Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sutrani Rachmawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Robiana Modjo, Eni Yati, Anita Johan
Abstrak: Pandemi Covid-19 menjadi situasi yang menantang bagi tenaga kesehatan karena menempatkan mereka sebagai populasi berisiko tinggi untuk terinfeksi dan mendapatkan permasalahan terkait kondisi kerja yang berpengaruh terhadap tingkat distres. Tujuan penelitian ini ingin menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat distres pada tenaga kesehatan di Kabupaten Pandeglang selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada Oktober-Desember 2021 secara daring. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Pandeglang yang bekerja di Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik. Risiko psikososial diukur menggunakan Pandemic-Related Perceived Stress Scale of COVID-19 (PSS-10-C). Data dianalisis menggunakan Chi-squere dan regresi logistik ganda. Tenaga kesehatan memiliki tingkat distres rendah (30,49%) dan sedang (69,51%). Analisis regresi logistik ganda menunjukan bahwa faktor dominan yang berhubungan dengan tingkat distres yaitu ketersediaan APD dan dukungan rekan kerja. Tenaga kesehatan di Kabupaten Pandelang mengalami tingkat distres rendah dan sedang selama pandemi Covid-19. Pasokan APD yang memadai dan pembagian tugas yang jelas antar rekan kerja dibutuhkan untuk mencegah meningkatnya tingkat distres pada tenaga kesehatan selama pandemi Covid-19
The Covid-19 pandemic has become a challenging situation for health workers because it places them as a population at high risk for infection and getting problems related to working conditions that affect the level of distress. This study aims to analyze the factors associated with the level of distress among health workers in Pandeglang during the Covid-19 pandemic. This study uses a cross-sectional study design that was conducted in October-December 2021. The population in this study were all health workers in Pandeglang who worked in hospitals, public health centers, and clinics. The distress level is measured using the Pandemic-Related Perceived Stress Scale of COVID-19 (PSS-10-C). Data are analyzed using Chi-square and multiple logistic regression. Health workers have low (30.49%) and moderate (69.51%) levels of distress. Multiple logistic regression analysis showed that the dominant factors associated with the level of distress are the availability of PPE and the support of colleagues. Health workers in Pandelang experienced low and moderate levels of distress during the Covid-19 pandemic. An adequate supply of PPE and a clear division of tasks among co-workers are needed to prevent an increase in the level of distress for health workers during the Covid-19 pandemic
Read More
T-6324
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutrani Rachmawati; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Ratna Djuwita, Andri Mursita
Abstrak: Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Provinsi Banten memiliki prevalensi stunting yang tinggi yaitu 29,6% pada tahun 2017 dan terus mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecukupan nutrisi pada awal kehidupan (praktik IMD, ASI eksklusif, usia pemberian MP-ASI, dan pemberian vitamin A) dengan kejadian stunting setelah dikontrol dengan faktor jenis kelamin balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anggota rumah tangga, jumlah balita, dan tempat tinggal. Desain studi penelitian ini yaitu cross-sectional dengan analisis multivariat regresi logistik ganda. Data yang digunakan yaitu data Pemantauan Status Gizi (PSG) dengan jumlah sampel 840 balita usia 12-23 bulan. Hasil analisis menunjukan bahwa kecukupan nutrisi pada awal kehidupan, ASI eksklusif, usia pemberian MP-ASI, dan pemberian vitamin A tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Namun terdapat hubungan antara praktik IMD dengan kejadian stunting. Salah satu upaya pemerintah dalam optimalisasi upaya preventif dan promotif dapat dilakukan dengan pendekatan pada remaja terkait gizi seimbang melalui media sosial. Kata Kunci : stunting, kecukupan nutrisi, balita usia 12-23 bulan, Banten, PSG 2017
Read More
S-9911
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive