Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39810 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Satfitri Rahayu; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Besral, Wachyu Sulistiadi, Sudono, Ali Noerdin
Abstrak: Abstrak

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan gigi dan mulut di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik secara kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 112 ibu rumah tangga yang berdomisili di wilayah UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan gigi dan mulut UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara adalah pengetahuan (OR=7.821) dan kepuasan (OR= 3.122), sedangkan sikap, aksesibilitas, dan jenis pembiayaan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap minat pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan gigi dan mulut di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara.


This thesis aims to determine the factors that influence the intention of returning oral health services at UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara in 2013. This research is quantitative analytic cross sectional design. The sample consisted of 112 housewives who live in the area UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara. The results showed that the factors that affect the intention of returning oral health care UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara is knowledge (OR = 7,821) and satisfaction (OR = 3.122), whereas the attitude, accessibility, and type of financing did not show a significant relationship to the intention of returning of oral health services at UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara.

Read More
T-3808
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathiah; Pembimbing: Hafizurrachman
T-980
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Santi Mandalika; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Puji Widodo, Shanti Wirdiawati
Abstrak: Abstrak

<abstrak< b="">Perawatan saluran akar gigi (endodontik) merupakan salah satu jenis perawatan dalam bidang kedokteran gigi. Jenis perawatan ini memerlukan beberapa kali kunjungan untuk menuntaskan rasa sakit dan keluhan yang dialami seorang pasien, agar gigi dapat berfungsi kembali. Kemauan pasien untuk menjalani tahapan terapi saluran akar gigi hingga tuntas merupakan hal yang sering menjadi kendala. Tesis ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan akar gigi pada pasien dewasa di Lakesgilut TNI AU, yang meliputi gambaran perilaku menuntaskan, gambaran faktor pemudah, pemampu dan penguat, hubungan ketiga faktor tersebut dengan perilaku menuntaskan serta faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi.

Penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menuntaskan perawatan saluran akar gigi, yang kebanyakan terdiri dari pasien wanita, berusia > 48,5 tahun, berpendidikan tinggi, dengan pekerjaan ibu rumah tangga atau tidak bekerja, memiliki pengetahuan tentang gigi yang tinggi serta sikap yang mendukung perawatan. Pada analisis bivariat, hanya faktor sikap yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi, dengan nilai p sebesar 0,039, dengan OR 2,439 (95% CI: 1,114 ? 5,339) atau dengan kata lain pasien bersikap mendukung perawatan saluran akar gigi berpeluang menuntaskan perawatan sebesar 2,4 kali dibanding yang tidak bersikap mendukung.

Pada analisis multivariat, faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi adalah sikap pasien dan jumlah kunjungan yang diperlukan untuk perawatan saluran akar gigi. Sikap pasien memiliki nilai p 0,030 dengan OR = 2,543 dan jumlah kunjungan memiliki nilai p sebesar 0,010 dengan OR = 0,294.


ABSTRACT

Dental root canal treatment (endodontics) is the one of treatment in the field of dentistry. This type of treatment requires multiple visits to complete and complaints of pain experienced by a patient, so that the teeth can function again. Patient's willingness to undergo root canal treatment stages to completion is often a constraint.

This thesis explores the factors associated with behavioral treatment completed dental roots in adult patients in Lakesgilut Air Force, which includes the description of complete behavior, predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors, the relationship of these three factors with behavioral and completed the most dominant factor the complete behavior of root canal treated teeth. The research used in this thesis is a descriptive quantitative research design.

The results of univariate showed that most patients complete dental root canal treatment, which consisted mostly of female patients, aged> 48.5 years old, highly educated, with housewives work or do not work, have a high knowledge of dental and supportive attitude treatment.

In the bivariate analysis, only attitudinal factors that have a significant relationship with behavioral completed root canal treatment, with a p value of 0.039, with OR of 2.439 (95% CI: 1.114 to 5.339) or in other words being supportive patient care likely to complete the root canal care by 2.4 times compared to that not being supportive.

In the multivariate analysis, the factors significantly associated with behavioral completed root canal treatment is the attitude of the patient and the number of visits required for dental root canal treatment. Attitude has a p-value of 0.030 patients with OR = 2.543 and the number of visits has a p value of 0.010 with OR = 0,294.</abstrak<>

Read More
T-3843
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salahuddin; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Anwar Hassan, Soetanto, Ernawati S.
T-3029
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mellisa; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Sandra Fikawati, Shelly Cahyadi, Tinon Resphati
Abstrak:
Pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia dilakukan dalam keseluruhan proses kehidupan mulai dalam kandungan sampai usia lanjut. Indonesia sebagai negara berkembang, walaupun sedang dilanda krisis di segala bidang, sudah sepantasnya tetap mempertahankan generasi penerus agar tetap sehat dan handal. Kesehatan gigi, sebagai bagian integral dari kesehatan manusia seutuhnya juga berperan dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Kesehatan gigi memang bukan masalah utama, namun apabila gigi anak mengalami kerusakan, sudah pasti anak mengalami gangguan 'intake' makanan. Kunjungan anak sedini mungkin ke klinik gigi puskesmas merupakan salah satu contoh perilaku orang tua yang memperhatikan masalah kesehatan gigi dan mulut, dalam hal ini posisi seorang ibu sangat menentukan perilaku pencarian pengobatan untuk anaknya. Departemen kesehatan RI mentargetkan kunjungan anak balita dan prasekolah ke klinik gigi puskesmas adalah 50 % dari kunjungan anak balita dan prasekolah ke klinik KIA puskesmas. Berdasarkan data yang ada, dari 20 puskesmas di wilayah Kota Pontianak pada tahun 1999, baru 5 puskesmas yang mencapai target tersebut, selebihnya sebanyak 15 puskesmas masih jauh dari pencapaian target tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kunjungan anak balita dan pra-sekolah ke klinik gigi puskesmas di Kota Pontianak. Menurut teori Green, faktor-faktor yang merupakan penyebab perilaku dibedakan dalam tiga jenis yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin (enabling) dan faktor penguat (reinforcing). Dalam penelitian ini, faktor predisposisi yang ingin dilihat adalah keadaan sosiodemografi ibu, yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman ibu berobat gigi, sikap dan pengetahuan ibu terhadap kesehatan gigi dan mulut anaknya. Faktor pemungkin adalah persepsi ibu terhadap jarak menuju puskesmas, sedangkan penyuluhan kesehatan gigi yang pernah diterima ibu adalah faktor penguat. Metode penelitian ini adalah cross-sectional, dengan jumlah responden 165 yang berasal dari 4 wilayah puskesmas di Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan pekerjaan ibu merupakan satu-satunya faktor yang mempunyai hubungan dengan kunjungan anak balita dan pra-sekolah ke klinik gigi puskesmas di Kota Pontianak. Hampir semua (90,1%) responden belum pernah menerima penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena hanya pekerjaan ibu yang mempunyai hubungan bermakna dengan kunjungan anak balita dan pra-sekolah ke klinik gigi puskesmas, maka disarankan agar pendidikan kesehatan gigi dan mulut diberikan melalui kegiatan posyandu, arisan dan kegiatan pengajian pada ibu-ibu yang tidak bekerja, di samping kepada anak balita/pra-sekolahnya sendiri melalui kegiatan upaya kesehatan gigi sekolah di Taman Kanak-kanak. Untuk meningkatkan kunjungan ke klinik gigi puskesmas, koordinasi antara klinik gigi dan klinik KIA di puskesmas dalam penanganan pasien anak balita dan pra-sekolah perlu ditingkatkan. Selain itu saran yang menunjang pelayanan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas perlu ditingkatkan, di samping perlu adanya supervisi dan bimbingan teknis secara rutin. Untuk meningkatkan cakupan kunjungan anak balita dan pra-sekolah ke klinik gigi puskesmas di Kota Pontianak, perlu diberikan pendidikan kesehatan gigi bagi kader posyandu, sehingga mereka dapat mempromosikannya pada ibu-ibu balita pengunjung posyandu yang rata-rata tidak bekerja.

The Factors that Regarding With Under Five and Pre-School Children Visited to Dental Clinic of Public Health Centers at Pontianak City at the year 2000The development of Indonesian community healthy is doing to the whole process of live starting from the pregnancy until the continued ages. Indonesia as development country, even having in every circumstances, is ought to defend the future generation to stay health and reliable. Dental health, as an integral part from the totality human health too that have part to increase the quality and productivity of human sources. The dental health is not an important problem after all, but if the children teeth have damaging, the children surely have the food intake disturbance. The children visited as soon as possible to the dental clinic of the public health center is represent one sample of parent behavior that concerning the teeth and mouth health problem, in this problem a mother position is very decided to the kind of way for their children medication. The Ministry of Health of Indonesia targeting the visiting of under five and pre-school children to the dental clinic of the public health center is 50% from the visiting of under five and pre-school children to the mother and child health clinic of public health center. Based on the data that exist, from 20 public health centers at Pontianak city area at the year 1999, only 5 public health centers reached that target. This research purpose to know any factors that related with the under five and pre-school children visited to the dental clinic of public health center of Pontianak city. According to the Green theory, the factor of the behavior cause is classified to three kinds of factors that is predisposing factor, enabling factor and reinforcing factor. In this research, predisposing factor that wanted to see is the condition of mother sosiodemograph, that is age, education, profession, mother experience having teeth medication, attitude and mother knowledge about teeth and mouth health of their children. The enabling factor is mother perception about the distance to the public health center, and information about dental health that mother ever accepts is the reinforcing factor. The method of this research is cross sectional, with totally 165 respondents that came from 4 different area of public health center at Pontianak city. Almost all (90, 1%) respondent never accept information about teeth and mouth healthy. There for the mother profession that had an important relation with the visited of children under five and pre-school children to the dental clinic of the public health center, so it suggested the information about the teeth and mouth health is giving by the activity of Posyandu, a saving club and the religious recitation activity on not working mother, beside that to the children under five and pre-school children having the dental health activity at the kindergarten. To increase the visiting to the dental clinic of public health center, the coordination between the dental clinic and mother and child clinic at the public health center in handling children under five children patient and pre-school children needed to increase. Besides that the material that supporting the dental health service at the public health service needed to be increase, beside needed the realization of the supervision and the technical guide intensifies. To increase snatch of the under five and pre-school children visiting to the dental health clinic of the public health center at Pontianak city, needed to give the teeth healthy training to the Posyandu cadre, so they can promoted to the baby under five mothers that equally not working.
Read More
T-930
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tika Puspa Ryanthi; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dian Ayubi, Indra R. Dharmawan, Didik Supriyono
Abstrak:
uskesmas Tanjungsari merupakan satu-satunya puskesmas di Kabupaten Bogor yang sudah mengintegrasikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dengan pemeriksaan antenatal ibu hamil (ANC) sesuai dengan standar yang ditetapkan Permenkes 89 tahun 2015. Hal ini menyebabkan cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamilnya tertinggi se-Kabupaten Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan desain studi kasus.Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020 di Puskesmas Tanjungsari dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dengan 5 orang informan yaitu penanggung jawab yankesgilut di dinas kesehatan, kepala puskesmas, penanggungjawab poli gigi, penanggung jawab KIA, dan bidan KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi input puskesmas Tanjungsari memiliki tenaga kesehatan dan alat kesehatan yang cukup, tidak ada pemberian tugas tambahan kepada penanggungjawab poli gigi selain tupoksinya sebagai dokter gigi, namun ada kekurangan di bahan medis habis pakai dan belum memiliki SOP yang terintegrasi. Dari sisi proses terdapat dukungan kepala puskesmas, sudah melakukan sosialisasi dengan lintas program dan kepada masyarakat. Pelaksanaan program di dalam gedung sudah terintegrasi dengan pelayanan antenatal dan pelaksanaan program di luar gedung melalui posyandu dan kelas ibu, namun terdapat kelemahan dari sisi pengawasan dan pengendalian program. Puskesmas Tanjungsari tidak mengetahui target dari program pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Output cakupan pelaksanaan program semester awal 2020 puskesmas Tanjungsari sebesar 17,4 % dan jumlah bayi BBLR adalah 15 orang. Hasil penelitian menyarankan agar program ini diintegrasikan dengan ANC dengan menggunakan SOP yang terintegrasi, perlu peningkatan pengawasan dan pengendalian, serta penetapan dan sosialisasi target, dan menemukan metode yang tepat untuk dapat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tanpa melakukan tatap muka secara langsung.
Puskesmas Tanjungsari is the only puskesmas in Bogor Regency that has integrated oral and dental health services for pregnant women with antenatal examination for pregnant women (ANC) in accordance with the standards set by Permenkes 89 of 2015. This causes coverage of dental and oral health services for pregnant woman was the highest in Bogor Regency. This type of research is a qualitative study using a case study design. The study was conducted in May-June 2020 at the Tanjungsari Community Health Center and Bogor District Health Office with 5 informants, namely the person in charge of oral and dental services, the head of the puskesmas, the person in charge of dental clinic, the person in charge of MCH, and the MCH midwife.The results showed that from the input side of the Tanjungsari puskesmas had sufficient health workers and medical devices, there was no additional assignment to the person in charge of dental clinic besides their duty as a dentist, but there was a shortage in consumable medical materials and did not yet have an integrated SOP. From the aspect of the process there is support from the head of the puskesmas, has carried out socialization by cross-program and the community. Program implementation inside the building has been integrated with antenatal services and program implementation outside the building through posyandu and mother classes, but there are weaknesses in terms of program supervision and control. Puskesmas Tanjungsari does not know the targets of the dental and oral health service program for pregnant women. The output of the implementation of the program in the early semester of 2020 at the Tanjungsari Community Health Center was 17.4% and the number of LBW infants was 15 people. The results of the study suggest that this program is integrated with the ANC by using an integrated SOP, it is necessary to increase supervision and control, as well as setting and socializing targets, and finding the right methods to be able to disseminate and educate the public without direct face-to-face meetings
Read More
T-5992
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Gusti Ayu Mirah Dwijayanti Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Robiana Modjo, Evi Martha, Atika, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian terdiri dari Direktur, Kepala Seksi Pelayanan Medis, Kepala Komite Mutu, Kepala Seksi Keperawatan dan Penunjang Medis, Kepala Satuan Pelayanan Keperawatan, Kepala Satuan Pelayanan Rawat Inap, petugas rawat inap, pasien rawat inap, petugas Puskesmas dan masyarakat. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa faktor internal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu ketersediaan fasilitas seperti jarak antar tepi tempat tidur masih kurang standar serta kurangnya promosi dari pihak rumah sakit. Sedangkan dari faktor ekternal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu banyaknya pesaing sehingga minat masyarakat untuk melakukan rawat inap masih rendah serta masyarakat memilih berobat ke pelayanan fasilitas kesehatan primer sebelum memutuskan untuk melakukan rawat inap. Dengan begitu perlu adanya perhatian khusus manajemen untuk melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai hal-hal terkait efisiensi dan pemanfaatan pelayanan rumah sakit terutama pelayanan rawat inap.
Read More
T-5816
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afiansyah; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah
T-756
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nunung Joeniartin ;Pembimbing; Dian Ayubi, Sutanto Priyo Hastono, Tri Yunis Miko Wahyono, Harmein Harun, Hafni Rochmah
T-884
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Purnomo Wulan; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Adang Bachtiar
T-2079
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive