Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34169 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sugeng Adiono; Pembimbing: Adang Bahctiar; Penguji; Yayuk Hartriyanti, Wachyu Sulistiadi, Mochamad Hasan, Sutikno
Abstrak:

Rumah Sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang kualitasnya sangat berperan dalam menunjang pelayanan tersebut. SDM terpenting dalam Rumah Sakit adalah perawat, karena selain jumlahnya yang dominan perawat juga memberikan pelayanan 24 jam dalam sehari selama tujuh hari dalam seminggu, serta mempunyai kontak yang konstan dengan pasien. Oleh karena itu pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan jelas mempunyai kontribusi yang sangat menentukan kualitas pelayanan di Rumah Sakit.Mengingat bahwa di RS se kota Palu belum pernah dilakukan penelitian terhadap kinerja perawat, serta dengan mengacu kepada penelitian sebelumnya di tempat lain. Maka perlu dilakukan penelitian agar diperolehnya informasi bagaimana kepemimpinan yang mendorong iklim kerja dan motivasi serta dampaknya terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit sekota Palu.Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh populasi pada setiap Rumah Sakit se kota Palu dengan total populasi sebesar 420 orang perawat yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga perawat pelaksana perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat di Rumah Sakit se kota Palu, berdasarkan penilaian 360 derajat, lebih dari setengah yaitu 51,9 % kinerja perawat baik.Berdasarkan uji Kai Kuadrat didapat bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepemimpinan dengan motivasi kerja, kepemimpinan dengan iklim kerja, iklim kerja dengan motivasi kerja, kepemimpinan dengan kinerja, iklim kerja dengan kinerja, dan motivasi kerja dengan kinerja perawat.Pada hasil analisa multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda, didapat adanya hubungan yang bermakna antara kepemimpinan dengan motivasi kerja, setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas dan masa kerja. Antara kepemimpinan dengan iklim kerja, setelah dikendalikan oleh variabel umur. Antara iklim kerja dengan motivasi kerja setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas. Antara Kepemimpinan dengan kinerja perawat, antara iklim kerja dengan kinerja perawat dan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas, masa kerja dan jarak dari rumah ke Rumah Sakit.Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu diperolehnya informasi mengenai hubungan antara kepemimpinan, iklim kerja dan motivasi kerja dengan dengan kinerja perawat di Rumah Sakit sekota Palu, setelah dikendalikan oleh faktor internal, ternyata yang paling berhubungan dengan kinerja perawat adalah motivasi kerja,setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas, masa kerja dan jarak dari rumah ke Rumah Sakit.Penelitian ini menyimpulkan bahwa setelah dikendalikan oleh faktor internal terbukti ada hubungan antara kepemimpinan dengan motivasi kerja, kepemimpinan dengan iklim kerja, iklim kerja dengan motivasi kerja, Kepemimpinan, iklim kerja dan motivasi kerja dengan kinerja perawat dan faktor yang paling berhubungan dengan kinerja perawat adalah motivasi kerja.Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan kinerja perawat perlu meningkatkan motivasi kerja perawat dengan menciptakan iklim kerja yang mendukung dan menerapkan kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi perawat di Rumah Sakit.


 

Quality of human resources in hospital has a critical rate in providing high quality of services. The important human resources at the hospital are nurses, in which the number of nurses is dominant. They provide services 24 hours in a day, and seven days in a week, also have constant contact to patients. So that, nursing service as integral part of health service, their contribution will determine the quality of service at the hospital.Considering that throughout the Palu City Hospitals have not conducted the study yet on nurses' performance, and referring to other previous study in another places. So, it needed to conduct a study in order to obtain the information on how leadership encourages working environment and motivation, and its impact to the nurses' performance throughout the Palu City Hospitals.The design study used was cross sectional. The sample in this study were entire hospitals throughout Palu City with the number of population are 420 nurses, whose task and responsibility to perform as implementers nurses. The result of this study showed that the nurses' performance throughout Palu City Hospitals, based on 360 degrees assessment, generally, where over than half showed, i.e., 51,9%, their performance was good.Based on Chi Square Test, it obtained that there was significant relationship between leadership and working motivation, leadership with working environment, working environment with working motivation, leadership with performance, working environment with performance, and working motivation with nurses' performance.The result on multivariate analysis by Multiple Logistic Regression Test, it obtained that there was significant relationship between the leadership and working motivation, after managing by the variable of working place and working length. Between the leadership and working environment, after managing by variable of age. Between working environment and working motivation, after managing by variable of working place. Between the leadership and nurses' performance, between working environment and nurses' performance, between working motivation and nurses' performance, after managing by variable of working place, working length and distance of house to the hospital.Referring to the objective this study, i.e. it obtained information on .the relationship of working environment and motivation to nurses' performance throughout Palu City Hospitals, after managing by internal factor. The fact, that the most relationship to nurses' performance was working motivation, after managing by variable of working place, working length and distance of house to the hospital.This study concludes that after managing by internal factor, there was evidence relationship between leadership and working motivation. Leadership, working environment and motivation with nurses' performance and the factor that the most relationship to nurses' performance was work motivation.Considering to the result of this study, it recommended that in order to improve the nurses' performance it should increase the working motivation of nurses, by establishing working environment that support and apply the appropriate leadership, that correspond to situation and condition of nurses at the hospital.

Read More
T-1242
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hartati Rivai; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Yayuk Hartriyanti
T-1558
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Kartikasari; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Eva Puspa Winayawati
S-5767
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roosmayasari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Tetra Fajarwati, Yuyun Widyaningsih
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi retensi dokter di puskesmas Penelitian dilakukan dengan mengolah data sekunder hasil Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan (Risnakes) 2017, dengan jumlah sampel sebanyak 14.091 orang dokter yang bertugas di puskesmas. Pengolahan data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dekat dengan keluarga besar adalah alasan utama kebetahan yang paling banyak disampaikan (34%). Pengaruh total variabel karakter terhadap kebetahan (retensi) 0,23, terhadap kepuasan kerja 0,04, dan terhadap motivasi 0,08. Pengaruh total variabel manfaat non finansial terhadap kebetahan (tingkat retensi) 0,15, dan motivasi 0,03. Pengaruh total variabel manfaat finansial terhadap kebetahan (tingkat retensi) 0,04, kepuasan kerja 0,13 dan motivasi 0,11. Tidak ada pengaruh langsung dari variabel manfaat finansial kepada tingkat retensi, dan dari variabel manfaat non finansial ke kepuasan. Pengaruh total variabel kepuasan terhadap retensi 0,26 dan terhadap motivasi 0,58. Pengaruh total variabel motivasi terhadap retensi 0,05. Disarankan agar Pemerintah Pusat melakukan sinkronisasi kebijakan rekruitmen dan distribusi tenaga dokter, subsidi anggaran insentif dokter daerah dengan kapasitas fiskal rendah dan atau memiliki keterbatasan finansial, dan melanjutkan program penugasan khusus penempatan dokter, menyusun dan mengaplikasikan kebijakan afirmatif distribusi tenaga dokter di puskesmas, antara lain program ikatan dinas dan beasiswa pendidikan kedokteran, datasering. Pemerintah Daerah dapat menyelenggarakan inovasi rekruitmen dan distribusi tenaga dokter melalui jalur penugasan khusus, program beasiswa daerah untuk pendidikan kedokteran, menyediakan subsidi insentif finansial yang layak bagi tenaga dokter, dan memberikan fasilitasi yang cukup bagi dokter puskesmas untuk dapat mengikuti program peningkatan kapasitas

This thesis discusses the factors that influence the retention of doctors in community health center. The study was conducted by processing secondary data from the results of the Health Research in 2017 (Risnakes), with total sample of 14,091 doctors who served at the community health center. Processing data using path analysis. The results of the study showed that being close to extended families was the main reason for most retention (34%). The effect of total character variables on retention is 0.23, on job satisfaction 0.04, and on motivation 0.08. The effect of the total non-financial benefit variable on retention rate -0.15, and motivation 0.03. The effect of the total variable financial benefits on retention rate 0.04, job satisfaction 0.13 and motivation 0.11. There is no direct effect from the financial benefit variable on the level of retention, and from the non-financial benefit variable to satisfaction. The effect of total satisfaction variables on retention is 0.26 and on motivation 0.58. Effect of total motivational variables on retention of 0.05. It is recommended that the Central Government synchronize the recruitment and distribution policy for doctor, subsidize the budget incentives doctor for regional with low fiscal capacity and or have financial limitations, and continue  2 special assignment programs for the placement of doctor, compile and apply affirmative policies for the distribution of doctor in community health center, including programs official ties and medical education scholarships, datasering. Local Governments can carry out recruitment innovation and distribution of doctor through special assignments, regional scholarship programs for medical education, provide appropriate financial incentives for doctor, and provide sufficient facilitation for capacity building programs.

Read More
T-5950
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Nurul Intan Permatasari; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Purnawan Junadi, Sandi Ilyanto, Trimulyaningsih, Nina Candra Dewi
Abstrak:

ABSTRAK

Pelayanan publik salah satunya adalah bidang kesehatan yang dilaksanakanpada tingkat pelayanan primer di Puskesmas. Dokter merupakan salah satu jenisketenagaan di Puskesmas yang sehari-hari secara langsung berinteraksi denganpasien dan masyarakat sebagai pemberi pelayanan kesehatan. Berbagai tekanandalam pekerjaan tentunya dirasakan oleh seorang dokter dalam menjalankanperannya. Stres kerja dapat berasal dari berbagai sumber dan mempengaruhiorang-orang dengan cara yang berbeda. Berbagai sumber stres kerja diantaranyakebingungan peran, konflik peran, ketersediaan waktu yang berkaitan dengan jamkerja, kelebihan beban kerja, tanggung jawab, pengembangan karir, sertaketidakamanan kerja. Pada akhirnya stres kerja yang dihadapi oleh dokter akanmempengaruhi kinerjanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja dokter yangdilihat dari aspek peran, karir, fasilitas, dan bahaya pekerjaan terhadap pelayanankesehatan dan hubungannya dengan kinerja pelayanan kesehatan di Puskesmas diKota Cirebon serta faktor-faktor yang menjadi prioritas yang perlu diperhatikanuntuk meningkatkan kinerja tenaga medis di Puskesmas Kota Cirebon.Rancangan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desainpenelitian potong lintang atau cross sectional. Responden pada penelitian initerdiri seluruh dokter yang berjumlah 36 orang yang telah bekerja di PuskesmasKota Cirebon sebelum 1 Januari 2012 sampai saat penelitian dilakukan.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor stres kerja untuk aspek peran2,50, aspek karir 2,83, aspek fasilitas 3,09, dan aspek bahaya pekerjaan 3,07. Streskerja aspek peran termasuk kategori rendah sedangkan aspek karir, fasilitas, danbahaya pekerjaan termasuk kategori sedang. Uji bivariat menunjukkan terdapathubungan yang bermakna pada aspek peran terhadap absensi dokter dan jumlahpasien, aspek karir terhadap absensi dokter, serta aspek fasilitas terhadap absensidokter dan jumlah pasien. Uji multivariat terhadap absensi dokter maupun jumlahpasien menunjukkan R2 kurang dari 10%. Ini berarti lebih dari 90% variasivariabel terikat disebabkan oleh faktor lain diluar variabel bebas dalam model.

ABSTRACT

One of which is a public service of health conducted in primary care at thehealth center level. Doctor is one of the workforce in the day-to-day health centerdirectly interact with patient and the community as a health care provider. Thepressure of work must be felt by a physician in carryng out its role. Work stresscan come from a variety of sources and affects people in different ways. Varioussources of job stress include role ambiguity, role conflict, time availability, roleoverload-quantitative, career development, responsibility, resources adequacy,and occupational hazards. At the end of work stress faced by clinicians will affectits performance.This study aims to descibe the physician job stress as seen from the aspectof the role, career, facilities, and occupational hazard to health care and itsralationship to the performance of health services at the health center in the KotaCirebon and the factors that need to be considered a priority to improve the energyperformance medical health center in Kota CirebonThe design of this study is the quantitative study with a cross sectional studydesign. Respondents in this study comprises all the 36 doctors who had beenworking in the health center Kota Cirebon before Januari 1, 2012 until the time ofthe study.The results show the average score of job stress for aspects of the role 2,50,aspects of career 2,83, aspects of facilities 3,09 and aspects of occupational hazard3,07. Job stress of aspects of the role is low while the aspects career, facilities, andoccupational hazards are moderate categorized. Bivariate test shows there is asignificant relationship on aspects of the role of a doctor absenteeism and thenumber of patients, a career aspects of a doctor absenteeism, as well as aspects ofthe facility and the number of patient a doctor absenteeism. Multivariate testagains absentee doctors and the number of patient showing R2 less than 10%. Thismeans more than 90% variation in the dependent variable due to factors other thanthe independent variable in the model.

Read More
T-3981
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ditta Septikawati; Pembimbing: Amila Megraini, Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Juhandi
Abstrak:

Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Puskesmas, petugas pengelola obat diharapkan dapat bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan obat kepada masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan permintaan obat. Hasil evaluasi Bidang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Tahun 2006, menunjukkan kinerja petugas pengelola obat di Puskesmas selama ini masih rendah. Ada faktor yang dominan yang mempengaruhi kinerja, faktor tersebut adalah motivasi kerja. Hal ini telah dibuktikan dengan penelitian-penelitian ilmiah yang dilakukan oleh beberapa peneliti kinerja sebelumnya. Pada penelitian ini penulis menganalisis hubungan antara faktor individu dan faktor kontekstual dengan motivasi kerja petugas pengelola obat di Puskesmas yang dilihat clan 5 dimensi yaitu penghargaan, pengembangan di.ri, tanggung jawab, prestasi kerja dan hubungan interpersonal. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan kuesioner dan wawancara (indepth interview) untuk menambah informasi pada penelitian. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis membuktikan bahwa status perkawinan dan persepsi terhadap kepemimpinan mempunyai hubungan yang bermakna dengan motivasi kerja.Variabel yang paling dominan mempengaruhi motivasi kerja adalah persepsi terhadap kepemimpinan dan pada 5 dhnensi, dimensi pengembangan diri merupakan dimensi yang paling menonjol dibandingkan ke 4 dimensi lainnya. Hasil analisis kualitatif memberikan persepsi tentang kepemimpinan, sistem imbalan dan supervisi yang menyebabkan motivasi rendah, yaitu perilaku kepemimpinan yang kurang efektif, sistem imbalan tidak sesuai dengan harapan karyawan dan supervisi yang tidak efektif dalam memberikan motivasi kerja pada karyawan. Kesimpulan utama pada penelitian ini adalah faktor yang sangat mempengaruhi motivasi kerja petugas pengelola obat Puskesmas yaitu faktor kepemimpinan. Pada dimensi pengembangan dui, petugas pengelola that perlu lebih diperhatikan lagi, terutama untuk mendapatkan peningkatan sumber daya manusia kesehatan yang berkompeten dan profesional. Oleh karena itu, disarankan perlu diadakan pelatihan, pendidikan/pembinaan kepemimpinan untuk para. pimpinan sehingga diharapkan dapat menjadi manajer yang efektif dan dapat memberikan motivasi kerja secara tepat kepada karyawannya. Untuk Bidang farmasi, diharapkan dapat mengadakan pelatihan khusus tentang pengelolaan obat yang meliputi pelaksanaan dan penyusunan perencanaan obat, penyimpanan obat-obatan (fisik, sarana penyimpanan, tata cars penyimpanan, pencatatan dan pelaporan), pelayanan that dan penyimpanan arsip di Puskesmas bagi petugas pengelola obat Puskesmas untuk pengembangan sumber daya manusianya, mengingat 50,375% petugas pengelola obat di Puskesmas dasar pendidikannya bukan dari farmasi.


The performance of Drug Officer in Public Health Center is still low so fay it is showed from the evaluation result of Pharmacy division of Tasikmalaya Health Departement 2006. The performance is dominant influenced by working motivation. It has been proved by scientific researches which has been done by a Iot of previous researchcers of working performance. So, this research is analized relationship between factors and contectual factor with working motivation of Drug Officer of Public Health Center, which can be seen from five (5) dimension. They are : respect, self developing, responsibility, working prestation and interpersonal relation. This research is observasional research by cross sectional method. The method which used in collecting data are questioner and indepth interview to take more information. The analizing of data is done by univariat, bivariat and multivariat analising. It has been proved by analizing result, that marriage status and perception toward the leadership had the main relationship with working motivation. Working motivation variable is more dominant influenced by the leadership perception and on five (5) dimension, self developing dimension is more apparent dimension than other four (4) dimension. Qualitative analizing result is developed by indefth interview about perception toward the leadership, insentive system and supervision, so it is knew that the low working motivation is influenced by attitude of leadership is not effective, insentive system is not Iike the Drug Officer hoped and supervision is not effect to give working motivation for Drug Officer. The main conclution of this research is the working motivation variable of Dug Officer in Public Health Center is influenced by leadership factor. On the self developing dimension, Drug Officer need to be more paid attention, more offer to improve the competent and profesionalism of health human resource, there for it is suggested to be held the trainning, leadership educational and contruction for the chi so it is hoped to be effective manager and can be give the right working motivation to Drug Officer. And it is need to be held the special training for the Drug Officer of Public Health Center about planning of drug, saving of drug, services of drug and document saving to develope the human resource. It is because 50,375% of the education of Drug Officer of Pulic Health Center is not from Pharmacy.

Read More
T-2497
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fairlyana Melita; Pembimbing: Hafizurachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hartono
S-6029
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Ratih Kanestren; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Heru Susmono
S-5786
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Viorentina Yofiani; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Puput Oktamianti, Anhari Achadi, Hadi Prabowo, Julo Nelma Timisela
Abstrak: Peran yang dimiliki oleh Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya, kini menjadi lebih penting lagi karena harus ikut andil dalam penanggulangan Covid-19. Di mana, Puskesmas turut turut berkecimpung dalam prevensi, deteksi, serta respon, dengan tidak melupakan penyelenggaraan UKM dan UKP dalam rangka pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penambahan tanggung jawab ini dapat berimbas pada kepuasan kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja perawat Puskesmas di Kota Bekasi pada masa Pandemi Covid-19 tahun 2022. Penelitian menggunakan desain potong lintang, pengumpulan data melalui pengisian kuesioner daring pada 86 perawat Puskesmas Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan 54,7% perawat Puskesmas di Kota Bekasi memiliki kepuasan kerja yang rendah pada masa Pandemi Covid-19. Uji bivariat menggunakan Chi-square menunjukkan bahwa pengakuan, prestasi, kemungkinan pengembangan diri, tanggung jawab, dan pekerjaan itu sendiri berhubungan secara signifikan dengan kepuasan kerja perawat Puskesmas. Namun pada uji regresi logistik ganda, hanya variabel tanggung jawab yang menunjukkan hubungan yang signifikan. Persepsi tanggung jawab merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan kerja perawat Puskesmas di Kota Bekasi pada masa Pandemi Covid-19 tahun 2022.
The role that Primary Health Center (PHC) has as the spearhead of public health services in its working area has now become even more critical because it has to take part in the prevention of Covid-19. Where, PHC is also involved in prevention, detection, and response, by not forgetting the implementation of Community Health Efforts and Individual Health Efforts in the context of fulfilling Minimum Service Standards (MSS). This additional responsibility can have an impact on nurse job satisfaction. This study aims to determine the factors related to the job satisfaction of PHC?s nurses in the City of Bekasi during the Covid-19 Pandemic in 2022. The study used a cross-sectional design, collecting data by filling out online questionnaires on 86 PHC?s nurses in Bekasi City. The results showed that 54.7% of PHC?s nurses in Bekasi City had low job satisfaction during the Covid-19 pandemic. The bivariate test using Chi-square showed that recognition, achievement, the possibility of self-development, responsibility, and the work itself were significantly related to the job satisfaction of PHC?s nurses. However, in the multiple logistic regression test, only the responsibility variable showed a significant relationship. Perception of responsibility is the most dominant factor related to job satisfaction of PHC?s nurses in Bekasi City during the Covid-19 Pandemic in 2022.
Read More
T-6473
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fenny Agria Meidian; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Vetty Yulianty, Vika Ekawati
S-7310
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive