Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dian Utami Oktaviana; Pembimbing: Fridayanti, Fia
M-1974
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktaviana; Pembimbing: Toha Mihaimin
S-996
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sisilya Oktaviana Bolilanga; Pembimbing: Hasan, Anwar; Abdulhaq, Mulyanah
M-2370
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Oktaviana; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Elsye As Safira
Abstrak: Pengemudi merupakan salah satu kelompok pekerjaan dengan tingkat risiko tertinggi yang dapat mengalami stres di tempat kerja. Hal ini dapat terjadi salah satunya pada pengemudi truk yang memegang peranan penting dalam proses pengantaran produk PT XYZ. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan gambaran tingkat stres kerja pada pengemudi truk pengantar produk PT XYZ serta faktor risiko yang berhubungan dengan stres kerja tersebut. Adapun faktor-faktor yang diteliti meliputi faktor individu (usia, status pernikahan, tempat tinggal, jumlah anak, dan masa kerja), faktor psikososial terkait konteks pekerjaan (kontrol pekerjaan, dukungan sosial, dan home-work interface) dan konten pekerjaan (lingkungan fisik kabin, beban kerja, dan jam kerja). Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online. Adapun kuesioner yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari beberapa kuesioner yang telah ada yaitu kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ), dan Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ) III. Sejumlah 76 pengemudi truk berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,53% responden mengalami stres sedang-berat. Ditemukan pula hubungan antara dukungan sosial, home-work interface, lingkungan fisik kabin, beban kerja, dan jam kerja dengan stres kerja. Dari kelima faktor tersebut, faktor yang paling dominan berhubungan dengan stres kerja adalah faktor jam kerja dengan nilai OR yaitu 11. Disimpulkan bahwa dukungan sosial, home-work interface, lingkungan fisik kabin, beban kerja, dan jam kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja. Beberapa upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi kejadian stres kerja pada pekerja, mengembangkan program pengawasan dan pendampingan terkait stres kerja, meninjau ulang prosedur dan kebijakan mengenai jadwal kerja, menciptakan tempat kerja yang sehat dan selamat secara fisik, mengidentifikasi dan mengkaji ulang beban kerja, serta melaksanakan berbagai program intervensi untuk meningkatkan kemampuan mengatasi stres pekerja.
Drivers are one of the occupational groups with the highest risk of experiencing workplace stress. This can happen to truck drivers who play an important role in the PT XYZ product delivery process. The purpose of this study is to describe the level of work stress in PT XYZ product delivery truck drivers and the risk factors associated with work stress. The factors studied include individual factors (age, marital status, place of residence, number of children, and length of service), psychosocial factors related to job context (job control, social support, and home-work interface) and job content (physical environment of the cabin, workload, and working hours). This study used a cross-sectional research design and data collection was carried out by distributing online questionnaires. The questionnaires used in this study were adapted from several existing questionnaires, namely the Perceived Stress Scale (PSS-10), NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ), and Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ) III. A total of 76 truck drivers participated in this study. The results showed that 60.53% of the respondents experienced moderate-severe stress. There was also a relationship between social support, home-work interface, physical environment of the cabin, workload, and working hours with work stress. Of the five factors, the most dominant factor associated with work stress is the working hours factor with an OR value of 11. It is concluded that social support, home-work interface, physical environment of the cabin, workload, and working hours have a significant relationship with work stress. Some measures that can be taken are identifying the incidence of work stress in workers, developing supervision and mentoring programs related to work stress, reviewing procedures and policies regarding work schedules, creating a physically healthy and safe workplace, identifying and reviewing workload, and implementing various intervention programs to improve workers' stress coping skills.
Read More
S-11001
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Betty Oktaviana; Pembimbing: Helda, Krisnawati Bantas; Penguji: Wisnu Trianggono, Ning Sulistiyowati
Abstrak: Kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah, namun ibu mungkinmenghadapi penyulit. Kematian ibu bisa menjadi hasil akhirnya bila tidak tertanganidengan baik. Hal ini dapat dicegah apabila pelayanan antenatal dilakukan secara rutin danterpadu yang melibatkan suami, sehingga kesehatan ibu terpantau serta persiapanpersalinan dan pencegahan komplikasi dijalankan. Pemerintah telah mengupayakanpelayanan kesehatan ibu, namun belum dimanfaatkan optimal, berdasarkan hasil cakupanpelayanan kehamilan dan persalinan yang belum memenuhi target Renstra KementerianKesehatan 2010-2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubunganpartisipasi suami dengan pemanfaatan layanan kunjungan antenatal di Indonesia.Penelitian dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data SDKI 2012.WUS yang melahirkan anak lahir hidup satu tahun sebelum survei menjadi populasi.Besar sampel 504 responden. Partisipasi suami dalam masa kehamilan diukurberdasarkan pendampingan suami saat kunjungan antenatal, diskusi tentang kehamilan,dan persiapan persalinan serta pencegahan komplikasi. Sedangkan kunjungan antenataldidasarkan atas jadual kunjungan rekomendasi WHO. Data dianalisis menggunakan ujiregresi logistik.Pemanfaatan layanan kunjungan antenatal lengkap sesuai jadwal rekomendasiminimal (1-1-2) di Indonesia Tahun 2012 75,8% dan partisipasi suami tergolong tinggisebesar 94,8%. Hasil uji regresi logistik menunjukkan ibu dengan suami yangberpartisipasi tinggi, berpeluang 2,29 kali untuk melakukan kunjungan antenatal lengkap(95% CI 0,997-5,267) dibanding ibu dengan suami berpartisipasi rendah setelah dikontrolpendidikan ibu. Namun, secara statistik tidak ada hubungan signifikan antara partisipasisuami dengan pemanfaatan layanan kunjungan antenatal di Indonesia.Pendidikan ibu merupakan determinan pemanfaatan layanan kunjungan antenataldan berhubungan dengan partisipasi suami dalam masa kehamilan di Indonesia.Diseminasi pengetahuan yang tepat sesuai karakteristik serta upaya untukmengoptimalkan partisipasi suami diperlukan untuk mencapai target pemanfaatanlayanan kunjungan antenatal di Indonesia.Kata kunci : Partisipasi suami, kunjungan antenatal, pendidikan ibu, Indonesia.
Read More
T-5395
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Oktaviana; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Bayu Suryo
Abstrak: Masih minimnya penelitian tentang kelelahan akut dan kronis, terutama di industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan terhadap fatigue akut dan kronis pada pekerja bagian produksi dan packaging PT X. Variabel yang diteliti yaitu faktor individu (umur, waktu tidur, commuting time), dan faktor pekerjaan yaitu (durasi kerja, shift kerja, lokasi kerja, dan waktu lembur). Skala Occupational Fatigue Exhaustion an Recovery digunakan untuk mengukur keluhan fatigue akut dan kronispada pekerja. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tidur dan commuting time memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fatigue akut pada pekerja, sedangkan waktu tidur dan durasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fatigue kronis pada pekerja.
Kata Kunci : Fatigue, Fatigue akut, Fatigue kronis, Manufaktur

There is still a lack of studies on acute and chronic fatigue, especially in the manufacturing industry.This research aims to study the factors related to acute and chronic fatigue in production and packaging workers of PT X. The studied variables in this research is comprised into individual factors such as age, time to sleep, commuting time, and job factors such as duration, shift work, location of work, and overtime. The Occupational Fatigue Exhaustion Recovery scale is used to measure acute and chronic fatigue among workers. This research is a descriptive analytic study using cross sectional study design. The results showed that the sleep time and commuting time has a significant effect on acute fatigue in workers, while the sleep time and duration of the work has a significant impact on chronic fatigue in workers.
Keywords: Fatigue, Acute Fatigue, Chronic Fatigue, Manufacture
Read More
S-8569
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktaviana Muharromah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistadi, Kuntum Cheyra
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan antara metode pembayaran INA-DRG dengan FFS terhadap efisiensi dan mutu layanan pada kasus Sectio Caesaria di RSUD Kota Bandung. Desain penelitian adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. pengumpulan data dilakukan dengan penelaahan terhadap Rekam Medis rawat inap, Rekam Medis rawat jalan, nota perincian perawatan dan laporan farmasi.Selain itu dengan wawancara medalam kepada pihak yang terkait. Metode pembayaran INA-DRG mempunyai tujuan untuk mendorong efisiensi dan mutu layanan, dari hasil penelitian di RSUD Kota Bandung pada kasus Sectio Caesaria, metode pembayaran INA-DRG gagal mendorong efisiensi untuk kasus tersebut. Namun, untuk kasus Sectio Caesaria pihak Rumah Sakit memberikan pelayanan yang sama dengan metode pembayaran FFS sehingga tidak terjadi penurunan pada mutu layanan di RSUD Kota Bandung. Hal ini dikarenakan konsep INA-DRG yang kurang dipahami dan tidak terimplementasi pada kasus Sectio Caesaria oleh pihak RSUD Kota Bandung. Terlihat pada utilisasi visit dokter, laboratorium, obat dan bhp yang diberikan sama seperti metode pembayaran FFS. Disarankan bagi RSUD Kota Bandung agar mengevaluasi manajemen INA-DRG yang sedang berjalan di Rumah Sakit. Sehingga Rumah Sakit dapat mengetahui bagian-bagian yang harus diperbaiki terutama pada sosialisasi INA-DRG dan mengaplikasikan konsep INA-DRG agar tujuan implemetasi INA-DRG tercapai dan Rumah Sakit dapat merasakan pengaruh metode pembayaran INA-DRG di semua kasus.


This study aimed to evaluate the difference between INA-DRG payment method with FFS on the efficiency and quality of service in case Sectio Caesaria in Bandung Hospital. Design research is research with quantitative and qualitative approaches. Data collection is done by a review of Medical Records Inpatient, Outpatient Medical Record, note the details of care and pharmacy reports. In addition to in-depth interview to the parties concerned. INA-DRG payment method has the objective to promote efficiency and quality of service, the result in hospitals on the upcoming Caesaria Sectio case, INA-DRG payment method fail to encourage efficiency to the case. However, for cases Sectio Caesaria party's Hospital providing services similar to the FFS payment method so that no decrease in quality of care in hospitals in Bandung. This is because the concept of INA-DRG are poorly understood and not implemented in the case Sectio Caesaria by the hospital in Bandung. Seen on the utilization of physician visits, laboratory, medication and given the same bhp as the FFS payment method. Suggested for hospitals to evaluate the management of Bandung INA-DRG ongoing at the hospital. So that's Hospital to find out the parts that should be improved especially in the socialization of INA-DRG and apply the concept of INA-DRG for implementation of INA-DRG goal is reached and the Hospital can feel effect of INA - DRG payment method in all cases.

Read More
B-1285
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyarsih Oktaviana; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Zarfiel Tafal, Bonita Merlina
S-6882
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irventi Susilowati; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Rina Oktaviana
Abstrak: Balai Pengobatan Umum dan Unit Rumah Bersalin Puskesmas X dan Puskesmas Y dalam aktifitas kerjanya memiliki bahaya fisik, bahaya kimia, bahaya biologi, bahaya ergonomi, bahaya perilaku, bahaya pengorganisasian pekerjaan dan bahaya lingkungan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Pekerja kesehatan berisiko terpapar darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, tertusuk jarum suntik, dan risiko yang berhubungan dengan listrik, ergonomi dan pengorganisasian pekerjaan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain studi cross-sectional dan pendekatan Risk Management Standard AS/NZS 4360:2004 untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko. Upaya menurunkan risiko tidak hanya dengan mematuhi SOP, tetapi dukungan yang dapat berupa peningkatan keterampilan dengan pelatihan dan pengawasan dari pihak manajemen juga dibutuhkan.
 

 
There are many hazards in activities of Balai Pengobatan Umum and Unit Rumah Bersalin Puskesmas X and Puskesmas Y such as physical hazards, biological hazards, ergonomic hazards, behavior hazards, organization of work hazards and evironmental hazards. Health care workers at risk of exposure to blood and body fluids of infected, needle stick injuries and risks associated with electricity,ergonomic and organization of work. This research is a descriptive analytical studies with cross-sectional design and Risk Management Standard AS/NZS 4360:2004 approach to identify and analyze the risk. To reduce the risk is not only by doing something as procedure written, but also need aware and support from management such as optimalize the skills by training and education.
Read More
S-7924
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyarsih Oktaviana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji ANhari Achadi, Purnawan Junadi, Anwar Fachry, M. Nasri Muadz
T-4546
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive