Ditemukan 38246 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Monitoring kinerja pelayanan kesehatan pada umumnya sering kali dilakukan dengan metode self-report dengan pendekatan pada kepatuhan petugas terhadap standar pelayanan. Asumsi tingginya penilaian self-report masih dipertanyakan validitasnya. Metode observasi diharapkan dapat memberikan gambaran pelaksanaan sistem pelayanan secara nyata.
Tujuan dari penelitian adalah diketahuinya gambaran pelayanan swamedikasi yang tepat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian berdasarkan metode pengukuran self-report dan observasi di Apotek Kimia Farma Jakarta dan Sekitarnya tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 24.
Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil pengukuran pelayanan swamedikasi oleh apoteker antara metode self-report dan observasi di Apotek Kimia Farma Jakarta dan sekitarnya tahun 2013.
Monitoring the performance of health care in general is often done using a self-report that approach to compliance officers of service standards.The validityof assumption of high self-report assessment still questionable. Observation method is expected to provide an overview of the implementation of the real service system.
The purpose of research is to know the proper description self-medication services based on standards of pharmacy servicesbetween self-report and observationmethod in Kimia Farma ApotekJakarta and surrounding 2013. This study uses cross-sectional design with a sample size of 24.
The results showed that there were significant differences of measurement results of self-medication services by pharmacists between self-report and observation method in Kimia Farma Apotek Jakarta and surrounding 2013.
Kontrasepsi kondom merupakan metode KB yang murah dan mudah namun pencapaiannya hanya 7,60%. Menurut SDKI Pria 2007 akses kondom 68% diperoleh di Apotek. Dalam upaya promosi kondom di Apotek, maka BKKBN dan IAI membuat suatu perjanjian kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perjanjian kerjasama tersebut dijalankan oleh Apoteker untuk meningkatkan akses kondom di Apotek, melakukan KIE, mencatat dan melaporkannya. Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental dengan pengambilan data secara cross sectional. Subjek penelitian adalah APA di Kota Depok dengan jumlah populasi 216. Jumlah sampel 97 orang, dengan respon rate 50 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang sudah diuji coba dan diisi langsung oleh APA. Analisa menggunakan chi square dan multivariate (Regresi Logistik Ganda Model Prediksi). Hasil penelitian menunjukkan adanya asosiasi antara bahan penyuluhan dan dukungan IAI Provinsi Jawa Barat dengan peran Apoteker dalam promosi kondom di Apotek. Dukungan IAI Provinsi Jawa Barat menunjukkan asosiasi yang paling dominan dengan OR=10,500. Bahan penyuluhan kondom yang minim di Apotek dan peningkatan intensitas pertemuan rutin IAI guna menyebarkan informasi serta mendisiplinkan praktik Apoteker di Apotek menjadi prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti. Kata Kunci : Apoteker, Promosi Kondom (KIE), Pencatatan dan Pelaporan
Condom is considered as one of the cheapest and the easiest method in contraception. In fact, there is only 7,60%. According to Indonesian Demography Health Survey Men 2007, access condom in drug store is 68%. To promote condom, Demography Commite National Family Planning and Indonesian Pharmacist Association has made an agreement. The aim of this study is to evaluate how far the agreement has been done by pharmacist. To increase condom access in drug store, to educate, give an information and counseling, record and report. This study use non experimental design with cross sectional data recovery. The subjective of this study is the pharmacist who practices at drug store in Depok. The populations are 216. The samples are 97 pharmacists with 50 respon rate. The data is collected by using questioner that has been tested and filled directly by pharmacist. Chi square and multivariate (Multiple Logistic Regression Prediction). The result show that there is an associated between the material support for promoting condom in drug store and Indonesian Pharmacist Association of West Java. The most dominant factor is Indonesian Pharmacist Association support with OR= 10,500. Minimal material support for promoting condom and increasing the intensity of Indonesian Pharmacist Association for sharing information must be the main priority and pharmacist must be disciplined in pharmaceutical practice. y Key words: Pharmacists, Promote Condom, Recording and Reporting
Penelitian ini bertujuan mengetahui praktik memberi nasihat berhenti merokok dan faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik tersebut. Survei cross sectional dilakukan pada Mei – Juni 2013 terhadap 65 dokter umum Puskesmas di Jakarta Pusat. Dilakukan pula exit-interview pada 212 pasien. Hasil penelitian menunjukkan 72,3% dokter sering atau selalu memberi nasihat berhenti merokok. Faktor yang berhubungan dengan praktik tersebut adalah lama berprofesi sebagai dokter, sikap dokter, dan jumlah pasien per hari. Untuk mengoptimalkan pelayanan berhenti merokok di Puskesmas, perlu dipertimbangkan kapasitas dokter yang melayani, keterlibatan dokter-dokter yang lebih muda, dan beriringan dengan upaya peningkatan sikap positif dokter terhadap kebijakan pengendalian rokok.
The objectives of this study are to explore general physician (GP)’s practice towards smoking cessation advice and its corresponding factors. Cross sectional survey was conducted to 65 GPs working at Public Health Centres (PHC) at Central Jakarta during May and June 2013. Information from 212 patients was also obtained through exit-interview. Most (72,3%) GPs often or always give advice to their smoker patients. Years of practice, attitudes, and amount of patients per day are those which correspond significantly with practice. To optimize smoking cessation service in PHC, we need to consider GPs capacity, engage younger GPs, and, concurrently, raise GPs positive attitude towards tobacco control policy.
Nama : Lisnawati Hutagalung Program studi : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru Oleh Ibu Pasca Perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Umum Koja Jakarta Utara Tahun 2017 ABSTRAK Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan perawatan yang diberikan kepada berat bayi lahir rendah (BBLR) dengan cara melakukan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi. RSUD Koja merupakan rumah sakit pemerintah yang sudah melaksanakan PMK sejak tahun 2013. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan perawatan metode kanguru oleh ibu pasca perawatan di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode kualitatif desain Rapid Asessment Procedure pada bulan Mei sampai Juni. Informan adalah ibu melahirkan bayi dengan berat lahir <2200 gram, memperoleh edukasi PMK dan sudah melaksanakan PMK di rumah sakit. Hasil penelitian pengetahuan baik tentang definisi, manfaat dan posisi PMK. Ibu mendukung mudah menggunakan PMK. Faktor yang mempengaruhi ibu menerima melaksanakan PMK adalah peran petugas kesehatan. Sebagian besar ibu tidak rutin melaksanakan PMK di rumah karena pekerjaan rumah. Sebagian ibu tidak kontrol ulang kedua sesuai jadwal yang ditentukan. Memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga tentang peranan keluarga menggantikan ibu melaksanakan PMK. Kata Kunci: kontrol, perawatan metode kanguru, pulang
Name : Lisnawati Hutagalung Study Program : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Title : Implementation of Kangaroo Mother Care By Mother Post Care in RSUD Koja North Jakarta 2017 ABSTACT Kangaroo Mother Care (KMC) is a treatment which is given to low birth weight (LBW) by direct contact from mother skin to baby. RSUD Koja is one of government hospital who had implemented KMC since 2013. This aim of this study was to analyze the implementation of treatment of KMC by post-hospital treatment mother in hospital. This study used qualitative design, with Rapid Assessment Procedure approach from May to June. The informant of this study was mother who gave a birth <2200 gram, received education and practiced about KMC. The result of this study was mother’s knowledge good about definition, benefits and position of KMC. Mother favorable easy use of KMC. Most decision maker was mother. Factor affect mothers received KMC are the role of health workers. Most mothers did’t routine implemented KMC in their home because of homework. Some mothers didn’t come back for the second time medical check-up according to the schedule. Given education to mothers and families about the role of families to replace implementation KMC. Keyword: control; cangaroo mother care; discharge
