Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nyoman Dwi Maha Udiyana; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Masyitoh, Gede Eka Rusdi Antara, Avriazar Beng Kiuk
Abstrak: Terbatasnya jumlah sebaran dokter bedah di Indonesia, dengan banyaknya tugas keseharian yang dijalani oleh dokter bedah, diperlukan suatu cara pengisian rekam medis yang mudah , efisien dan sesuai kebutuhan klinisi. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, dan mempergunakan model design thinking. Hasil penelitian berupa prototipe aplikasi IESR (Integrated Electronic Surgical Report) yang dirancang melalui kolaborasi antara tim design thinker dengan tim IT. Prototipe IESR menekankan pada pengisian rekam medis dan laporan operasi yang efisien dan sesuai kebutuhan klinisi. Perancangan prototipe IESR melalui implementasi model design thinking dilakukan dalam 5 tahap. Dalam tahapan emphatize, define, dan ideate didapatkan berbagai masalah yang dihadapi dokter operator dalam pengisian rekam medis dan laporan operasi. Dari formulasi berbagai usulan penyelesaian masalah, dipilih solusi berupa perancangan prototipe IESR. Tahapan prototyping dilakukan dengan pembuatan storyboard dan pembuatan prototipe digital oleh tim IT. Fase testing menunjukkan 87,5% informan menyatakan kemudahan penggunaan prototipe IESR, dan 75% informan merasakan penggunaan prototipe sudah efisien dalam hal waktu input data. 75 % informan menyatakan telah sesuai dengan kebutuhan klinisi. Prototipe aplikasi Integrated Electronic Surgical Report diharapkan dapat memudahkan para dokter operator dalam pengisian rekam medis, khususnya laporan operasi secara efisien
Due to limited surgeon in Indonesia, and many daily task that have to do by a surgeon, an efficient and simple way of medical records filling is needed. This study design is a qualitative with phenomenological method, through design thinking model. The result of this research is a prototype of IESR (Integrated Electronic Surgical Report) that designed in collaboration between design thinker team and IT team. IESR prototype concern on efficient medical record and surgical reports filling matching to clinician needs. IESR prototyping process through design thinking model implementation was carried out in 5 stages. In the emphatize, define, and ideate process, there are various problems faced by clinicians in medical records and surgical reports filling. By formulating various problem solving suggestion , the chosen solution was designing IESR prototype. The prototyping stage was carried out by storyboards making and prototypes designing collaborating with the IT team. The testing phase shown 87.5% of informan stated that the IESR prototype was easy to use, and 75% informan stated timely efficient, 75 % informan stated that the prototype already matching clinicians needs. IESR prototype hopefully emphasized medical record filling concerned on surgical report efficiently by operator doctor.
Read More
T-6090
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gede Eka Rusdi Antara; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adik Wibowo, I Made Darmajaya; Kurnia Sari, Ns. I Gede Made Arnata
Abstrak: Pelayanan pembedahan merupakan pelayanan kesehatan di rumah rumah sakit yang dapat menggambarkan mutu rumah sakit. Peningkatan jumlah kunjungan, ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan sumber daya manusia serta lamanya waktu yang diperlukan untuk memperoleh persetujuan untuk tindakan operasi dari pasien dan keluarga dapat menyebabkan waktu tunggu tindakan operasi menjadi panjang. Penelitian ini menggunakan rancangan mix method yaitu kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian observasional analitik cross sectional. Penelitian ini melibatkan 54 responden pada penelitian kuantitatif dan 7 informan pada penelitian kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan kejadian bed block sebanyak 38,9 % dan tidak terjadi bedblock 61,1%. Persetujuan operasi diperoleh dalam waktu ≥ 1 jam dari 17 responden (31,5%) dan persetujuan operasi yang diperoleh dalam waktu < 1 jam sebanyak 37 responden (68,5%). Alat dan sarana didapatkan tidak lengkap 5,6% dan lengkap 94,4%. Waktu tunggu tindakan operasi yang ≥ 5 jam dikategorikan delay sebanyak 33,3%, waktu tunggu tindakan operasi yang < 5 jam dikategorikan tidak delay sebanyak 66,7%.

Analisis bivariat dengan Chi Square menunjukkan pvalue 0,000 untuk hubungan antara bed block dengan keterlambatan operasi, p-value 0,000 untuk hubungan antara persetujuan operasi dengan keterlambatan operasi, p-value 0,012 hubungan alat dan sarana dengan keterlambatan operasi. Faktor yang paling berpengaruh adalah persetujuan operasi dengan p-value 0,005 dengan regresi logistik.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara bed block, persetujuan operasi serta alat dan sarana terhadap keterlambatan operasi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan strategi peningkatan kualitas pelayanan pembedahan di Instalasi Rawat Darurat.

Key words: bed block, sumber daya manusia, persetujuan operasi, alat dan sarana operasi, keterlambatan tindakan operasi

Surgery is part of medical services that summarized the hospital performance. Increased hospital visits, unavailability of tools, unavailability of human resources, and times consumed to get patient agreement for surgery may causing delay to operation. This is mix method study, quantitative and qualitative. The quantitative study is observational analytic, cross sectional. This study includes 54 respondents in quantitative study and 7 informants in qualitative study.

The result showed bed block events is 38,9 %. Agreement following informed consent is obtained in ≥ 1 hour for 17 respondents (31,5%) and < 1 hour for 37 respondents (68,5%). Tools and equipment are complete and available in 94,4% cases and incomplete in 5,6% cases. Time consumed waiting for operation is categorized delay if ≥ 5 hours in 33,3% cases, categorized not delay if < 5 hours in 66,7%.

Bivariate analysis using Chi Square showed p-value 0,000 for correlation between bed block and delay to operation, p-value 0,000 for correlation between time consumed to obtain agreement for surgery, p-value 0,012 for correlation between tools and equipment with delay to operation. The most influencing factor is operation agreement with pvalue 0,005 using logistic regression.

From this study, we conclude there is significant correlation between bed block, time consumed for obtain operation agreement, tools and equipment availability with delay to operation. This result is a base in making strategy to improve quality of surgery services in emergency department.

Key words: bed block, human resources, operation agreement, tools and equipment, delay to operation
Read More
B-1959
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive