Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38251 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dini Maryani; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Bambang Dwipoyono
S-7836
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fifi Dwijayanti; Pembimbing: Artha Prabawa, Besral; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Cita Herawati, Yoan Hotnida Naomi
Abstrak: Kanker nasofaring merupakan jenis kanker yang biasa terjadi di Asia Tenggara dan angka kematiannya masih tinggi. Probabilitas pasien kanker nasofaring yang menjalani kemoterapi neoadjuvant dilanjutkan kemoradiasi dengan respon tumor CR lebih tinggi dibandingkan dengan PR dan PD. Deteksi dini dapat meningkatkan survival pasien dan penambahan jumlah sampel diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Read More
T-5537
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Via Dolorosa Halilintar; Promotor: Budi Hidayat; Kopromotor: Lusy Noviani, Purwantyaty; Penguji: Dwi Gayatri, Pujiyanto, Santi Purna Sari, Didik Setiawan, Mururul Aisyi
Abstrak:
Kanker pada anak merupakan masalah kesehatan yang serius karena berdampak tidak hanya pada kelangsungan hidup, tetapi juga kualitas hidup anak dan keluarganya. Instrumen penilaian Health-Related Quality of Life (HRQoL) yang tersedia, seperti EQ5D-Y dan PedsQL, belum sepenuhnya mampu menangkap pengalaman spesifik anak dengan kanker di Indonesia. Di sisi lain, ketersediaan data yang menghubungkan luaran kualitas hidup dengan biaya pengobatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi instrumen HRQoL baru, yakni PEDIAQoL (Pediatric Experience and Disease-related Impact Assessment–Quality of Life), serta mengaplikasikan nilai utilitas yang diperoleh dari PEDIAQoL pada studi Evaluasi Ekonomi dalam bentuk Analisis-Biaya Utilitas (Cost-Utility Analysis). Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pengambilan data primer di RS Kanker Dharmais selama periode Juli 2025–Februari 2026 pada 219 pasien kanker anak berusia 6–18 tahun beserta orang tua atau caregiver. Instrumen PEDIAQoL dikembangkan berdasarkan tinjauan sistematis dan dievaluasi melalui serangkaian pengujian psikometri. Instrumen versi final terdiri atas enam item dengan struktur unidimensional yang terkonfirmasi, ditunjukkan oleh satu faktor dengan eigenvalue 2,502 yang menjelaskan 41,70% variansi, factor loading berkisar antara 0,536–0,641, konsistensi internal yang baik, serta tidak menunjukkan bias pengukuran berdasarkan jenis kelamin (p = 0,152). Berdasarkan performa psikometrinya, nilai utilitas PEDIAQoL diturunkan melalui pemetaan statistik terhadap EQ5D-Y dengan membandingkan tiga model regresi. Model Ordinary Least Squares (OLS) dipilih sebagai dasar algoritma skoring karena kesesuaian dengan central limit theorema dan sifat linearitas dalam perhitungannya. Pada perbandingan kinerja, PEDIAQoL dan EQ5D-Y terbukti mengukur konstruk HRQoL yang saling berkaitan, tetapi tidak sepenuhnya tumpang tindih. PEDIAQoL lebih sensitif terhadap beban gejala kanker, seperti kelelahan dan nyeri, sedangkan EQ5D-Y lebih menekankan keterbatasan fungsional. Analisis determinan menunjukkan bahwa jenis kanker dan derajat toksisitas (CTCAE Grade) pengobatan merupakan faktor klinis yang paling konsisten memengaruhi biaya medis langsung, kerugian produktivitas, dan skor utilitas. Rerata biaya medis langsung mencapai Rp165.339.238 per responden, sedangkan rerata kerugian produktivitas keluarga sebesar Rp8.796.118 per tahun. Nilai utilitas PEDIAQoL selanjutnya diaplikasikan dalam Cost-Utility Analysis (CUA) yang membandingkan omeprazol dan ranitidin sebagai gastroprotektor pada pengobatan Acute Lymphoblastic Leukemia. Hasil analisis menunjukkan bahwa omeprazol merupakan strategi yang dominan dibandingkan ranitidin, dengan ICER yang konsisten menguntungkan berdasarkan nilai utilitas EQ5D-Y maupun PEDIAQoL. Temuan tersebut tetap stabil pada analisis sensitivitas satu arah, multi-arah, dan probabilistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai utilitas yang dihasilkan oleh instrumen PEDIAQoL dapat digunakan sebagai alternatif yang valid dalam evaluasi ekonomi intervensi kesehatan pada kanker anak.

Childhood cancer is a major public health concern because it affects not only survival but also the quality of life of children and their families. Existing health-related quality of life (HRQoL) instruments, such as the EQ-5D-Y and PedsQL, do not fully capture the disease-specific experiences of children with cancer in Indonesia. In addition, evidence linking HRQoL outcomes with treatment costs remains limited. This study aimed to develop and psychometrically validate a novel HRQoL instrument, the Pediatric Experience and Disease-related Impact Assessment–Quality of Life (PEDIAQoL), and to apply the utility values derived from PEDIAQoL in an economic evaluation using Cost-Utility Analysis (CUA). A cross-sectional study was conducted using primary data collected at Dharmais Cancer Hospital between July 2025 and February 2026 from 219 pediatric cancer patients aged 6–18 years and their parents or caregivers. The PEDIAQoL instrument was developed based on a systematic review and evaluated through a comprehensive psychometric assessment. The final instrument comprised six items with a confirmed unidimensional structure, characterized by a single factor with an eigenvalue of 2.502 explaining 41.70% of the variance, factor loadings ranging from 0.536 to 0.641, good internal consistency, and no evidence of measurement bias across sex (p = 0.152). Utility values were subsequently derived by statistically mapping PEDIAQoL onto the EQ-5D-Y using three regression models. The Ordinary Least Squares (OLS) model was selected as the scoring algorithm because of its consistency with the central limit theorem and its linear additive properties. Comparative analyses demonstrated that PEDIAQoL and EQ-5D-Y measure related but non-identical HRQoL constructs. PEDIAQoL was more sensitive to cancer-specific symptom burden, particularly fatigue and pain, whereas EQ-5D-Y placed greater emphasis on functional limitations. Determinant analyses identified cancer type and treatment toxicity (CTCAE grade) as the clinical factors most consistently associated with direct medical costs, productivity loss, and utility scores. The mean direct medical cost was IDR 165,339,238 per patient, while the mean annual family productivity loss was IDR 8,796,118. The utility values generated from PEDIAQoL were subsequently applied in a CUA comparing omeprazole and ranitidine as gastroprotective agents in the treatment of acute lymphoblastic leukemia. Omeprazole was found to be the dominant strategy over ranitidine, with consistently favorable incremental cost-effectiveness ratios (ICERs) based on utility values derived from both EQ-5D-Y and PEDIAQoL. These findings remained robust in one-way, multi-way, and probabilistic sensitivity analyses. Overall, the findings demonstrate that utility values generated by PEDIAQoL provide a valid alternative for conducting economic evaluations of healthcare interventions in pediatric oncology.
Read More
D-655
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bukroanah Amir Makkau; Pembimbing: I Made Djaja, Budi Hartono; Penguji: Dian Ayubi, Beben Saiful Bahri, Rahpirn Yuswani
Abstrak: Makanan merupakan kebutuhan pokok namun dapat menyebabkan penyakit parah bahkan kematian dan sangat berisiko bagi anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di sekolah. Sehingga mempersiapkan dan menjual makanan yang aman, penting di lakukan di kantin sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan kantin sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional pada 73 tempat penjualan makanan di kantin sekolah di Jakarta Timur pada bulan Maret-Juli Tahun 2019. Uji stastisik yang digunakan adalah chi square. Kontaminasi positif bakteri Escherichia coli pada makanan sebesar 30 (41,1%). Terdapat hubungan yang bermakna antara kontaminasi bakteri Escherichia coli dengan jenis makanan dengan nilai p = 0,045 dan OR = 2,642. Disarankan untuk melakukan program Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada proses pembuatan makanan untuk mengetahui titik kontaminasi, penyuluhan atau pelatihan higiene sanitasi, serta melengkapi fasilitas sanitasi
Read More
T-5562
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ambo Sakka; Promotor: Ede Surya Darmawan; Kopromotor: Dumilah Ayuningtyas, Dewi Gayatri; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Wachyu Sulistiadi, Syahrir A. Pasinringi, Sutopo Patria Jati, Farida Briani Sobri
Abstrak:
Utilisasi pelayanan rumah sakit pada pasien kanker payudara dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menunjukkan pola yang heterogen dan belum terpetakan secara empiris. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi kelas laten pola utilisasi pelayanan rumah sakit pada pasien kanker payudara peserta JKN melalui Analisis Kelas Laten; (2) menganalisis distribusi variabel prediktor berbasis Andersen Behavioral Model antar kelas utilisasi yang terbentuk; (3) membangun dan mengevaluasi model prediksi kelas utilisasi menggunakan pendekatan pembelajaran mesin dengan analisis kontribusi variabel prediktor; serta (4) merumuskan implikasi kebijakan berbasis temuan empiris untuk penguatan sistem JKN. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif berbasis Data Sampel BPJS Kesehatan periode 2017–2024 dengan sampel 3.186 pasien kanker payudara (ICD-10 C50.x dan D05.x) untuk pembentukan kelas utilisasi, dan 3.131 pasien untuk pemodelan prediktif. Hasil LCA mengidentifikasi empat kelas utilisasi yang berbeda secara substantif: Low Utilizer (33,5%; n=1.066), Moderate Outpatient (26,4%; n=841), High Inpatient Complex (21,6%; n=687), dan High Outpatient (18,6%; n=592), dengan model optimal memiliki nilai BIC 24.081,73 dan Entropy 0,894. Model prediksi yang dibangun mencapai akurasi 67,8% pada data uji independen, nilai Cohen's Kappa 0,56, dan rata-rata AUC makro 0,889 dengan kemampuan identifikasi kelas High Inpatient Complex mencapai AUC 0,910. Analisis kontribusi variabel prediktor mengkonfirmasi dominasi faktor kebutuhan klinis dimana lima dari lima prediktor teratas adalah faktor klinis, dengan episode kemoterapi sebagai determinan terkuat (nilai kontribusi 0,7456) yang mengkonfirmasi secara empiris prediksi Andersen Behavioral Model tentang dominasi kebutuhan klinis dalam sistem dengan cakupan finansial tinggi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem peringatan dini berbasis data klaim, perluasan program pengelolaan penyakit kronis ke kanker payudara, reformasi tarif pelayanan berbasis kompleksitas utilisasi longitudinal, serta integrasi data klaim BPJS Kesehatan dengan Registri Kanker Nasional sebagai fondasi pemantauan berbasis nilai layanan kesehatan.

Hospital service utilization among breast cancer patients in Indonesia's National Health Insurance (JKN) program demonstrates heterogeneous patterns that have not been empirically mapped. This study aimed to (1) identify latent classes of hospital service utilization among breast cancer patients enrolled in JKN using Latent Class Analysis; (2) analyze the distribution of Andersen Behavioral Model-based predictor variables across the identified utilization classes; (3) develop and evaluate a predictive model for utilization class classification using a machine learning approach with predictor variable contribution analysis; and (4) formulate evidence-based policy implications for JKN system strengthening. This retrospective cohort study utilized BPJS Kesehatan's Sample Data 2017–2024, with a sample of 3,186 breast cancer patients (ICD-10 C50.x and D05.x) for utilization class formation and 3,131 patients for predictive modeling. LCA identified four substantively distinct utilization classes: Low Utilizer (33.5%; n=1,066), Moderate Outpatient (26.4%; n=841), High Inpatient Complex (21.6%; n=687), and High Outpatient (18.6%; n=592), with the optimal model achieving BIC of 24,081.73 and Entropy of 0.894. The predictive model achieved 67.8% accuracy on an independent test set, Cohen's Kappa of 0.56, and macro-average AUC of 0.889, with High Inpatient Complex identification reaching AUC of 0.910. Variable contribution analysis confirmed the dominance of clinical need factors, chemotherapy episodes emerged as the strongest determinant (contribution value 0.7456), empirically confirming the Andersen Behavioral Model's prediction about clinical need dominance in high-coverage systems. This study recommends developing claims data-based early warning systems, expanding chronic disease management programs to breast cancer, reforming reimbursement tariffs based on longitudinal utilization complexity, and integrating BPJS Kesehatan claims data with the National Cancer Registry.
Read More
D-646
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prih Sarnianto; Promotor: Hasbullah Thabrany; Ko-Promotor: Mardiati Nadjib; Penguji: Sudijanto Kamso, Ratu Ayu Sartika, Soewarta Kosen, Achmad Fuad Afdhal, Trihono
D-326
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dharsono Yusuf; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo, Ede Surya Darmawan
Abstrak: Rumah sakit adalah bagian dari sistem pelayanan perawatan kesehatan yang sangat dipengaruhi globalisasi dan krisis ekonomi. Mahalnya biaya perawatan kesehatan dan tingginya persaingan pasar juga mempengaruhi seluruh kegiatan rumah sakit. Selain itu meningkatnya kebutuhan akan perawatan kesehatan juga menambah tuntutan untuk meningkatnya standar kualitas pelayanan yang akan mengakibatkan meningkatnya juga biaya pelayanan.
Data menunjukkan bahwa 31,4% dari total pasien yang dirawat di RSMH Palembang pada tahun 2002 adalah pasien dengan PT Askes. Masalah yang ditemukan adalah adanya perbedaan pelayanan antara pasien yang menggunakan PT Askes dengan pasien Non-Askes. Pasien peserta wajib PT Askes sering mengeluhkan kualitas pelayanan yang diterima selama dirawat di rumah sakit, terutama pada rawat Inap.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kualitas layanan yang diberikan antara pasien Askes dengan pasien Non-Askes, yang dirawat di ruang rawat inap kelas II dengan diagnosis Hipertensi. Enam indikator digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan meliputi jenis obat yang diberikan terhadap pasien, jumlah pemeriksaan medis, lama rawat, jumlah kunjungan dokter, asuhan keperawatan dan total biaya. Data tersebut diambil dari rekam medis.
Berdasarkan hasil menunjukkan tidak ada perbedaan kualitas pelayanan yang bermakna yang diberikan baik kepada pasien PT Askes maupun Non-Askes yang dirawat di ruang kelas II dengan diagnose hipertensi. Secara khusus tidak terdapat perbedaan pada jumlah jenis obat yang diberikan baik terhadap pasien PT Askes maupun Non-Askes.
Dengan kriteria minimal lima jenis pemeriksaan penunjang medis, ditemukan bahwa pasien dengan PT Askes menerima jumlah pemeriksaan yang sama dengan pasien Non-Askes, dengan rentang antara 2 sampai dengan 8 jenis pemeriksaan penunjang medis. Penelitian ini juga melihat pada lama rawat, dan tidak ditemukan perbedaan antara pasien PT Askes dengan Non-Askes. Rata-rata lama hari rawat adalah 5,58 hari dengan rentang dari 1 sampai 19 hari.
Dalam hal kunjungan oleh dokter selama dirawat inap seringkali menjadi alasan utama keluhan para pasien peserta PT Askes. Dan pads kenyataannya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada kunjungan dokter antara pasien PT Askes dengan pasien Non-Askes. Asuhan keperawatan sebagai salah satu kriteria tidak ada perbedaan kualitas layanan antara pasien PT Asked dengan Non-Askes. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa baik pasien PT Askes maupun Non-Askes mendapat asuhan keperawatan yang kurang, dengan rata-rata 2,19 kali.
Secara keseluruhan, baik pasien PT Askes dan Non-Askes yang dirawat di kelas II dengan hipertensi mendapat pelayanan yang baik, berdasarkan pemberian obat, jumlah pemeriksaan penunjang medis, lama rawat, jumlah kunjungan dokter dan total biaya. Sedangkan asuhan keperawatan mendapat pelayanan yang kurang baik bagi pasien PT Askes maupun Non-Askes.
Dilihat dari informasi rekam medik pasien, perlu disarankan kepada petugas medis untuk menyadari betapa pentingnya informasi yang ditulis dalam rekam medik secara jelas, lengkap dan konsisten. Analisis sangat tergantung pada kualitas informasi yang tersedia pada rekam medik. Lebih jauh lagi, diperlukan juga untuk perbaikan pelayanan perawatan secara berkelanjutan untuk memudahkan proses pemulihan pasien.
Untuk PT Askes perlu mengevaluasi besaran tarif rumah sakit dalam rangka mengurangi beban keuangan rumah sakit. Selanjutnya perlu analisis lebih lanjut untuk Rumah Sakit Mohamad Hoesin Palembang guna perbaikan kualitas pelayanan.

Analysis of Service of Hospital for the Patients with Hypertension Case at Ward Class Two which are Assured by PT.Askes and General Patients in the Mohamad Hoesin Hospital Palembang 2002Hospitals as part of the health care delivery system are highly influenced by globalization and economic crisis. High cost of health services and highly competitive market also contribute to the sustainability of the overall operation of the hospital. In addition, increasing demand on health care services also add to the requirements of high standard of quality of care that further increase the cost of delivery services.
The data indicated that 31.4% of total admitted patients hospitalized in the RSMH in 2002 was P.T.ASKES patients. There are issues that members of PT ASKES are treated differently than Non-ASKES patients. Members of PT ASKES frequently complain on the quality of services received during treatment in the hospital, especially in the inpatient care setting.
This study aims to address issues on differences on quality of care given to patients of PT ASKES and Non-ASKES who are admitted in the ward class two with diagnosis of hypertension. Six indicators are used to measure quality of care that include numbers of types of drugs given to patients, numbers of medical examination taken, length of stay, numbers of visite by doctors, nursing services, and cost Data is taken from medical records.
The results indicated that there is no significant differences on quality of care given to patients of PT. ASKES and Non-ASKES patients admitted in the ward two diagnosed with hypertension. In specific, there is no difference on numbers of types of drugs given to PT ASKES and Non-ASKES patients. Using criteria of minimum five types of medical examination, it is found that ASKES patients receive same numbers of medical examination, with range from 2 to 8 types of medical examinations. The study also address the issue on length of stay, which is found no differences between PT ASKES and Non-ASKES patients. The average length of stay is 5,58 days ranging from 1 - 19 days.
Issues on number of visit by medical doctors during hospitalization frequently become the main reason of complain among PT ASKES patients. Again, the result describes that there is no differences on numbers of visite by medical doctors for both PT ASKES and Non-ASKES patients.
Nursing care is also used as one of the criteria to identify no differences on quality of care between PT ASKES and Non-ASKES patients. The results indicated that both patients ASKES and Non-ASKES receive bad services on nursing care aspect, with the average of 2,19 times.
Overall, patients of PT ASKES and Non-ASKES admitted in the ward class two diagnosed with hypertension both receive good quality of care, as measured by types of drugs given, numbers of medical examination taken, length of stay, numbers of visite by doctors, and cost. Nursing care is considered as bad, both for PT ASKES and Non-ASKES patients.
Since the above information is taken from patients medical records, it is highly recommended for medical staffs to be aware on the importance on clear, valid, concise and consistent information written in the medical records. The analysis will depend on the quality of information available on the medical records. Furthermore, it is needed to continue improve on nursing care to ease process of recovery of the patients.
For PT ASKES, it is important to reevaluate tariff given to the hospital in attempt to reducing financial burden of the hospital. For further detailed analysis, Rumah Sakit Mohamad Hoesin Palembang require to continue improve its quality of services.
Read More
T-1619
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
S-9008
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyana Siregar; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Haryanto, Laila Fitria, Agus Sudarman, Nadramarlina
Abstrak: Kasus diare di Muara Angke masih cukup tinggi terutama di wilayah pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) karena kondisi sanitasi lingkungan yang masih tergolong kurang memadai serta perilaku higiene masyarakat yang tidak baik. Kasus diare pada kelompok umur balita lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok umur lainnya karena balita memiliki daya tahan yang lebih lemah. Air minum yang terkontaminasi dapat menjadi media penularan penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontaminasi Escherichia coli pada air minum dengan kejadian diare pada balita di pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke Kelurahan Pluit Kota Jakarta Utara Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah crossectional dengan jumlah sampel 95 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kontaminasi Escherichia coli dalam air minum (4,67; 1,96-11,09), faktor balita [status imunisasi (5,69; 2,24-14,44)], faktor ibu [tingkat pendidikan (2,98; 1,22-7,31), tingkat pengetahuan (8,38; 2,98-23,59), status ekonomi keluarga (3,23; 1,32-7,91), perilaku mencuci tangan (5,17; 2,16-12,38), dan perilaku memasak air minum (4,75; 1,97-11,47)], faktor lingkungan [kondisi fisik jamban (14,44; 5,29-39,41)] dengan kejadian diare pada balita di pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke Kelurahan Pluit Kota Jakarta Utara. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita di pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke Kelurahan Pluit Kota Jakarta Utara Tahun 2019 adalah kondisi fisik jamban (20,08; 4,65-86,81).
Read More
T-5533
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Untari; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Toha Muhaimin, Yovsyah, Yekty Widodo, Ning Sulistiyowati
Abstrak: Merokok merupakan faktor resiko penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kesakitan pada individu maupun orang lain yang terpapar asap rokok. Data WHO di Indonesia pada tahun 2015 menyatakan prevalensi perokok aktif disemua kalangan usia sebanyak 51,1%. Kemudian data GYTS pada tahun 2009 menyatakan perokok remaja sebesar 57,8% pada laki-laki dan 6,4% pada perempuan. 72,5% remaja menyatakan setuju bahwa asap rokok berpengaruh buruk terhadap kesehatan, namun pertanyaan ini bertolak belakang dengan peningkatan trend usia merokok pada kalangan remaja usia 13-15 tahun sebesar 36,3% pada tahun 2007, 43,3% pada tahun 2010, dan 55,4% pada tahun 2013. Pada penelitian sebelumnya, perilaku merokok remaja juga dihubungkan dengan faktor stress, bully, dan pemantauan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan variabel independen yaitu gangguan mental, bully, dan pemantauan orang tua dengan variabel dependen yaitu perilaku merokok pada remaja di Indonesia dengan menggunakan desain studi cross sectional dan data sekunder dari survey global kesehatan pelajar berbasis sekolah pada tahun 2015 yang di teliti oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia (Litbangkes RI). Sampel penelitian yang digunakan adalah total sampling yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan ekklusi, yang kemudian data akan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara gangguan mental dan bully dengan perilaku merokok pada remaja, serta tidak adanya hubungan pemantauan orang tua dengan perilaku merokok pada remaja
Read More
T-5554
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive