Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31345 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bobby Robson Sitorus; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Dadan Erwandi, Sanggam Robaga P Sinaga, Tatag Saksono
Abstrak: Abstrak

Penelitian ini berupa analisis penyebab coal dust explosion accident di PLTU X tahun 2011 yang terjadi pada tanggal 14 Desember 2011 mengakibatkan kerugian yang berupa kerusakan coal feeder dan panel instrumen boiler, dan kerugian akibat terhentinya pembangkitan energi listrik selama masa perbaikannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis data primer dan data sekunder untuk menganalisis penyebab langsung, penyebab tidak langsung dan penyebab dasar. Penyebab langsung adalah interaksi bahan, alat dan proses sehingga terpenuhinya 5 kriteria dust explosion pentagon dan menciptakan ledakan. Penyebab tidak langsung terdiri dari prilaku tidak aman dan kondisi tidak aman. Prilaku tidak aman yang dilakukan adalah mengoperasikan mill saat terjadi gangguan blocking, membuka damper cold air terlalu cepat sehingga menciptakan terpenuhinya 5 kriteria coal dust explosion diakibatkan oleh pengetahuan akan resiko coal dust explosion, tidak tersedianya SOP, pengaturan mode operasi yang belum sesuai, dan kerusakan damper cold air. Sedangkan kondisi tidak aman terdiri dari gangguan blocking, kerusakan peralatan, dan desain coal feeder. Penyebab dasar adalah komunikasi yang sulit antara operator dan kontraktor EPC, ketidakjelasan mengenai tanggung jawab perbaikan, kurangnya pengalaman personel, dan tidak ada pengawasan mengenai K3 operasi. Risk assessment khusus pengoperasian mill perlu dilaksanakan untuk mendapatkan langkah-langkah pencegahan insiden coal dust explosion yang paling tepat.


This study analyzes the causes of a coal dust explosion accident at Steam Power Plant ?X? in 2011 which occurred on December 14, 2011 caused in losses such as damage to the instrument panel coal boiler feeder, and losses due to interruption of electric energy generation during repairs. The study was conducted with a qualitative approach to analyze primary data and secondary data to analyze the direct cause, indirect cause and basic cause. The direct cause is the interaction of materials, tools and processes that fulfill 5 criteria and creating a dust explosion pentagon explosion. Indirect causes consist of unsafe actions and unsafe conditions. Unsafe action consisted of operate mill during disturbances blocking, open the damper cold air too fast, creating the five criteria of coal dust explosion caused by the knowledge of the risks of coal dust explosion, unavailability of SOP, the setting is not appropriate mode of operation, and damage damper cold air. While unsafe conditions consisted of interference blocking, damage to equipment, and design of coal feeder. The basic cause consisted of a difficult communication between the operator and EPC contractors, uncertainty regarding the repair responsibilities, lack of personnel experience, and there is no oversight of the safety operation. Risk assessment should be carried out special operation of the mill to get the preventive measures coal dust explosion incidents are most appropriate.

Read More
T-3917
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mona Lestari; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti, Mukhtar Ikhsan
Abstrak: Salah satu penyebab terjadinya gangguan fungsi paru yaitu pajanan debu batubara.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan pajanan debu batubara dan gangguan fungsi paru pada pekerja. Metode yang digunakan desain Cross Sectionaldengan sampel 72 pekerja. Gangguan fungsi paru diperoleh dari data kesehatan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan fungsi paru restriksi 8,3%,obstruksi 2,8%, dan kombinasi 2,8%. Analisis bivariat menunjukkan gangguan fungsi paru berhubungan dengan masa kerja (p = 0,46). Namun pajanan debu batubara, umur,dan penggunaan alat pelindung pernapasan, ada kecenderungan untuk menjadi faktorrisiko terjadinya gangguan fungsi paru.
One of the causes of lung function disorder in health problems is coal dust exposure.This study aims to describe the relationship of coal dust exposure and lung function disorder in workers. The method used cross-sectional design with a sample of 72workers. Lung function disorder data is obtained from the company health data. Theresults of this research showed that the restriction of pulmonary function disorder 8.3%,obstruction 2,8%, and a combination of restriction and obstruction 2.8%. Bivariate analysis showed lung function disorder associated with year of work experience(p=0,46). However, coal dust exposure, age, and the using of respiratory protectiveequipment showed there is a tendency to get risk for lung fungtion disorders.
Read More
T-4140
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Kumala Dewi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Haris W. Ranuamihardjo
S-6530
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Soekma; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Robiana Modjo, Doni Hikmat Ramdhan, Budi Arifin, Adenan
Abstrak: Pajanan debu terhirup yang terus-menerus tempat kerja dapat menimbulkan efeknegatif pada kesehatan sistem pernapasan pekerja. Penelitian ini bertujuan untukmenentukan konsentrasi dari pajanan debu terhirup personal dan menganalisisgambaran keluhan kesehatan subjektif pekerja di bagian vitamin room padaindustri susu PT X tahun 2016. Desain potong-lintang digunakan pada 20 orangpekerja (populasi total). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi debu terhirupdi area timbang kecil, area timbang besar dan area penyimpanan material berturut-turut sebesar 0.45±0.23, 7.42±2.38, dan 0.47±0.25 mg/m3. Konsentrasi debuterhirup yang terdapat pada area timbang besar melebihi nilai ambang batas yangdiperbolehkan (2.49 mg/m3). Penelitian ini menunjukkan terdapat 16 orang (80%)pekerja yang mengalami keluhan kesehatan subjektif dengan keluhan sepertibersin-bersin (70%), tenggorokan kering/sakit tenggorokan (65%), dan hidungtersumbat (35%).Kata kunci : pajanan debu terhirup, industri susu, keluhan kesehatan subjektif.
Read More
T-4733
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rekha Putra Atarita; Pembimbing: Robiana Modjo, ; Penguji: Mila Tejamaya, Muhammad Fachri
S-8998
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kasianto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Asep Zaenal Muttaqien, Sari Tua Roy Nababan
Abstrak:
Proses konstruksi pembangkit listrik yang kompleks dengan banyak tenaga kerja, mesin serta material yang mudah terbakar, dan pekerjaan yang dilakukan memiliki risiko tinggi seperti pengangkatan, bekerja diketinggian, pekerjaan panas seperti pengelasan, penggerindaan, pemotongan, dan aktivitas lainnya yang memiliki risiko tinggi. Dalam pembangunannya konstruksi pembangkit Listrik PLTU X mencatat adanya kecelakaan. Data kecelakaan kerja dari awal pembangunan tahun 2021 hingga tahun 2023 yaitu tercatat 24 kejadian kecelakaan First Aid dan 15 Property Damage, dan salah satu penyebabnya adalah tindakan tidak aman. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran Iklim Keselamatan Kerja di PLTU X secara keseluruhan dan gambaran Iklim Keselamatan pada level Pekerjaan dan Personal. Desain penelitian ini adalah metode semi kuantitatif, kuesioner 58 pertanyaan kerangka Iklim Keselamatan Zou & Sunindijo dalam penelitian Fatma Lestari, et.al. 2020. Jumlah sampel dalam penelitian dihitung berdasarkan rumus Lameshow, didapatkan minimum 340 sample, responden yang mengisi questioner berjumlah 354 responden. Gambaran Iklim Keselamatan Kerja PLTU X dari 6 Dimensi Keselamatan adalah, Komitmen Manajemen mean 3,92, Komunikasi mean 3,91, Pelatihan mean 3,89, Akuntabilitas Personal mean 3,87, Peraturan dan Prosedur Keselamatan mean 3,92, Lingkungan Kerja Suportif mean 3,90. Gambaran Iklim Keselamatan level pekerjaan dan personal adalah baik, dengan nilai dari semua dimensi lebih dari >3.30. Terdapat 3 pernyataan yang mendapat jawaban “Tidak Setuju” dari beberapa responden, yaitu: Saya melaporkan orang-orang yang mengabaikan prosedur keselamatan, 23 responden. Tanggung jawab saya adalah bekerja dengan aman, termasuk melaporkan rekan kerja yang tidak bekerja denga naman, 5 responden. Ada hukuman jika berperilaku tidak aman, 14 responden. Dimensi Iklim Keselamatan dengan nilai tertinggi adalah Komitmen Manajemen, dan Peraturan & Prosedur Keselamatan. Uji Korelasi work attribute Pekerjaan menunjukkan ada korelasi/ hubungan antara Posisi dan Departemen terhadap Dimensi Komitmen Manajemen, Komunikasi, Peraturan & Prosedur Keselamatan dan Lingkungan Kerja Supportif. Sedangkan Uji korelasi/ hubungan work attribute Personal tidak ada hubungan, kecuali antara Pendidikan dan Peraturan & Prosedur Keselamatan

Power plant construction process is complex with a lot of labour, machines and flammable materials, and the work carried out has high risk such as lifting, working at height, hot work such as welding, grinding, cutting and other activities that have a high risk. During the construction of Power Plant CFSPP X record the accident occurred. Accidents data since beginning of construction to 2023 recorded 24 First Aid and 15 Property Damage accidents, and one of the causes was unsafe action. The objective of the research is to find out the overall picture of Work Safety Climate at CFSPP X and picture of Safety Climate at the Work and Personal level. The design of this research is semi quantitative method, 58 questions by Zou & Sunindijo's Safety Climate framework in research of Fatma Lestari, et, al. 2020. The number of samples in this study was calculated based on Lameshow formula, minimum of 340 samples, the number of respondents who filled out the questionnaire was 354 respondents. The description of the working Safety Climate of CFSPP X from 6 Dimension of Safety Climate are, Management Commitment mean is 3.92, Communication mean is 3,91, Training mean is 3,89, Personal Accountability mean is 3,87, Rule and Safety Procedure mean is 3,92, Supportive Environment mean is 3,90. The description of the Safety Climate at work and personal levels is good, with scores for all dimensions more than >3.30. There were 3 statements that received disagree answer from several respondents, which are: I report people who ignore safety procedures, 23 respondents, my responsibility is to work safely, including reporting colleagues who are not working safely, 5 respondents. There are punishments for unsafe behavior, 14 respondents. The Safety Climate dimension with the highest score is Management Commitment and Roles & Safety Procedure. Correlation test for work attributes Task shows that there is a correlation between position and department on the dimension Management Commitment, Rule and Procedure Safety and Supportive Environment. Meanwhile, correlation test for work attributes Personal, no correlation, except between Education and Rule and Procedure Safety.
Read More
T-7089
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satria Kelana Putra; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Chandra Sunaryo, Juni Trihardiyanto
Abstrak:
Fasilitas penyimpanan crude oil pada industri hulu minyak dan gas memiliki tingkat potensi bahaya kebakaran dan ledakan yang tinggi karena menyimpan hidrokarbon dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menuntut dilakukannya penilaian risiko untuk mengidentifikasi tingkat bahaya, memperkirakan potensi kerugian, serta menentukan prioritas pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko kebakaran dan ledakan pada Tangki S-01 di PT X menggunakan metode Dow’s Fire and Explosion Index (F&EI) Edisi ke-7. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif semi-kuantitatif melalui pengumpulan data yang meliputi observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta telaah terhadap dokumen perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tangki S-01 memiliki nilai Fire and Explosion Index (F&EI) sebesar 89,04 yang termasuk dalam kategori moderate hazard. Selain itu, estimasi Maximum Probable Days Outage (MPDO) menunjukkan potensi gangguan operasional selama 39 hari apabila terjadi kebakaran atau ledakan, sedangkan estimasi kerugian akibat terhentinya aktivitas bisnis  mencapai US$ 3.232.125

Crude oil storage facilities in the upstream oil and gas industry are exposed to a high potential for fire and explosion hazards due to the large volumes of hydrocarbons they contain. This condition necessitates risk assessment to identify hazard levels, estimate potential losses, and establish appropriate risk control priorities. This study aimed to analyze the fire and explosion risk level of Storage Tank S-01 at PT X using the 7th Edition of the Dow’s Fire and Explosion Index (F&EI) method. A descriptive semi-quantitative approach was employed, with data collected through field observations, interviews, documentation, and a review of company documents. The analysis revealed that Storage Tank S-01 obtained a Fire and Explosion Index (F&EI) value of 89.04, classifying it as a moderate hazard. Furthermore, the estimated Maximum Probable Days Outage (MPDO) indicated a potential operational disruption of 39 days in the event of a fire or explosion, while the estimated business interruption loss was US$3,232,125
Read More
T-7723
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naim Fathoni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastitia, Fauzi Jatmiko, Mulyadi Alwi
Abstrak:
Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga diperlukan upaya pengendalian risiko yang efektif untuk meningkatkan kinerja keselamatan. Salah satu program yang diterapkan oleh PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur adalah Safety Friendly Program, yang terdiri atas kegiatan observasi keselamatan, inspeksi keselamatan, dan manajemen menyapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Safety Friendly Program terhadap penurunan nilai Accident Frequency Rate (AFR) sebagai indikator kinerja keselamatan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain time series comparative. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan pelaksanaan Safety Friendly Program dan data statistik kecelakaan kerja periode Kuartal III Tahun 2025 hingga Kuartal I Tahun 2026. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan perangkat lunak statistik. Uji normalitas dilakukan menggunakan metode Shapiro-Wilk sebelum pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Safety Friendly Program dilaksanakan secara konsisten selama periode penelitian. Aktivitas observasi, inspeksi, dan manajemen menyapa menunjukkan keterlibatan aktif manajemen dan pekerja dalam upaya peningkatan keselamatan kerja. Pada periode yang sama, nilai AFR menunjukkan tren penurunan dari 10,57 pada Kuartal III Tahun 2025 menjadi 8,02 pada Kuartal IV Tahun 2025 dan 3,07 pada Kuartal I Tahun 2026. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan Safety Friendly Program berkontribusi terhadap penurunan frekuensi kecelakaan kerja selama periode intervensi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Safety Friendly Program efektif sebagai upaya preventif dalam meningkatkan kinerja keselamatan dan menurunkan nilai Accident Frequency Rate (AFR) pada PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur. Program ini dapat dijadikan strategi berkelanjutan dalam memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan partisipasi pekerja, dan mendukung pencapaian target zero accident.

The mining industry is recognized as a high-risk sector with significant  occupational accident potential, requiring effective risk control measures to  improve safety performance. One of the initiatives implemented by PT X, a coal  mining contractor in East Kalimantan, is the Safety Friendly Program, which  consists of safety observations, safety inspections, and management engagement  activities (management walk-around). This study aims to analyze the effectiveness  of the Safety Friendly Program in reducing the Accident Frequency Rate (AFR) as  an indicator of organizational safety performance. This study employed a quantitative approach using a comparative time-series  design. Secondary data were collected from Safety Friendly Program  implementation reports and occupational accident statistics covering the period  from the third quarter of 2025 to the first quarter of 2026. Data analysis was  conducted using univariate, bivariate, and multivariate statistical methods. A  Shapiro-Wilk normality test was performed prior to hypothesis testing. The results indicate that the Safety Friendly Program was implemented  consistently throughout the study period. Safety observation activities,  inspections, and management engagement demonstrated active participation from  both management and workers in promoting workplace safety. During the same  period, the AFR showed a declining trend, decreasing from 10.57 in the third  quarter of 2025 to 8.02 in the fourth quarter of 2025 and further to 3.07 in the  first quarter of 2026. These finding indicates that the implementation of the Safety  Friendly Program contributed to a reduction in the frequency of work-related  accidents during the intervention period. The study concludes that the Safety Friendly Program is an effective preventive  strategy for improving safety performance and reducing the Accident Frequency  Rate (AFR) at PT X. The program can serve as a sustainable approach to  strengthening safety culture, increasing worker participation, and supporting the  achievement of a zero-accident objective.
Read More
T-7671
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Diah Pratiwi; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yuni Kusminanti
S-7008
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rendy Noor Salim; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yuni Kusminanti
S-7007
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive