Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35195 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nida Fadhilah Utami; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Endang L. Achadi, Anies Irawati
S-7752
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adlina Zahrah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Salimar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penurunan berat badan pada siswi SMAN 81 Jakarta, serta faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku penurunan berat badan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada 157 siswi kelas X dan XI. Variabel dependen yang diteliti adalah perilaku penurunan berat badan. Variabel independen yang diteliti yaitu citra tubuh, pengetahuan gizi, pengaruh keluarga, teman sebaya, dan media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner yang dipantau secara daring pada bulan April 2021. Hasil penelitian menunjukkan 63,1% responden melakukan penurunan berat badan dalam 6 bulan terakhir. Didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara citra tubuh, pengaruh keluarga, dan pengaruh tekanan media sosial dengan perilaku penurunan berat badan.
Read More
S-10739
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nursetya Afini; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, Yudaningsih
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari status gizi dan faktor-faktor yangberhubungan dengan status gizi tersebut pada siswi di SMPN 200 Jakarta. Penelitian inimenggunakan metode cross-sectional dan pengambilan sampel secara random berkelompok(cluster sampling). Pengambilan data penelitian dilakukan pada April 2013 dan menggunakaninstrumen penelitian berupa timbangan, microtoise, dan kuesioner. Sampel penelitian initerdiri dari 160 siswi kelas 7 dan 8 dan dianalasis dengan menggunakan uji chi-square. HasilPenelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 15,6% responden memiliki status gizi kurus.Penelitian ini juga menemukan bahwa status gizi berhubungan secara signifikan dengan citratubuh (p-value 0.000), frekuensi makan utama (p-value 0.007), dan konsumsi makan pagi (p-value 0.001). Disarankan adanya program edukasi gizi seperti pelatihan penilaian status gizidan penyuluhan tentang status gizi agar remaja putri dapat menilai status gizinya secara akuratdan tidak salah dalam mempersepsikan citra tubuhnya.
Kata Kunci: Status gizi, citra tubuh, pola konsumsi, aktivitas fisik, remaja.
The aim of this study was to determine the percentage of nutritional status and its correlatesamong students (adolescent girls) at SMPN 200 Jakarta. This study used cross-sectional design and cluster sampling method. This study was conducted on April 2013 used scale,microtoise and questionnaire. The study sample consisted of 160 students of class 7 and 8 andanalyzed using the chi-square test. The result of this study shows that 15,6% of respondentsclassiffied as thinness. This study also found that nutritional status has been associated withbody image (p-value 0.000), eating frequancy (p-value 0.007), and breakfast behaviour (p-value 0.001). The researcher suggests the existence of nutrition education programs such astraining about nutritional status assessment and counseling about nutritional status so thatadolescent girls can assess the nutritional status accurately and not mistaken in perceivingtheir body image.
Keywords: Nutritional status, body image, eating pattern, physical activity, adolescent.
Read More
S-7768
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofia Agustina; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Salimar
S-8839
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Assyfa Azatil Ismah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Evi Fatimah
Abstrak: Anemia defisiensi besi adalah suatu kondisi tubuh kekurangan zat besi dalam aliran darah yang memiliki dampak antara lain mudah lelah, produktivitas menurun, risiko perdarahan selama dan setelah melahirkan, kelahiran bayi prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), perkembangan anak dan remaja terhambat, hingga kematian. Prevalensi anemia di Provinsi DKI Jakarta pada perempuan menurut Riskesdas tahun 2007 mencapai 27,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi gizi dan faktor lainnya (status gizi, asupan protein, asupan zat besi, siklus menstruasi, dan lama menstruasi) dengan status anemia pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian tidak menggunakan random sampling, tetapi ditentukan melalui metode quota sampling yang disesuaikan dengan pihak sekolah. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 122 siswi dari kelas 10 dan 11. Data diambil dengan melakukan proses pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), pengukuran kadar hemoglobin dengan HemoCue Hb 201+ System, pengisian kuesioner literasi gizi, dan wawancara kebiasaan makan dengan food recall 2x24 jam. Data yang terkumpul akan dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Prevalensi anemia pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019 sebesar 54,9%. Hasil penelitian bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat literasi gizi fungsional, status gizi, dan asupan zat besi dengan status anemia pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019 (p-value < 0,1).
Kata kunci: Anemia, asupan zat besi, literasi gizi, siswi, status gizi
Read More
S-10095
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denita Selvia Sinta; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Iwan Hermawan
S-8902
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fransiska Novita; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Evi Fatimah
Abstrak: Kadar lemak tubuh yang rendah pada seseorang memiliki dampak pada kondisi kesehatan. Pada remaja putri, kondisi kurang gizi dan rendahnya kadar lemak tubuh menunda proses growth spurt dan memperlambat terjadinya menarche. Penurunan lemak tubuh yang terjadi secara bertahap dalam jangka waktu yang panjang dapat berujung pada terjadinya kurang energi kronis (KEK). Di Indonesia, diketahui remaja perempuan berusia 15-19 tahun yang sedang tidak hamil merupakan kelompok usia dengan proporsi KEK paling tinggi dibandingkan kelompok lainnya, yaitu sebesar 36,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi gizi dan faktor lainnya seperti IMT/U, literasi gizi, citra tubuh, perilaku diet penurunan berat badan, aktivitas fisik, dan asupan zat gizi makro dengan persen lemak tubuh (PLT) pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada 137 siswi dari kelas X dan XI. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, pengukuran antropometri, dan wawancara food recall 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan ratarata PLT siswi SMAN 34 Jakarta tergolong normal (27.03% ± 4.27). Variabel yang diketahui memiliki hubungan yang bermakna dengan PLT adalah IMT/U (p value = 0.000), perilaku diet penurunan berat badan (p value = 0.000), asupan kalori (p value = 0.019), asupan protein (p value = 0.005), dan asupan lemak (p value = 0.007).
Read More
S-10222
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melia Indriyani; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Yunita
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang perilaku diet penurunan berat badan yangdilakukan terhadap remaja putri di SMAN 34 Jakarta tahun 2014. Penelitianyang ada, masih menunjukkan tingginya perilaku diet, khususnya pada remajaputri. Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui perbedaanproporsi antara faktor individu (status gizi, citra tubuh, penghargaan diri, danpengetahuan gizi) dan faktor lingkungan (pengaruh keluarga, pengaruh temansebaya, dan pengaruh media massa) terhadap perilaku diet penurunan beratbadan. Metode yang dilakukan adalah kuantitatif dengan alat ukur kuesionerdan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah187 responden remaja putri di SMAN 34 Jakarta. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebanyak 44,4% responden melakukan diet dengantujuan paling banyak adalah untuk menurunkan berat badan, yaitu sebanyak68,7%. Cara diet yang paling banyak dilakukan adalah diet sehat, yaitu57,83% responden. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor status gizi, citratubuh, pengaruh keluarga, pengaruh teman sebaya, dan pengaruh media massaadanya hubungan bermakna dengan diet penurunan berat badan. Saran dari peneliti, pemberian edukasi mengenai gizi seimbang dan pengetahuan tentangdiet penurunan berat badan yang melibatkan dinas kesehatan dan pendidikan serta menjalin kerja sama dengan media massa.Kata kunci : citra tubuh, perilaku diet penurunan berat badan, remaja putri,status gizi.
Read More
S-8471
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qori Az-Zahra; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit ; Penguji: Asih Setiarini, Sandra Fikawati, M. Hafid Ernanda, Kusmadewi Eka Damayanti
Abstrak:
Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada wanita usia subur, termasuk mahasiswi. Pada masa remaja akhir hingga dewasa awal, perempuan rentan mengalami ketidakpuasan terhadap citra tubuh yang dapat memengaruhi perilaku makan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko anemia. Selain citra tubuh dan kecenderungan perilaku makan menyimpang, pola makan, status gizi, dan faktor sosiodemografi juga diduga berhubungan dengan status anemia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan citra tubuh dan kecenderungan perilaku makan menyimpang dengan status anemia pada mahasiswi baru Universitas Indonesia tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan memanfaatkan data sekunder dari studi longitudinal Dietary Pattern and Adherence to the Healthy Eating Index in Relation to Nutrition-related Diseases and Academic Performance: A Longitudinal Adolescent Health Study at Universitas Indonesia. Sampel penelitian terdiri atas 220 mahasiswi baru Universitas Indonesia tahun 2025. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Independent t-test, dan One-Way ANOVA, Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi linear berganda dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada mahasiswi baru Universitas Indonesia sebesar 20,9%, dengan rata-rata kadar hemoglobin 12,85±1,20 g/dL. Analisis bivariat data numerik dan kategorik menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi protein dan status gizi (IMT) berhubungan secara signifikan dengan status anemia (p<0,05). Pada analisis regresi linear berganda, citra tubuh (B=0,001; p=0,959) dan kecenderungan perilaku makan menyimpang (B=-0,076; p=0,308) tidak berhubungan secara signifikan dengan kadar hemoglobin setelah dikontrol oleh variabel perancu. Sebaliknya, status gizi tetap menjadi satu-satunya variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kadar hemoglobin pada kedua model (p<0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa mahasiswi dengan ketidakpuasan terhadap citra tubuh berhubungan dengan peningkatan odds sebesar 8,87 kali (AOR=8,871; 95%CI=2,493–31,567; p<0,001). Sebaliknya, kecenderungan perilaku makan menyimpang tidak berhubungan secara signifikan dengan status anemia (AOR=1,552; 95%CI=0,551–4,371; p=0,405). Penelitian ini menyimpulkan bahwa citra tubuh berhubungan secara signifikan dengan status anemia dan merupakan faktor yang paling dominan pada mahasiswi. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa anemia ditemukan tidak hanya pada mahasiswi dengan status gizi kurang, tetapi juga pada mahasiswi dengan overweight dan obesitas, yang mengindikasikan adanya koeksistensi anemia dan kelebihan berat badan sebagai bentuk beban ganda malnutrisi pada level individu. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif yang mencakup edukasi gizi seimbang, pembentukan citra tubuh positif, peningkatan aktivitas fisik guna mencapai status gizi normal dan menurunkan prevalensi overweight serta obesitas, serta pencegahan anemia di lingkungan perguruan tinggi.

Anemia remains a major public health problem among women of reproductive age, including university students. During late adolescence and early adulthood, young women are particularly vulnerable to body image dissatisfaction, which may influence eating behaviors and potentially increase the risk of anemia. In addition to body image dissatisfaction and disordered eating tendencies, dietary patterns, nutritional status, and sociodemographic factors may also be associated with anemia. Therefore, this study aimed to examine the association between body image dissatisfaction, disordered eating tendencies, and anemia among first-year female students at Universitas Indonesia in 2025. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the longitudinal study entitled Dietary Pattern and Adherence to the Healthy Eating Index in Relation to Nutrition-related Diseases and Academic Performance: A Longitudinal Adolescent Health Study at Universitas Indonesia. A total of 220 first-year female students were included in the study. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analyses with the Independent t-test, One-Way ANOVA, and Chi-Square test, followed by multiple linear regression and multivariable logistic regression analyses. The prevalence of anemia among first-year female students was 20.9%, with a mean hemoglobin concentration of 12.85 ± 1.20 g/dL. Bivariate analyses of continuous and categorical data showed that protein consumption frequency and nutritional status based on body mass index (BMI) were significantly associated with anemia (p<0.05). Multiple linear regression analysis demonstrated that body image dissatisfaction (B=0.001; p=0.959) and disordered eating tendencies (B=−0.076; p=0.308) were not significantly associated with hemoglobin concentration after adjustment for potential confounders. In contrast, nutritional status remained the only variable significantly associated with hemoglobin concentration in both models (p<0.001). Multivariable logistic regression analysis showed that female students with body image dissatisfaction had 8.87 times higher odds of anemia than those who were satisfied with their body image (AOR=8.871; 95% CI=2.493–31.567; p<0.001). In contrast, disordered eating tendencies were not significantly associated with anemia (AOR=1.552; 95% CI=0.551–4.371; p=0.405). This study concludes that body image dissatisfaction was significantly associated with anemia and was the strongest predictor of anemia among first-year female students. Furthermore, anemia was observed not only among undernourished students but also among those with overweight and obesity, indicating the coexistence of anemia and excess body weight as a form of the double burden of malnutrition at the individual level. Therefore, integrated promotive and preventive strategies are needed, including nutrition education, the promotion of positive body image, increased physical activity to achieve normal nutritional status and reduce the prevalence of overweight and obesity, as well as anemia prevention programs within university settings.
Read More
T-7577
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofiyeti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Iskari Ngadiarti
S-5968
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive