Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34598 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bina Diknakes, No.33, Oktober 1999, hal. 17-18, ( Cat. ada di bendel 1997 - 2002 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Janitra Kalyana Larasati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Nurwirah Verliyanti
Abstrak:
Krisis kesehatan jiwa di Indonesia terus meningkat dengan prevalensi gangguan jiwa berat mencapai 630 ribu orang dan lonjakan angka bunuh diri hingga 180% pada 2023, di tengah keterbatasan rasio psikiater yang hanya 1:250.000 penduduk. Kondisi ini menempatkan keluarga sebagai garda terdepan (family caregiver) yang memikul beban multi-dimensi. Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam proses appraisal dan coping mechanism keluarga di Rumah Jiwa Cipayung, Jakarta Timur, inovasi layanan komunitas di wilayah dengan kasus ODGJ yang tinggi (471 kasus). Menggunakan Model Transaksional Stres Lazarus dan Folkman, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap primary appraisal, keluarga awalnya memaknai perawatan sebagai situasi menekan (stressful) sebelum berproses menuju penerimaan sebagai ujian hidup. Dalam secondary appraisal, keterbatasan sumber daya internal keluarga diperkuat oleh dukungan eksternal dari tenaga kesehatan dan lingkungan Rumah Jiwa. Mekanisme koping yang digunakan merupakan kombinasi problem-focused coping melalui manajemen pengobatan serta emotion-focused coping melalui pendekatan religius dan dukungan sosial. Konteks layanan Rumah Jiwa Cipayung terbukti mentransformasi penilaian keluarga dari persepsi ancaman menjadi tantangan melalui dukungan sistem yang terstruktur. Penguatan sumber daya komunitas ini mendorong keluarga menggunakan mekanisme koping yang lebih adaptif, baik secara praktis maupun emosional, dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.

The mental health crisis in Indonesia is escalating, with severe mental disorder prevalence reaching 630,000 cases and a 180% surge in suicide rates in 2023, coupled with a critical psychiatrist ratio of only 1:250,000. This situation positions families as frontline caregivers (family caregivers) bearing multidimensional burdens. This qualitative study aims to describe the appraisal processes and coping mechanisms of families at Rumah Jiwa Cipayung, East Jakarta—a community-based service innovation in an area with high psychiatric cases (471 cases). Grounded in Lazarus and Folkman’s Transactional Model of Stress, data were collected through in-depth interviews and observations. Findings indicate that during primary appraisal, families initially perceive caregiving as a stressful situation before transitioning toward acceptance as a life trial. In secondary appraisal, limited internal resources are bolstered by external support from healthcare workers and the Rumah Jiwa environment. Coping mechanisms involve a combination of problem-focused coping through medication management and emotion-focused coping via religious approaches and social support. The Rumah Jiwa Cipayung service context proved to transform family appraisal from a perceived threat into a manageable challenge through structured systemic support. This strengthening of community resources enables families to employ more adaptive coping mechanisms, both practically and emotionally, in caring for family members with mental disorders.
Read More
S-12218
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwin Wiarsih
JKI Vol.II, No.7
Jakarta : FIK UI, 1999
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXI, No.3, 1993, hal. 132-137, ( Cat. ada di bendel 1991-2001 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suhardjo, Kusnindar, Helper Manalu
MKMI Vol.XXI, No.3
Jakarta : IAKMI, 1993
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cipto Aris Purnomo; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami
S-1737
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Badriah; Pembimbing: Junaiti Sahar, Jajang Gunawijaya, Sabarinah Prasetyo; Penguji: Ni Made Riasmini, Astuti Yuni Nursasi, Nina Kemala Sari, Agus Setiawan
Abstrak: Indonesia merupakan negara kepulauan dengan berbagai macam suku bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya. Berbagai nilai budaya yang dianut sangat berpengaruh terhadap pola prilaku dari masyarakat penganut budaya tersebut salah satunya adalah budaya sunda yang sangat menghormati orang tua. Pengembangan model keperawatan keluarga peka budaya Sunda ini dilatarbelakangi oleh adanya pola prilaku keluarga pada masyarakat sunda yang cenderung mamanjakan orang tua dengan melakukan kebiasaan yang berisiko meningkatkan kadar gula darah demi menyenangkan orang tua..Tujuan penelitian yaitu mengetahui efektifitas model tersebut untuk meningkatkan perilaku dan dukungan keluarga dalam pengendalian gula darah pada lansia DM. Penelitian ini menggunakan desain riset operasional melalui 2 (dua) tahapan penelitian yaitu; Tahap I : pengembangan model keperawatan keluarga peka budaya Sunda hasil integrasi studi literatur, hasil studi pendahuluan dan konsultasi pakar; Tahap II: Uji efektifitas model dengan quasi-eksperiment pre-post test with control group dengan jumlah sampel sebanyak 114. Hasil penelitian diperoleh: Tahap I dihasilkannya model keperawatan keluarga peka budaya Sunda dengan modul, buku kerja dan kurikulum pelatihan; Tahap II : terdapat perbedaan bermakna antara prilaku merawat (pengetahuan, sikap dan keterampilan), dukungan keluarga (dukungan informasional, instrumental, penghargaan dan emosional), kadar gula darah lansia DM antar pengukuran 3 bulan dan 6 bulan setelah penerapan model. Kesimpulan: model keperawatan keluarga peka budaya Sunda efektif meningkatkan prilaku merawat dengan kontribusi besar pada sikap; efektif meningkatkan dukungan keluarga dengan kontribusi besar pada dukungan inforamsional; dan menurunkan kadar gula darah sehingga diharapkan model ini dapat direplikasi dengan menggunakan berbagai bahasa yang disesuaikan dengan kondisi budaya setempat dan dikenalkan kepada peserta didik dengan mengintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan keperawatan
Indonesia is an archipelago with a variety of ethnic groups that have cultural diversity. Various cultural values embraced greatly influence the behavior patterns of adherents of the culture, one of which is Sundanese culture that highly respects of parents. The development of Sundanese culture sensitive family nursing models is based on the background of family behavior patterns in Sundanese people who tend to indulge in habits that risk increasing blood sugar of elderly with DM to please their parents.The aim of the study is to find out the effectiveness of the model to improve family support in controlling blood sugar to elderly with DM. This research uses operational research design through 2 (two) stages of research, namely; Stage I: development of Sundanese culture sensitive family nursing models as a result of the integration of literature study, result of preliminary study and expert consultation; Stage II: Model effectiveness test with quasi-experimental pre- posttest with control group with a total sample of 114. The results of the study are obtained; Stage I: produced Sundanese culture sensitive family nursing model with module, workbook and training curriculum; Stage II: there are significant differences among caring behavior (knowledge, attitude, and skill), family support (informational, instrumental, appreciation and emotional support;), and elderly with DM blood sugar levels between 3 months and 6 months measurement after the application of the model. Conclusion: Sundanese culture sensitive family nursing model effectively improves caring behavior with a large contribution to attitude, effectively improves family support by contributing greatly to information support and effectively reduces blood sugar level so this model is expected to be replicated with various languages which are adjusted to local culture condition and introduced to the students by integrating into the nursing education curriculum
Read More
D-412
Depok : FIP, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukisworo; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari
S-2958
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elda Indriani; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Yovsyah, Muslina Handayani
S-7447
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Silviana; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono, Syahrizal Syarif; Penguji: Ririn A. Wulandari, Irawan Kosasih, Sulistyo
Abstrak:

Latar belakang: Penyakit TB Paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Lebih dari 90% kasus TB Paru ditemukan di negara berkembang. Di Indonesia penyakit TB Paru masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat. Di Kabupaten Muaro Jambi jumlah penderita TB Paru pada tahun 2003 adalah 61.84 per 100.000 meningkat menjadi 106.16 per 100.000 penduduk pada tahun 2004. Peranan faktor lingkungan fisik dalam rumah menentukan penyebaran penyakit TB Paru, sehingga dalam penanggulangan TB Paru yang komprehensif harus melibatkan faktor lingkungan fisik dalam rumah. Pada tahun 2004, cakupan rumah sehat di Kabupaten Muaro Jambi hanya 36.9%, hal ini di duga memperbesar timbulnya penularan TB Paru. Tujuan: Penelitian ini untuk melihat hubungan lingkungan fisik dalam rumah dengan kejadian TB Paru BTA (+) di Kabupaten Muaro Jambi tahun 2005. Metode: Desain studi kasus kontrol dengan 95 kasus yang diambil dari penderita TB Paru BTA (+) dari 18 Puskesmas di wilayah Kabupaten Muaro Jambi dan 95 kontrol yang diambil dari tetangga kasus dengan BTA (-). Hasil: Analisis multivariat lingkungan fisik dalam rumah yang berhubungan dengan kejadian TB Paru BTA (+) adalah: kelembaban rumah <40% atau >70% (OR:4,87;95%CI:1,58-15,04),ventilasi kamar <10% (OR:3,83 ; 95%C1:1,23-11,93), pencahayaan rumah


Background: Pulmonary TB, is an infective-contagious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. More than 90% of global pulmonary TB cases occur in the developing countries. TB remains an important public health problem in Indonesia. The occurrence of pulmonary TB in Muaro Jambi District in the year of 2003 is 61,84 per 100.000 population and increased to 106,16 per 100.000 population in 2004. Physical Environment condition of the house is one factor that playing important role in Pulmonary TB spreading, especially the coverage of healthy housing in Muaro Jambi District only 36,9% in 2004. Objectives: to investigate the relation between physical environment of the house with occurrence of pulmonary TB in Muaro Jambi District. Methods: This case-control study design used 95 cases and 95 controls. Those respondents had been taken from 18 Primary Health Centers in Muaro Jambi District. Results: Based on multivariate analysis housing conditions that influenced the risk of pulmonary TB are : the level of humidity of the house less than 40% or more than 70% (OR:4,87;95%Cl: 1,58-15,04), bedroom ventilation less than 10% (OR;3,83;95% CI:1,23-11,93), house with low level of light exposure / less than 60 luks (OR:2,47;95%CI:0,55-11,16), kitchen ventilation less than 10% (OR:2,21;95%CI:0,8-6,13), house ventilation less than 10% (OR:2,2;95%C1:0,63-7,81), and bedroom with low level of light exposure/less than 60 luks (OR:1,61;95% CI: 0,37-7). Suggestion: TB control program in Muaro Jambi District should coordinates with other departments to improve housing designs and give health promotion activities about healthy house.

Read More
T-2226
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive