Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nita Mardiah; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Sandi Iljanto, Dumilah Ayuningtyas, P.A. Kodrat Parmudho
T-3231
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Guspita Dewi; Pembimbing: Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Tri Krianto, Bambang Purwanto, Nita Mardiah
Abstrak: Kurang aktivitas fisik menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian. Proporsi kurang aktivitas fisik di DKI Jakarta terutama pada pegawai perkantoran menghabiskan waktu lebih dari 8 jam di kantor dan 2-4 jam di perjalanan menuju kantor ataupun pulang ke rumah, membuat kurangnya waktu untuk melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan perilaku aktivitas fisik pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI tahun 2019. Penelitian kuantitatif, desain cross sectional dengan jumlah sampel 125 PNS yang diambil secara systematic random sampling di 6 (enam) unit kerja di Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Pengumpulan data menggunakan self administered questionnaire meliputi variabel dependen yaitu perilaku aktivitas fisik dan variabel independen dari penelitian ini yaitu pengetahuan pegawai tentang aktivitas fisik, karakteristik individu (umur, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, pendapatan dan riwayat penyakit), pemanfataan media sosial, fasilitas penunjang aktivitas fisik serta dukungan sosial (dukungan keluarga dan dukungan teman). Hasil penelitian menunjukkan pegawai yang mendapatkan dukungan keluarga memiliki peluang hampir 3 kali (OR 2,632; 95% CI: 1,239-5,596) untuk berperilaku aktivitas fisik aktif dibandingkan dengan pegawai yang tidak mendapatkan dukungan keluarga. Perlunya menyusun dan mengembangkan strategi komunikasi perilaku aktivitas fisik dengan pendekatan di tingkat keluarga dengan mengumpulkan dan melibatkan pegawai dan anggota keluarga dengan minat kegiatan aktivitas fisik yang sama seperti penggiat olahraga permainan (seperti: sepak bola, futsal, voli), latihan fisik (seperti: senam, yoga, lari) ataupun penggiat sepeda yang menjadikan sepeda sebagai alternatif transportasi, dan memfasilitasi sekelompok keluarga tersebut untuk mengkampanyekan ke rekan-rekan keluarga lainnya secara berkesinambungan juga dapat menjadi salah satu model intervensi aktivitas fisik.
Read More
T-5552
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyana Santika Sari; Pembimbing: Besral; Penguji: Iwan Ariawan, Artha Prabawa, Nita Mardiah, Eva Sulistiowati
Abstrak: Penderita obesitas di dunia terus meningkat tidak hanya di negara maju namun negara berkembang seperti Indonesia. Peningkatan kejadian obesitas ternyata juga sejalan dengan peningkatan kejadian Sindrom Metabolik (SM) salah satunya adalah Diabetes Mellitus Tipe 2. Pengukuran obesitas yang selama ini dilakukan belum akurat. ABSI menggabungkan hasil ukur lingkar pinggang dengan IMT dan tinggi badan sebagai upaya mencari indikator antropometri baru yang lebih valid dalam menggambarkan bahaya dari kegemukan dan obesitas. Sedangkan untuk memperkiraan kejadian Diabetes agar menjadi lebih akurat diperlukan durasi obesitas. Aktivitas fisik diduga menjadi faktor utama yang mempengaruhi kejadian obesitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain studi kohor retrospektif. Analisis penelitian menggunakan survival dengan regresi cox. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2.591 orang dewasa dengan obesitas di 5 Kelurahan di Kota Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan ketahanan terhadap DM Tipe 2 paling rendah terjadi pada orang obesitas yang melakukan aktivitas fisik rendah dibandingkan dengan yang beraktifitas sedang dan tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi survival time antara lain umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, asupan karbohidrat, dan asupan lemak.
Read More
T-5712
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Toni Hermawan; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Besral, Dumilah Ayuningtyas, Nita Mardiah, Ihyani Nurdiena Marliamara
Abstrak:
Transformasi pelayanan kesehatan primer melalui Posyandu Siklus Hidup menuntut layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh kesiapan organisasi penyelenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kesiapan organisasi untuk berubah dengan kualitas layanan inklusif disabilitas. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) pada 36 Posyandu Siklus Hidup bangunan mandiri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Limo, Kota Depok, yang dipilih secara total sampling. Kesiapan organisasi diukur dengan instrumen Organizational Readiness for Implementing Change (ORIC), sedangkan kualitas layanan inklusif diukur berdasarkan enam dimensi kesetaraan kesehatan WHO (2022). Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman (α = 0,05). Hasil menunjukkan kesiapan organisasi berada pada kategori tinggi (rerata 4,02), sedangkan kualitas layanan inklusif pada kategori sedang (rerata 3,13) dengan variasi antar-dimensi yang lebar. Kesiapan organisasi berhubungan signifikan dan kuat dengan dimensi model pelayanan (ρ = 0,889; p < 0,001) dan kapasitas tenaga (ρ = 0,766; p < 0,001), serta berhubungan sedang dengan kualitas layanan keseluruhan (ρ = 0,585; p < 0,001). Sebaliknya, kesiapan organisasi tidak berhubungan signifikan dengan dimensi tata kelola, infrastruktur fisik, sistem informasi, dan mutu pelayanan. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kesiapan organisasi dan implementasi layanan. Kesiapan psikologis kader yang tinggi tampak pada dimensi yang berbasis perilaku, tetapi belum terlihat pada dimensi yang bergantung pada sumber daya dan struktur organisasi. Penguatan tata kelola, infrastruktur yang aksesibel, sistem informasi, dan mutu pelayanan inklusif disabilitas perlu diprioritaskan di tingkat Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk mendukung komitmen kader yang telah tinggi. Kata kunci: kesiapan organisasi untuk berubah; kualitas layanan inklusif; disabilitas; posyandu siklus hidup; kesetaraan kesehatan.

The transformation of primary healthcare through the Life Cycle Posyandu requires services that are inclusive of people with disabilities; however, its success depends on the readiness of the implementing organisations. This study aims to analyse the relationship between organisational readiness for change and the quality of disability-inclusive services. The study employed a cross-sectional design involving 36 Life Cycle Posyandu units in standalone buildings within the working area of the UPTD Puskesmas Limo, Depok City, selected using a total sampling approach. Organisational readiness was measured using the Organisational Readiness for Implementing Change (ORIC) instrument, whilst the quality of inclusive services was measured based on the six dimensions of health equity defined by the WHO (2022). Data were analysed using Spearman's correlation test (α = 0.05). The results showed that organisational readiness was in the high category (mean 4.02), whilst the quality of inclusive services was in the moderate category (mean 3.13) with wide variation across dimensions. Organisational readiness was significantly and strongly associated with the service model dimension (ρ = 0.889; p < 0.001) and staff capacity (ρ = 0.766; p < 0.001), and was moderately associated with overall service quality (ρ = 0.585; p < 0.001), Conversely, organisational readiness was not significantly associated with the dimensions of governance, physical infrastructure, information systems, and service quality. These findings indicate a gap between organisational readiness and service implementation. High psychological readiness among Posyandu cadres’ was evident in behaviour-based dimensions but was not yet apparent in resource- and organisational-structure-dependent dimensions. Strengthening governance, accessible infrastructure, information systems, and service quality that is inclusive of people with disabilities needs to be prioritised at the Community Health Centre (Puskesmas) and Health Office levels to support the already high level of commitment among Posyandu cadres’.  Keywords: organizational readiness for change; inclusive service quality; disability; life-cycle Posyandu; health equity

Read More
T-7553
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive