Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kedokteran Indo. (MKI), Vol.45, No.5, Mei 1995, hal: 285-288
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ani Nuraeni ... [et al.]
BPSK Vol.12, No.2
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ani Nuraeni; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo
T-714
Depok : FKM UI, 1999
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Almasyhuri, Sri Wardatun, Leni Nuraeni
Bulitkes Vol.40, No.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinah Nuraeni Siregar; Pembimbing: Baiduri Handriana, A. Sony
M-2445
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roostiati Sutrisno Wanda; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Tris Eryando, Artha Prabawa, Neni Nuraeni, Deviana
Abstrak:

Permenkes 1575 tahun 2005 menyatakan, bahwa Pusdiklat SDM Kesehatan bertanggung jawab mengkoordinasikan seluruh pelatihan yang ada, guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menunjang terwujudnya sumber daya manusia kesehatan yang profesional. Selain itu dalam Kepmenkes No.725/Menkes/SK/V/ 2003, Pusdiklat SDM Kesehatan bertanggung jawab dalam akreditasi dan sertifikasi pelatihan kesehatan serta institusi diktat kesehatan. Pusdiklat SDM Kesehatan sebagai institusi diklat kesehatan dilengkapi dengan fasilitas penunjang diklat berupa tempat untuk penyelenggaraan pelatihan yaitu fasilitas akomodasi dan ruang belajar. Pemanfaatan fasilitas penunjang diklat ini tidak hanya diperuntukan oleh Pudiklat sendiri tetapi dapat untuk unit program kesehatan serta instansi-instansi lain. Oleh karena itu Pusdiklat SDM Kesehatan masuk dalam aturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti tertera dalam PP nomor 7 tahun 2006 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP yang berlaku pada Departemen Kesehatan, sehingga laporan pemanfaatan fasilitas diklat harus terekam dan dilaporkan. Pusdiklat SDM Kesehatan sebagai sebuah unit organisasi di jajaran Departeman Kesehatan tentunya bertujuan menjadi satu organisasi yang unggul di bidang pelatihan, sehingga segala informnasi yang berkaitan dengan kegiatan pelatihan tersedia. Tentunya informasi tentang pelatihan kesehatan diharapkan tersedia dan mudah didapat. Namun kenyataannya sampai saat ini tidak semua variabel tersedia datanya sehingga tidak dapat dikeluarkan infomaasinya, selain itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk memperolelmya. Penelitian pengembangan sistem informasi pemanfaatan fasilitas diklat di Pusdiklat SDM Kesehatan, menggunakan desalt" penelitian dengan pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah. Dengan Metode pendekatan sistem yang digunakan adalah system development life cycle yang meliputi beberapa tahapan yaitu entitas, langkah pengembangan sistem, langkah analisis sistem, langkah perancangan sistem dan pembuatan prototype. Sehingga menjadi kekuatan dalam Sistem Informasi Pemanfaatan Fasilitas Diklat. (SIMANFAS). Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada dalarn sistem yang sedang berjalan serta altematif solusi pada level input, proses dan output. SIMANFAS didesain untuk kemudahan input data dan otomasi proses pengolahannya menjadi informasi. Output yang dihasilkan berupa penjadwalan, laporan, tabulasi indikator pernanfaatan fasilitas diklat, dan grafik indikator pemanfaatan fasilitas diklat. Interpretasi lebih lanjut akan didapatkan trend pemanfaatan fasilitas diktat, sehingga dapat dilihat bulan apa saja pemakaian fasilitas penuh, jenis pengguna darimana saja yang banyak memakai fasilitas. Aplikasi SIMANFAS ini dapat menjadi alat manajemen dalam pengambilan keputusan, untuk pelayanan akomodasi, clan dapat memudahkan dalam perhitungan BOR dan SOR, untuk keperluan pelaporan Penerimaan Negara Bukan, Pajak (PNBP), serta laporan pemanfaatan fasilitas diklat. SIMANFAS ini diharapkan dapat dijadikan alat bagi pengelola institusi diklat kesehatan lainnya.


The regulation of the health minister number 1575", in 2005 declared that the center of training and education for the health of human resource is responsible to coordinate all training in order to increase the human resource capacity to support realization of professional the health of human resource. Moreover, in the health ministry decision number 725"Ythe Health Minister/ SK/V/2003, center for training and education of health human resource is responsible in accrediting and certifying on the health training and the health institution of training and education. Center for training and education of health human resource as an institution of the health training and education is completed of supporting facilities for education and training such as the location to hold a training that is accommodation facility and study room. The utilization of supporting facility of training and education as not only for themselves but also for the health programme unit as for other institution. Nevertheless, center for training and education of health human resource is included in regulation of Non Taxes State Revenue (PNBP) as mentioned in PP Number 7 2006 about types and tariff of kinds of PNBP which occur in the health department, so the report of training and education facility utilization must be recorded and reported. Center for training and education of health human resource as unit organization among the health department aims to be one out standing organization in training line, in order to supply all information related with training activity. Not only available those informations must be easy to achieve. In fact, until now those informations are still hard to obtain. The research of information system development of training and education facility utilization at the center of training and education for the health of human resource is using design with approach system to solve problem. The approach system method used is system development life cycle which covers some phases, those are entity, system development, system analysis, system design and prototype making. Until they all become the power in the System of Information of Training and Education facility Utilization (SIMANFAS). The result of system analysis can identify the recent problem in system and alternative solution on level input, process and output. SIIVIANFAS is designed to easy the data input and automatic process tabulation to become information. The result output are scheduling, report, training and education facility utilization indicator tabulation and also training and education facility utilization indicator graphic. The application SIMANFAS can be management tools in the decision making, not only for accommodation service but also to easy calculation BOR and SOR, this also for non taxes state revenue report, training and education facility utilization report. This SI:MAN-FAS is expected to be a medium for other health training and education institution organizer.

Read More
T-2689
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deviana; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Indang Trihandini, Tris Eryando, Sulistiono, Neni Nuraeni
Abstrak:

Mutu layanan yang berkualitas hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang profesional. Diktat merupakan salah satu alternatif pendekatan untuk membantu meningkatkan mutu tenaga kesehatan. Pemerintah selalu memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai termasuk pegawai Departemen Kesehatan untuk meningkatkan mutu tenaga kesehatan yang bersangkutan.Salah satu pendekatan yang telah dikembangkan untuk peningkatan profesionalisme adalah melalui Diktat Jarak Jauh (DJJ). Melalui DJJ tenaga kesehatan tidak perlu meninggalkan tempat tugasnya dan dapat mencapai sasaran tenaga kesehatan yang berada di berbagai unit pelayanan kesehatan. Kemajuan teknologi informasi khususnya teknologi komunikasi berbasis komputer sangat pesat. Kemajuan teknologi tersebut menawarkan cara altematif untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh.Untuk terlaksananya DJJ berbasis elektronik yang bermutu diperlukan infrastruktur sistem yang baik seperti adanya pemahaman yang baik dari para manusia yang terlibat dalam kegiatan ini baik sebagai peserta belajar maupun sebagai penyelenggara (brainware), kesiapan perangkat keras (hardware) yang mendukung terlaksananya komunikasi, kesiapan perangkat lunak (software). Selain itu persiapan yang matang sebelum mengimplementasikan sebuah pembelajaran jarak jauh memegang peran penting demi kelancaran proses pembelajaran, seperti penentuan mekanisme teknis komunikasi selama proses pembelajaran yang didukung dengan suatu kewenangan dalam berbagi peran, menentukan model instruksional yang menentukan keefektifan proses belajar untuk interaktivitas antara pembelajar, tutor/ narasumber, dan pihak pendukung/ penyelenggara dan materi pembelajaran harus dirancang.Tujuan penelitian ini adalah merancang basis data untuk sistem informasi penyelenggaraan kegiatan Diktat Jarak Jauh Kesehatan Berbasis Elektronik yang dapat menunjang dalam efektifitas kegiatan melalui penyediaan informasi yang diperlukan untuk pengendalian dan perbaikan hasil kegiatan. Untuk menetapkan variabel yang akan dijadikan dasar dalam basis data pada sistem informasi yang akan dirancang, dilakukan kajian pra analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif di Kota Probolinggo, Jawa Timur.Dari hasil kajian pra analisis diperoleh hasil bahwa infrastruktur sebagaimana yang telah disebutkan di atas sangat menentukan keberhasilan kegiatan DJJ berbasis elektronik. Hal lainnya yaitu adanya suatu mekanisme yang dipersiapkan secara matang mulai dari persiapan sampai dengan penilaian serta tersedianya data yang terintegrasi dan dapat dengan mudah diakses oleh pihak yang terlibat dalarn kegiatan ini dapat memberikan informasi dalam melaksanakan kegiatan sehingga dapat menunjang untuk terwujudnya koordinasi yang baik.Berdasarkan hasil kajian pra analisis di atas, selanjutnya disusun rancangan basis data untuk sistem informasi penyelenggaraan yang dapat menyajikan informasi mengenai efektifitas komunikasi antar pelaku dalam sistem, hasil pencapaian kegiatan pembelajaran, penyebaran pembelajar tiap unit kerja berdasarkan jenis diktat yang diikuti. Rancangan sistem yang disusun dibatasi pada mekanisme kegiatan meliputi pengumpulan dan pengolahan data, rancangan basis data, rancangan input, rancangan output, sistem menu serta kebutuhan hardware, software, dan brainware.Selanjutnya saran untuk penyelenggaran kegiatan DJJ Kesehatan berbasis Elektronik, perlu persiapan infrastruktur yang balk guna tercapainya komunikasi yang untuk mendukung koordinasi yang baik. Infrastruktur tersebut meliputi manusianya (brainware), perangkal kerns (hardware), perangkat lunak (software) serta aturan yang mengatur peran para pelaku dalam sistem. Selain itu persiapan lainnya yang jugs merupakan hal panting untuls keberhasilan kegiatan ini seperti mekanisme kegiatan, rancangan instruksional pembelajaran, ketersediaan data yang terintegrasi dan dapat diakses oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.Pengelolaan sistem penyelenggaraan kegiatan ini sebaiknya dipegang oleh daerah dengan bantuan teknis dari Bapelkes dan Pusdiklat untuk rancangan-rancangan jenis diktat yang akan ditawarkan, model pembelajaran, modul dan bahan penyerta yang diperlukan serta untuk menjaga mutu diktat melalui akreditasi dan sertifikasi diktat dan institusi diktat.


 

Database Design for Implementing Information System for Long Distance Health Training and Education of Electronic Base in Probolinggo, East JavaThe qualified service quality can be only performed by. Health officer heaving knowledge, skill and professional attitude. Training and education is one of alternative approach to promote health officer quality. Government always gives all of employers included health department employers the opportunity to promote the quality health officer.One of approach which is developed to increase the professionalism is long distance training and education (LDTE). By implementing LDTE, health officer do not need to quit their own work and are able to reach the objective of health officers who is in several unit of health service. The progress of information technology, especially communication technology is based on computer. It officer the alternative way to carry out the activity of long distance learning.To perform LDTE based on sophisticated electronic, it is needed well infra-structure system such as the existence of understanding of involved people in this activity as participants of learning (learners) or as conductors (brainware), readiness of' hardware supporting communication performance and readiness of software. Besides that, there should be the well preparation before implementation of long distance learning will have the significant role in smoothness of learning process such as mechanism determination of technical communication during learning process which is supported with authorization in sharing the role, determination of instructional model which determines the effectiveness among learners, tutor supporting parties for conductor and the learning material that should be designed.The objective of this research is to design the conduction of database design for information system for health training and education activity in long distance which is based on electronic to support effectiveness of activity through information needed to control and improve the activity result. To determine the variable which will be the basic in database of design information system, there should be pre analysis study by using qualitative approach in Probolinggo, East Java.From pre analysis study, it is found out infrastructure as mentioned absolutely determines the success of LDTE activity based on electronic_ The other case is that there must be existence of well prepared mechanism from preparation until evaluation of integrated data. So that it can be easily accessed by the involved parties in this activity in giving the information of activity to create well coordination.Based on result of above pre analyses study, next , it is arranged the conduction information system design which provides the information of communication effectiveness inter actors in a system, result of reaching learning activity spreading the learners in each unit based on training and education followed. Design of system which is arranged is limited with activity mechanism including collecting and studying data, designing database, input design, output design, menu system and hardware, software, and brainware needs.Then, recommendation to conduct the activity of Health LDTE which has the electronic base should prepare the well infrastructure in order to reach communication in supporting the good coordination. The infrastructure consists of human (brainware), hard ware, software and rules regulation role of actors in that system. Beside that, the other significant preparation to support the success of this activity is like an activity mechanism, the existence of integrated data which can be accessed by involved parties in this activity.In management of this activity conduction, it will be better, if it is managed by regional authority by empowering the technical aid from Bapelkes (Broard of Health Implementation) and Pusdiklat for the sort of design of Diktat which will be given, Model of learning, Module and Completion materials needed to keep the quality of Diklat through promoting that there will be accreditation and job training of Diklat institution.

Read More
T-1460
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ito Leiliana Warnani Harahap; Pemb. Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Ahmad Syafiq, Hardinsyah, Een Nuraeni
T-3943
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuraeni; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Didik Supriyono
S-7195
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuraeni Yusup; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayati, Sylviana Andinisari
Abstrak: Status gizi lebih merupakan salah satu masalah gizi yang sedang dialami Indonesia. Overweight dan obesitas merupakan masalah gizi lebih. Didunia pada tahun 2016 lebih dari 1,9 miliar orang dewasa berusia 18 tahun ke atas mengalami overweight. Dari jumlah tersebut, lebih dari 650 juta orang dewasa mengalami obesitas. Terdapat banyak faktor risiko yang menyebabkan gizi lebih. Dengan mulai adanya kecendrungan pola konsumsi ke arah makanan yang berisiko di daerah pesisir Indonesia, keadaan ini memungkinkan untuk meningkatnya risiko masalah gizi lebih yang akan mengakibatkan penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan status gizi lebih pada penduduk dewasa umur > 18 di daerah pesisir Indonesia tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional dari data Riset Kesehatan Dasar Republik Indonesia Tahun 2013. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk melihat distribusi, analisis bivariat menggunakan uji Chi Square untuk melihat kemaknaan hubungan antara variabel independen dan dependen dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 26,3% penduduk pesisir di Indonesia memiliki status gizi lebih. Determinan status gizi lebih didaerah pesisir adalah umur (OR=1,372; 95% CI 1,330-1,415), jenis kelamin (OR=1,594; 95% CI 1,532-1,660), tingkat pendidikan (OR=0,879; 95% CI 0,847-0,912), status perkawinan (OR=2,571; 95% CI 2,464-2,684), status sosial ekonomi (OR=0,377; 95% CI 0,356-0,400 dan OR=0,673; 95% CI 0,646-0,700), tempat tinggal (OR=1,252; 95% CI 1,201-1309), aktivitas fisik (OR=0,862; 95% CI 0,799- 0,930), perilaku sedenter (OR=1,061; 95% CI 1,008-1,118 dan OR=1,028; 95% CI 0,991- 1,067), kebiasaan merokok (OR=0,743; 95% CI 0,710-0,777), konsumsi buah dan sayur (OR=0,742; 95% CI 0,480-1,146) dan konsumsi makanan berisiko (OR=1,074; 95% CI 0,978-1,179). Dianjurkan kepada penduduk dewasa umur > 18 tahun di daerah pesisir Indonesia untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur dan aktivitas fisik, mengurangi perilaku sedenter dan rutin memantau berat badan.
Kata kunci : Status gizi lebih, Pesisir

Determinan Overnutritional status is one of the nutrient problems in Indonesia. Overweight and obesity are classified as overnutritiona problem. In the worldwide, 2016, more than 1.9 billion adults about 18 years old and above are overweight. On that population, over 650 million people are obese. Dietary patterns have shifted to high risk food consumption in Coastal area in Indonesia. This condition leads to an increased risk of overnutrition problems that will lead to degenerative diseases. The study aimed to the determinants of overnutritional status in Adult Population Age > 18 Years Old In Coastal Area of Indonesia. This Study used a cross sectional design with the source of data used is Riskesdas 2013. Data analysis were done by univariate analysis to see the distribution, bivariate analysis using Chi Square test to see the significance of the relationship between independent and dependent variables and Multivariate analyisis using Logistic regression technique The results shows that 26,3% of Population In Coastal Area of Indonesia were overnutrition. Determinants of overnutritional status in coastal area ere age (OR=1,372; 95% CI 1,330-1,415), sex (OR=1,594; 95% CI 1,532-1,660), level of education (OR=0,879; 95% CI 0,847-0,912), marital status (OR=2,571; 95% CI 2,464-2,684), social economic status (OR=0,377; 95% CI 0,356-0,400 dan OR=0,673; 95% CI 0,646-0,700), residence (OR=1,252; 95% CI 1,201-1309), physical activity (OR=0,862; 95% CI 0,799-0,930), sedentary behavior (OR=1,061; 95% CI 1,008- 1,118 dan OR=1,028; 95% CI 0,991-1,067), smoking status (OR=0,743; 95% CI 0,710- 0,777), and food and vegetable consumption (OR=0,742; 95% CI 0,480-1,146), and risk food consumption (OR=1,074; 95% CI 0,978-1,179). Thus, it is recommended for adult aged > 18 years in coastal area of Indonesia to increase fruit and vegetable consumption, increase doing physical activity, reduce sedentary behavior and routine to monitoring body weight.
Key Words: Overnutritional Status, Coastal, Determinants.
Read More
S-9605
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive