Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28769 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Felly Philipus Senewe, Anwar Dede Musadad, Helper Sahat P. Manalu
JEK Vol.10, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bul. Pen. Sis. Kes. (Bulitsiskes), Vol.9, No.2, April. 2006: hal. 82-92, (cat. ada di bendel 2006-2007
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Fitriyana Herman; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Pujiyanto, Puput Oktamianti, Amroussy
Abstrak:

Abstrak

Maldistribusi tenaga kesehatan terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) menjadi perhatian dunia karena keengganan tenaga kesehatan untuk tinggal dan bekerja di DTPK. World Health Organization (WHO) merekomendasikan retensi tenaga kesehatan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan di DTPK. Di dalam manajemen sumber daya manusia, retensi merupakan output pemeliharan sumber daya manusia (SDM), artinya bagaimana mempertahankan SDM yang kompeten untuk tetap bekerja dalam periode waktu yang maksimum. Salah satu cara yang dipakai untuk meretensi SDM adalah dengan pemberian insentif, baik berupa material maupun non material.

Penelitian ini dilakukan pada program penugasan khusus tenaga kesehatan di DTPK yang dilaksanakan pada bulan September 2011 di Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi dan Kota Jayapura Provinsi Papua. Dalam penelitian ini data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam terhadap berbagai informan yang kompeten yaitu dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan. Data sekunder menggunakan data hasil pemetaan tenaga kesehatan yang dilakukan oleh Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan tahun 2010.

Hasil penelitian menunjukan bahwa insentif bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi retensi tenaga kesehatan penugasan khusus di DTPK. Faktor kebijakan pemerintah lebih menentukan retensi tenaga kesehatan di DTPK. Pemerintah belum memiliki kebijakan khusus tentang retensi tenaga kesehatan. Untuk memenuhi ketersediaan tenaga kesehatan khususnya di DTPK, pemerintah menggunakan strategi mutasi dan rotasi serta menyelenggarakan program-program yang sifatnya temporarly dan tidak sustainable seperti pengadaan tenaga kesehatan Pegawai Tidak Tetap (PTT), Penugasan Khusus, dan tenaga kesehatan kontrak atau honorer. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan kajian-kajian tentang kebijakan retensi tenaga kesehatan.


Maldistribusi of health workers especially in the Rural, Border and Islands area (DTPK) became the world's attention due to the reluctance of health workers to live and work in DTPK. World Health Organization (WHO) recommends retention of health workers as part of efforts to increase the availability of health workers in DTPK. In the human resource management, retention is the output of human resources (HR) maintenance, which is how to maintain competent human resources to keep working within a maximum period of time. One way used to retaining HR is by providing incentives, either material or non material.

The research was conducted on a special assignment program of health workers in DTPK held on September 2011 in Keerom District, Sarmi District and Jayapura city, province of Papua. In this study the data used consists of primary data and secondary data. Primary data obtained by conducting interviews conducted with a range of competent informants of the Provincial Health Office, District Health Office and Center for Health Human Resources Planning and Utilization of Ministry of Health. Secondary data using mapping data from health workers conducted by the Center for Health Human Resource Planning and Utilization, Ministry of Health in 2010 Republic of Indonesia.

The results showed that the incentive is not a major factor influencing the retention of health workers on special assignment in DTPK. Factors determining government policy over retention of health workers in DTPK. Governments do not yet have specific policies regarding the retention of health personnel. To meet the availability of health workers especially in DTPK, the government uses mutation and rotation strategies and organizing programs that are temporarly and not sustainable as the procurement of non-permanent employee health workers (PTT), Special Assignment, and health workers or temporary contracts.Therefore, governments need to do studies of health personnel retention policies.

Read More
T-3503
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Felly P. Senewe, Sandjaja
Seri Gizi, Vol.29, N0.1, Jun. 2006
Bogor : P3GM, 2006
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Asriati; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari
S-1960
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septiria Irawati; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: R. Budi Haryanto, Ririn Arminsih Wulandari, Sulistiyawati Murdiningrum, Ni Ketut Aryastami
Abstrak:
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, stunting juga disebabkan oleh kejadian infeksi berulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran cakupan imunisasi dan kejadian penyakit infeksi berbasis lingkungan, korelasinya dengan kejadian stunting pada balita, serta rekomendasi intervensi pengendalian stunting di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Metodologi penelitian ini menggunakan desain studi ekologi multiple-group study dengan data kecamatan sebagai unit analisis. Data yang dikumpulkan adalah prevalensi stunting, persentase cakupan imunisasi, prevalensi diare, dan prevalensi ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) pada balita per bulan selama setahun pada 44 kecamatan di DKI Jakarta yang dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi. Hasil uji statistik menunjukkan korelasi signifikan antara imunisasi dengan stunting di 6 kecamatan, diare dan stunting di 4 kecamatan, serta ISPA dan stunting di 12 kecamatan. Intervensi yang direkomendasikan adalah upaya penurunan prevalensi ISPA untuk menurunkan prevalensi stunting melalui intensifikasi pencarian dan pengobatan kasus, pemberian perlindungan spesifik dan imunisasi, pemberantasan penyakit berbasis lingkungan, serta upaya kemitraan lintas sektor.

Stunting is a condition of failure to thrive due to chronic malnutrition. Not only caused by a lack of food intake, stunting is also caused by repeated infections. The purpose of this study was to describe the scope of immunization and the incidence of environmental-based infectious diseases, its correlation with the incidence of stunting in children under five, as well as recommendations for stunting control interventions in the Special Capital Region of Jakarta Province. The research methodology used a multiple-group study design with sub-district data as the unit of analysis. The data collected was the prevalence of stunting, the percentage of immunization coverage, the prevalence of diarrhea, and the prevalence of ARI (Accute Respiratoty Infection) in under-fives per month for a year in 44 sub-districts in DKI Jakarta which were statistically analyzed using a correlation test. Statistical test results showed a significant correlation between immunization and stunting in 6 sub-districts, diarrhea and stunting in 4 sub-districts, and ARI and stunting in 12 sub-districts. The recommended interventions are efforts to reduce the prevalence of ARI to reduce the prevalence of stunting through intensifying case search and treatment, providing specific protection and immunization, eradicating environment-based diseases, and cross-sector partnership efforts.
Read More
T-6784
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julianty Pradono, Dwi Hapsari, Agustina Lubis
MKP Vol.13, No.1
Jakarta : PPK Universitas Katolik Atma Jaya, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zuraidah Nasution; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono
T-499
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Felly Philipus Senewe, Elsa Elsi
MPPK Vol.24, No.3
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restu Apriena Putri; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Milla Herdayati, Triyanti, Ari Waluyo, Nurmawati
Abstrak: Anemia adalah kondisi jumlah kebutuhan hemoglobin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Anemia merupakan indikator buruknya kondisi nutrisi ibu hamil. Anemia ibu hamil terjadi jika kadar hemoglobin <11 g/dl (WHO, 2011). Di Asia, anemia ibu hamil adalah penyebab utama kedua dari kematian ibu yang disebabkan karena perdarahan postpartum (Khaskheli et al., 2016). Di Indonesia, proporsi anemia ibu hamil pada tahun 2013 sebesar 37,1% dan tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi sebesar 48,9% (Kemenkes RI, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia ibu hamil dengan mengolah data Program Percepatan Pengentasan Daerah Tertinggal di Kabupaten Kupang. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel sebanyak 708 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukan prevalensi anemia ibu hamil sebesar 58,1%. Hasil model akhir multivariat adalah status KEK dan usia kehamilan trimester 3 berhubungan signifikan dengan anemia ibu hamil. Ibu hamil KEK berpeluang 2,155 kali lebih besar mengalami anemia. Usia kehamilan trimester 3 berpeluang 2,718 kali lebih besar mengalami anemia dan menjadi faktor yang paling dominan terhadap anemia ibu hamil.
Read More
T-5841
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive