tidur, kualitas tidur dan status perkawinan memiliki hubungan yang signifikan secara statistik terhadap kelelahan. Kesimpulannya, suhu kabin yang tidak memadai merupakan faktor utama kelelahan pada operator HD di PT X Jobsite Y
Read More
S-9971
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martha Dina Apriliana; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Didik Triwibowo
Abstrak: Kecelakaan yang berkaitan dengan lalu lintas dan insiden yang berkaitan dengan kendaraan menjadi penyebab utama kecelakaan di area pertambangan. Salah satu penyebabnya adalah kelelahan pada operator truk tambang. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan gambaran kelelahan subjektif dan menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan subjektif pada operator kendaraan tambang batu bara di area mining dan hauling PT Adaro Indonesia. Faktor-faktor risiko yang diteliti meliputi faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, status gizi (IMT), lingkar leher, keluhan kesehatan, kuantitas tidur, dan kualitas tidur) dan faktor risiko terkait pekerjaan (area kerja, masa kerja, shift kerja, commuting time, dan lingkungan kerja terutama temperatur, kebisingan, getaran, dan pencahayaan). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kuesioner yang disebarkan secara dalam jaringan (daring), yang meliputi kuesioner karakteristik individu dan pekerjaan, Fatigue Assessment Scale (FAS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji chi-square serta uji regresi logistik ganda model prediksi. Besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 436 operator, namun data yang berhasil dianalisis adalah sebanyak 440 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 130 operator (29,5%) mengalami kelelahan subjektif. Hasil analisis statistik inferensial menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko tidak terkait pekerjaan, yaitu status gizi (IMT gemuk dan obesitas), keluhan kesehatan, dan kualitas tidur terhadap kelelahan subjektif pada operator. Hasil analisis statistik inferensial juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko terkait pekerjaan, yaitu masa kerja, temperatur, kebisingan, getaran, dan pencahayaan, terhadap kelelahan subjektif pada operator. Sementara itu, hasil analisis inferensial menggunakan uji regresi logistik ganda model prediksi menunjukkan bahwa kualitas tidur merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kelelahan subjektif pada operator.
Accidents related to traffic and incidents related to vehicles are the main causes of accidents in mining areas. One of the causes is fatigue on mining truck operators. This study was conducted to describe subjective fatigue and analyze risk factors related to subjective fatigue in coal mining vehicle operators in mining and hauling area of PT Adaro Indonesia. The risk factors studied included non-work-related risk factors (age, nutritional status (BMI), neck circumference, health complaints, sleep quantity, and sleep quality) and work-related risk factors (work area, length of work, shift work, commuting time, and work environment, especially temperature, noise, vibration, and lighting). The study was conducted from February to July 2022. The data used in this study came from a questionnaire distributed online, which included a questionnaire on individual and job characteristics, the Fatigue Assessment Scale (FAS), and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed using descriptive analysis and inferential analysis with chi-square test and multiple logistic regression test for prediction models. The minimum sample size in this study was 436 operators, but the data that were successfully analyzed were 440 respondents. The results showed that as many as 130 operators (29.5%) experienced subjective fatigue. The results of inferential statistical analysis using the chi-square test showed that there was a significant relationship between risk factors not related to work, namely nutritional status (fat and obesity BMI), health complaints, and sleep quality on subjective fatigue in operators. The results of inferential statistical analysis also show that there is a significant relationship between work-related risk factors, namely working period, temperature, noise, vibration, and lighting, and subjective fatigue on operators. Meanwhile, the results of inferential analysis using multiple logistic regression test predictive models indicate that sleep quality is the most dominant variable associated with subjective fatigue in operators.
Read More
S-11040
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriza Hanifah Wulandari; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Rijal Noor Al-Ghiffari
Abstrak:

Kelelahan merupakan masalah multifaktor yang dialami pekerja sektor manufaktur dan
berdampak pada kecelakaan kerja, kesehatan, serta ekonomi. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pekerja sales
perusahaan manufaktur di PT X tahun 2025. Faktor risiko yang diteliti meliputi faktor
risiko terkait pekerjaan (durasi kerja, masa kerja, beban kerja, waktu istirahat, waktu
perjalanan, dan lingkungan kerja) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, status
gizi, kuantitas tidur, kualitas tidur, konsumsi alkohol, dan konsumsi kafein). Penelitian
ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari
hingga Juni 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, meliputi kuesioner
karakteristik individu dan pekerjaan, OFER, PSQI, NASA-TLX, dan persepsi terhadap
lingkungan kerja. Terdapat 136 data responden yang dianalisis menggunakan analisis
deskriptif dan inferensial dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa
56.6% pekerja mengalami kelelahan kronik dan 79.4% kelelahan akut. Hasil
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko terkait kerja
yaitu masa kerja (p value = 0.047), lingkungan kerja bising (p value = 0.033) dan faktor
risiko tidak terkait kerja, yaitu kualitas tidur (p value = 0.044) dengan kelelahan kronik.
Hasil juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko
terkait kerja yaitu beban kerja (p value = 0.033) dengan pemulihan kelelahan.


Fatigue is a multifactorial problem experienced by workers in the manufacturing sector  and has an impact on work accidents, health, and the economy. This study aims to analyze  the risk factors associated with fatigue in sales workers of manufacturing companies at  PT X in 2025. The risk factors studied include work-related risk factors (duration of work,  length of service, workload, rest time, commuting time, and work environment) and non work-related risk factors (age, nutritional status, sleep quantity, sleep quality, alcohol  consumption, and caffeine consumption). This study used a cross-sectional study design  conducted from February to June 2025. Data were collected through online  questionnaires, including individual and job characteristics questionnaires, OFER, PSQI,  NASA-TLX, and perceptions of work environment. 136 respondent data analyzed using  descriptive and inferential analysis with the chi-square test. The results of the analysis  showed that 56.6% of workers experienced chronic fatigue and 79.4% acute fatigue. The  results showed that there was a significant relationship between work-related risk factors,  namely work period (p value = 0.047), noisy work environment (p value = 0.033) and  non-work-related risk factors, namely sleep quality (p value = 0.044) with chronic fatigue.  The results also showed that there was a significant relationship between work-related  risk factors, namely workload (p value = 0.033) with fatigue recovery.

Read More
S-12100
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endy Kurniawan Pribadi; Pembimbing: Hendra; Penguji: Sjahrul M. Nasri, Yuni Kusminanti, Farida Tusafariah
T-3638
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive