Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21276 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ratu Ayu Dewi Sartika, Yvonne M. Indrawani, Trini Sudiarti
MSK Vol.9, No.1
Depok : DRPM UI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinna Ayu Widyasari; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Rachmadi Purwana, Didik Supriyono
S-9890
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adrian Rizqi Mulya Taufiq; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Dewi Susanna, Diah Wati
S-7526
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zilfia Adrianti; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Ririn Arminsih Wulandari, Juri Hendrajadi, Abdur Rahman
Abstrak:
Stunting merupakan permasalahan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dan menimbulkan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan perekonomian. Salah satu penyebab stunting yaitu terjadinya infeksi berulang. Infeksi terjadi dapat disebabkan oleh air minum yang dikonsumsi telah terkontaminasi oleh bakteri Eschericia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) pada air minum dengan kejadian stunting anak usia 12 – 59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 76 di wilayah kerja Puskesmas Aia Gadang yang terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan compact dry EC dan membrane filter untuk kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) dan juga menggunakan kuisioner serta dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) air minum (OR=3,222; 95%CI:1,207-8,6), buang air besar sembarangan (OR=3,222 ; 95%CI:1,207-8,6) dan cuci tangan pakai sabun (OR=4,694; 95%CI:1,784-12,351) berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) air minum anak usia 12-59 bulan yang tidak memenuhi standar baku mutu berpeluang mengalami kejadian stunting 3,997 Kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak usia 12-59 bulan yang memiliki kualitas mikrobiologi air minum (Eschericia coli) memenuhi standar baku mutu setelah dikontrol variabel cuci tangan pakai sabun. Kata kunci : Stunting, Eschericia coli ,air minum

Stunting is a nutrition problem that affects growth and development and has an impact on the quality of human resources and economy. One of the causes of stunting is repeated infections. Infection can occur because the drinking water consumed has been contaminated Eschericia coli . This study aims to determine the relationship between microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water and the stunting in children aged 12 – 59 mounths. Thie study is an observational analytic research with a case control study design. The research sample was 76 in Puskesmas Aia Gadang consist of 38 cases and 38 controls. The data was collected using compact dry EC and membrane filter for microbiology quality (Eschericia coli) and quistionnaires and analyzed using chi square test and logistic regression. The results showed that the microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water (OR=3,222; 95%CI:1,207-8,6), open defecation (OR=3,222 ; 95%CI:1,207-8,6) and hand washing using soap (OR=4,694; 95%CI:1,784-12,351) associated with stunting in children aged 12-59 mounths. The Microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water children aged 12-59 mounths who do not qualified is 3,997 times higher risk of experiencing stunting than chikdren aged 12-59 mounths whose Microbiological quality ( Eschericia coli) qualified after controlling variable hand washing using soap . Keywords : Stunting, Eschericia coli, drinking water
 
Read More
T-7098
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Handajani; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
S-2499
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laura Dwi Pratiwi; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Ema Hermawati, Sukanda, Rr. Dian Novianti
Abstrak:
Di Kota Depok, diare merupakan 4 penyakit teratas diderita oleh balita. Salah satu faktor risiko penyakit diare adalah mengonsumsi air minum yang terkontaminasi tinja. Kontaminasi tinja dapat dilihat dari jumah kandungan bakteri E. coli dalam air minum rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kandungan Escherichia coli (E. coli) dalam air minum rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Kota Depok Penelitian merupakan studi cross-sectional dengan 300 responden di Kecamatan Sawangan, Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Bojong Sari. Pengambilan sampel adalah total sampling dari data engambilan sampel air minum rumah tangga menggunakan metode SNI 3554:2015. Kandungan E. coli pada air minum rumah tangga diuji dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Kejadian diare yang dirasakan dalam 6 bulan terakhir pada balita didapatkan dengan wawancara terhadap ibu. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mengetahui sanitasi, higiene dan karakteristik ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan E. coli dalam air minum rumah tangga yang tidak memenuhi syarat sejumlah 174 Sarana jamban keluarga, kondisi sumber air bersih, penyimpanan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, usia ibu dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan menerapkan CTPS berisiko 0,9 kali mengalami diare pada balita. Rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan tidak menerapkan CTPS berisiko 3,7 kali mengalami diare pada balita

H2S is dangerous compound that colorless and has smell like rotten egg. One of this compound source is produced from decomposition process in landfill. The most sensitive body system when exposed to H2S is respiratory system. This study aims to analyze the effect of H2S intake to respiratory symptoms at people living around the Cipayung Landfill. This study design uses cross sectional. Data collection was carried out by interview by questionnaire and measure  H2S ambient at 9 poimts locate aroundd community settlements. The result were found intake of H2S associated with respiratory symptoms (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). The result of multivariat analysis were found H2S intake influence respiratory symptoms after controlled by duration living variable (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). It needs to measure routine H2S ambient and ensure that concentration was safe as well as proper management efforts from City Government of Depok, Cipayung Landfill and related stakeholders in order to reduce the health risk problems to the people living around Cipayung landfill.

Read More
T-5909
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makara, Seri sains, Vol.1, No.9, Juni. 2001, hal. 6-10. ( ket. ada di bendel 2000 - 2009 ); ( dan ada di bendel 2000 - 2001 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heleyna Oktavia Siregar; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ema Hermawati, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi kuantitas dan kualitasnya. Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus keracunan pangan tertinggi di Indonesia dengan 1.679 kasus keracunan pangan dan 19 KLB di tahun 2023. Kota Depok dan Kota Bogor merupakan kota dengan jumlah Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) terdaftar terbanyak di Jawa Barat. Namun banyak dari TPP yang tidak memenuhi syarat higiene dan sanitasi sehingga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kontaminasi E.coli dan praktik higiene sanitasi di Rumah Makan/Restoran dan Gerai Pangan Jajanan Keliling di Kota Depok dan Kota Bogor. Penelitian dilakukan bulan Juni sampai Agustus 2024 menggunakan desain studi cross sectional. Sebanyak 117 sampel TPP dipilih menggunakan purposive sampling dari data pengawasan TPP oleh Dinas Kesehatan Kota Depok dan Kota Bogor. Data dianalisis secara univariat dan bivariat (Chi-square). Hasil analisis menunjukkan tidak adanya hubungan antara fasilitas sanitasi, sanitasi peralatan, higiene penjamah pangan, pemilihan/penerimaan bahan pangan, penyimpanan pangan matang, pengangkutan pangan matang, dan status laik HSP dengan kontaminasi E.coli. Namun nilai Odd Ratio (OR) menunjukkan adanya potensi hubungan positif antara variabel sanitasi peralatan (OR=1,738) dan status laik HSP (OR=2,512) dengan kontaminasi E.coli.

Food is a fundamental necessity that must be met in terms of both quantity and quality. West Java Province has recorded the highest incidence of food poisoning in Indonesia, with 1,679 reported cases and 19 outbreaks in 2023. Depok and Bogor City are notable for having the highest number of registered Food Management Places (TPP) in West Java. However, many TPPs fail to meet hygiene and sanitation standards, posing significant health risks to the community. This study aims to identify E.coli contamination and assess hygiene and sanitation practices in restaurants and mobile food stalls in Depok and Bogor City. The research was conducted from June to August 2024 using cross-sectional. A total of 117 TPP samples were selected through purposive sampling based on data collected by the Health Office of Depok and Bogor Cities. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis (Chi-square). The results indicate no significant relationship between sanitation facilities, equipment sanitation, food handler hygiene, selection/receipt of food ingredients, storage of cooked food, transportation of cooked food, and HSP eligibility status with E.coli contamination. However, the Odd Ratio (OR) values suggest a potential positive relationship between the variable of equipment sanitation (OR=1.738) and HSP eligibility status (OR=2.512) with E.coli contamination.
Read More
S-11799
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uken Soetrisno, Endi Ridwan
MPPK Vol.XVII, No.4
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyana Siregar; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Haryanto, Laila Fitria, Agus Sudarman, Nadramarlina
Abstrak: Kasus diare di Muara Angke masih cukup tinggi terutama di wilayah pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) karena kondisi sanitasi lingkungan yang masih tergolong kurang memadai serta perilaku higiene masyarakat yang tidak baik. Kasus diare pada kelompok umur balita lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok umur lainnya karena balita memiliki daya tahan yang lebih lemah. Air minum yang terkontaminasi dapat menjadi media penularan penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontaminasi Escherichia coli pada air minum dengan kejadian diare pada balita di pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke Kelurahan Pluit Kota Jakarta Utara Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah crossectional dengan jumlah sampel 95 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kontaminasi Escherichia coli dalam air minum (4,67; 1,96-11,09), faktor balita [status imunisasi (5,69; 2,24-14,44)], faktor ibu [tingkat pendidikan (2,98; 1,22-7,31), tingkat pengetahuan (8,38; 2,98-23,59), status ekonomi keluarga (3,23; 1,32-7,91), perilaku mencuci tangan (5,17; 2,16-12,38), dan perilaku memasak air minum (4,75; 1,97-11,47)], faktor lingkungan [kondisi fisik jamban (14,44; 5,29-39,41)] dengan kejadian diare pada balita di pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke Kelurahan Pluit Kota Jakarta Utara. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita di pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke Kelurahan Pluit Kota Jakarta Utara Tahun 2019 adalah kondisi fisik jamban (20,08; 4,65-86,81).
Read More
T-5533
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive