Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33836 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fatma Lestari, Hari Suryo Utomo
MSK Vol.11, No.2
Depok : DRPM UI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hari Suryo Utomo; Pemb. Fatma Lestari; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Puthut Tri Prasetyo
S-5032
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kudus; Pembimbing: Hendra
S-3065
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marice Sihombing, Woro Riyadina
MPPK Vol.XIX, No.3
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iman Maanaiya; Pembimbing: Tata Soemitra
T-2080
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wisnu Nuraga, Fatma Lestari, L. Meily Kurniawidjaja
MSK Vol.12, No.2
Depok : LP UI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wisnu Nuraga; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Wiwiek Pujiastuti
Abstrak:

Dermatitis kontak akibat kerja merupakan salah satu penyakit kelainan kulit yang sering timbul pada industri dimana dapat menurunkan produktifitas pekerja. Dermatitis kontak akibat kerja terjadi oleh karena pekerja kontak dengan bahan kimia termasuk Iogam sehingga menimbulkan kelainan kulit yaitu dermatitis kontak akibat kerja. Tujuan utama penulisan ini adalah untuk diketahuinya factor-faktor yang mempengaruhi dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja yang terpajan bahan kimia di PT Moric Indonesia Cibitung Jawa Barat tahun 2006. Penelitian bersifat deskriptif. Subyek penelitian diambil secara acak dengan stratified random sampling yang berjumlah 54 responden. Hasil dari penelitian yang semuanya kontak dengan bahan kimia termasuk logam, 74,07% (40 pekerja) mengalami dermatitis kontak akibat kerja : akut 25,92% 14 pekerja, sub akut 38,9% (21 pekerja), dan kronik 9,25% (5 pekerja) adalah subyek penelitian yang mengalami dermatitis kontak. Berdasarkan analisis statistic multivariat terdapat 3 faktor yang sangat mempengaruhi kejadian dermatitis kontak ini yaitu: lama kontak, frekuensi kontak, dan yang paling dominan adalah penggunaan alat pelindung diri (APD). Kesimpulan dari penelitian ini adalah insidensi rate 64,81% per seratus pekerja, dan prevalensi rate 74,07% per seratus pekerja, Untuk meminimalisasi dermatitis kontak dengan meningkatkan kesadaran pekerja dengan penggunaan sarung tangan yang tepat, berdasar pengetahuan pekerja yang baik.

Read More
T-2466
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bintang Dwi Putro; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Adrianus Pangaribuan, Afif Mauludi
Abstrak:
Peran serta sumber daya manusia dalam menurunkan kejadian kecelakaan kerja sangat dibutuhkan. Partisipasi pekerja dalam melaporkan setiap kejadian kecelakaan kerja sangat diharapkan, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja terulang kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan program pelaporan bahaya. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel yang diambil sebanyak 166 yang merupakan pekerja transmisi PT Q. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Analysis data menggunakan analisis univariate dan bivariate dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceptions, attitude, individual backgrounds dalam kondisi Baik. Sedangkan management, working environment, working methods, daily activities dan program pelaporan bahaya dalam kondisi Sangat Baik Dari 15 pernyataan variabel perceptions 10 pernyataan berhubungan dengan program pelaporan bahaya.  Terdapat hubungan antara variabel perceptions dengan program pelaporan bahaya. Tidak terdapat hubungan antara variabel attitude, individual backgrounds dengan program pelaporan bahaya pada pekerja transmisi di PT Q. Terdapat hubungan antara variabel management dan working environment dengan program pelaporan bahaya. Terdapat hubungan antara variabel working methods dan daily activities dengan program pelaporan bahaya. Dapat disimpulkan bawah hanya 1 variabel pada faktor person yaitu perception yang berhubungan dengan program pelaporan bahaya. Semua variabel pada faktor situations dan behaviors berhubungan dengan program pelaporan bahaya

The role of human resources in reducing the incidence of workplace accidents is essential. Worker participation in reporting every workplace accident is highly recommended to prevent recurrence. This study aims to identify factors related to hazard reporting programs. The research method used is quantitative with a descriptive approach cross sectional study. The sample taken was 166 workers who were transmission workers of PT Q. The data collection technique used a questionnaire with a likert scale. Data analysis using analysis univariate and bivariate with used SPSS application. The results of the study show that perceptions, attitude, and individual backgrounds are in good condition. Whereas management, working environment, working methods, daily activities and hazard reporting program in Very Good condition from 15 variable statementsperceptions10 statements related to the hazard reporting program. There is a relationship between the variablesperceptionswith the hazard reporting program. There is no relationship between the variable attitude, individual backgrounds with the hazard reporting program for transmission workers at PT Q. There is a relationship between the variablesmanagement and working environment with the hazard reporting program. There is a relationship between the variable working methods and daily activities with the hazard reporting program. It can be concluded that only one variable in the person factor, perception, is related to the hazard reporting program. All variables in the situations and behaviors factors are related to the hazard reporting program
Read More
T-7464
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhelina Zulfiana; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Aulia Rahmi
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan fatigue pada pekerja wanita di PT. X. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2021 dengan melibatkan 5 orang pekerja dari PT. X yaitu 2 orang pekerja di bagian manajemen dan 3 orang pekerja di bagian produksi. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi deskriptif kualitatif dengan pengambilan data berupa data primer yang dilakukan dengan wawancara mendalam dan data sekunder dari PT.X. Faktor risiko fatigu yang diteliti terdiri dari faktor risiko terkait kerja dan faktor risiko tidak terkait kerja.
Read More
S-10680
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tommy Christian Hutabarat; Pwmbimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Dyah Eka Prasadjati
Abstrak: Kegiatan industri pertambangan emas merupakan industri yang padat modal, padat karya, dan padat teknologi. Interaksi yang tidak harmonis diantara ketiga aspek tersebut dapat menyebabkan timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang erat kaitannya dengan kelelahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan prevalensi kelelahan pada pekerja di PT. X Tahun 2017. Desain studi cross-sectional digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner Occupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER) dengan target penelitian sejumlah 288 responden yang berasal dari semua departemen di PT. X. Diketahui prevalensi kelelahan pekerja di PT. X yaitu sebanyak 136 pekerja mengalami kelelahan (36,8%) dan sebanyak 182 pekerja tidak mengalami kelelahan (63,2%). Dari hasil uji statistik ditemukan dua variabel yang signifikan antara lain, variabel kepuasan kerja (p-value=0,003; OR=2.140), dan variabel stres kerja (p-value=0,000). Kesimpulannya, faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan merupakan faktor risiko psikososial. Sebagai upaya penanganan maka perlu dibentuk sistem manajemen penanggulangan kelelahan yang berkelanjutan, pengadaan dialog terbuka mengenai penanganan bahaya psikososial di tempat kerja, dan menerapkan komunikasi yang efektif dan budaya kerja yang kooperatif di setiap jenjang organisasi perusahaan.
Kata Kunci: kelelahan, pertambangan, kesehatan kerja, OFER

The activities of the gold mining industry are capital-intensive, labor-intensive, and technology-intensive industries. The unharmonious interactions between these three aspects can lead to work accidents and occupational diseases that are closely related to fatigue. The purpose of this study is to determine the factors associated with the prevalence of fatigue in workers at PT. X Year 2017. A cross-sectional study design was used in this study using the Occupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER) questionnaire with a target of 288 respondents from all departments at PT. X. It is known that the prevalence of worker fatigue at PT. X as many as 136 workers experiencing fatigue (36.8%) and as many as 182 workers did not experience fatigue (63.2%). From the statistical test results found two significant variables i.e. job satisfaction variables (p-value = 0.003, OR = 2.140), and job stress variables (p-value = 0,000). In conclusion, the most influential factor for fatigue is psychosocial risk factors. In order to solve this problem, it is necessary to establish a sustainable fatigue management management system, to establish an open dialogue on the management of psychosocial hazards in the workplace, and to implement effective communication and cooperative working culture at every level of the organization.
Keyword: fatigue, mining, occupational health, OFER
Read More
S-9334
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive