Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rifki Yusup; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Mardiati Nadjib, Sandi Iljanto, Mohammad Ali Toha, Wisnu Sri Nurwening
Abstrak: Keterlekatan dokter terhadap rumah sakit memililiki peran penting dalam upayameningkatkan pelayanan kesehatan terhadap pasien. Keterlekatan dokter yang tinggiakan meningkatkan peluang rumah sakit untuk maju dan berkembang. Penelitian inibertujuan untuk mengukur keterlekatan dokter, menganalisis hubungan status kemitraandan waktu tempuh terhadap keterlekatan dokter, serta mendapatkan gambaranmengenai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif dan kualitatif, metode kuantitatif menggunakan kuesioner yang bertujuanmengukur tingkat keterlekatan dengan mengadopsi instrumen keterlekatan dari UWES(Ultrecht Work Engagement Scale) dan metode kualitatif dengan melakukan depthinterview untuk mendapatkan gambaran persepsi dokter mengenai faktor-faktor yangmempengaruhi keterlekatan dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah dokteryang memiliki keterlekatan tinggi hanya 19.1 % persen, dan memiliki keterlekatanlemah 80.9 % persen. Tidak ada hubungan secara statistik antara pola kemitraanmaupun waktu tempuh terhadap keterlekatan. Sebagian besar dokter mempunyaipersepsi positif terhadap fasilitas pelayanan, staf pendukung, serta nilai kompensasi, danmemiliki persepsi negatif terhadap dukungan pengembangan keilmuan, keterlambatanpembayaran jasa medis dan kepemimpinan manajer pelayanan yang dapatmempengaruhi tingkat keterlekatan.Kata kunci: Engagement, Employee Engagement, Keterlekatan Dokter.
Read More
B-1980
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Setyaningsih; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Pujiyanto, Purnawan Junadi, Wisnu Sri Nurwening; Achmad Zaenudin
Abstrak: Alih jaga pasien merupakan suatu proses interaktif yang meliputi peralihan informasispesifik dan tanggungjawab dari perawat pemberi alih jaga kepada perawat penerimapasien guna memastikan kelangsungan dan keamanan perawatan pasien. Keberhasilanperawatan meningkat seiring dengan keberhasilan alih jaga. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan faktor lingkungan kerja, perilaku aman dan pengawasandengan komunikasi alih jaga setelah dilakukan pelatihan prosedur alih jaga Situation,Background, Assesment, Recommendation yang merupakan prosedur alih jagaterstandar yang direkomendasikan oleh WHO. Penelitian menggunakan metodekuantitatif cross sectional dengan kuisioner. Subyek penelitian adalah seluruh perawatdan bidan yang ada di IGD, Instalasi Rawat Inap, ICU, NICU/PICU, VK dan OK. Hasilpenelitian kemudian dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperawat dan bidan di IGD RS Ummi Bogor sudah memiliki kesadaran pentingnyakomunikasi alih jaga dalam perawatan yang bermuara pada patient safety, meskipunbelum terlihat secara keseluruhan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Hasil penelitianjuga menunjukkan hubungan situasi lingkungan kerja, perilaku aman dan pengawasandengan komunikasi alih jaga berpola positif artinya semakin baik situasi lingkungankerja, perilaku aman dan pengawasan semakin baik komunikasi alih jaga, denganperilaku aman sebagai factor yang memiliki pengaruh paling kuat.Kata kunci : alih jaga, Assesment, Background, Recommendation, Situation.
Read More
B-1988
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wisnu Sri Nurwening; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Anhari Achadi, Rahayu Warni Kusasi, Edang Adriyani
Abstrak:

ABSTRAK Tingginya animo masyarakat terhadap produk herbal telah meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan tradisional. Pemerintah mewadahi aspirasi ini dengan mengeluarkan produk hukum yang memungkinkan berdirinya poli Obat Tradisional Indonesia (OTI) di institusi pengobatan konvensional seperti RS dan Puskesmas. Fenomena yang terjadi di RSUD Dr Soetomo Surabaya dan beberapa RS yang memiliki poli OTI menunjukkan tingkat pemanfaatan yang masih rendah. Untuk itu penelitian ini ditujukan untuk mengungkap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan poli OTI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali informasi secara mendalam. Peningkatan validitas data dilakukan dengan menggunakan data primer serta data sekunder serta triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengetahuan, persepsi, sikap dan kebutuhan yang positif dari masyarakat terhadap obat tradisional dan poli obat tradisional, tetapi tingkat pengetahuan yang rendah tentang keberadaan poli OTI di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Dari aspek penyedia layanan kesehatan dukungan kebijakan pusat yang belum optimal, penerimaan intern yang rendah, promosi ekstern yang kurang maksimal serta lokasi yang kurang strategis terindikasi sebagai faktor yang menjadi kendala dalam pemanfaatan poli OTI ini. Kesuksesan suatu program memerlukan upaya evaluasi, maka diperlukan suatu forum dengan pertemuan rutin bagi pihak yang terkait dalam proses manajemen poli OTI untuk menganalisa dan mengevaluasi kendala sekaligus upaya untuk meningkatkan pemanfaatan poli OTI dari berbagai aspek. Abstract High public interest for herbal products has increased people?s demand for traditional Indonesian medicine. The government accommodated the public?s aspirations by issuing the regulation that allows the establishment of traditional medicine in the conventional health care institution such as hospital and Puskesmas.


 The facts founded in The Poly OTI (Obat Tradisional Indonesia) of RSUD Dr Soetomo Surabaya and some other hospitals who have ones show a low utilization. Therefore, the thesis is focused to reveal the factors that influence the utilization of The Poly OTI. The design of the research is a qualitative approach. It is intended to reveals the constraints of the utilization of The Poly OTI. To ensure data validity, the research was done by using primary data obtained from in-depth interview and secondary data from document assessment. Furthermore, data triangulation was also conducted. This research concludes that there are positive level of knowledges, perceptions, attitudes and needs of the community towards traditional medicine and its poly, but lack of knowledge about the presents of Poly OTI in RSUD Dr Soetomo. Regarding the health care service providers, some factors such as non-optimal policy support from the top management, low internal acceptance, lack of external promotion and non-strategic location are determined to be the constraints in the utilization of The Poly OTI. The evaluation is the key to the success of a program, a regular forum or meeting of the parties related to the marketing of Poly OTI is required to analyze and evaluate the promotional activities and create innovative marketing plans. The internal socialization needs to be improved regarding what and how Poly OTI also the working of traditional medicine and clinical trials in various scientific forums as well as the proposed of relocation to a more strategic position is recomended.

Read More
B-1450
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive