Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37323 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ronni Sukandar; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, SukandarTulus
Abstrak:

ABSTRAK

Pokok permasalahan yang terdapat pada bagian rawat jalan pada RSIA SINTA, Bandar Lampung saat ini adalah belum adanya sistem administrasi dikarenakan rumah sakit yang akan mulai berdiri. Untuk itu diperlukan sistem informasi manajemen yang memadai untuk menunjang proses sehari-harinya. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang suatu usulan pengembangan sistem informasi yang terintegrasi secara baik dengan bagian-bagian yang terkait. Pemecahan terhadap masalah diawali dengan penelitian kualitatif berupa pengumpulan data, analisis data, dilanjutkan dengan pembuatan rancangan awal sistem usulan, pembuatan kamus data, normalisasi data yang akhirnya dilanjutkan dengan perancangan struktur database. Data-data untuk keperluan pengembangan sistem informasi ini dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi langsung, terutama mengenai sistem dan aliran informasi. Dari hasil pengumpulan data ini, kemudian dibuat rancangan sistem informasi manual berdasarkan hasil interview, lalu diuraikan kelemahan-kelemahan yang ada serta usulan-usulan perbaikan yang harus dilakukan. Berdasarkan pengumpulan dan analisa data, kemudian dirancang sistem informasi usulan untuk bagian rawat jalan serta hubungannya dengan bagian lainnya dalam RSIA SINTA, yang pada dasarnya merupakan pengembangan dari rancangan sistem informasi manual berdasarkan pengalaman responden pegawai RSIA SINTA.


ABSTRACT

SINTA Maternal and Child Hospital is a start-up hospital. There is an absence in administration system for the outpatient department to support day-to-day process. The purpose of this research is to design an information system improvement that would be well integrated with other departments. Fragmentation of the problem begins with the form of qualitative research data collection, data analysis, followed by making the initial plan proposed system, data dictionary, data normalization which eventually extended with database structure planning. The data for this research was collected through in-depth interviews and direct observations, especially in systems and information flow. From the results of this data collection, manual information system is made based on interviews, then outlined some weaknesses and suggestions for improvement. Based on data collection and analysis, a proposal of information system was designed for the outpatient department and its relationship with the rest department of SINTA Maternal and Child Hospital, which is basically an improvement of the manual information system based on the experience of respondent officers at SINTA Maternal and Child Hospital

Read More
B-1573
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titania Nur Shelly; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Purnawan Junadi, Sjahrul Amri, Takdir Mustovam
Abstrak:

Sejak kebijakan SIMRS di bagian rawat jalan diimplementasikan, SIMRS di RSU Bhakti Yudha belum pernah di evaluasi. Padahal, kebijakan harus diawasi, dan salah satu mekanisme pengawasan tersebut adalah evaluasi. Berdasarkan timing implementasi (Nugroho, 2011), seharusnya evaluasi dilakukan antara tahun ke-3 atau ke-5 sejak implementasi penuh suatu kebijakan, sedangkan saat ini implementasi kebijakan SIMRS Bhakti Yudha telah mencapai  tahun ke-8. Penelitian mengenai evaluasi implementasi kebijakan SIMRS di bagian rawat jalan RSU Bhakti Yudha tahun 2012 menggunakan desain kualitatif interpretatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian ini menggunakan informan yang berjumlah 10 orang informan dari staf pelayanan rawat jalan hingga direktur rumah sakit. Dari hasil triangulasi sumber, metode, dan analisis diperoleh hasil bahwa saat ini kualitas sistem informasi manajemen secara keseluruhan masih belum efektif. Dari analisis Fit/Gap didapatkan hanya 11% dari aplikasi software yang digunakan yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit, dan 56% masih mengalami kesenjangan. Pada analisis QSPM yang didahului dengan menggunakan matriks EFAS dan IFAS serta SWOT, diperoleh bahwa rekomendasi kebijakan bagi sistem informasi manajemen RSU Bhakti Yudha adalah dengan meminimalisir kelemahan internal, yaitu dengan mengganti sistem informasi yang ada dengan sistem vendor, namun dengan penetapan rumusan kebijakan akan sistem informasi manajemen terlebih dahulu. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Evaluasi, Kebijakan, Implementasi, Rekomendasi.


 The implementation of management information system policy in the outpatient ward in the RSU Yudha Bhakti has never been evaluated. In fact, the policy should be monitored, and one of these control mechanisms are evaluated. Based on the timing of implementation, the evaluation should be conducted between the third or the fifth since the full implementation of a policy, while the current policy implementation of management information system Yudha Bhakti has achieved year 8. This research on the evaluation of policy implementation in the outpatient Bhakti Yudha Hospital in 2012 wasa using an interpretive qualitative design with in-depth interviews, observation, and document review. This study used 10 informants from the operational staff of outpatient services, IT manager, hospital consultant, and the director of the hospital. From the sources, methods, and analyzes triangulation, the results obtained that the current quality of management information systems as a whole is still not effective. From the analysis of Fit / Gap, the research showed thatd only 11% of software applications used in accordance with the hospital needs, and 56% still have gaps. In the analysis that preceded QSPM by using matrix EFAs and IFAs, and SWOT, this research result in the recommendation that the management of information system in the outpatient ward of Bhakti Yudha RSU need to minimize its internal weaknesses, by replacing the existing information systems with vendor development, but with the determination of policy formulation for a system of information managementi in advance. Key words: Hospital Management Information Systems, Evaluation, Policy, Implementation, Recommendations

Read More
B-1427
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dede Setyadi; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Tris Eryando, Iing Ichsan Hanafi, R.B Wahyu
Abstrak:
Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan dasar dari kebutuhan pelayanan demi tercapai pelayanan yang prima, pada Rumah Sakit Hermina Lampung terjadi perubahan Sistem Informasi pada bulan Mei 2022, perubahan dilakukan agar tercipta kemudahan dalam pelayanan baik rawat jalan maupun rawat inap. Setelah penggunaan selama satu tahun dirasa masih ada kendala dalam pelayanan di rawat jalan dimana tidak tercapainya kesesuaian standar length of stay rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis implementasi sistem informasi di rawat jalan dengan menggunakan metode struktur, proses, output serta digabungkan dengan metode HOT-Fit. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mixed method dimana dilakukan analisa penelitian secara kuantitatif dan kemudian dilakukan analisa penelitian kualitatif untuk memperkuat hasil dari penelitian, Pengambilan data dilakukan sejak Mei 2023 hingga Juni 2023, Hasil: Tidak terdapat hubungan bermakna antara kualitas sistem maupun kualitas informasi dengan usia, pendidikan terakhir dan jenis kelamin. Pelatihan SDM terhadap sistem informasi masih kurang maksimal dalam pelaksanaan, sistem informasi sering terjadi down server yang dapat menyebabkan slowness dalam pelayanan, belum adanya SPO yang mengatur terhadap penggunaan jaringan wifi di rawat jalan menyebabkan kelambatan pada aplikasi sistem informasi, integrasi sistem terlaksana di setiap unit namun menjadi kendala pada saat penutupan pelayanan pasien karena masih adanya step-step yang tidak dilakukan unit sebelumnya. Kesimpulan: Dengan metode input, proses dan output serta HOT-Fit dapat mengetahui pelatihan SDM, kesiapan sistem, kesiapan sarana dan prasarana, kebijakan, serta integrasi sistem mengalami kendala yang paling bermakna di dalam pelayanan menggunakan sistem informasi di rumah sakit dan dibutuhkan penyelesaian agar dapat tercipta pelayanan yang maksimal 

The Hospital Information System is the basis of service needs in order to achieve excellent service, at Hermina Lampung Hospital there was a change in the Information System in May 2022, changes were made to create convenience in service both outpatient and inpatient. After using it for one year, it is felt that there are still obstacles in outpatient services where standard conformity is not achieved for length of stay outpatient. This study aims to analyze the implementation of information systems in outpatient care using the structure, process, output method and combined with the HOT-Fit method.Method: This research was conducted in mixed methode where a quantitative research analysis was carried out and then a qualitative research analysis was carried out to strengthen the results of the research, data collection was carried out from May 2023 to June 2023,Results: There is no significant relationship between system quality and information quality with age, last education and gender. Human resources training on information systems is still not optimal in implementation, information systems often occurdown server which can cause slowness in service, there is no regulations that regulates the use of wifi networks in outpatient care causing delays in information system applications, system integration is carried out in each unit but becomes an obstacle when closing patient services because there are still step which the previous unit had not done.Conclusion:With the input, process and output methods as well as HOT-Fit, it can be seen that human resources training, system readiness, facility and infrastructure readiness, policies, and system integration experience the most significant obstacles in services using information systems in hospitals and solutions are needed so that services can be created. the maximum.
Read More
B-2356
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nora Fitria Tu; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Agus Rahmanto
Abstrak:
Peran karyawan lini depan sangat penting bagi organisasi dalam rangka meningkatkan loyalitas pelanggan. Ketika karyawan merasa puas dengan pekerjaannya, mereka cenderung lebih termotivasi dan merasa senang untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Kepuasan kerja dan disiplin kerja saling terkait dan dapat memengaruhi kinerja dan produktivitas organisasi secara keseluruhan. Masalah disiplin kerja dapat berakibat pada memanjangnya waktu tunggu pelayanan pasien yang pada akhirnya dapat berdampak pada loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan kerja dan disiplin kerja karyawan lini depan dengan loyalitas pasien menggunakan desain studi potong lintang dan pendekatan mixed methods. Kuesioner dibagikan kepada 385 pasien dan 55 karyawan lini depan. Data kualitatif didapatkan melalui wawancara mendalam; dan telaah literatur dan dokumen terkait. Nilai rata-rata skor loyalitas pasien di Instalasi Rawat Jalan RS Bumi Waras cukup tinggi; rata-rata skor tanggapan responden mengenai kualitas layanan termasuk dalam kategori baik; mayoritas responden membutuhkan lama waktu pelayanan ≥102 menit (lambat); ada pengaruh persepsi pasien tentang kualitas layanan dan lama waktu pelayanan terhadap loyalitas pasien; besar proporsi karyawan lini depan yang memiliki perasaan puas dan ambivalensi dengan pekerjaannya adalah sama (49,1%). Pengelolaan faktor organisasi yang terkait dengan loyalitas pasien, seperti kepuasan dan disiplin kerja karyawan lini depan penting untuk meningkatkan loyalitas pasien.

The role of front-line employees is very important for organizations in order to increase customer loyalty. Job satisfaction and work discipline are interrelated and can affect overall organizational performance and productivity. The problem of discipline can result in lengthening the waiting time for patient services which in turn can have an impact on patient loyalty. This study aims to analyze job satisfaction and work discipline of front-line employees with patient loyalty using a cross-sectional study design and a mixed methods approach. Questionnaires were distributed to 385 patients and 55 frontline employees. Qualitative data obtained through in-depth interviews; and review of literature and documents. The average patient loyalty score at the Outpatient Unit of Bumi Waras Hospital was quite high; the average service quality score was in the good category; the majority of respondents needed service time ≥102 minutes (slow); there was an influence of patient perceptions about service quality and length of service time on patient loyalty; the proportion of front-line employees who have feelings of satisfaction and ambivalence with their work is the same (49.1%). Management of organizational factors related to patient loyalty, such as job satisfaction and discipline of front line employees is important to increase patient loyalty.
Read More
B-2349
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Rachmawati; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari
Abstrak: Tesis ini membahas minat beli ulang pasien di instalasi rawat jalan Rumah SakitPuspa Husada Bekasi tahun 2013. Penelitian dilakukan karena pasien lama yangmelakukan kunjungan kembali di instalasi rawat jalan rumah sakit ini masih rendahdibandingkan pasien baru dan bagaimana gambaran karakteristik dan kepuasan pasiendi Rumah Sakit Puspa Husada ini belum pernah diketahui. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data primer yangdiperoleh dari kuesioner yang diisi sendiri atau diwakilkan kepada wali pasien bagipasien anak. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menjalani rawat jalanatau pendampingnya yang memahami kondisi pasien di RSIA Puspa Husada denganbesar sampel sebanyak 98 responden.Hasil penelitian menunjukan bahwa minat beli ulang di instalasi rawat jalan RumahSakit Ibu dan Anak Puspa Husada Bekasi masih rendah. Mayoritas pasien rawat jalanrumah sakit ini adalah perempuan, berumur dibawah 30 tahun, pendidikan setingkatSMA atau dibawahnya, pekerjaan sebagai swasta, memiliki pendapatan dibawahUMR setempat, tinggal dekat dengan rumah sakit dan melakukan pembayaran denganbiaya sendiri. Pasien di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Ibu dan Anak PuspaHusada Bekasi yang tidak puas sebesar 58,2%. Ketidakpuasan tertinggi terdapat padadimensi reliability yaitu mencapai 89,8% diikuti ketidakpuasan pada dimensiassurance dan responsiveness. Kepuasan tertinggi terdapat pada dimensi empathyyaitu sebesar 90,9%. Terdapat dua karakteristik yang berpengaruh terhadap proporsiminat beli ulang, yaitu karakteristik jarak dan pendapatan. Dan pada dimensiServQual, perbedaan proporsi minat beli ulang hanya pada dimensi assurance.Minat beli ulang ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan dan berdasarkanhasil penelitian, peneliti menyarankan agar Rumah Sakit Ibu dan Anak Puspa Husadamemperbaiki kualitas pelayanan terutama pada dimensi reliability, assurance danresponsiveness.
Read More
B-1659
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Narulita Kurnia Setianggraeni; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Lies Nugrohowati
S-6259
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Dharmawati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas
Abstrak: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) telah dilaksanakan sejak tahun2012 di RSK Dr Rivai Abdullah dan belum pernah dilakukan evaluasi terhadapsistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh evaluasi mengenaisistem informasi manajemen rumah sakit di pelayanan rawat jalan RSK Dr. RivaiAbdullah. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik terkait SIMRS diPelayanan Rawat Jalan RSK Dr. Rivai Abdullah. Dari hasil evaluasi didapatkanbahwa belum adanya kebijakan berupa Tim Kerja SIMRS, belum adanya pedomanatau standar operasional prosedur (SOP) mengenai SIMRS, dan pelatihan hanyasekali dilakukan. RSK Dr Rivai Abdullah dalam proses persiapan pengembanganSIMRS dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Perangkatkeras (hardware) yang ada sudah mencukupi kecuali di Poliklinik (Instalasi RawatJalan). Berdasarkan analisis PIECES (Performance, Information, Economics,Control, Efficiency, Service) dapat disimpulkan performa sudah cukup standar dantidak terlalu rumit, kecepatan pengiriman dan pengaksesan data belum cukup cepat,informasi yang ditampilkan sudah cukup baik, dari segi ekonomi tenaga teknisiSIMRS yang ada masih kurang dari jumlah minimal yang dibutuhkan, kontrol dansekuritas sudah cukup aman. Disarankan dukungan pihak manajemen lebih optimalterutama kebijakan mengenai SIMRS, pembentukan Tim Kerja SIMRS, pembuatanpedoman SIMRS, pemenuhan tenaga teknisi, terjaminnya kualitas konektivitasjaringan, diadakan pelatihan dan sosialisasi kembali mengenai SIMRS.
Kata Kunci : SIMRS, Evaluasi, Pengembangan Sistem, Analisis PIECES(Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service).
Hospital Management Information System (SIMRS) has been implemented since2012 in RSK Dr. Rivai Abdullah and has never been evaluated. This study aims toobtain an evaluation of the SIMRS in Dr. Rivai Abdullah hospital. This is aqualitative research methods with descriptive analytical approach SIMRS in Dr.Rivai Abdullah hospital. The evaluation showed that the absence of policy such asworking team SIMRS, not yet guidelines or Standard Operational Procedure (SOP)regarding SIMRS, and training is done only once. RSK Dr. Rivai Abdullah in thepreparation process SIMRS development through cooperation with the Ministry ofHealth. Hardware is sufficient except in Poliklinik. Based on the analysis PIECES(Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Service) concluded theperformance was pretty standard and not too complicated, the transmission speedand data access is not fast enough, the information displayed is quite good, froman economic point of IT personnel that there is still less than the minimum amountrequired, control and security is enough secure. Suggested management supportoptimized especially regarding SIMRS policy, the establishment of the workingteam SIMRS, manufacture guidelines or SOP SIMRS, fulfillment of IT, ensuring thequality of network connectivity, training and socialization held back on SIMRS.
Keywords: SIMRS, Evaluation, Development Systems, Analysis PIECES(Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Service).
Read More
B-1771
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Purnawan Junadi, Solichatin Yatminah
B-1887
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rivie Rianda Iskandar; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Gatot Soeryo, Haura Karlina
Abstrak: Pelayanan rawat jalan sebagai unit terdepan yang menampilkancitra rumah sakit dan merupakan penyumbang pasien terbesar harusdikelola dengan baik, salah satunya adalah dengan meperbaiki waktutunggunya. Waktu tunggu merupakan salah satu dimensi mutu dalampelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa waktutunggu pelayanan rawat jalan di RSIA Aulia tahun 2014. Penelitiandilakukan dengan metoda penelitian kualitatif dan kuantitatif pada unitrawat jalan, mulai dari pendaftaran, poliklinik, farmasi, dan kasir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pendaftaran rata-rataadalah 8,77 menit saat peak hours dan 7,37 menit saat non peak hours.Lama waktu tunggu poliklinik paling lama adalah pada poliklinik anakdengan waktu tunggu rata-rata 63,82 menit saat peak hours dan 40,27menit saat non peak hours. Waktu tunggu farmasi rata-rata saat peakhours adalah 21,39 menit untuk obat jadi, dan 33,92 menit untuk obatracikan, sedangkan saat non peak hours 17,50 menit untuk obat jadi dan31,23 menit untuk obat racikan. Waktu tunggu pelayanan kasir adalah15,09 menit saat peak hours dan 9,43 menit saat non peak hours.Semua waktu tunggu sudah sesuai Standar Pelayanan Minimaluntuk Rumah Sakit menurut Kepmenkes no.129 Tahun 2008 dan RSkecuali untuk waktu tunggu polilinik. Waktu tunggu dipengaruhi olehbeberapa faktor, yaitu Man, Material, Methode, Mechine, dan Money.Pada poliklinik, waktu tunggu yang lama terutama disebabkan oleh faktorSDM, yaitu ketidakdisiplinan dokter terhadap jam praktek, sehingga hasilpenelitian ini menyarankan kepada managemen untuk menganalisiskembali dan memperbaiki ikatan kerja sama dengan para dokter praktekguna mempersingkat waktu tunggu, sehingga dapat meningkatkan mutupelayanan dimasa yang akan datang.
Outpatient services as the leading unit which displays image of thehospital and the largest contributor to patient must be properly managed,one of which is improving wait-times. Wait-times is one of thedimensions of quality in health care. This research aims to analyze thewait-times in outpatient services at Rumah Sakit Ibu Dan Anak Aulia for2014. This research is using the qualitative and quantitative methods inoutpatient services, starts from registration, polyclinic, pharmacy, andcashier.The results showed that approximate time for registration is 8.77 minutesat peak hours and 7.37 minutes at non peak hours. The longest wait-timesis in the children's polyclinic with approximate wait-times about 63.82minutes at peak hours and 40.27 minutes at non peak hours. Theapproximate wait-times in pharmacy at peak hours is 21.39 minutes forgeneric medicine and 33.92 minutes for personalized medicine, whileapproximate wait times at non peak hours is 17.50 minutes for genericmedicine and 31.23 minutes for personalized medicine. At cashier, theapproximate wait times is 15.09 minutes in peak hours and 9.43 minutesin non peak hours.All wait times is already referred to Minimum standard of services forhospital according to Kepmenkes no. 129/2008 except for the polyclinic'swait times. Wait times is influenced by some factors, consists of man,material, method, machine, and money. At polyclinic, the long wait timesis mainly due to human resources factor, which is indiscipline doctor topractice hours, so the result of this research suggests the management tore-analyze and restore the agreement with the doctors to shorten the waittimes so the quality of service in the future will improve.
Read More
B-1649
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retnany Litarini; Pembimbing: Pujianto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Kurnia Sari, Eko Prijono
Abstrak: Abstrak

Tesis ini menganalisis faktor SDM, faktor teknis (hardware, software, dan koneksi jaringan), faktor saluran komunikasi (proses sosialisasi-pelatihan dan pendampingan), dan faktor manajemen yang berperan dalam keberhasilan sistem informasi manajemen rumah sakit di bagian keuangan RSIJ Cempaka Putih. Tesis ini merupakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kendala dari keberhasilan sistem informasi manajemen rumah sakit adalah faktor SDM tipe Laggard, faktor teknis berupa rumah sakit tidak memiliki source dari software yang digunakan dan saat awal implementasi tidak dilakukan cut-off sehingga informasi yang dihasilkan tidak valid, dan tidak adanya kebijakan manajemen dalam penghargaan dan sanksi. Disarankan agar dilakukan evaluasi terhadap user dan rotasi SDM, menempatkan SDM dengan pendidikan S1, mengerti keuangan akutansi, menguasai Microsoft Office, dan memilki tipe early majority, dilakukan cut-off, membuat kebijakan berupa pemberian penghargaan dan sanksi, serta untuk pengembangan dengan vendor supporting system agar dilakukan pembelian source software.


 This thesis analyzes the human resource factors, technical factors (hardware, software, and network connections), the factor of communication channels (the process of socialization- training and mentoring), and management factors that play a role in the success of hospital information systems management in the financial section of RSIJ Cempaka Putih. This method used is qualitative research. The results showed the constraints for a successful hospital management information system are human resource factor with Laggard type, technical factors in the form of hospitals do not have the source of the software used and the cut-off is not done when initial implementation so that the resulting information is invalid, and the absence management policies in the rewards and punishments. It is recommended that an evaluation of the user and the rotation of human resources is done, placing human resource with undergraduate degree, understands financial accounting, masters Microsoft Office, and has an early majority type, made the cut-off, make policy in the form of rewards and punishments, and for development in order to contract with the vendor, including the purchase source software.

Read More
B-1390
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive