Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 20088 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tri Erri Astoeti Adrianingsih; Pembimbing: Adang Bachtiar
T-733
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathiah; Pembimbing: Hafizurrachman
T-980
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R.A. Vinca Meirani; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Wahyu Sulistiadi, Robiatul Adawiyah, Hendry Astuti
Abstrak: Laboratorium Parasitologi Klinik FKUI merupakan laboratorium khusus rujukan nasional penyakit parasitik di Indonesia dan telah terakreditasi A, sebaiknya dapat menetapkan target KPI kepuasan pengguna jasa pengguna laboratorium setiap tahunnya lebih besar dari 82%. Hal tersebut tidak sesuai dengan Permenpan No. 14 Tahun 2017 Tentang Survey Kepuasan Masyarakat untuk mutu pelayanan mengenai kinerja unit pelayanan minimal 88,31%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkait mutu layanan kesehatan Laboratorium Parasitologi Klinik FKUI berdasarkan 5 dimensi Servqual dengan desain metode penelitian kualitatif menggunakan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober dan November 2020 di Laboratorium Parasitologi Klinik FKUI dengan total 13 orang informan yaitu kepala laboratorium, petugas laboratorium dan pasien yang melakukan pemeriksaan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan dari dimensi kehandalan segi sumber daya manusia sebenarnya sudah mencukupi akan tetapi karena Laboratorium Parasitologi Klinik FKUI selain menerima pasien yang datang namun juga melakukan penelitian dan pendidikan sehingga menyebabkan terjadinya double job pada karyawan dan mengakibatkan salah satu penyebab lamanya waktu tunggu pada pelayanan laboratorium. Dimensi jaminan, petugas juga masih dianggap kurang ahli dalam melakukan tindakan dibandingkan di laboratorium lain. Dimensi bukti fisik yang ada di laboratorium masih pelu diperbaiki atau diperhatikan agar pelanggan dapat merasa nyaman. Peneliti menyarankan dapat mengefektifkan pengawasan pelaksanaan SOP oleh koordinator laboratorium, adanya indikator waktu tunggu untuk meningkatkan pelayanan laboratorium dan analisa beban kerja dan penyesuaian tenaga kerja sesuai dengan beban kerjanya
The Laboratory of Clinical Parasitology, FKUI is a special national referral laboratory for parasitic diseases in Indonesia and has been accredited A, it should be able to set a KPI target for the satisfaction of laboratory users every year greater than 82%. This is not in accordance with Permenpan No. 14 of 2017 concerning the Community Satisfaction Survey for service quality regarding service unit performance of at least 88.31%. This study aims to determine the conditions related to the quality of health services in the Clinical Parasitology Laboratory of FKUI based on 5 Servqual dimensions with a qualitative research method design using a case study design. The study was conducted in October and November 2020 at the Clinical Parasitology Laboratory of FKUI with a total of 13 informants, namely the head of the laboratory, laboratory staff and patients who carried out examinations in the laboratory. The results showed that from the dimension of reliability in terms of human resources, it was actually sufficient, but because the Clinical Parasitology Laboratory of FKUI, apart from accepting patients who came, also carried out research and education, causing double jobs for employees and resulting in one of the causes of the long waiting time for laboratory services. The guarantee dimension is that officers are still considered less skilled in performing actions compared to other laboratories. The dimensions of physical evidence in the laboratory still need to be repaired or considered so that customers can feel comfortable. Researchers suggest that monitoring of SOP implementation by the laboratory coordinator can streamline, the existence of a waiting time indicator to improve laboratory services and workload analysis and workforce adjustment according to workload.
Read More
T-6277
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mellisa; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Sandra Fikawati, Shelly Cahyadi, Tinon Resphati
Abstrak:
Pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia dilakukan dalam keseluruhan proses kehidupan mulai dalam kandungan sampai usia lanjut. Indonesia sebagai negara berkembang, walaupun sedang dilanda krisis di segala bidang, sudah sepantasnya tetap mempertahankan generasi penerus agar tetap sehat dan handal. Kesehatan gigi, sebagai bagian integral dari kesehatan manusia seutuhnya juga berperan dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Kesehatan gigi memang bukan masalah utama, namun apabila gigi anak mengalami kerusakan, sudah pasti anak mengalami gangguan 'intake' makanan. Kunjungan anak sedini mungkin ke klinik gigi puskesmas merupakan salah satu contoh perilaku orang tua yang memperhatikan masalah kesehatan gigi dan mulut, dalam hal ini posisi seorang ibu sangat menentukan perilaku pencarian pengobatan untuk anaknya. Departemen kesehatan RI mentargetkan kunjungan anak balita dan prasekolah ke klinik gigi puskesmas adalah 50 % dari kunjungan anak balita dan prasekolah ke klinik KIA puskesmas. Berdasarkan data yang ada, dari 20 puskesmas di wilayah Kota Pontianak pada tahun 1999, baru 5 puskesmas yang mencapai target tersebut, selebihnya sebanyak 15 puskesmas masih jauh dari pencapaian target tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kunjungan anak balita dan pra-sekolah ke klinik gigi puskesmas di Kota Pontianak. Menurut teori Green, faktor-faktor yang merupakan penyebab perilaku dibedakan dalam tiga jenis yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin (enabling) dan faktor penguat (reinforcing). Dalam penelitian ini, faktor predisposisi yang ingin dilihat adalah keadaan sosiodemografi ibu, yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman ibu berobat gigi, sikap dan pengetahuan ibu terhadap kesehatan gigi dan mulut anaknya. Faktor pemungkin adalah persepsi ibu terhadap jarak menuju puskesmas, sedangkan penyuluhan kesehatan gigi yang pernah diterima ibu adalah faktor penguat. Metode penelitian ini adalah cross-sectional, dengan jumlah responden 165 yang berasal dari 4 wilayah puskesmas di Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan pekerjaan ibu merupakan satu-satunya faktor yang mempunyai hubungan dengan kunjungan anak balita dan pra-sekolah ke klinik gigi puskesmas di Kota Pontianak. Hampir semua (90,1%) responden belum pernah menerima penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena hanya pekerjaan ibu yang mempunyai hubungan bermakna dengan kunjungan anak balita dan pra-sekolah ke klinik gigi puskesmas, maka disarankan agar pendidikan kesehatan gigi dan mulut diberikan melalui kegiatan posyandu, arisan dan kegiatan pengajian pada ibu-ibu yang tidak bekerja, di samping kepada anak balita/pra-sekolahnya sendiri melalui kegiatan upaya kesehatan gigi sekolah di Taman Kanak-kanak. Untuk meningkatkan kunjungan ke klinik gigi puskesmas, koordinasi antara klinik gigi dan klinik KIA di puskesmas dalam penanganan pasien anak balita dan pra-sekolah perlu ditingkatkan. Selain itu saran yang menunjang pelayanan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas perlu ditingkatkan, di samping perlu adanya supervisi dan bimbingan teknis secara rutin. Untuk meningkatkan cakupan kunjungan anak balita dan pra-sekolah ke klinik gigi puskesmas di Kota Pontianak, perlu diberikan pendidikan kesehatan gigi bagi kader posyandu, sehingga mereka dapat mempromosikannya pada ibu-ibu balita pengunjung posyandu yang rata-rata tidak bekerja.

The Factors that Regarding With Under Five and Pre-School Children Visited to Dental Clinic of Public Health Centers at Pontianak City at the year 2000The development of Indonesian community healthy is doing to the whole process of live starting from the pregnancy until the continued ages. Indonesia as development country, even having in every circumstances, is ought to defend the future generation to stay health and reliable. Dental health, as an integral part from the totality human health too that have part to increase the quality and productivity of human sources. The dental health is not an important problem after all, but if the children teeth have damaging, the children surely have the food intake disturbance. The children visited as soon as possible to the dental clinic of the public health center is represent one sample of parent behavior that concerning the teeth and mouth health problem, in this problem a mother position is very decided to the kind of way for their children medication. The Ministry of Health of Indonesia targeting the visiting of under five and pre-school children to the dental clinic of the public health center is 50% from the visiting of under five and pre-school children to the mother and child health clinic of public health center. Based on the data that exist, from 20 public health centers at Pontianak city area at the year 1999, only 5 public health centers reached that target. This research purpose to know any factors that related with the under five and pre-school children visited to the dental clinic of public health center of Pontianak city. According to the Green theory, the factor of the behavior cause is classified to three kinds of factors that is predisposing factor, enabling factor and reinforcing factor. In this research, predisposing factor that wanted to see is the condition of mother sosiodemograph, that is age, education, profession, mother experience having teeth medication, attitude and mother knowledge about teeth and mouth health of their children. The enabling factor is mother perception about the distance to the public health center, and information about dental health that mother ever accepts is the reinforcing factor. The method of this research is cross sectional, with totally 165 respondents that came from 4 different area of public health center at Pontianak city. Almost all (90, 1%) respondent never accept information about teeth and mouth healthy. There for the mother profession that had an important relation with the visited of children under five and pre-school children to the dental clinic of the public health center, so it suggested the information about the teeth and mouth health is giving by the activity of Posyandu, a saving club and the religious recitation activity on not working mother, beside that to the children under five and pre-school children having the dental health activity at the kindergarten. To increase the visiting to the dental clinic of public health center, the coordination between the dental clinic and mother and child clinic at the public health center in handling children under five children patient and pre-school children needed to increase. Besides that the material that supporting the dental health service at the public health service needed to be increase, beside needed the realization of the supervision and the technical guide intensifies. To increase snatch of the under five and pre-school children visiting to the dental health clinic of the public health center at Pontianak city, needed to give the teeth healthy training to the Posyandu cadre, so they can promoted to the baby under five mothers that equally not working.
Read More
T-930
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sophia Budirahayu; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Sumengen Sutomo, Wan Alkadri, Sri Rustiati
Abstrak: Latar Belakang: Sebagai kota baru yang berkembang menjadi kota industri, perdagangan dan jasa, maka Kota Cilegon harus memiliki perencanaan strategis untuk dapat mengembangkan suatu lingkungan yang sehat sesuai dengan visi Pemerintah Kota Cilegon yang telah ditetapkan yaitu “ Kota Mandiri dan Berwawasan Lingkungan”. Selain itu juga untuk dapat mewujudkan Kota Sehat, semua fihak harus dapat terlibat dan bekerjasama serta memiliki komitmen yang kuat untuk dapat mencapai visi tersebut. Tujuan: Dirumuskannya Perencanaan Strategis Pengembangan Lingkungan Yang Sehat Menuju Cilegon Kota Sehat 2006 – 2010. Disain: Penelitian ini adalah penelitian operasional dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Tahap I terdiri dari analisis lingkungan eksternal dan internal pada Pemerintah Kota Cilegon yang dituangkan dalam matriks EFE dan IFE dan dilakukan oleh Concensus Decision Making Group. Tahap II adalah tahap penyesuaian, yaitu setelah menentukan tujuan jangka panjang CDMG melakukan analisis dengan matriks SWOT dan matriks IE. Tahap III menggunakan matriks QSPM, untuk menentukan strategi terbaik. Hasil: Analisis matriks IE menunjukkan posisi organisasi Pemda Kota Cilegon berada pada sel V, Hold and Maintain dan setelah disesuaikan dengan strategi yang dihasilkan oleh matriks SWOT maka strategi yang digunakan adalah pengembangan produk dan penetrasi pasar. Kesimpulan dan saran: Agar dapat mengembangkan lingkungan yang sehat maka perlu dibuat program yang akan dilanjutkan dengan kegiatan sebagai berikut: membuat komitmen antar dinas terkait; mengupayakan sistem informasi pencemaran udara; mengembangkan suatu sistem untuk mengatasi pencemaran udara; melaksanakan pelatihan dan menambah jumlah pegawai; menata pemukiman penduduk dan mengatasi pencemaran udara; meningkatkan program kesehatan lingkungan; meningkatkan kerjasama antar dinas instansi terkait untuk mengatasi masalah lingkungan dan memanfaatkan anggaran yang tersedia untuk kegiatan lingkungan. Kata Kunci: Rencana Strategis, Lingkungan Sehat, Kota Sehat, Cilegon Kota Sehat
Background: As newly growing town develop into industrial town, trade and service, Cilegon city has to have a strategic plan on developing healthy environment according to Cilegon city government’s vision that has been settled that is “Kota Mandiri dan Berwawasan Lingkungan”. Moreover to attain healthy town, every person must be involve and work together also having strong commitment to reach it. Purpose: Formulating strategic planning on development of healthy environmental heading for Cilegon healthy city 2006-2010. Design: This research is operational research with qualitative and quantitative analysis. Data about internal and external factors which effect to Cilegon city government’s effort in developing this healthy environment obtained from first and second level data. First stage consist of internal and external environment analysis on Cilegon city government which transfer on EFE and IFE matrix that conduct by Concensus Decision Making Group. Second stage is matching stage, where after deciding long term target CDMG conducted analysis by SWOT and IE matrix. Third stage is by using QSPM matrix to decided the best strategy. Result: IE matrix analysis showed Cilegon city District Government organization’s position on cell V, Hold and Maintain and after been adjusted with yielded strategy by SWOT matrix therefore the strategy was product development and market penetration. Conclusion and suggest: In order to improve healthy environment then made program that will be continue by following activity: making commitment between related institution; striving for air pollution system information; developing a system to overcome air pollution; conducting training and adding worker amount; arranging public resident and overcoming air pollution; improving healthy environment program; improving corporation between related institution to overcome environmental problems and using available budget for environment activity. Keyword: Strategic Plan, Healthy Environment, Healthy City, Cilegon Healthy City
Read More
T-2155
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Itsna Widita; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Wahyu Sulistiadi, Wayan Sri Agustini, Mochammad Hidayat
Abstrak:
Komunikasi dokter gigi-pasien merupakan kompetensi yang wajib dimiliki oleh dokter gigi dalam memberikan pelayanan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Komunikasi yang tidak optimal dapat menyebabkan pelayanan medik gigi dan mulut yang tidak optimal. Permasalahan sebagaimana yang dijumpai di poli gigi Puskesmas Gandoang yakni besarnya gap antara jumlah diagnosis dan jumlah pelayanan kesehatan gigi yang diberikan, serta penurunan jumlah kunjungan pasien poli gigi, salah satunya dapat disebabkan oleh ketidakoptimalan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel kualitas komunikasi dokter gigi dan karakteristik pasien terhadap kepuasan pasien poli gigi. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan desain mixed method dengan pendekatan sequential explanatory, diawali dengan penelitian kuantitatif yang kemudian hasilnya diperdalam melalui penelitian kualitatif. Populasi adalah pasien rawat jalan poli gigi, yang sampelnya dihitung berdasar rumus beda dua proporsi, sehingga didapatkan 100 sampel melalui tekhnik Quota sampling, sementara informan penelitian kualitatif terdiri dari 4 informan, meliputi 2 pasien poli gigi, 1 dokter gigi, dan 1 kepala puskesmas Gandoang melalui metode wawancara mendalam. Sebagian besar responden (52%) menyatakan kualitas komunikasi dokter gigi baik, di mana bagi sebagian besar responden aspek introduce (59%) dan shows respect (78%) dinyatakan memenuhi kriteria baik, sementara aspek explanation (53%) dan listen carefully (55%) tidak memenuhi kriteria baik. Untuk kepuasan pasien, sebagian besar responden (54%) menunjukan ketidakpuasan. Di mana dimensi yang dirasa tidak memuaskan bagi sebagian besar responden adalah open-endedness (58%) dan dimensi empati (54%). Hasil analisis multivariate menunjukan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien poli gigi adalah kualitas komunikasi dokter gigi p value=0,001, OR= 4.829 (CI 95 % 1.984-11.752), artinya kualitas komunikasi dokter gigi yang buruk akan memiliki peluang sebesar 4.829 kali menyebabkan ketidakpuasan pasien dibandingkan kualitas komunikasi dokter gigi yang baik

Problems in the dental clinic of Gandoang health center are the large gap between the number of diagnoses and the number of dental health services provided, and also reduction in the number of patient visits in dental clinic, these can be caused by unuptimal communication. This study aims to determine the relationship between dentist communication quality variables and patient characteristics with dental patient satisfaction. Research with a mixed method design with a sequential explanatory approach, begins with quantitative research and then deepened through qualitative research. The population was dental clinic’s outpatients, with a sample size of 100, while the qualitative research informants consisted of 2 patients, 1 dentist, and 1 head of the Gandoang helat center, through in-depth interviews. Most respondents (52%) stated that the quality of dentist communication was good, the aspect of introduce (59%) and shows respect (78%) were good, while the aspects of explanation (53%) and listen carefully (55%) were poor criteria. Most of respondents (54%) showed dissatisfaction. Most respondents were disappointed with open-endedness (58%) and empathy dimensions (54%). Multivariate analysis showed that the most dominant variable related to patient satisfaction with dental dentists was ciommunication quality, p value = 0.001, OR = 4,8 (95% CI 1,984-11,752), that means poor communication quality of dentists would have an opportunity of 4,8 times causing dissatisfaction patients compared to the quality of good dentist communication.

Read More
T-5889
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Santi Mandalika; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Puji Widodo, Shanti Wirdiawati
Abstrak: Abstrak

<abstrak< b="">Perawatan saluran akar gigi (endodontik) merupakan salah satu jenis perawatan dalam bidang kedokteran gigi. Jenis perawatan ini memerlukan beberapa kali kunjungan untuk menuntaskan rasa sakit dan keluhan yang dialami seorang pasien, agar gigi dapat berfungsi kembali. Kemauan pasien untuk menjalani tahapan terapi saluran akar gigi hingga tuntas merupakan hal yang sering menjadi kendala. Tesis ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan akar gigi pada pasien dewasa di Lakesgilut TNI AU, yang meliputi gambaran perilaku menuntaskan, gambaran faktor pemudah, pemampu dan penguat, hubungan ketiga faktor tersebut dengan perilaku menuntaskan serta faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi.

Penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menuntaskan perawatan saluran akar gigi, yang kebanyakan terdiri dari pasien wanita, berusia > 48,5 tahun, berpendidikan tinggi, dengan pekerjaan ibu rumah tangga atau tidak bekerja, memiliki pengetahuan tentang gigi yang tinggi serta sikap yang mendukung perawatan. Pada analisis bivariat, hanya faktor sikap yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi, dengan nilai p sebesar 0,039, dengan OR 2,439 (95% CI: 1,114 ? 5,339) atau dengan kata lain pasien bersikap mendukung perawatan saluran akar gigi berpeluang menuntaskan perawatan sebesar 2,4 kali dibanding yang tidak bersikap mendukung.

Pada analisis multivariat, faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi adalah sikap pasien dan jumlah kunjungan yang diperlukan untuk perawatan saluran akar gigi. Sikap pasien memiliki nilai p 0,030 dengan OR = 2,543 dan jumlah kunjungan memiliki nilai p sebesar 0,010 dengan OR = 0,294.


ABSTRACT

Dental root canal treatment (endodontics) is the one of treatment in the field of dentistry. This type of treatment requires multiple visits to complete and complaints of pain experienced by a patient, so that the teeth can function again. Patient's willingness to undergo root canal treatment stages to completion is often a constraint.

This thesis explores the factors associated with behavioral treatment completed dental roots in adult patients in Lakesgilut Air Force, which includes the description of complete behavior, predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors, the relationship of these three factors with behavioral and completed the most dominant factor the complete behavior of root canal treated teeth. The research used in this thesis is a descriptive quantitative research design.

The results of univariate showed that most patients complete dental root canal treatment, which consisted mostly of female patients, aged> 48.5 years old, highly educated, with housewives work or do not work, have a high knowledge of dental and supportive attitude treatment.

In the bivariate analysis, only attitudinal factors that have a significant relationship with behavioral completed root canal treatment, with a p value of 0.039, with OR of 2.439 (95% CI: 1.114 to 5.339) or in other words being supportive patient care likely to complete the root canal care by 2.4 times compared to that not being supportive.

In the multivariate analysis, the factors significantly associated with behavioral completed root canal treatment is the attitude of the patient and the number of visits required for dental root canal treatment. Attitude has a p-value of 0.030 patients with OR = 2.543 and the number of visits has a p value of 0.010 with OR = 0,294.</abstrak<>

Read More
T-3843
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roy Naibaho; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, H.A.Y.G. Wibisono, Sri Nur Djunaida
Abstrak:

Pemanfaatan poliklinik gigi Rumah Sakit Umum Daerah Sanggau belum optimal dilihat dari rendahnya jumlah kunjungan pasien yang memanfaatkan poliklinik tersebut. Dari laporan bulanan dan tahunan rumah sakit jumlah kunjungan pasien yang berobat tahun 2005 ada 294 orang (24 orang/bulan) dan tahun 2006 ada 347 orang (29 orang/bulan). Untuk itu perlu dilakukan penilaian terhadap pelayanan poliklinik gigi Rumah Sakit apakah sudah memuaskan dan memenuhi apa yang menjadi harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien dan faktorfaktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Umum Daerah Sanggau, menggunakan metoda penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitiannya adalah cross sectional terhadap 119 orang responden. Tingkat kepuasan pasien dari hasil penelitian masih rendah yaitu 37,8%. Hal ini mungkin penyebab pemanfaatan poliklinik di Rumah Sakit Umum Daerah Sanggau masih rendah. Faktor dimensi mutu yang paling berhubungan dengan kepuasan pasien adalah reliability. Umur, pendidikan dan pekerjaan merupakan faktor konfounding terhadap hubungan dimensi mute dengan kepuasan pasien. Dapat disarankan kepada pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Sanggau dan instansi terkait untuk lebih membenahi lingkungan poliklinik gigi balk papan petunjuk maupun papan informasi yang berhubungan dengan lokasi dan tempat-tempat pelayanan di rumah sakit, memperhatikan waktu pelayanan di poliklinik gigi, membuat usulan pengadaan obat dan bahan yang diperlukan dalam pelayanan gigi dan mulut sehari-hari, usulan kebutuhan tenaga perawat gigi serta perlu dilakukan benchmarking dengan pelayanan kesehatan lain dalam rangka pembangunan clinical governance.


Dental polyclinic use in Sanggau District Public l-Iospital was still not optimal as seen in low patient visit rate to use the polyclinic. Based on monthly and annual reports, patient visit rate in 2005 were 294 patients (24 patients per month) and in 2006 were 347 patients (29 patients per month). Thus, it is needed to conduct the evaluation of hospital dental polyclinic service, whether it has satisfied and met patient expectation. The aim of this study was to identify patient satisfaction and factors affecting dental and oral health service quality in Sanggau District Public Hospital. Quantitative research method and cross sectional research design were used with 119 participants. The result revealed that patient satisfaction level was low, 37.8%. This is the possible cause of low use of Sanggau District Public Hospital Dental Polyclinic. The most associated quality dimension factor to patient satisfaction were reliability. Age, education and work were confounding factors to the relationship between quality dimension and patient satisfaction. It is recommended to Sanggau District Public Hospital Management and related institution to improve the dental polyclinic environment, including providing guide and information boards of the location and service posts in the hospital, to pay attention to dental polyclinic service time, to make proposals of drug and material procurements needed in daily dental and oral services and dental nurse requirement, and it is needed to perform benchmarking with other health service in order to build a clinical governance.

Read More
T-2496
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Baiq Qurrata Aini; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Atik Nurwahyuni, Purwa Kurnia Sucahya
Abstrak: Hasil survei kepuasan peserta BPJS Kesehatan terhadap pelayanan klinikyang dilakukan pada tahun 2014 mencapai sekitar 80% dan melampaui targetRoad Map Menuju Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, masih banyak keluhanyang disampaikan peserta BPJS Kesehatan seperti yang tertera pada laporanYLKI, situs resmi Kemenpan, dan lain-lain mengenai tidak terpenuhinya harapanmereka. Sehingga, perlu diketahui tingkat harapan peserta BPJS Kesehatanbeserta determinan harapan mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenaideterminan harapan peserta BPJS Kesehatan terhadap layanan di Klinik PratamaKota Depok Periode Mei Tahun 2016. Penelitian ini mengkombinasikan antarapenelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalahsequential exploratory yang diawali dengan penelitian kualitatif untukmengeksplorasi fenomena dan kemudian dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif.Informan pada penelitian kualitatif adalah 12 orang dan responden pada penelitiankuantitatif adalah 203 orang.Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara jenis kelamin, umur,dan pekerjaan dengan tingkat harapan peserta BPJS terhadap layanan di klinikpratama Kota Depok periode Mei tahun 2016. Sedangkan, variabel yang memilikihubungan dengan tingkat harapan peserta BPJS terhadap layanan di klinikpratama Kota Depok periode Mei tahun 2016 antara lain, pendidikan, personalneeds, word-of-mouth, dan past experience. Faktor yang paling dominanmempengaruhi tingkat harapan peserta BPJS terhadap layanan di klinik pratamaKota Depok periode Mei tahun 2016 adalah personal needs. Artinya, apabilafrekuensi kunjungan Peserta BPJS Kesehatan untuk berobat ke suatu klinik ketikasakit semakin tinggi, maka skor harapan peserta BPJS Kesehatan akan naiksemakin tinggi.Kata Kunci: harapan peserta BPJS Kesehatan, personal needs, past experience,words-of-mouth
The result of BPJS customer satisfaction survey in primary clinic in 2014was 80%, which means it achieved Road Map to Jaminan Kesehatan Nasionaltarget. However, there are still many complaints from the BPJS customer asshown in YLKI report and in Kemenpan official website regarding unfulfillmentof their expectation. Therefore, we needs to know the determinants and their levelof expectation.This study aim to determine information about the determinant of memberof BPJS Kesehatan expectation to the service of primary clinic in Depok Cityperiod May 2016. This study is combined qualitative and quantitative study.Design of this study is sequential exploratory, which is started by qualitative studyto explore the phenomena and then followed by quantitave study. Number ofinforman in qualitative study is 12 and number of respondent in quantitative studyis 203.The result of this study is there is no correlation between gender, age, andoccupation with the level of respondent expectation. There is correlation betweenlevel of education, personal needs, word-of-mouth, and past experience with thelevel of respondent expectation. The most dominant factor that influences thelevel of respondent expectation is personal needs, which means the higherrespondent frequency to visit primary clinic to get treatment when sick, the higherlevel of respondent expectation.Keyword: member of BPJS Kesehatan expectation, personal needs, pastexperience, words-of-mouth
Read More
T-4711
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tika Puspa Ryanthi; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dian Ayubi, Indra R. Dharmawan, Didik Supriyono
Abstrak:
uskesmas Tanjungsari merupakan satu-satunya puskesmas di Kabupaten Bogor yang sudah mengintegrasikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dengan pemeriksaan antenatal ibu hamil (ANC) sesuai dengan standar yang ditetapkan Permenkes 89 tahun 2015. Hal ini menyebabkan cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamilnya tertinggi se-Kabupaten Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan desain studi kasus.Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020 di Puskesmas Tanjungsari dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dengan 5 orang informan yaitu penanggung jawab yankesgilut di dinas kesehatan, kepala puskesmas, penanggungjawab poli gigi, penanggung jawab KIA, dan bidan KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi input puskesmas Tanjungsari memiliki tenaga kesehatan dan alat kesehatan yang cukup, tidak ada pemberian tugas tambahan kepada penanggungjawab poli gigi selain tupoksinya sebagai dokter gigi, namun ada kekurangan di bahan medis habis pakai dan belum memiliki SOP yang terintegrasi. Dari sisi proses terdapat dukungan kepala puskesmas, sudah melakukan sosialisasi dengan lintas program dan kepada masyarakat. Pelaksanaan program di dalam gedung sudah terintegrasi dengan pelayanan antenatal dan pelaksanaan program di luar gedung melalui posyandu dan kelas ibu, namun terdapat kelemahan dari sisi pengawasan dan pengendalian program. Puskesmas Tanjungsari tidak mengetahui target dari program pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Output cakupan pelaksanaan program semester awal 2020 puskesmas Tanjungsari sebesar 17,4 % dan jumlah bayi BBLR adalah 15 orang. Hasil penelitian menyarankan agar program ini diintegrasikan dengan ANC dengan menggunakan SOP yang terintegrasi, perlu peningkatan pengawasan dan pengendalian, serta penetapan dan sosialisasi target, dan menemukan metode yang tepat untuk dapat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tanpa melakukan tatap muka secara langsung.
Puskesmas Tanjungsari is the only puskesmas in Bogor Regency that has integrated oral and dental health services for pregnant women with antenatal examination for pregnant women (ANC) in accordance with the standards set by Permenkes 89 of 2015. This causes coverage of dental and oral health services for pregnant woman was the highest in Bogor Regency. This type of research is a qualitative study using a case study design. The study was conducted in May-June 2020 at the Tanjungsari Community Health Center and Bogor District Health Office with 5 informants, namely the person in charge of oral and dental services, the head of the puskesmas, the person in charge of dental clinic, the person in charge of MCH, and the MCH midwife.The results showed that from the input side of the Tanjungsari puskesmas had sufficient health workers and medical devices, there was no additional assignment to the person in charge of dental clinic besides their duty as a dentist, but there was a shortage in consumable medical materials and did not yet have an integrated SOP. From the aspect of the process there is support from the head of the puskesmas, has carried out socialization by cross-program and the community. Program implementation inside the building has been integrated with antenatal services and program implementation outside the building through posyandu and mother classes, but there are weaknesses in terms of program supervision and control. Puskesmas Tanjungsari does not know the targets of the dental and oral health service program for pregnant women. The output of the implementation of the program in the early semester of 2020 at the Tanjungsari Community Health Center was 17.4% and the number of LBW infants was 15 people. The results of the study suggest that this program is integrated with the ANC by using an integrated SOP, it is necessary to increase supervision and control, as well as setting and socializing targets, and finding the right methods to be able to disseminate and educate the public without direct face-to-face meetings
Read More
T-5992
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive