Ditemukan 6946 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sofia Rifayani Krisnadi
CDK No.151 (2006)
Jakarta : Kalbe Farma, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sari Pediatri, Vol.11, No.6, April 2010, hal. 420-427. ( ket. ada di bendel maj. campuran No.17 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
☉
Euis Sunarsih; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
S-1401
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kliping koran kompas 2015
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Republika
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Edwi Saraswati
Seri Gizi 22
Bogor : P3G, 1999
Laporan Penelitian Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sadono Setyoko; Pembimbing: I Made Djaja, Agustin Kusumayati; Penguji: Ahmad Syafiq, Abas B. Jahari, Ni Ketut Aryastami
Abstrak:
Prevalensi stunting balita di Indonesia tahun 2013 sebesar 37,2% mengalami peningkatan dari tahun 2010 sebesar 35,6% sehingga masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Faktor kondisi rumah dan sanitasi yang tidak layak dan penyakit infeksi berpotensi menjadi determinan stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi rumah, sanitasi dan penyakit infeksi terhadap risiko stunting balita 6-59 bulan di Indonesia berdasarkan data IFLS5 yang dilakukan pada tahun 2014-2015. IFLS5 menggunakan desain survey tetapi dalam penelitian ini menggunakan desain case control untuk kepentingan analisis dengan catatan bahwa aspek temporal dari varibel-variabel independen tidak selalu mencerminkan waktu kritis keterpajanan. Jenis dinding, kebersihan rumah, sumber air minum, pengolahan air minum, sumber air bersih, tempat buang air besar, sarana pembuangan air limbah, pembuangan sampah berhubungan dengan risiko stunting. Pengolahan air minum merupakan faktor dominan risiko stunting (OR=1,6). Pada kondisi rumah terdapat hubungan antara jenis dinding dan kebersihan rumah, pada sanitasi terdapat hubungan antara sumber air minum, pengolahan air minum, sumber air bersih, sarana buang air besar, sarana pembuangan air limbah, dan sarana pembuangan sampah dengan risiko stunting. Untuk menurunkan faktor risiko stunting balita 6-59 bulan di Indonesia dengan cara pengolahan air minum melalui pemanasan sampai mendidih 3-4 menit disamping intervensi gizi sensitif dan gizi spesifik lainnya.
Read More
T-5680
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sinar Kesehatan, edisi Juli /II/2008, hal: 8-9
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Qory maghrifa Umari; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Helda, Salimar
Abstrak:
Read More
Berat badan kurang pada balita merupakan rendahnya berat badan terhadap umur seseorang. Balita dikatakan memiliki berat badan kurang jika nilai Z-Score berada pada -3 SD s/d < -2 SD pada indeks status gizi berdasarkan berat badan menurut umur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap berat badan kurang pada balita. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data RISKESDAS tahun 2018. Jumlah sampel penelitian ini adalah 28.952 balita umur 24-59 bulan di wilayah perdesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 22,6% balita umur 24-59 bulan di wilayah perdesaan memiliki berat badan kurang. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat penyakit infeksi balita (p = 0,000), tingkat Pendidikan ibu (p = 0,000), jumlah anggota keluarga (p = 0,000), air layak konsumsi (p = 0,000) dan cara penanganan tinja balita (p = 0,000) dengan berat badan kurang pada balita di wilayah perdesaan. Namun, tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan ayah dengan berat badan kurang pada balita di wilayah perdesaan (p=0,618). Untuk itu diperlukan upaya peningkatan status gizi dan melakukan pemantauan serta memberikan intervensi guna menekan angka balita yang memiliki berat badan kurang, terutama pada keluarga dan balita yang berada di wilayah perdesaan yang sulit dijangkau.
Underweight in toddlers is a low body weight for a person's age. Toddlers are said to be underweight if the Z-Score is at -3 SD to < -2 SD on the nutritional status index based on weight for a period. The purpose of this study was to determine the factors that contribute to underweight in toddlers. This study used a cross-sectional study design using RISKESDAS data in 2018. The sample size was 28,952 toddlers aged 24-59 months in rural areas. The results showed that 22.6% of toddlers aged 24-59 months in rural areas were underweight. The results of the chi-square test showed that there was an association between the history of infectious diseases (p=0,000), the mother's education level (p=0.000), the number of family members (p=0,000), water suitable for consumption (p=0.000) and how to handle toddler feces (p=0,000) with underweight in toddlers in rural areas. However, there was no association between the father's employment status and being underweight among rural under-fives (p=0,618). Therefore, efforts are needed to improve nutritional status and monitor and provide interventions to reduce the number of underweight children under five, especially in families and children under five in rural areas that are difficult to reach.
S-11276
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
