Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29431 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
R. Irawati Ismail; Pembimbing: Bambang Sutrisna, Sasanto Wibisono
D-75
Depok : FKM UI, 2002
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farid Akbar; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Trisari Anggondowati, Cornelia Kelyombar
Abstrak:
Depresi merupakan gangguan mental yang umum dan perlu diperhatikan. Penyakit ini memiliki efek negatif pada perasaan, pikiran, perilaku dan cara melihat dunia. Individu yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti penyakit jantung dan stroke diketahui memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap kondisi psiko emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit kardiovaskular, terutama penyakit jantung dan stroke terhadap kejadian depresi pada penduduk Indonesia berdasarkan data Survei kesehatan Indonesia 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi kuantitatif potong lintang (cross-sectional) dengan total sampel yang dianalisis berjumlah 630.827 responden dengan kriteria penduduk indonesia berusia ≥15 tahun. Analisis data dilakukan melalui uji statistik chi-square dan perhitungan Prevalence Odds Ratio (POR) untuk melihat kekuatan hubungan. Hasil analisis bivariat menunjukkan proporsi kejadian depresi sebesar 1,5%. Individu dengan riwayat penyakit jantung memiliki peluang 3,37 kali lebih besar mengalami depresi (POR=3,372; 95% CI: 3,014-3,772) dibandingkan individu yang tidak memiliki riwayat. Riwayat stroke juga menunjukkan  peluang 6,06 kali lebih besar untuk mengalami depresi (POR=6,060; 95% CI: 5,480-6,702) dibandingkan individu tanpa riwayat stroke. Kesimpulan dari penelitian ini adalah riwayat penyakit jantung dan stroke memiliki hubungan yang bermakna dan asosiasi paling kuat dibandingkan variabel lainnya. Oleh karena itu, diperlukan adanya integrasi layanan skrining kesehatan fisik dan mental, serta dukungan sosial bagi penderita penyakit kronis

Depression is a common mental disorder that warrants attention. This condition has negative effects on emotions, thoughts, behavior, and one’s perception of the world. Individuals with a history of chronic diseases such as heart disease and stroke are known to have a higher vulnerability to psycho-emotional conditions. This study aims to determine the association between cardiovascular diseases, particularly heart disease and stroke, and the incidence of depression among the Indonesian population based on data from the Survei Kesehatan Indonesia 2023. This study employed a quantitative cross-sectional design with a total sample of 630,827 respondents meeting the criteria of Indonesian residents aged  ≥15 years. Data analysis was conducted using the chi-square test and Prevalence Odds Ratio (POR) calculations to assess the strength of the association. Bivariate analysis results showed a proportion of depression of 1.5%. Individuals with a history of heart disease were 3.37 times more likely to experience depression (POR=3.372; 95% CI: 3.014–3.772) compared to those without such a history. A history of stroke was also associated with a 6.06-fold higher likelihood of experiencing depression (POR = 6.060; 95% CI: 5.480–6.702) compared to individuals without a history of stroke. The conclusion of this study is that a history of heart disease and stroke has a significant association and is showed the strongest association compared with other variables examined. Therefore, there is a need to integrate physical and mental health screening services, as well as social support, for people with chronic conditions.
Read More
S-12367
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiffany Nurachmania; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Rizka Maulida, Sri Idaiani
Abstrak: Depresi postpartum merupakan kondisi gangguan kecemasan yang terjadi pada 25% hingga 80% ibu sehingga mampu melumpuhkan kemampuan ibu dalam merawat anak pasca melahirkan tetapi, salah satu kasus yang paling umum terjadi pada ibu melahirkan ini sebenarnya dapat dicegah. Masalah gangguan kejiwaan ini terjadi setelah 4 minggu postpartum dan ditandai dengan gejala kondisi mood atau perasaan sedih yang diikuti dengan kehilangan minat terhadap aktivitas, insomnia, penurunan berat badan, retardasi psikomotor, kehilangan tenaga, perasaan bersalah yang mendalam hingga pikiran tentang kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kejadian depresi postpartum pada ibu dalam forum ibu dan anak di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deksriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota DKI Jakarta dengan memanfaatkan forum ibu dan anak online yang berisi ibu dengan keingintahuan dan pengalaman terkait depresi postpartum yang dialaminya. Responden dalam penelitian ini sebanyak 73 ibu dengan kriteria masa pasca persalinan 4 minggu (1 bulan) hingga 12 bulan. Hasil analisis menunjukan kasus depresi postpartum sebesar 67,1% dan tidak depresi sebesar 32,9% dengan karakteristik usia risiko rendah, pendidikan tinggi, status paritas primpara, berlokasi tempat tinggal khususnya di Jakarta Timur, berstatus ekonomi tinggi, bekerja sebelum melahirkan dan setelah melahirkan, tidak memiliki jaminan kesehatan, tingkat dukungan sosial rendah, menjalani 2 kali kehamilan, memiliki status kehamilan yang tidak diinginkan atau tidak direncanakan, riwayat kunjungan Antenatal Care (K1-K4) lengkap, tidak pernah mengikuti kelas ibu hamil, mengalami komplikasi kehamilan, metode melahirkan caesar atau dengan bantuan alat, status anak terakhir adalah anak ketiga, berat badan bayi lahir rendah <2500gr, tidak melakukan Insiasi Menyusui Dini (IMD) dan metode pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara tidak langsung. Kata Kunci : Depresi Postpartum, Gambaran Kejadian, Forum ibu dan anak; EPDS; DKI Jakarta.
Read More
S-10043
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulandari Citra Anggraeni; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Fatmah, Dwi Atini
S-7851
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryam Casimira Kinanti; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Putri Bungsu, Soewarta Kosen
Abstrak:

Depresi menjadi salah satu masalah gangguan mental yang paling umum terjadi dan merupakan penyebab utama disabilitas di dunia terutama pada kelompok anak muda. Di Indonesia, prevalensi depresi tertinggi terjadi pada kelompok usia 15-24 tahun dan 61% diantaranya pernah berpikiran untuk mengakhiri hidup. Gaya hidup, termasuk pola makan, juga berperan dalam kejadian depresi. Saat ini, tren pola konsumsi makanan di Indonesia cenderung tidak sehat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian depresi pada anak muda usia 15-24 tahun di Indonesia berdasarkan data SKI 2023. Penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan analisis univariat, bivariat dan stratifikasi berdasarkan usia, jenis kelamin, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Hasil penelitian ini menunjukkan. Pola makan tidak sehat berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko depresi pada anak muda usia 15–24 tahun di Indonesia (OR=1,40; 95% CI: 1,21–1,61). Hubungan pola makan dan kejadian depresi ini dipengaruhi oleh kelompok usia dan wilayah tempat dengan hubungan yang kuat pada kelompok remaja usia 15-19 tahun dan tinggal di wilayah perkotaan. Pencegahan depresi pada anak muda perlu didukung dengan edukasi pola makan sehat dan peningkatan akses terhadap makanan sehat.


Depression is one of the most common mental health problems and a leading cause of disability worldwide, especially among young people. In Indonesia, the highest prevalence of depression occurs in the 15–24 age group, with 61% of them having experienced suicidal thoughts. Lifestyle factors, including dietary patterns, also play a role in the occurrence of depression. Currently, dietary consumption trends in Indonesia tend to be unhealthy. Therefore, this study aims to examine the relationship between dietary patterns and the incidence of depression among young people aged 15–24 in Indonesia based on the 2023 SKI data. This cross-sectional study employs univariate, bivariate, and stratified analyses based on age, sex, socioeconomic status, residential area,  physical activity, smoking habits, and alcohol consumption. The results show that unhealthy dietary patterns are significantly associated with an increased risk of depression in Indonesian youth aged 15–24 (OR=1.40; 95% CI: 1.21–1.61). The association was influenced by age group and region of residence with a strong association in youth aged 15-19 years and living in urban areas.. Although a higher risk of depression was also seen among alcohol consumers, this was not statistically significant. Prevention of depression in young people should be supported by education on healthy eating and improved access to healthy foods.

Read More
S-12038
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilisa; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Sudarto Ronoatmodjo, Pratono
Abstrak:
Kejadian depresi pada pasien HIV di Indonesia mencapai 60% dari total kasus. Depresi adalah masalah psikososial terbesar pada pasien HIV akibat multi stressor yang membuat pasien tidak dapat mempertahankan pengobatan ARV. Pasien HIV yang depresi akan mengalami penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi dengan kualitas hidup pasien HIV yang menjalani terapi ARV di puskesmas layanan PDP Kota Bukittinggi tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi crosssectional yang dilaksanakan pada bulan Maret s/d Mei 2023 dengan besar sampel sebesar 76 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien HIV yang depresi berisiko 4,06 kali (95% CI 1,06 – 15,40) memiliki persepsi kualitas hidup buruk setelah dikontrol variabel umur, status pernikahan, transmisi HIV dan lama terapi ARV.

The prevalence of depression in HIV patients are 60% of total cases. Depression is the biggest psychosocial problem in HIV patients due to multiple stressor that makes patients unable to maintain ARV therapy. HIV patients who are depressed will decrease in quality of life. Study aims to determine relationship between depression and quality of life of HIV patients with ARV therapy at public health centre of CST in Bukittinggi at 2023. This study used crosssectional study design that conducted from March to May 2023 with sample size of 76 people. The result of this study showed that depression in HIV patients give a risk about 4,06 (95% CI 1,06 – 15,40) having a poor of quality of life after controlling of age, marital status, HIV transmission and duration of ARV therapy.
Read More
T-6591
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Herda Wati Nisa; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Eti Rohati
Abstrak: Risiko Kurang Energi Kronis pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalahkesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan faktor kondisi pra hamil, riwayat kehamilan, dan sosial ekonomi denganrisiko kurang energi kronis pada ibu hamil di Puskesmas Cipayung Kota Depoktahun 2016. Penelitian dilakukan selama bulan Januari-April 2016 di PuskesmasCipayung dengan jenis penelitian mixed method. Penelitian kuantitatif dengandesain studi cross sectional, sedangkan penelitian kualitatif dengan pendekatanfenomenologi melalui wawancara mendalam. Populasi studi yaitu ibu hamil yangberkunjung ke Puskesmas Cipayung Kota Depok. Sampel penelitian adalah ibuhamil yang berkunjung ke Poli KIA Puskesmas Cipayung pada periode Januari-April 2016 yang berjumlah 86 orang. Adapun informan penelitian ini adalah bidanpuskesmas, kader kesehatan, dan ibu yang pernah hamil dengan kondisi KEK.Proporsi ibu hamil yang berisiko KEK sebesar 17,4%. Terdapat hubungan antarausia (PR=4,1; p=0,016), berat badan pra hamil (PR=3,8; p=0,013) dan paritas(PR=0,16; p=0,001) dengan risiko KEK. Hasil kualitatif menguatkan faktor (usia,berat badan pra hamil, dan paritas) berpengaruh terhadap terjadinya KEK, hasilkualitatif menunjukkan pendidikan dan pekerjaan dapat berpengaruh terhadapterjadinya KEK, dan memberikan informasi tambahan bahwa pola makan dan stressdapat menjadi penyebab terjadinya KEK. Pencegahan KEK dapat dilakukan denganintervensi kepada remaja putri dan ibu hamil di trimester awal untuk mendeteksidan mencegah terjadinya risiko KEK.Kata kunci : Ibu Hamil, Kondisi pra Hamil, Riwayat Kehamilan, Risiko KEK,Sosial-Ekonomi.
Read More
S-9089
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zhara Juliane; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Syahrizal Syarif, Meta Ardiana
S-9935
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiyar Annerangi; Pembimbing: Helda; Penguji: Nasrin Kodim, Herbet Sidabutar
Abstrak: Ansietas dan depresi antenatal merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering kali luput dari perhatian. Penelitan ini dilakukan karena mengingat dampak yang ditimbulkan oleh ansietas dan depresi antenatal baik bagi ibu maupun janinnya dan belum adanya penelitian mengenai prevalensi dan determinan ansietas dan depresi antenatal di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu tahun 2013.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan ansietas dan depresi antenatal di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional yang dilakukan pada bulan Maret-April 2013.
 
Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ansietas antenatal sebesar 56,5% dan prevalensi depresi antenatal sebesar 14,8%. Yang menjadi faktor risiko terhadap ansietas antenatal yaitu memilki ≥2 keluhan selama masa kehamilannya. Sedangkan yang menjadi faktor risiko terhadap depresi antenatal adalah primigravida dan ansietas antenatal. Yang merupakan faktor protektif terhadap depresi antenatal adalah jumlah anak ≥1 dan dukungan sosial rendah namun hanya berlaku dalam studi ini.
 
Kesimpulannya, prevalensi ansietas dan depresi antenatal adalah tinggi dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan menganai dampak, faktor risiko dan upaya pencegahannya.
 

Antenatal anxiety and depression is one of public health problems that we do not often realize. That has impact on fetus and maternal. Research on prevalence and determine of antenatal anxiety and depression has not been done in Pasar Minggu Primary Health Care in 2013.
 
The purpose of this research is to know prevalence and determine of antenatal anxiety and depression in Pasar Minggu Primary Health Care in 2013. The research design used was cross-sectional from March-April 2013.
 
The research shows prevalence of antenatal anxiety is 56,5% whereas prevalence of antenatal depression is 14,8%. Risk factor of antenatal anxiety is ≥2 complain in pregnancy period. Whereas risk factor of antenatal depression is primigravid and antenatal anxiety. Protector factor of antenatal depression is number of children live ≥1 child and lower social support but it just for this study.
 
In conclusion, prevalence antenatal anxiety and depression is higher and have several risk factor. Because of that so given education about impact, risk factor and prevention of antenatal anxiety and depression.
Read More
S-7908
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilani M. Annwar; Pembimbing: Ratna Djuwita, Krisnawati Bantas; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Prastowo Nugroho, Dwiati Sekarningsih
T-2237
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive