Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Praktik klinik Keperawatan merupakan proses pembelajaran yang perlu mendapat perhatian dan upaya peningkatan agar menghasilkan lulusan D II] Keperawatan yang bermutu. Untuk mengetahui mutu proses praktik klinik dapat dilihat dad kemampuan pembimbing institusi dan instmktur klinik, penggunaan peralatan, pengunaan metode, penggunaan bahan dan Iingkungan praktik klinik.Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh infomtasi tentang rendahnya mutu praktik klinik Keperawatan , populasi peneiitian adalah sernua Mahasiswa Akper Depkes Jambi tingkat H dan tingkat III yang telah mengikuti praktik klinik (total sampel). Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada responden mahasiswa tingkat II dan tingkat III.Hasil penelitian memberikan informasi bahwa sebagian besar pencapaian kompetensi kurang baik temtama unit mata ajaran Keperawatan Kesehatan Ibu (unit 214)) dan unit mata ajaran Keperawatan Kesehatan Anak (unit 321) serta Keperawatan Kesehatan Mental Psikiatri (unit 322). Kemampuan lnstruktur Klinik, penggunaan metode praktik , penggunaan bahan praktik dan lingkungan praktik sebagian besar kurang baik pada mala ajaran Keperawatan semua tingkat usia (unit 217), sedangkan kemampuan pembimbing institusi, penggunaan metode praktik dan lingkungan praktik sebagian besar kurang baik pada mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah (unit 320), dan penggunaan peralatan praktik sebagian besar kurang baik pada mata ajaran Keperawatan Kesehatan Komuniti (unit 213), mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah (unit 320) dan keperawatan Kesehalan anak (unit 321).Kesimpulan penelitian adalah bahwa di tingkat III kernampuan pembimbing institusi yang kurang baik merupakan faktor yang berhubungan dengan rendahnya pencapaian mutu praktik klinik, sedangkan di tingkat II faktor penggunaan metode, penggunaan bahan praktik dan pengunaan peralatan yang kurang baik secara bersama berhubungan dengan rendahnya mutu praktik.Kepada Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Depkes RI disarankan agar pelatihan bimbingan klinik menjadi salah satu prioritas program, selain tetap memperhatikan alokasi anggaran untuk penambahan peralatan praktik. Disamping itu pengelola institusi Politeknik Kesehatan Depkes Jambi Jumsan Keperawatan agar melakukan pertemuan berkaia guna meningkatkan mutu proses praktik klinil.
Nursing Clinic practice is a leaming process that needs attention and improvement effort as to produce a qualified nursing diploma III graduate. ln order to lind the quality of clinic practice, it can be seen from the capability ofthe institution supervisor and clinic instructor, the use of tools, the use of method, the use of material and clinic practice environment.The purpose of this research is to gain information about the cause ofthe low quality of nursing clinic practice, the population of the research is all students on second and third grade of Nursing Academy Department of Health Jambi, who have passed through clinic practice, sampling was not done because all students on second and third grade become research respondent. The research is a quantitative research using cross sectional design; data is gained by interview lo students on second and third grade respondent by using questionnaire.The result of the research infomis that, most of competence achivement are not good enough, mostly in the subject of Mgjhgfs Health Nursing (unit 214) and, Paediatric Nursing (unit 321), and Psvchiatric Mental Nursing (unit 322). 'lite ability of clinic instructor, the use of practice method, practice material and practice environtment are not good enough, mostly in the subject All Ages Nging (unit 217), otherwise the ability of institution instructor, the use of practice method and practice environtment are not good enough, mostly in Surggg Medical Nursing (unit 320), while the use of pratice tools is mostly not good enough in the subject of Community Health Nursing (unit 213), Surgery Medical Nursing (unit 320), and Paediatric Nursing (unit 321)The conclusion of the research is that on the third grade, the ability of institution supervisor which is not good enough is a related factor with the low achievement of clinic practice quality, while on the second grade, factor of method using, practice material using, and tools using which are not good enough, have caused the low of clinic practice quality.The researcher suggested that the Head of Medical Staff Education Centre Department of Health Rl makes clinic guidance training to be one of program priority, and also keep giving attention to budget allocation to the practice tools addition. Moreover, the management of the institution Health Polytechnic Department of Health Jambi majoring in Nursing should hold liequent meeting as to improve the quality of clinic practice activity process.
Background : Competitiveness in the globalization era has raised the needs for qualified and professional human resources, including in the health services. One of the key indicators of a high quality health service is the availability of professional medics, which obviously cannot be separated from the health education system. Centre of Health Manpower Education has performed the accreditation program for health education institutions to improve the quality of health education providers, which in the end will improve the quality of the graduates. Objective : This research aims to investigate the correlation between the accreditation rates of Borang Akreditasi 2000’s sub-components and the quality of the health institution graduates. Design : The data used is from the accreditation results to March 2005 and the report of Information System of Health Manpower Education from Specialist of Health Education and Accreditation Division, Centre of Health Manpower Education, Department of Public Health. The approach of this research is cross sectional design. The data is analysed by using multiple logistic regression and factor analysis. Result : Proportion of the institution with Good Quality Graduates is 44.1%. Institutions with Very Good marks on Education Planning with an Adequate on the Full Time Lecturer’s state, possess 0.16 times risk with a 95% CI (0.03 – 0.87), to produce a Good Graduates compared to the institution with Adequate marks on Education Planning after being controlled by the variables; Application of teaching assistance program, Periodic report, Teaching evaluation, audio visual aids, and infrastructures. Based on the factor analysis, the author acquired 5 factors with a variance of 60.28%, they were curriculum, infrastructure, lecturer, Laboratorium and educational support. Conclusion : The research has shown that the most significant factors for highly qualified health education graduates are the accreditation rates for the full-time lecturer involvement sub-component and the planning of the teaching program sub-component. Between these two, the full-time lecturer involvement is a more dominant factor. From the factor analysis, the administration staff and librarians sub-component has raised a new factor. Also, the laboratory sub-component does not correlate with other factors. In fact, it has emerged as an independent factor. Key words : Accreditation, Centre of Health Manpower Education, Quality of graduates, The Health Institutions.
Dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka pelaksanaan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) perlu terus dipantau dan dievaluasi dari berbagai aspek.Salah satu aspek yang cukup penting dan banyak konstribusinya dalam menopang keberhasilan program KIA adalah aspek kemampuan manajerial dan bidan Puskesmas. Meskipun pemerintah telah melakukan terobosan-terobosan dengan penempatan bidan di desa, namun hasilnya sampai sekarang belum sesuai dengan harapan yang ditandai masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kemampuan manajerial bidan dalam pelaksanaan program KIA di Puskesmas, dan faktor-faktor yang berhubungan.Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Cabang Dinas Kesehatan Ciawi Kabupaten Bogor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dengan unit analisis Bidan Puskesmas dan bidan di desa (individu) dan pengambilan sampel dilakukan dengan total populasi, sebanyak 105 responden.Variabel yang diteliti meliputi variabel dependen yaitu fungsi-fungsi pelaksanaan manajemen program KIA (perencanaan, penggerakan dan penilaian), sedangkan variabel independen adalah faktor internal (umur, pendidikan dan lama bekerya) dan faktor eksternaI ( supervisi, pelatihan, umpan balik, dorongan masyarakat dan sarana kerja).Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan manajerial bidan di Puskesmas dan desa proporsinya tidak jauh berbeda antara yang baik dan yang kurang baik. Dengan Kai Kuadrat dan multivariate, bermakna yang berhubungan dengan kemampuan manajerial bidan yaitu , supervisi, pelatihan dan dukungan masyarakat, dan yang paling bermakna adalah supervisi dengan p. value 0,000.Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor , Kepala Cabang Dinas Kesehatan Ciawi Kabupaten Bogor dan Kepala Puskesmas agar mengingatkan serta menegaskan kembali pentingnya melaksanakan manajemen program KIA oleh Bidan di Puskesmas, selalu melakukan bimbingan teknis dan segera memberikan umpan balik hasil kerja bidan di Puskesmas dan desa.
In discreasing Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) as one of the effort in the human resource improvement, the implementation of Mother and Child Care must be monitored and evaluated on several aspects.One of the aspect that is necessary which will contribute to success of break through Mother and Child Care program in Public Health Centre of Midwife is the midwife's managerial competence. While although government base distributed some midwife in Public Health Center and the village midwife, but the result is unmet with the expectation it is can be prospek by the highly Maternal Mortality Rate and Infant Mortality Rate.The goal of this study is feed back to describe the ralation factors in managerial competence of midwife in implementing Mother Chuld Care program in Public health. Design research is using cross sectional with analysis unit in Public Health Centre midwives and village midwives. Sampel has taken by total population, sum 105 respondent.The variables which was researched involve dependent variable by the function of the Application of Management Mother and Child Health Care program namely planning, actuating, and evaluation, where as the independet variables were age, educuation , periode of work, supervision, training, community support, jof feed back and infra structure. Result of this study is that midwif's managerial competence in Health Centre and in the village midwife is not so different. By the Chi-Square statistic exam and Multivariate, known that supervision was a factor related with comptence manajerial midwife of the mother and child Health care Program (p.value = 0,000).According to the reseach, recommended for District Health Bogor and Ciawi Health Area and head of Public Health centre in order to remind and will focus how necessary application of Mother and Child care by midwife, always technical guidance and job feed back with midwife resulted in Public Health Centre.
Pendidikan tenaga kesehatan bertujuan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang terampil dan bermutu dalam jumlah yang cukup dan jenis yang sesuai dengan macam pekerjaan. Dalam mengevaluasi kualitas pendidikan tenaga kesehatan, perlu dilihat dari prestasi belajar peserta didik. Pada penelitian ini prestasi belajar dipengaruhi oleh variabel-variabel antara lain status mahasiswa, jenis kelamin, umur, tempat tinggal, motivasi, minat, persepsi terhadap dosen, dan persepsi terhadap sarana prasarana.Pada institusi pendidikan Akademi Keperawatan Raflesia, terdapat penurunan prestasi belajar mahasiswa pada semester IV dimana dari 110 mahasiswa angkatan 1999/2000 terdapat 23 orang (20,9 %) mendapat nilai B (2,76 - 3,50), 86 orang (78,2 %) mendapat nilai C (2,00 - 2,75) dan 1 orang (0,9 %) mendapat nilai D (1,00 - I,99).Penelitian ini menggunakan desain penelitian non experimental dengan pendekatan cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji chi square dan analisa multivariat dengan regresi logistik ganda. Proses pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 110 orang responden yaitu mahasiswa angkatan 1999/2000 Akper Raflesia.Dari hasil uji bivariat terhadap 8 variabel independen ternyata hanya 2 variabel (status mahasiswa dan movitasi) yang berhubungan signifikan dengan prestasi Belajar. Dari hasil uji interaksi multivariat ternyata tidak ada interaksi antara variabel status mahasiswa dan motivasi belajar. Dari hasil akhir multivariat diketahui bahwa variabel status mahasiswa lebih dominan mempengaruhi prestasi belajar.Dilihat dari nilai Odd Ratio (OR) ternyata status mahasiswa mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap prestasi belajar mahasiswa. Oleh karena itu usaha untuk meningkatkan motivasi belajar perlu mendapat perhatian tenaga pengajar khususnya bagi kelas regular. Hal ini dapat dilakukan dengan Pertama : menciptakan suasana belajar mengajar yang dapat menarik minat mahasiwa untuk belajar, Kedua : meningkatkan keinginan berprestasi mahasiswa dengan cara menciptakan kompetisi antar mahasiswa dan memberikan reward bagi yang berprestasi, Ketiga : Memberikan penugasan kepada mahasiswa sehingga mahasiswa terdorong untuk aktif bertanya dan mencari literatur-literatur berkenaan dengan penugasan tersebut. Sebaiknya setiap dosen yang mengajar harus dapat menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa. Kemudian kepada mahasiswa disarankan untuk meningkatkan kegiatan belajar.Daftar Bacaan : 38 (1979 - 2001)
Factors Related to Studying Achievements of the Students of Raflesia Nursing School, Cimanggis-Depok, Year 2002Health education purposes to produce qualified and skillful health personnel?s in appropriate amount and of which suitable with the variety of work field. Due to the quality evaluation of health education, we need to observe based on the achievements of each of the student. In this research, studying achievements are influenced by variables which are status of the students, gender, age, residence, motivation, intent or interest, perception towards lecturers, and perception towards facility.In the education institution of Raflesia Nursing School, there's been a decrease in the studying achievements on the 4th semester which in 110 students of class of 1999/2000 there are 23 students (20,9 %) scored B (2,76 - 3,30), 86 students scored C (2,00 - 2,75), and 1 student scored D (1,00 - 1,99).The research used a non experimental research design with a cross sectional approach. Data analysis that is used is unvariat analysis with frequency distribution, bivariat analysis, with chi square examination, and multivariat analysis with double logic regression. Data gaining process is committed with a spreading of questioner to 110 respondents which are students os the class of 1999/2000 Raflesia Nursing School.From the result of bivariat exams towards to eight independent variable there are only 2 variables (status of the student and motivation) which have significant relationship with the studying achievements. From the result of multivariat interaction exams there are no relationship between the statuses of the student with studying motivation. From the final result it is discovered that variable of the status of the student is dominantly more effecting the studying achievements.Observing from the odd ratio (OR) values, the status of the student has a larger influence towards student's studying achievements. Due to this, efforts to increase studying motivation need to get the teacher's attention especially in regular classes. This effort can be done by First: To create a teaching and learning environment that can draw student's interest to study, Second: Increasing the student's wills to gain achievements by creating competition between students and giving rewards to those who gained achievements or who succeeded, Third: Give assessments to students so that it will encourage students to be more active in asking questions and in searching materials connected to the given assessments. It will be best for each lecture who teaches to be able to student's motivations in studying. Next is that students are advised to increase the activities related to studying!References: 38 (1979-2001)
Lembaga pendidikan keperawatan Poltekes Jurusan Keperawatan Palembang bertujuan menghasilkan perawat profesiona/pemula melalui berbagai kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di kelas, laboratorium keperawatan dan lahan praktek sesuai dengan tuntutan kompetensi yang diharapkan.Salah satu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah kegiatan belajar mengajar keperawatan medikal bedah (217A). Namun kegiatan belajar mengajar medikal bedah yang dilakukan belum memperoleh basil yang sesuai dengan tuntutan kompetensinya. Kondisi tersebut ditandai oleh rendahnya tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang dimiliki oleh mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai informasi mengenai kegiatan pembelajaran keperawatan medikal bedah (217A) di Poltekes Jurusan Keperawatan Palembang berdasarkan pendekatan sistem. Rancangan penelitian menggunakan metode kualitatif, sedangkan pengumpulan informasi dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan dokumentasi. Kemudian analisis dilanjutkan melalui triangulasi metode dan sumber, sedangkan hasilnya diteliti melalui analisis isi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar masih berkualitas rendah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kualitas dosen, terbatasnya fasilitas dan sumber belajar yang tersedia. Selain itu, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan belum optimal.Daftar bacaan : 36 (1984 - 2002)
Analysis on Educational System of Medical Surgery Nursing at Palembang Polytechnics of Health Majoring in Nursing Department 2002Palembang Polytechnics of Health in Nursing Department aims at educating beginning professional nurse through lecturing and educational activities conducted in classes, nursing laboratories, and practical places based on hoped competence demand.One of the lecturing and educational activities to achieve that goal is medical surgery lecture (217A). On the other hand that lecture activity has not fulfilled the competence demands. That condition is marked by students' low masteries of nursing knowledge and skills.This research objective is to obtain some information concerning lecturing activities of medical surgery (217A) in Palembang Polytechnics of Health based on systemic approach. This research design uses qualitative method, while its information is collected through in-depth interview, focus group discussion and documentation. The analysis is continued through method and source triangulation, while the result is studied based on content analysis.The research result shows that lecturing quality is low due to lowly qualified lecturer, limited facility and lecturing resources. Moreover, lecture planning, organizing and controlling have not been optimal yet.References : 36 (1984 - 2002)
Angka kematian bayi dan neonatal cenderung lebih tinggi pada daerah pedesaan disebabkan oleh lemahnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Peningkatan pelayanan persalinan dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya adalah dengan pemanfaatan pelayanan pertolongan persalinan. Pemanfaatan pelayanan pertolongan persalinan yang memadai diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan ibu dan bayi baru lahir, sehingga ibu dapat melahirkan dengan selamat dan bayi dalam keadaan sehat. Pemanfaatan penolong persalinan merupakan salah satu indikator utama penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran akses pelayanan dan hubungannya dengan pemanfaatan layanan pertolongan persalinan. Penelitian ini merupakan studi observational dengan rancangan cross sectional. Pemilihan sampel dilakukan dengan cluster 2 tahap, secara probability proportional to size, jumlah sampel sebanyak 212 orang ibu yang pernah melahirkan 0-6 bulan. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan perangkat lunak Epi Info versi 6.0.Hasil penelitian menemukan bahwa proporsi pemanfaatan layanan pertolongan persalinan dengan tenaga kesehatan masih rendah yaitu sebesar 42,92%. Variabel yang berhubungan secara statistik dengan pemanfaatan layanan pertolongan persalinan adalah ketersediaan saran pelayanan kesehatan, jarak tempuh, ketersediaan petugas, biaya dan pengetahuan. Sementara itu tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara ketersediaan sarana transportasi dan sikap dengan pemanfaatan layanan pertolongan persalinan, meskipun mempunyai proporsi mayoritas baik. Dari analisis lanjutan diperoleh faktor yang paling dominan dalam pemanfaatan layanan pertolongan persalinan adalah jarak tempuh, keberadaan petugas, biaya dan pengetahuan.Secara umum akses pelayanan kesehatan di Kabupaten Sarolangun sulit untuk dijangkau masyarakat dan pemanfaatan layanan pertolongan oleh tenaga kesehatan masih rendah. Upaya paling efektif dan efisien yang dapat dilakukan dalam rangka mendekatkan jarak masyarakat khususnya ibu-ibu hamil dan akan bersalin dengan penolong persalinan adalah menjamin setiap desa memiliki Polindes dengan bidan sebagai tenaga penolong persalinan yang aman disertai penyediaan bahan, obat-obat esensial dan peralatan yang cukup melalui advokasi kepada pengambil kebijakan di daerah, mennbuat suatu program pelatihan kompetensi pelayanan obstetrik dan neonatal dasar serta konseling yang efektif bagi ibu hamil secara berkesinambungan, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman semua ibu hamil melalui pemberian informasi dan konseling oleh bidan di desa. Bidan dapat meningkatkan kemampuan baik kompetensi teknis maupun komunikasi untuk konseling.
A Relationship between Service Accessibility and the Use of Delivery Services in Sarolangun District in Jambi Province Year 2002Infant and neonatal mortality tends to be higher in the villages due to the access difficulties to public health services, including the use of delivery care service provision. The use of skilled birth attendance is important to improve maternal and neonatal health, so that it becomes a leading indicator maternal and neonatal death.The research objective is to obtain information on the relationship between service accessibility and the use of birth attendance. This research was an observational study with cross sectional design. Sampling selection is done through two cluster stages. By applying probability proportional to size, the samples obtained was 212 mothers who have had given delivery for 0-6 months. Primary data is obtained through interview and observation. Data was analyzed using epi info version 6.0.The result shows that the proportional of the using skilled birth attendance is still low, i.e. 42,92%. Statistically, variables related to the use of birth attendance were health distance, health provider availability, finance, and knowledge of the women. On the other hand, there was no relationship between transportation facility and the mother's attitude to ward the use of birth attendance, further analysis found that the most dominant factors for delivery care service usage were accessibility distance, health provider availability, finance, and knowledge of the mother.In conclusion, health care accessibility in Sarolangun District is difficult for the women to obtain skilled birth attendance. In order to shorten the distance, there were three most effective and efficient efforts. The first is that District Authority should make advocacy to ensure that every village has Polindes with midwife and supported by facility, essential medicine and adequate facility. The second was to make the competence, training program of basic obstetric and neonatal service and the continuous effective counseling for pregnant women. The third was that village midwife should give information and counseling to improve knowledge and understanding on pregnant women.
Kesehatan reproduksi remaja adalah sualu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh bulcan hanya bebas dari penyakit atau kcacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi fungsi serta proses nya. Saat ini kesehatan reproduksi remaja menjadi masalah karena menurut SDKI 1997 masih ada wanita yang melahirkan anak pertama di usia
Reproductive health is a stage of complete physical, mental and social well being and not merely the absent of dease or iniirmity in all matters relating to the reproduktive system, and to its timctions and processes. This time adolescent?s reproduktive is becoming serious problem because according to SDKI 1997 there are still have primi para under 15 year?s old and the impact of globalization for example free sex, loose of social?s norm and the increased current information that can make adolescent?s behaviour be risk. Considering the complexityt of reproductive health problems and the impact of quality-live?s adolescent, make the writer want to find out how far adolescent?s behaviour in their reproduktive?s health. The goal of this research is getting information about the relation between internal and extei-nal?s adolescent with behaviour?s adolescent in reproduktive health at yunior high school 2002. The design of this research is cross sectional. The questiouare is used to collect the data. There are 107 pupils (third class) in I, 37, 41 yunior high school Medan 2002. The hypothesis are existence relation between sex, knowledge, attitude, father and mother ?education, father and mother ?occupation, parents and adolescent? communication, communication mass media with behaviour?s adolescent in reproductive. The result showed that 28% behaviour?s adolescent was risk and 72% behaviotn"s adolescent was non-risk in their behaviour reproductive?s health. The bivariate analysis with pearson chi-square shows that altitude have a signiiican correlation with behaviour?s adolescent in reproductive health with p = 0, 010. The multivariate analysis with regressi logistic be found that attitude is most dominant with behavior?s adolescent in reproductive health, p=0, 012. According to this research is recommended to yunior high school?s institution have more intensive about counseling program for prevent the risk behaviour?s adolescent in reproductive health. For another reseacher is also recommended to research how far the knowledge and perception of parents about reproductive health and their commtmication ability. And for government is suggested to organize some training about reproductive health for adolescent and supply the information about reproductive health by using printed?s media and elektronic?s media, its makes knowledge?s adolescent getting better and iinally can make attitude and behaviour?s adolescent be good too.
Dewasa ini banyak keluhan masyarakat mengenai rendahnya mutu layanan kesehatan yang diterima terutama dari sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah. Seringkali keluhan-keluhan menyangkut tentang sikap yang kurang simpatik, kurang ramah dan banyak keluhan lainnya yang benar-benar memperihatinkan yang seharusnya sudah tidak terjadi dan terulang kembali. Keluhan mengenai kurang terampilanya tenaga kesehatan terutama tenaga lulusan Institusi Pendidikan tenaga kesehatan jenjang menengah dan jenjang pendidikan tinggi/diploma III. Hal demikian menunjukkan perfomance tenaga lulusan masih perlu lebih ditingkatkan baik keterampilan, pengetahuan dan sikapnya.Akademi Kesehatan Gigi Depkes Jambi sebagai salah satu institusi pendidikan tenaga kesehatan jenjang Diploma III sudah harus bersiap dalam menghadapi tantangan terutama menyangkut mutu lulusan yang akan dihasilkan. Karena itulah sejak dari awal penerimaan, calon peserta didik yang diterima hendaknya benar-benar memenuhi persyaratan baik secara fisik maupun kemampuan intelektualnya, sehingga hanya calon peserta didik terbaiklah yang akan diterima mengikuti pendidikan di AKG Depkes Jambi.Diharapkan dari input yang terbaik ini selama mengikuti proses belajar-mengajar di AKG dapat pula diperoleh suatu prestasi belajar yang baik bahkan terbaik, dengan demikian keluaran yang dihasilkan dapat menunjukkan mutu terbaik sebagaimana yang diharapkan. Dan hasil analisis statistik hubungan antara ujian masuk dengan prestasi belajar diperoleh p-value = 0,029, artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hasil ujian masuk dengan prestasi belajar dan dari hasil uji statistik hubungan variabel jenis kelamin terhadap prestasi belajar sebagai salah satu variabel yang diasumsikan mempengaruhi hubungan antara hasil ujian masuk dengan prestasi belajar ternyata diperoleh p-value = 0,038 yang artinya bahwa jenis kelamin mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar dan dari hasil analisis didapat nilai OR jenis kelamin = 3,08 (CI 1,17-8,13) yang berarti 95% diyakini bahwa peluang untuk brprestasi belajar baik terletak antara 1,17 kali sampai dengan 8,13 kali dan peluang yang paling besar adalah pada jenis kelamin perempuan berpeluang 3,08 kali dibanding jenis kelamin laki-laki.Dari hasil penelitian ini ternyata prestasi belajar baik yang dicapai belum maksimal sehingga perlu upaya peningkatan agar dicapai hasil prestasi belajar yang maksimal. Dalam penelitian ini prestasi belajar diiihat dari hasil indeks prestasi kumulatif yang diperoleh melalui evaluasi tengah semester, semester ganjil dan semester genap yang merupakan hasil dari rangkaian kegiatan belajar mengajar di AKG Depkes Jambi. Dengan demikian perlu upaya peningkatan mutu proses belajar mengajar dan sistem yang mendukungnya, yang juga penting mendapat perhatian adalah sumber daya manusia selaku pengelola proses pendidikan di AKG perlu pula mendapat perhatian khusus agar mutu sumber daya manusia juga dapat lebih ditingkatkan mutunya.Untuk tetap dapat memperoleh input calon peserta didik dengan hasil ujian masuk baik, hendaknya dalam penerimaan melalui ujian masuk Sipensimaru tetap berpegang pada prinsip bahwa yang terjaring adalah benar-benar calon dengan hasil ujian masuk terbaik. Sehingga setelah memasuki AKG melalui proses belajar mengajar akan pula diperoleh prestasi belajar yang baik dan selanjutnya pada akhirnya dapat dihasilkan lulusan ahli madya kesehatan gigi yang mutunya dapat dipertanggungjawabkan.
Relationship between Sipensimaru Test Result and Student Study Performance at Depkes Dental Health Academy in Jambi Province Academic Year 2000/2001Recently many public complaints on low health service quality given especially by government owned health facilities. Often complaints on the less sympathetic, unfriendly attitudes shown which is actually alarming and should not happen but it repeatly happen. Complaints on the incompetence of trained staff specifically those graduated from medium and high health institution such as D III strata. This evidently shown that we still need to improve and re-educated them in all fronts, the skills, knowledge and attitude.Depkes Dental Health Academy in Jambi (AKG Depkes Jambi) as one of strata D III health school institution should prepare it self to make sure the quality of the graduates meets public requirements. Therefore starting from the recruitments, students applying must meet the requirements either mentally or intellectually, and only the best and the fittest can enrolled and become students in AKG Depkes Jambi.Statistic analysis on relationship between application test and student academic performance resulted p-value = 0,029, evidently there is cognizant relationship between enrollment test result and academic performance while as one variable, it is assumed that on statistic gender test inter collation relationship is existed and evidently p-value obtained = 0,038 which proved gender test has significant relationship with student academic performance and from this OR value analysis obtained = 3,08 (CI 1,17-8,13) which means the opportunity is 95% and it is believed could have good study performance is between 1,17 times up to 8,13 times has the biggest opportunity 3,08 times compared to male students.Evidently that good academic study performance has not maximally reached and improvement is needed and imperative in order to achieve maximum study performance. Serious efforts have to be taken in order to improve the quality human resources as the manager of education process at AKG must also improved.In order to obtain input from the candidates who has passed the enrollment test, it is therefore necessary to hold the same principal for candidates enrolled through Sipensimaru test is obtain the best student. Eventually after the candidates being accepted to enroll at AKG, with good study performance it could be expected that at the end responsible qualified middle skilled professional in dental health field be achieved.
