Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38791 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rudy Pou; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji; Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Kusnanto
Abstrak:

ABSTRAK Penelitian dilatarbelakangi sering ditemukan ketidaklengkapan berkas rekam medis di unit rawat inap RSUD Kota Bekasi. Bertujuan menentukan pengaruh serta besarannya perilaku kepatuhan dan kompetensi dokter dalam mengelola rekam medis di unit rawat inap RSUD Kota Bekasi tahun 2013. Desain penelitian kuantitatif, cross-sectional, analisa Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Uji chi-square variasi total jawaban variabel perilaku dan variabel kompetensi terhadap karakteristik responden dengan tingkat signifikansi α = 0,05 (CI 95%) menunjukkan P-values (asymp sign > 0,05). Hasil PLS pengaruh (rho) perilaku (69%) dan kompetensi dokter (38%) terhadap kinerja pengisian rekam medis. R-square 0,43 dan Q-square predictive 33%.

ABSTRACT Backed by the research often found incomplete medical record file in unit inpatient hospitals city of Bekasi. Determining the magnitude and influence the behavior of compliance and competence in managing physician medical record unit inpatient hospitals in Bekasi by 2013. Quantitative research design, cross-sectional, Structural Equation Modeling analysis-Partial Least Square. Chi-square test variations total answer variable and variable behavior competence with respect to the characteristics of the respondents with a level of significance of α = 0.05 (CI 95%) shows P-values (asymp sign > 0.05). Results PLS influence (rho) behavior (69%) and competence of physicians (38%) against performance charging medical record. R-square value of 0.43 and Q-square predictive 33%.

Read More
B-1536
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruth Emalian Sembiring; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Hafizurrachman, Wachyu Sulistiadi, Sri Suwarti S. Koesno
Abstrak: Latar Belakang : Akibat pengaruh globalisasi yang melanda seluruh dunia dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta membaiknya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat semakin kritis dan menuntut mutu pelayanan yang lebih baik dan tidak segan-segan menuntut dokter atau rumah sakit apabila dianggap telah melakukan suatu kelalaian dan menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan. Mutu rekam medis akan menggambarkan mutu pelayanan kesehatan dan menjadi alat bukti yang sah di pengadilan apabila ada tuntutan mutu pelayanan kesehatan, karena didalamnya tertera identitas pasien, anamnesis, pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan penunjang dan daftar obat yang diberikan kepada pasien. Rekam medis juga merupakan sumber data yang akan diolah menjadi informasi yang berguna untuk membuat perencanaan rumah sakit. Pemantauan kelengkapan pengisian lembaran resume berkas rekam medis rawat inap kebidanan RSUD Kota Bekasi oleh sub bagian rekam medis menunjukkan angka ketidak lengkapan pengisian yang masih tinggi. Metode : Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dilakukan telaah retrospektif terhadap enam jenis lembaran rawat inap kebidanan tahun 2006. Ketidaklengkapam rekam medis dianalisis bersamaan dengan faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap ketidaklengkapan pengisian rekam medis. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam tidak terstruktur dengan menggunakan panduan wawancara dengan beberapa informan yang tugasnya berhubungan dengan pengisian dan pengelolaan rekam medis. Hasil penelitian : Didapat bahwa seluruh jenis lembaran rekam medis dalam penelitian ini pengisiannya tidak ada yang lengkap dan terdapat beberapa lembaran yang hilang. Lembaran perjalan penyakit tidak ditemukan pada 2 dari 72 (3%) berkas rekam medis dan lembaran hasil pemeriksaan penunjang tidak ditemukan pada 3 dari 72 (4%) berkas rekam medis. Dari hasil wawancara diketahui bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketidaklengkapan rekam medis antara lain: tingkat pendidikan/pelatihan, kondisi ruangan, kelengkapan sarana pendukung, SOP, sosialisasi buku panduan pengelolaan rekam medis dan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan rekam medis, faktor pemantauan kelengkapan rekam medis dan faktor pembinaan yang dilakukan oleh pimpinan. Kesimpulan : Untuk meningkatkan angka kelengkapan rekam medis maka disarankan perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan lebih banyak mengirim staf untuk mengikuti pendidikan/pelatihan rekam medis, perbaiki kondisi ruang kerja dan lengkapi dengan sarana pendukung, revisi format rekam medis, evaluasi SOP, sosialisasikan buku panduan dan pengelolaan rekam medis serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan rekam medis, adakan rapat rutin membahas rekam medis, aktifkan kegiatan pemantauan mutu rekam medis dengan mengaktifkan peran panitia rekam medis serta lebih mengaktifkan kegiatan pembinaan oleh pimpinan. Daftar bacaan : 27 (1980- 2007)
Background : Globalisation and boundless information have naturally matured patients’ criticism behaviour. Those develop patients’ knowledge and understanding how to claim medical treatments. They would like to demand services in very high quality level and not hesitate to take legal action for any procedure errors. They sue doctors and hospital should they feel being treated that may harm their body.  Since medical record states patient’s identities, anamnesis, physical test, result of supporting test, and list of medicine consumed, the quality of medical records simply describe the service quality and act as fundamental verification in facing a patient complaints in court. In RSUD Bekasi, evaluation of medical record forms shows that there is a high degree of incompleteness of filing medical records. Therefore, this research subjects to explore the grade of incompleteness. Method : The research performs with qualitative descriptive approach in which retrospective analysis for six forms in obstetric unit during 2006. Incompleteness filing is analysed along with factors that suppose involved. Qualitative approach is applied through in-depth interview to unit staffs who have competencies and responsibilities in processing medical records. Result: It confirms that all medical records are not filled completely and in some cases, it found that forms are not in place. Two of seventy-two (approximately 3%) forms of follow-up are not found in medical records. Furthermore, three of seventy-two or 4% forms of result of supporting test are out of medical records. In the course of in-depth interview, it can be concluded that the factors that may cause incompleteness are limited staff in related education background, poor condition of medical records processing room, lack of supporting equipment, half-done in implementing standard operating procedures, lack of socialization of regulations and quidances medical records, and lack of supervision from top management. Coclusion: In order to decrease the number of incompleteness medical records, it is strongly suggested to train more medical records staff, to re-condition processing room and to furnish with supporting equipment, to modificate medical record, and to socialise regulation and guidance in filling medical records. It is also recommended to maximise medical records committee in supervising and controlling function. References : 27 (1980- 2007)
Read More
B-1052
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Bagus Wibawa Adnyana; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mardiati Nadjib, Vetty Yulianty Permanasari, I Gede Wiryana Patra Jaya, Pontisomaya
Abstrak: Latar Belakang: Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas atau lembaga penyedia jasa pelayanan kesehatan (health provider) dan sesuai dengan UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Salah satu syarat yang masih sering dibahas dan menemui kendala saat ini adalah kelengkapan rekam medis. Masalah ini jugalah yang menjadi perhatian peneliti setelah melihat dan melakukan penelitian awal di Rumah Sakit Bali Royal. Ditemukan bahwa kelengkapan rekam medis di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Bali Royal masih dibawah standar yang ditetapkan Kemenkes yang tercantum dalam Kepmenkes RI No.129/MENKES/SK/II/2008 yaitu sebesar 100%. Kelengkapan rekam medis bagi pasien rawat inap sangat penting untuk proses kesembuhan pasien dan memaksimalkan pelayanan rumah sakit pada pasien. Dimana tingkat kepatuhan dokter dalam pengisian rekam medis di RS BROS masih belum mencapai target rumah sakit yaitu 90%.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross sectional dimana variabel bebas dan variabel terikat diukur secara bersamaan. Metode pengambilan sampel yang akan digunakan adalah teknik sampling jenuh, jadi jumlah sampel yang digunakan adalah keseluruhan jumlah populasi yaitu 80 sampel.

Result: Melalui analisis multivariate menunjukkan bahwa variabel jumlah pasien dan insentif memiliki p value masing-masing 0,009 dan 0,041, dimana p value < 0,05. Sedangkan variabel lainnya nilai p value > 0,05.

Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat kepatuhan pengisian rekam medis di Rumah Sakit Bali Royal adalah variabel jumlah pasien dan variabel insentif

Kata kunci: Tingkat Kepatuhan, Rekam Medis, Teori Lawrence Green, Teori Malcolm Baldridge

Introduction: The hospital is one of the facilities or institutions of health service providers (health providers) and in accordance with Law No. 36 of 2009 on Health. One of the conditions that are still often discussed and encountered the current obstacle is the completeness of medical records. This problem is also the attention of researchers after seeing and doing initial research at Bali Royal Hospital. It was found that the completeness of the medical record at Bali Royal Hospital Inpatient Unit is still below the standard set by Ministry of Health stated in Kepmenkes RI No.129 / MENKES / SK / II / 2008 which is 100%. The completeness of medical records for inpatients is crucial to the patient's healing process and maximizing hospital services to patients. Where the level of compliance of doctors in filling out medical records at RS BROS still not reached the target of the hospital that is 90%

Method: This research is a cross sectional quantitative research where independent variable and dependent variable are measured simultaneously. Sampling method to be used is a saturated sampling technique, so the number of samples used is the total population of 80 samples.

Results: Through multivariate analysis showed that the variable number of patients and incentives had p values of 0.009 and 0.041, respectively, where p value 0,05.

Conclusion: The results showed that the variables that have a significant relationship to the compliance level of medical record at Bali Royal Hospital are variable of patient number and incentive variable

Keywords: Compliance Level, Medical Record, Lawrence Green Theory, Malcolm Baldridge Theory
Read More
B-1993
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Uli Silalahi; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Puput Oktamianti, Anhari Achadi, A. Yani Suryana, Srinowo Retno
B-2009
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nani Rohani; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Mieke Savitri, Sandi Iljanto, Wirda Saleh
B-1181
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chrismatovanie Gloria; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Anhari Achadi, Risma Yulius, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak: Rekam medis merupakan unsur yang wajib dipenuhi didalam sebuah rumah sakit, dengan sistem manajemen rekam medis yang baik secara otomatis akan meningkatkan mutu pelayanan baik bagi pasien maupun bagi rumah sakit. Tesis ini membahas tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam pengembalian berkas rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei tahun 2021. Dimana terdapat 3 faktor yaitu faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross sectional. Data berupa data sekunder yang didapat dari rekam medis dan data primer dari kuesioner yang melibatkan seluruh populasi perawat yang bertugas di ruang rawat inap dari Januari hingga Februari 2021. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara umur, masa kerja, status kepegawaian dan pengetahuan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi rumah sakit dengan karakteristik yang sama khususnya manajemen Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei dalam kepatuhan pengembalian rekam medis pasien di rawat inap.
Medical records are an element that must be fulfilled in a hospital with a good medical record management system that will automatically improve the quality of service for both patients and hospitals. This thesis discusses what factors influence nurse compliance in returning inpatient medical record files at the Kalawa Atei Mental Hospital in 2021. Where there are 3 factors, namely individual factors, pshycology factors and organization factors. This research uses quantitative research with cross sectional method. Data in the form of secondary data obtained from medical records and primary data from questionnaires involving the entire population of nurses who served in inpatient rooms from January to February 2021. The results showed a significant relationship between age, years of service, employment status and knowledge. It is hoped that this research can be input for hospitals with the same characteristics, especially the management of the Kalawa Atei Mental Hospital in compliance with returning medical records of inpatients
Read More
B-2235
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Rotana; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Febi Hediyanto
Abstrak: Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta merupakan rumah sakit umum tipe B yang baru saja menerapkan sistem informasi rekam medis elektronik di unit rawat jalan guna mendukung kegiatan pelayanan rawat jalan. Rekam medis elektronik merupakan sistem informasi yang diadopsi dari rekam medis manual yang terintegrasi secara elektronik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan rekam medis elektronik berdasarkan model kesuksesan sistem informasi DeLone and McLean terbaru. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan mix method (kuantitatif dan kualitatif), pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel kualitas informasi, kualitas sistem dan kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap variabel penggunaan dan kepuasan pengguna, begitu juga dengan variabel penggunaan dan kepuasan pengguna terhadap manfaat. Selain itu, diketahui bahwa rekam medis elektronik RSUD Koja akan memiliki manfaat/berdampak positif jika mampu memenuhi kepuasan pengguna, yang didasari pada tiga variabel kesuksesan awal, terutama pada variabel kualitas informasi.
Read More
S-10131
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Fita Wihartanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Andi Ardjuna Sakti, Dian Novitasari Hidayat
Abstrak: Penelitian ini menganalisis pelayanan rekam medis rawat jalan di RSUD GunungJati Kota Cirebon. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahuilama waktu yang dibutuhkan dalam proses pelayanan rekam medis rawat jalanserta mengidentifikasi hambatan. Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama waktuyang dibutuhkan adalah 151 menit. Proses terlama terdapat di tahap pencarianrekam medis rawat jalan. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pelayanan rekammedis rawat jalan yaitu > 10 menit, dipengaruhi oleh minimnya pelatihan tentangpenyimpanan, serta belum optimalnya lemari penyimpanan rekam medis dibagianpenyimpanan.Kata kunci : rekam medis, rawat jalan, lama waktu,
This research analyzed the outpatient medical record services at RSUD GunungJati Cirebon. The purposes of this study were to determine the length of time ittakes in a series of processes of outpatient medical record services and to identifyobstacles. The type of research employed was qualitative research. The resultsshowed that the average length of was 151 minutes. The longest process occurredin the search stage of outpatient medical records. The time required in the processof outpatient medical record services was still within the old category, i.e. >10minutes, which was affected by the lack of training on storage, and the non-optimum use of medical record storage cabinets in the storage section.Keywords: medical records, outpatient, length of time
Read More
B-1779
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Romi Beginta; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Sumijatun, Arda Yunita Subardi
Abstrak:

Pelaporan kesalahan pelayanan merupakan usaha untuk memperbaiki sistem pelayanan dalam mencapai pelayanan yang aman. RSUD Kab Bekasi dalam mengembangkan program keselamatan pasien sejak tahun 2009, yang terlihat dari laporan tahunan program keselamatan pasien, terdapat indikasi perlunya peningkatan kesadaran setiap personil dalam melaporkan kesalahan pelayanan, termasuk perawat pelaksana di unit rawat inap rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi perawat pelaksana dalam melaporkan kesalahan pelayanan serta mencari hubungannya dengan budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, dan kerja tim. Penelitian dirancang dengan disain cross sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2011.Responden merupakan keseluruhan perawat pelaksana di unit rawat inap RSUD Kab. Bekasi dan didapatkan 77 kuesioner yang dapat dianalisa. Data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan multivariat dengan menggunakan metode component based structural equation modeling dengan aplikasi komputer SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, kerja tim dan persepsi pelaporan kesalahan pelayanan oleh perawat dalam penilaian sedang. Didapatkan pula adanya pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, dan kerja tim terhadap persepsi pelaporan kesalahan pelayanan oleh perawat. Total pengaruh sebesar 89%. Persamaan linier yang didapat dari penelitian ini adalah persepsi pelaporan kesalahan = 0,12.budaya keselamatan pasien + 0,30.kepemimpinan transaksional ? 0,22.kepemimpinan transformasional + 0,37.kerja tim + 0,26. Dari penelitian ini dapat disimpulkan perlunya peningkatan faktor-faktor yang terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pelaporan dapat menjadi dasar usaha perbaikan. Terdapat pula faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini yang mempengaruhi perawat dalam melaporkan kesalahan pelayanan yang masih perlu digali agar pelaporan kesalahan pelayanan di masa depan dapat meningkat.


Reporting errors is an attempt to improve the system in achieving a safe service. From a report in 2010 in RSUD Kab. Bekasi seen that the number of cases or incidents reported has increased, but still needs to improve awareness of any personnel, including nurse in inpatient units. The aim of this study is to measure the nurse?s perception in the reporting of sevice delivery errors and to find a relationship between the behavior to other factors: patient safety culture, leadership style, and team work. This study was using cross-sectional design by questionnaire as a measuring tool. Data was collected in November 2011 from the entire nurse at the inpatient unit of the hospital as respondens. There are 77 questionnaires that can be analyzed. The data obtained were analyzed using multivariate methods by component-based structural equation modeling with computer applications SmartPLS. The results of this study suggest patient safety culture, leadership style, teamwork and the perception of service delivery error reporting by nurses are in intermediate conditions. It was found that there are relationship obtained either directly or indirectly from patient safety culture, leadership style, and teamwork to service delivery error reporting by nurses. This research model can explain the real state of 89%. Linier equation from this model is reporting perception = 0,12.patient safety culture + 0,30.transactional leader ? 0,22.transformational leader + 0,37.team work+ 0,26. From this study it can be concluded that factors that are proven to provide positive influence of this research can be the basis of improvement efforts. In addition, there are other factors that are not included in this study that should be considered that better reporting of medical errors.

Read More
B-1379
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusti Ayu Putu Nilawati; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yuli Prapancha Satar, Ni wayan Milawati
Abstrak:
Review rekam medis merupakan suatu proses yang penting dalam rangka peningkatan mutu layanan Rumah Sakit sesuai akreditasi Internasional. Review rekam medis yang dilakukan belum mencapai 100%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara dan penelusuran dokumen. Analisa data dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan standar pelaksanaan review rekam medis sudah dibuat sesuai rekomendasi tim akreditasi Internasional. Sosialisasi standar belum optimal, pemahaman tentang review rekam medis oleh dokter dan petugas gizi masih kurang, keterlibatan sumber daya manusia belum sesuai, belum adanya format laporan dan jadwal pelaporan dari instalasi rekam medis ke direksi dan belum berjalannya sistem evaluasi tindak lanjut sesuai PDCA (Plan Do Check Action). Kesimpulan: review rekam medis belum berjalan sesuai standar yang dibuat. Saran: pelaksanaan review rekam medis dimasukkan sebagai salah satu tugas pokok pejabat yang berwenang, supervisi dilakukan secara berkesinambungan, tingkatkan sosialisasi standar review rekam medis, review rekam dapat dilakukan secara rutin untuk semua rumah sakit sebagai siklus perbaikan kualitas rekam medis.

Review of medical records is an important process in order to improve the quality of service correspond Hospital International accreditation. Review of medical records that do not reach 100%. This research is a qualitative descriptive study. Data collection with interviews and document searches. Data analysis with content analysis. The results showed a standard implementation review of medical records has been made according to the International accreditation team's recommendations. Socialization of standards is not optimal, an understanding of the medical record review by physicians and nutrition workers are still lacking, the involvement of human resources is not appropriate, the lack of reporting formats and reporting schedules of the medical record installation to the directors and the evaluation system of follow-up not accordance to PDCA (Plan Do Check Action). Conclusion: a review of medical records have not been going according to the standards set. Suggestion: the implementation of medical record review included as one of the main tasks the competent authority, supervision is done on an ongoing basis, increase socialization standard medical record review, and medical record review can be performed routinely for all hospitals as medical record quality improvement cycle.
Read More
B-1626
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive