Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Katia; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Wien Goerindro
S-5610
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yovans Yuniar; Pembimbing: Ridwan Z. Syaaf; Penguji: Robiana Modjo, Wien Goerindro
S-6206
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wien Goerindro; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Alwahono, Neneng Churaeroh
T-3301
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lorencius Kukuh Prabowo; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Doni HIkmat Ramdhan, Baiduri, Mushanif Mukti, Wien Goerindro
Abstrak: Angka kecelakaan tingkat perusahaan masih cukup tinggi dan kematian masih terjadi. Iklim keselamatan belum terjadi bagi semua lapisan personil yang ada. Keselamatan kerja masih merupakan tanggung jawab petugas keselamatan kerja, bukannya disadari bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab masing- masing personil yang terlibat aktivitas proyek. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui gaya kepemimpinan dan kepemimpinan keselamatan kerja di proyek konstruksi bangunan PT. LKP serta membuat gambaran kepemimpinan transformasional yang secara teori berhubungan positif dengan iklim keselamatan di lokasi kerja, hal ini menyiratkan bahwa gaya kepemimpinan dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan iklim keselamatan. Penelitian ini menggunakan 69 butir pertanyaan tertutup, yang terdiri dari 24 butir pernyataan aspek gaya kepemimpinan yang terdiri dari 2 dimensi mengacu pada MLQ dan 45 butir pernyataan aspek kepemimpinan keselamatan kerja yang terdiri dari 8 dimensi mengacu pada NOSACQ-50. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa semua tingkat jabatan (manajer- insinyur-pengawas) dan semua gaya kepemimpinan (transaksional- transformasional) paretonya menunjukkan paling banyak memiliki dimensi kepemimpinan keselamatan kerja variabel to be a role model dan paling sedikit memiliki dimensi kepemimpinan keselamatan kerja variabel safety policy consistency. Penelitian ini juga menunjukkan kontradiksi dengan konsep keselamatan kerja dimana kepatuhan, ketaatan dan disiplin adalah sesuatu yang tidak dapat ditawar. Pada dasarnya keselamatan kerja tidak memberi ruang fleksibilitas pada orang dalam organisasi untuk bertindak diluar kebijakan, prosedur, aturan yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi salah satu dugaan / hipotesa mengapa di industri konstruksi pada umumnya dan di PT. LKP pada khususnya angka kecelakaan masih cukup tinggi. Kata kunci: Gaya Kepemimpinan; Kepemimpinan Keselamatan Kerja; Iklim Keselamatan Kerja; Proyek Konstruksi Bangunan
Read More
T-4448
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Pamiluto Nugroho; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji; Doni Hikmat Ramdhan, Baiduri, Neneng Churoeroh, Wien Gurindro
Abstrak: CHESM (Contractor of Health Environment and Safety Management) adalahsuatu bentuk CSMS (Contractor Safety Management System) dari PT CICo untukmemastikan keselamatan kerja kontraktor yang bekerja di lingkunganya. Tesis inimembahas kinerja pemilik kontrak di CICo pada saat pelaksanaan programCHESM untuk masing masing kontraknya. Penilaian kinerja ditinjau dari aspekkinerja tugas, kinerja kontekstual, kinerja adaptif dan tindakan kontra-produktif.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggambarkanbagaimana pelaksanaan CHESM oleh tiga pemilik kontrak yang berbeda-bedaposisi dan struktur organisasinya di PT CICo. Hasil dari penelitian menyimpulkanbahwa semua pemilik kontrak keahlian yang memadai untuk menjalankantugasnya, namun kesuksesan kinerjanya sangat tergantung pada dukungan strukturorganisasi, pendelegasian tugas yang jelas serta pembatasan jumlah kontrak sesuaidengan kapasitasnya untuk bisa menjalankan semua tanggungjawabnya sebagaipemilik kontrak untuk memastikan keselamatan kerja kontraktor-kontraktornya.Kata kunci: Kinerja, Kontraktor, Pemilik Kontrak, CHESM, CSMS.
Read More
T-4460
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Anggito; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Doni Hikmat Ramdhan, Warid Nurdiansyah, Wien Goerindro
Abstrak: Kata kunci: Manajemen risiko, pengendalian kritikal, metode bowtiePenerapan manajemen risiko di banyak perusahaan tambang belum banyakmenititikberatkan kepada efektivitas pengendalian melainkan terbatas kepada biaya serta ada atautidaknya kecelakaan. Perubahan pola pikir manajemen risiko keselamatan dari reaktif menjadiproaktif dapat dilakukan dengan menggunakan manajemen pengendalian risiko kritikal. Persepsiakan risiko yang berbeda-beda, terutama pada penentuan pengendalian, dapat diselaraskan denganproses manajemen pengendalian yang terstruktur sehingga efektivitas pengendalian dapat dinilaisecara lebih obyektif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kefektifan pengendalian kritikal yangditerapkan oleh PT X serta peran penerapan proses pengelolaan pengendalian kritikal dalampencapaian peningkatan kinerja keselamatan perusahaan. Metodologi yang digunakan untukmencapai tujuan ini adalah dengan metode kualitatif di mana data yang digunakan adalah dataprimer berupa data wawancara dan focus group discussion dengan manajemen PT X dan staff yangbekerja dalam waktu tertentu serta data sekunder berupa data penerapan proses pengelolaanpengendalian dan data statistik kecelakaan kerja PT X.Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pengendalian risiko kritikal berperanpenting dalam peningkatan kinerja keselamatan perusahaan. Perusahaan diharapkan dapatmeningkatkan penerapan manajemen risiko dengan memberikan secara berkelanjutan pelatihankepada karyawan dan mitra kerja tentang proses pengendalian kritikal, menetapkan tujuan, sasarandan program secara spesifik mengacu kepada hasil penilaian keefektifan pengendalian danmenyusun sistem audit yang bertujuan khusus untuk meninjau dan menetapkan standar,mengidentifikasi isu-isu dan peluang yang ada pada proses pengendalian kritikal dan meningkatkankinerja positif komponen-komponen yang terdapat dalam sistem manajemen keselamatanperusahaan.
Read More
T-5215
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardian Yoga Bharata; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Doni Hikmat Ramdhan, Warid Nurdiansyah, Wien Goerindro
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ardian Yoga Bharata Program Studi : Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Kajian Panca Nirbhaya (HSE Management System PT. Harmoni Panca Utama) Terhadap OHS Management System Theories Berbasis Prinsip Resilience Pembimbing : Drs. (Psi) Ridwan Zahdi Sjaaf, MPH Tesis ini melakukan kajian mendalam Panca Nirbhaya yaitu sistem manajemen keselamatan pertambangan di PT HPU yang merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan di Indonesia. Kajian yang dilakukan dengan menggunakan metode analisa kualitatif dengan melakukan analisa gap dan Kajian Panca Nirbhaya terhadap OHS Management System Theories berbasis resilience. Pada penelitian ini metode kualitatif digunakan untuk menilai keefetifan dan kehandalan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT HPU (Panca Nirbhaya). Dalam OHS Management System dikena suatu konsep Sistem Manajemen K3 yang ber prinsip resilience yang dikenal dengan Safety I dan Safety II. Kajian yang dilakukan adalah melihat secara mendalam konten dalam standar di Panca Nirbhaya berada dalam Safety I atau Safety II. Konsep Safety Management Sistem berbasis resilience memberikan pandangan tentang Safety I dan Safety II, yaitu Safety I sangat berkonsentrasi pada “hal yang buruk”, maka ketiadaan hal yang buruk dianggap sebagai sebuah prestasi sedangkan Safety II berfokus memastikan hal yang sudah baik terus menjadi baik. Selain itu juga mengkaji Panca Nirbhaya secara prinsip resilience apakah standar mampu merespon setiap kondisi/aktivitas baik yang bersifat rutin  dan tidak rutin dengan cara yang efektif, sistem mampu mengambil pelajaran/mampu belajar dari peristiwa yang telah terjadi, mengerti benar apa yang terjadi dan mengapa hal tersebut terjadi, sistem mampu memantau perkembangan jangka pendek dan ancaman yang mungkin terjadi serta mampu  mengantisipasi ancaman jangka panjang dan melihat peluang untuk perbaikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagain besar sub elemen dalam Panca Nirbhaya sudah berada di Safety II yaitu sebanyak 37 sub elemen, serta 18 elemen masih berada di Safety I. Sub elemen yang masih berada di Safety I tersebut masih belum mengakomodir kriteria – kriteria yang dalam konsep resilience safety II terutama dalam hal antisipasi yang harus dilakukan organisasi kedepan/jangka panjang serta mengakomodir hal-hal lain yang bersifat inisiatif dan improvement yang bisa dilakukan organisasi. Semua sub elemen yang masih berada di Safety I tersebut, perlu dirubah dan ditambahkan  agar sub elemen tersebut bisa memperkuat sistem pertahanan yang telah ada diperusahaan, sehingga sistem Panca Nirbhaya menjadi suatu sistem yang telah berbasis prinsip resilience. Kata kunci: Sistem Manajemen K3, resilience safety , Safety I dan Safety II


ABSTRACT Name : Ardian Yoga Bharata Study Program : Master of Occupational Health & Safety : Study Of Panca Nirbhaya (HSE Management System PT Harmoni Panca Utama) against OHS Management System with Resilience Principle based theory Counsellor Title : Drs. (Psi) Ridwan Zahdi Sjaaf, MPH Key words: Occupational Health & Safety, resilience safety , Safety I dan Safety II, information This thesis conducts in-depth study Panca Nirbhaya mining safety management systems namely PT HPU which is one of the mining service companies in Indonesia. Studies conducted using qualitative analysis method with Study and gap analysis Panca Nirbhaya against OHS Management System resilience-based Theories. In the current study qualitative methods were used to assess the effectiveness and reliability of safety and health management systems Work PT HPU (Panca Nirbhaya). In the OHS Management System management system, a concept of systems known K3 with resilience, known as the principle of Safety I and Safety II. The study does is look deeply content in standard in Panca Nirbhaya are in Safety I or II Safety. The concept of Safety Management Systems-based resilience gives the view of Safety I and Safety II, namely Safety I was very concentrated on the "bad thing", then the absence of a bad thing is considered an achievement while Safety II focuses ensure good things continue to be good. It also examines the Panca Nirbhaya resilience in principle whether standard able to respond any condition good/activities which are routine and not routine in a way that is effective, the system is able to take the lessons/capable of learning from the event has happened, understand correctly what happened and why it happened, the system is able to monitor short-term developments and threats that may occur as well as being able to anticipate a long-term threat and see opportunities for improvement. Results of the study show that filmed the sub element in Panca Nirbhaya already are in Safety II as much as 37 sub elements, as well as 18 elements are still in Safety i. Sub elements that remain in Safety I still have yet to accommodate the criteria – the criteria in the concept of resilience safety II especially in anticipation of the future organization should do/long term as well as accommodate the other things which are initiatives and improvement that could be made of the organization. All sub elements that remain in Safety, I need to change it and added so that the sub elements can reinforce existing defence systems inside, so the system Senses Nirbhaya became a principle-based system that has resilience.

Read More
T-5228
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antoni Bona Foncus Naibaho; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ridwan Zahdi Syaaf, Wien Goerindro
Abstrak: Human Factor Analysis and Classification System Framework merupakan suatu metode yang telah banyak digunakan untuk investigasi kecelakaan diberbagai bidang seperti penerbangan, pertambangan, kereta api, dan industri lainnya. Metode HFACS terdiri dari beberapa lapisan seperti organizational influences, unsafe leadership, precondition to unsafe act dan unsafe act. Di PT X sendiri belum pernah dilakukan investigasi kecelakaan menggunakan metode ini. Oleh karena itu penulis mencoba melakukan analisis kecelakaan di PT X yang terjadi selama tahun 2014. Dari hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa setiap level pada lapisan HFACS memiliki kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki untuk memperkuat pertahanan. Unsafe act terdiri dari error dan violation. Kelemahan yang terdapat dalam error berupa skill based error yaitu kegagalan pengoperasian dan kontrol yang tidak benar, kesalahan navigasi dan persiapan dan pemeliharaan alat yang tidak memadai. Untuk Decision error yang menjadi kelemahan adalah berupa prosedur manuver yang tidak benar, gagal mengenali kondisi berbahaya dan penempatan peralatan dan material yang tidak benar. Perceptual error memiliki kelemahan berupa kesalahan memperkirakan jarak, ketinggian, kedalaman, berat dan kondisi permukaan. Sedangkan yang menjadi kelemahan pada Violation adalah berupa tingginya pelanggaran SOP, kegagalan mengamankan peralatan dan pelanggaran batas kecepatan. Kelemahan pada precondition to unsafe act yang terdiri dari environmental factor, condition of employee serta personal factor yaitu environmental factor berupa kondisi cuaca yang buruk, kondisi jalan tambang yang berbahaya, jalanan licin serta peralatan dan tools yang rusak. Sedangkan untuk condition of operator yaitu kurangnya kompetensi. Untuk personal factor yang menjadi kelemahan adalah komunikasi dan koordinasi bahaya yang buruk. Pada level unsafe leadership yang menjadi kelemahan terbesar terdapat pada elemen inadequate leadership yaitu berupa pengawasan pekerjaan yang tidak memadai serta kegagalan melakukan penilaian risiko. Level terakhir pada HFACS yaitu organizational influences dimana pada level ini yang menjadi kelemahan adalah berupa pelaksanaan kebijakan yang tidak konsisten serta manajemen feedback dari karyawan yang tidak memadai. Kata Kunci: HFACS, Error, Kelemahan
Read More
T-4509
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delvia Jessica; Pembimbing: Ridwan Z. Syaaf; Penguji: Robiana Modjo, Wien Goerindro
S-6070
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilita Syamsi; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Sri Rochmaryati, Wien Goerindro
Abstrak:
Dokter gigi merupakan pekerja profesional yang sangat rentan terhadap bahaya kesehatan kerja dan gangguan trauma kumulatif di tempat kerja. Dokter gigi sering duduk atau berdiri serta mempertahankan posisi menetap pada kepala, leher serta bahu untuk jangka waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko nyeri punggung bawah pada 5 dokter gigi terkait dalam posisi statis dan gerakan repetisi yang dilakukan oleh dokter gigi saat melakukan tindakan pembersihan karang gigi (scaling). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi pada dokter gigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi statis pada punggung bawah berisiko untuk menimbulkan terjadinya Low Back Pain. Perbaikan terutama pada posisi bekerja, selain itu harus ditunjang dengan fasilitas dental unit yang memadai terutama pada kursi dokter gigi sebaiknya memiliki sandaran pada bagian punggung dan lengan sehingga diharapkan risiko Low Back Pain dapat diminimalisir

Dentists at work are susceptible to the occupational health hazard and the development of cumulative trauma disorders. They often sit or stand for prolonged periods and maintain the head, neck, shoulders in fixed positions. This study aims to analyze the risk factors of low back pain on 5 dentist involved in a static position and movement of repetitions performed by dentists when performing actions tartar cleaning (scaling). This research was conducted using qualitative descriptive methods. Data were collected by interviews and observations at the dentist. The results showed that the static position on the lower back at risk to cause the occurrence of Low Back Pain. Repair work primarily at the position, but it must be supported by adequate dental unit facilities such as the dentist chair should have a back rest and arm rest so that the expected risk of Low Back Pain can be minimized.
Read More
T-4090
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive