Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35315 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Farida Tasya; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Wien Goerindro
Abstrak: Dalam setiap aktivitas pertambangan, terdapat potensi bahaya yang menimbulkanrisiko terjadinya kecelakaan. Jenis kecelakaan menabrak merupakan kecelakaanyang banyak terjadi pada operasi lalu lintas tambang jobsite PT SS (41%) dankejadiannya cenderung berulang. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untukmendapatkan gambaran tentang sistem pertahanan dalam mencegah kecelakaansesuai dengan kerangka pikir Swiss Cheese Model. Penelitian ini dilakukandengan pendekatan kualitatif melalui analisis data kecelakan lalu lintas tambangdi salah satu jobsite di PT SS, suatu perusahaan kontraktor pertambangan batubaraterbuka, dengan menggunakan Human Factors Analysis and Classification Systemin Mining Industry (HFACS-MI). Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap53 kasus kecelakaan lalu lintas tambang, permasalahan yang banyak ditemukan diantaranya adalah skill-based error, adverse mental states, coordination andcommunication, inadequate leadership, dan organization process. Dapat disimpulkan bahwa sistem pertahanan yang ada untuk mencegah kecelakaan lalulintas tambang masih belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan sistem pertahanan, baik yang ditargetkan kepada individu ataupun organisasi, agarrisiko kecelakaan dapat dikendalikan.
Kata Kunci :Kecelakaan lalu lintas tambang, tabrakan, sistem pertahanan, Swiss CheeseModel, HFACS-MI
In mining process activities, there are potential hazards that poses a risk to be anaccident. Collision is one of accident types that frequently happen on miningtraffic operations jobsite PT SS (41%) and it has tendency to occur repeatedly.This study aimed to gain an overview of defences system in preventing accidentsaccording to Swiss Cheese Model framework. The research was conducted with aqualitative approach through mining traffic accident data analysis in one ofjobsite in PT SS, an open coal mining contractor company, using the HumanFactors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI).Based on the analysis of 53 cases of mining traffic accidents, revealed that themost common problems were skill-based errors, adverse mental states,coordination and communication, inadequate leadership, and organizationprocess. It can be concluded that the existing defences system to prevent miningtraffic accidents has not been optimal yet. Therefore, defences systemimprovement, either targeted to the individual or organizational, is needed tocontrol accident risk.
Key words:Mine traffic accident, collision, defences system, Swiss Cheese Model, HFACSMI
Read More
S-7765
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wien Goerindro; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Alwahono, Neneng Churaeroh
T-3301
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adisty Safira Salma Damayanti; Pembimbing : Dadan Erwandi; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Zuly Prima Rizky
Abstrak:
Penelitian ini mengkaji kecelakaan kerja di industri pertambangan yang tergolong dalam kategori cedera, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). Industri pertambangan dikenal sebagai sektor dengan risiko tinggi, di mana insiden besar seperti cedera kerja serius dan kematian sering kali terjadi meskipun telah dilakukan investigasi dan tindakan pencegahan.Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utama kecelakaan berdasarkan pendekatan sistem HFACS-MI yang mengklasifikasikan kesalahan manusia dan kelemahan sistemik dalam organisasi tambang. Berdasarkan data kecelakaan kasus cedera Tahun 2024, analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif terhadap berbagai faktor, dari tingkat operator hingga organisasi.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kecelakaan paling banyak dipicu oleh unsafe acts, terutama skill-based errors, yang menunjukkan kelemahan pada kompetensi atau keterampilan dasar pekerja. Selain itu, faktor latent failures seperti lemahnya supervisi dan ketidakefisienan sistem organisasi juga berperan penting.


This research examines work-related accidents in the mining industry categorized as injury cases, using the Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). The mining industry is known as a high-risk sector, where serious incidents such as major injuries and fatalities frequently occur despite investigations and preventive measures. The study aims to identify the main causal factors of workplace accidents based on the HFACS-MI framework, which classifies human errors and systemic weaknesses within mining organizations. Using data from injury-related accident cases in 2024, both qualitative and quantitative analyses were conducted to assess contributing factors from the operator level up to the organizational level.The findings reveal that the majority of accidents were triggered by unsafe acts, particularly skill-based errors, indicating deficiencies in workers' basic competencies. Additionally, latent failures, such as inadequate supervision and organizational inefficiencies, were also found to play a significant role.
Read More
S-12014
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Pujianti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mufti Wirawan, Salim Suparlan Basir, M.Hadi Rachman
Abstrak: Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI) merupakan suatu metode investigasi kecelakaan untuk mencari faktor-faktor penyebab kecelakaan pada industri pertambangan. Metode HFACS sendiri telah banyak digunakan untuk investigasi kecelakaan diberbagai industri seperti penerbangan, konstruksi, kereta api, dan industri lainnya. Metode ini terdiri dari 5 (lima) tingkatan yaitu unsafe act, precondition for unsafe act, unsafe leadership, organizational influences, dan outside factor. PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan pertambangan di wilayah Kalimantan Timur. Kecelakaan yang sudah terjadi tentunya membuat perusahaan mengalami kerugian, perlunya dilakukan kajian proses analisis secara detail untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan bersifat aktif dan laten serta mengetahui keterkaitan penyebab kecelakaan dari berbagai tingkat dengan menggunakan metode HFACS-MI.
Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI) is an accident investigation method to find the factors that cause accidents in the mining industry. The HFACS method itself has been widely used for accident investigations in various industries such as aviation, construction, railroads, and other industries. This method consists of 5 (five) levels, namely unsafe act, precondition for unsafe act, unsafe leadership, organizational influences, and outside factors. PT. XYZ is a mining company in the East Kalimantan region. Accidents that have occurred certainly make the company suffer losses, it is necessary to study the analytical process in detail to find out the active and latent causal factors and find out the interrelationships of the causes of accidents from various levels using the HFACS-MI method.
Read More
T-6696
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anita; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Delvi Yolanda
S-6400
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Putri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Jayadi Pide
Abstrak:
Industri pertambangan dipandang sebagai kategori industry dengan risiko tinggi. Jenis kecelakaan tambang lost time injury dan fatality merupakan kecelakaan dengan dampak major terhadap Grup Perusahaan X. Meskipun telah memiliki pedoman teknis pelaporan dan investigasi insiden serta dilakukan tindakan perbaikan, kecelakaan masih terus terjadi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penyebab kecelakaan tambang dan kelemahan sistem pertahanan berdasarkan konsep Human Factors Analysis Classification System in Mining Industry (HFACS-MI) di Grup Perusahaan X tahun 2021-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan semi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan sistem pertahanan active faiure yang sering ditemukan adalah tingkat unsafe acts kategori skill-based error. Sedangkan kelemahan sistem pertahanan latent failure yang sering ditemukan adalah tingkat unsafe leadership kategori inadequate leadership. Peneliti menyimpulkan bahwa masih banyak kelemahan pada sistem pertahanan active dan latent failure sehingga pencegahan kecelakaan masih belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan di setiap tingkat sistem pertahanan, baik yang ditargetkan kepada individu maupun organisasi, agar kecelakaan dapat dicegah dan risiko kecelakaan dapat dikendalikan

The mining industry has been viewed as a high-risk industry. Types of mining accidents, such as lost time injuries and fatalities, have a significant impact at both the individual and organizational levels. Despite Group Company X having technical guidelines for incident reporting and conducting investigations with corrective actions, accidents continue to occur. Therefore, this study aims to identify trends in the causal factors of mining accidents and find weaknesses in defense systems based on the Human Factors Analysis Classification System in the Mining Industry (HFACS-MI) method. This research method uses an analytical descriptive approach with a semi-quantitative method. The results show that the most common weakness in the active failure defense system is the occurrence of unsafe acts in the skill-based error category. Additionally, the most common weakness in the latent failure defense system is inadequate leadership in the leadership category. The study concludes that there are still numerous weaknesses in the active and latent failure defense systems, which hinder optimal accident prevention. Improvements need to be made at all levels of the defense system, targeting both individuals and organizations, to prevent accidents and effectively control the risk of accidents.
Read More
S-11367
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adisty Safira Salma Damayanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Zuly Prima Rizky
Abstrak:

Penelitian ini mengkaji kecelakaan kerja di industri pertambangan yang tergolong dalam kategori cedera, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). Industri pertambangan dikenal sebagai sektor dengan risiko tinggi, di mana insiden besar seperti cedera kerja serius dan kematian sering kali terjadi meskipun telah dilakukan investigasi dan tindakan pencegahan.
Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utama kecelakaan berdasarkan pendekatan sistem HFACS-MI yang mengklasifikasikan kesalahan manusia dan kelemahan sistemik dalam organisasi tambang. Berdasarkan data kecelakaan kasus cedera Tahun 2024, analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif terhadap berbagai faktor, dari tingkat operator hingga organisasi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kecelakaan paling banyak dipicu oleh unsafe acts, terutama skill-based errors, yang menunjukkan kelemahan pada kompetensi atau keterampilan dasar pekerja. Selain itu, faktor latent failures seperti lemahnya supervisi dan ketidakefisienan sistem organisasi juga berperan penting.


This research examines work-related accidents in the mining industry categorized as injury cases, using the Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). The mining industry is known as a high-risk sector, where serious incidents such as major injuries and fatalities frequently occur despite investigations and preventive measures. The study aims to identify the main causal factors of workplace accidents based on the HFACS-MI framework, which classifies human errors and systemic weaknesses within mining organizations. Using data from injury-related accident cases in 2024, both qualitative and quantitative analyses were conducted to assess contributing factors from the operator level up to the organizational level. The findings reveal that the majority of accidents were triggered by unsafe acts, particularly skill-based errors, indicating deficiencies in workers' basic competencies. Additionally, latent failures, such as inadequate supervision and organizational inefficiencies, were also found to play a significant role.

Read More
S-12084
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukodas; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Adenan
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang analisis penyebab traffic accident yang terjadi sepanjang tahun 2012 di PT Pamapersada Nusantara Jobsite Kideco, Batu Kajang, Kalimantan Timur dengan menggunakan metode telaah data sekunder dan diklasifikasikan ke dalam Human Factor Analysis and Classification System for Mining Industry (HFACS-MI) untuk melihat faktor penyebab berkaitan dengan unsafe act, precondition of unsafe act, dan unsafe leadership. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar traffic accident terjadi karena unsafe act dan terdapat manifestasi juga dari precondition of unsafe act dan unsafe leadership. Faktor yang berpengaruh paling besar dalam traffic accident adalah skill-based error
Read More
S-7750
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gunawan; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Doni Hikmat Ramdhan, Roslinormansyah
T-3461
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Kharisha; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Syahrul Munir
S-8756
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive