Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Susi Setiawaty; Pembimbing: Adang Bachtiar
B-310
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shita Hayyuning Astiti; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Ascobat Gani, Wahyu Sulistiadi, Susi Setiawaty, Lina Zubaidah Hasanuddin
Abstrak: Kompetensi menjadi salah satu hal yang penting bagi para pemimpin pelayanan kesehatan menjalankan fungsi manajemennya, dan salah satu cara mencapai kompetensi adalah dengan melakukan pelatihan. RS Hermina Karawang telah melakukan pelatihanpelatihan yang ditujukan kepada para manajer sejak awal berdirinya di tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan pelatihan untuk memenuhi kompetensi manajer di RS Hermina Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan ACHE 2020 competencies assessment tool yang diisi oleh 10 manajer RS Hermina Karawang dan pengisiannya didampingi oleh peneliti, kemudian dilanjutkan dengan observasi dokumen terkait, wawancara mendalam, dan akhirnya memutuskan rekomendasi bagi RS Hermina Karawang melalui FGD yang dilakukan dengan beberapa informan tertentu. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa rumah sakit melakukan analisis kebutuhan pelatihan hanya berdasar penilaian subyektif atasan dan pemenuhan kewajiban jam diklat yang telah ditentukan oleh korporasi. Selain itu didapatkan kompetensi para manajer menurut ACHE 2020 masih ada yang belum kompeten, yaitu pada topik kompetensi komunikasi dan manajemen relasi serta topik keterampilan dan pengetahuan bisnis. Namun telah kompeten dalam topik kompetensi kepemimpinan, profesionalitas, dan pengetahuan lingkunan pelayanan kesehatan. Sehingga kesimpulan dalam penelitian ini para manajer membutuhkan pelatihan-pelatihan di bidang komunikasi dan manajemen relasi serta keterampilan dan pengetahuan bisnis dan diprioritaskan pelatihan dengan nilai rerata terendah. Pelatihan dalam topik kompetensi keterampilan dan pengetahuan bisnis adalah pelatihan dalam hal manajemen keuangan dan manajemen SDM, sedangkan pelatihan dalam topik kompetensi komunikasi dan manajemen relasi adalah pelatihan dalam hal fasilitasi dan negosiasi. Untuk rekomendasi jangka panjang sebaiknya RS Hermina Karawang menggunakan tool yang bisa digunakan untuk menganalisis kompetensi dan tentunya kebutuhan pelatihan sesuai dengan kebutuhan para manajer
Read More
B-2269
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hizrita Kusumaswari; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Susi Setiawaty, Jaslis Ilyas
Abstrak:

ABSTRAK Sebagai sebuah organisasi pelayanan kesehatan dengan jumlah SDM tertinggi dari pihak perawat sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa motivasi mempengamhi produktivitas dan kcmudian produktivitas mempengaruhi kinexja perawat. Penilaian terhadap kinclja karyawan temtama perawat di RSIA I-Iermina Bekasi sebagai sebuah segmented hospital untuk ibu dan anak saat ini masih belum memperlihatkan adanya motivasi yang mempengaruhi mereka dalam bekerja. Adanya penelitian mengenai penilaian motivasi terhadap kinenja mereka diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak manajemen dalam pertimbangan penilaian kinezja mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mcndapatkan informasi dan gambamn tentang hubungan antara motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsik dan karalcteristik individu tcnaga perawat dengan kine1ja mcreka di RSIA Hemmina Bekasi. Penelitian yang dilakukan berikut ini hersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan jumjah sampel sebanyak 94 orang dari total populasi 219 orang perawat. Data yang diperoleh dari penelitian adalah data primer dari kuesioner yang disebarkan pada para perawat dan data sekunder dari bagian SDM atau personalian Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah perawat dengan kinelja yang baik hanya sebesar 47,9%. Pada motivasi eksn-insik terlihat bahwa hanya status kepangkatan, kondisi pekexjaan dan supervisi saja yang memiliki hubungan signiiikan dengan kincxja. Pada variabel hubungan dengan kolega, diklat, imbalan dan kebijakan perusahaan dan administrasi tidak memiliki hubungan yang signiiikan dcngan kinerja. Sedangkan variabel motivasi intrinsik tidak memperlihatkan hubungan yang signiiikan dengan kinenja. Narnun dari garnbaran karakteristik individu terlihat bahwa lama bekerja memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan kinexja. Variabel independen yang memiliki hubungan paling dominan dengan kinezja perawat di RSIA I-Iennina Bekasi adalah lama bckezja dan kondisi pekexjaan. Satan yang diajukan oleh pencliti adalah mcmberikan bentuk pengakuan yang lebih konkrit bagi perawat, pelatihan keperawatan tingkat lanjut, kualifikasi recruizment untuk perawat yang sudah pengalaman, pendampingan perawat baru oleh perawat senior memperkaya pekezjaan umuk perawat yang senior, meng-up grade alat interpersonal perawat untuk unit dengan produktivitas tinggi, tambahan kompensasi tertentu untuk instalasi dengan produktiwdtas tinggi seperti OK, VK, Perina, NICCU dan IGD tapi disesuaikan dengan kinenja perawatnya. Kompensasi tersebut berupa berupa bonus tertentu dan pelatihan tambahan. Namun untuk menghindari sikap iri dari unit yang lain, hendaknya hanya perawat-perawat dengan kinerja yang baik diberi kesempatan untuk rotasi pada unit-unit kritis tersebut diatas.


ABSTRACT As a health service organization with the highest nursing SDM quantity there is allot research that show motivation influence productivity and then productivity influence nurse performance. Assessment toward employee performance especially nurse at RSIA Hermina Bekasi as a segmented hospital for mother and her child recently still not yet show motivation that affecting them in work. Research oonceming motivation assessment toward their perfomrance hoped to become an input for management in their performance assessment consideration. This research objective is to get information and description toward relation between extrinsic motivation, intrinsic motivation and nurse individual characteristic with their performance at RSIA Hermina Bekasi. Research conducted is quantitative with cross-sectional method and 94 people as total sample iiom total population of 219 nurses. Data obtained 'dom research is primary data from distributed questioner on nurses and secondary data from SDM or human resources departement. Result obtained from research is only 47,9% nurse who perform well. In extrinsic motivation seen that only rank status, working condition and supervision have significant relation with performance. The In relation with colleagues variable, education and training, reward and company policy and administration do not have significant relation with performance. While intrinsic motivation variable do not focused in significant relation with performance. However, from individual characteristic description saw that working length has very significant relation with performance. Independent variable that has the most dominant relation with nurse performance at RSIA Hermina Bekasi is working length and working condition. Suggested by researcher to gives more concrete acknowledgement for nurse, enriching job for senior nurse, nurse advance training program, recruitment qualification for advanced nurse, supervision by senior nurse to new nurse, upgrading the newest interpersonal equipment for unit with high productivity, certain additional compensation for high productivity installation such as OK, VK, Perina, NICCU and ER but suit with nurse performance. Those compensations are certain bonuses or extra training. However, to avoid jealousy from other units, nurses that have good performance gave opportunity for rotation on those critical units referred above.

Read More
B-1016
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Yunus Gunawan Wibisono; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti; Penguji: Adang Bachtiar, Wachyu Sulistiadi, Ahmad Husni, Susi Setiawaty
Abstrak:
Sejalan dengan perkembangan bidang pemerintahan yang memunculkan isu desentralisasi, termasuk bidang kesehatan, maka kemampuan daerah dalam hal menggali sumber daya yang ada, terutama sumber daya manusia, sangatlah penting. Sumber daya manusia mempunyai peran yang penting dalam meningkatkan produktivitas, sedangkan produktivitas berbanding lurus dengan kinerja. Selain itu Kinerja sangatlah dipengaruhi oleh kepuasan kerja, walaupun kedua hal tersebut juga dipengaruhi faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat kepuasan dan kinerja pegawai strutural, dan melihat hubungan kepuasan dan kinerja pegawai struktural setelah dikendalikan faktor konfonding. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanggau dari tanggal 18 September 2000 sampai dengan 25 Nopember 2000. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 43 pegawai struktural. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat distribusi frekuensi, regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pegawai struktural menurut 5 dimensi kepuasan secara berurutan rata-rata adalah 82,17 %; 75,78 %; 70,93 %; 80,23 %; dan 83,3 %; sedangkan kinerja rata-rata adalah 51,2 %. Dari analisis bivariat didapatkan bahwa tidak ada satupun dimensi kepuasan yang berhubungan bermakna secara statistik dengan kinerja. Faktor yang berhubungan dengan kinerja adalah sarana dan pendidikan, sedangkan faktor yang berhubungan dengan dimensi kepuasan adalah motivasi dan pendidikan. Dari hasil analisis multivariat didapat bahwa faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kinerja adalah pendidikan dan kepuasan kondisi kerja yang mendukung. Pendidikan juga merupakan satu-satunya variabel yang bisa dijadikan sebagai faktor konfonding. Variabel yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kinerja adalah pendidikan yang sesuai dengan syarat pendidikan dalam hal menduduki jabatan, selain itu juga perlu dilaksanakan prinsip 'the right man on the right place' untuk meningkatkan kepuasan kerja pegawai.

Relationship between Staff Satisfaction and Staff Performance at Sanggau District Hospital West Kalimantan, 2000Current development of government paking, which is decentralization paking, urges local authorities including provinces and districts to strengthen their system including human resources. Within an organization, human resources are important factors in organizational productivity as indicators organizational performance. Furtherance, the performance is influenced by worker satisfaction and other variables. To these extant, this study is arises to elaborate staff performance at RSUD Sanggau, and examine factors related to the performance. This study was conducted on September to November 2000, which designed with a cross -sectional survey. Samples were 43 structural staff at the hospital. Data analyses were univariate, bivariate and multivariate to answer specific research questions. This study showed that level of working satisfaction Likert are 82, 17 %; 75,78 %; 70,93 %; 80,23 %; and 83,3 %; respectively to 5 dimensions of satisfaction which are challenge, reward, work climate, partner support, and talent. Factors related to performance were facility and level of education. While motivation and level of education were related significantly to dimension challenge, work climate, and talent of satisfaction. Further analysis using multiple linear regressions with backward method showed that only education variable related significantly to the performance, while staff satisfactions were not. This study recommends that in add to improve organizational performance, educational background of employee should be appropriate for structural placement. This will be further maintaining worker satisfaction.
Read More
T-914
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Aditya Saputra; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Susi Setiawaty, A. Heri Iswanto
Abstrak: Keterlambatan waktu mulai sebuah operasi elektif dapat mengakibatkan penundaan mulainya operasi berikutnya, mengurangi utilisasi kamar operasi, serta risiko menimbulkan keluhan pasien dan operator. Metode penelitian ini adalah action research, yaitu dengan melakukan observasi untuk mengamati alur proses pelayanan operasi elektif agar diperoleh rekomendasi dan usulan perbaikan dalam upaya mengurangi keterlambatan waktu mulai operasi elektif dan meningkatkan utilitas kamar operasi dengan pendekatan lean thinking dan six sigma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang tidak memberi nilai tambah (non value added) selama proses operasi elektif adalah sebesar 62,92% pada pasien yang menggunakan jaminan asuransi, 59,80% pada pasien umum, dan 52,34% pada pasien rawat inap. Usulan perbaikan dengan menggunakan pendekatan lean thinking dan six sigma menghasilkan perbaikan pada proses pelayanan operasi elektif dengan menurunkan kegiatan non value added secara berturut-turut menjadi 34,62% untuk pasien asuransi, 36,41% untuk pasien umum, serta 14,50% untuk pasien rawat inap.
Kata kunci: waktu mulai operasi, metode lean thinking, six sigma, kegiatan value added, kegiatan non value added

The delayed time of starting an elective operation can cause delay to the next scheduled operation, decrease utilization of an operating room, increase risk of complaint from patients and operator doctors. This study was an action research study by observing to analyzing the current state of elective operating room process and value flow, in purpose to reduce the delayed starting time of elective operation and increasing the utilization of operating room using lean thinking and six sigma approach. The result of this study shows that the non value added activities of elective operation process is 62,92 % for patient who use insurance, 59,80% for the out of pocket patient, and 52,34 % for inpatient category. By the implementation of recommended solution for the operation process able to decrease the non value added activities to 34,62% for patient with insurance, 36,41% for out of pocket patient, and 14,50% for inpatient category.
Keyword: start time of operation, lean thinking and six sigma method, value added, non value added
Read More
B-2004
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive