Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Jur. Manajemen & Adm. Rumah Sakit Indo; Vol.2, No.2, April 2000, Hal. 99-108, ( Cat ada di bendel 1999 - 2000 ) ( 2002 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heri Kurnianto; Pembimbing: Sumiatun
B-743
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumiatun; Pembimbing: Adik Wibowo
B-132
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lomriani Hotnida; Pembimbing: Petter Patinama; Penguji: Sumiatun, Mieke Savitri, Sister Christophora S., Nurul Huda
Abstrak: Untuk memenuhi tujuan klinis dari perawatan, seorang perawat harus melakukan apa yang ia sebut sebagai proses keperawatan. Mutu asuhan keperawatan merupakan hasil dari bagaimana efektif dan efisiennya seorang perawat melakukan proses keperawatannya. Penilaian kerja perawat dalam pendokumentasian proses keperawatan merupakan sebuah cara yang penting untuk mengetahui kemampuan kerja perawat dalam melaksanakan proses keperawatan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai kinerja perawat dalam pendokumentasian proses keperawatan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Analisa data menggunakan uji Anova, regresi linier ganda dan General linier model multivariate.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara bersama-sama skor kinerja perawat dalam pendokumentasian pengkajian, disgnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi memang dipengaruhi umur, lama kerja, pendidikan, status pernikahan, status kepegawaian, persepsi seorang perawat terhadap kepemimpinan, hubungan antar kelompok, desain kerja, imbalan, fasilitas kerja, struktur organisasi, supervisi dan penghargaan.

Berdasar pada hasil penelitian, untuk meningkatkan kinerja perawat dalam pendokumentasian proses keperawatan, pihak manajemen rumah sakit perlu untuk membuat suatu kebijakan yang dapat mengakomodir peningkatan kemampuan setiap perawat melalui pendidikan dan pelatihan. Serta menciptakan situasi dan kondisi yang dapat memotivasi perawat untuk meningkatkan kinerjanya seperti supervisi, imbalan, penghargaan dan jenjang karir.

Analysis of Factors that Influenced Nurse Performance in Nursing Process Documentation at Inpatient Room, Koja General District HospitalTo fulfill the clinical purposes of nursing, a nurse does nursing process. Quality of nursing care is an output of how effective and efficiency a nurse does their nursing process. The nurse performance appraisal within documentation nursing process seems to be the important way to get nurse performance on nursing process.

The objective of this study is to get information about nurse performance on nursing process documentation and its influenced factors. This study is a quantitative method with cross sectional study. Data analysis using Anova test, multiple linier regression and multivariate General Linier Model.

The study showed that nurse performance score in documentation nursing assessment, diagnosis, care plan, implementation and care evaluation as a combined dependent variable influenced by age, tenure, educational background, marital status, employment status, leadership, peer relationship, salary, supervision, organizational structure, work design, work facility and reward.

Based on study result, to increase the nurse performance, it is suggested that the management of Koja General District Hospital needs to make a policy that ensure all employee so that they can develop their abilities through education and training and create a conclusive situation that motivate employee to do their best performance such as supervision, salary, reward and career path.
Read More
B-637
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amiruddin Yahya; Pembimbing: Sumiatun; Penguji: Christophora S., Rokiah Kusumapradja, Saida Simanjuntak
Abstrak:

Pelayanan keperawatan profesional merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Dalam memberikan pelayanan profesional, perawat dituntut untuk memiliki akuntabilitas sesuai dengan kewenangannya. Untuk mencapai pelayanan keperawatan yang berkualitas, diperlukan kontribusi optimal terhadap pelayanan kesehatan sehingga perlu dilakukan upaya penilaian secara berkesinambungan dan konsisten terhadap pelaksanaan seluruh fungsi manajemen keperawatan. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan pelaksanaan fungsi manajemen secara faktual dengan yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompetensi tenaga keperawatan di Rumah sakit Islam Bogor (RSIB) yang memiliki visi mengunggulkan pelayanan keperawatan yang profesional.Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan instrumen tes untuk mengukur kompetensi intelektual, pedoman observasi standar asuhan keperawatan dari Departemen Kesehatan untuk mengukur kompetensi teknikal dan pedoman observasi untuk mengukur kompetensi komunikasi interpersonal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kompetensi tenaga keperawatan di RSIB masih di bawah standar terutama untuk kompetensi intelektual dan teknikal. Kompetensi komunikasi interpersonal tenaga perawat pada umumnya telah memadai. Namun demikian masih terdapat salah satu aspek yang tidak pernah/jarang dilakukan.Untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan maka perlu dilakukan upaya perbaikan kualitas (quality improvement) melalui peningkatan pengetahuan terhadap aspek-aspek yang dinilai masih kurang (rendah), pelatihan dan pengawasan yang berkesinambungan dan konsisten.


 

Evaluation of Nursing Personnel Competencies in Islam Hospital, BogorProfessional nursing competence is an integral part of health service that based on nursing science. In providing professional service, a nurse should have accountability relate with its authority. To achieve high quality nursing care, it requires continuous assessment, so that the nursing care management functions. The assessment taken by comparing with whole function of management run well in accordance with expected standards.The main aim of this research is to evaluate nursing competence in Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) which gives qualified professional nursing services that state in its vision. This is cross sectional research by using test instrument to measure intellectual competence, nursing observation guidelines standard from Health Department to measure technical competence, and observation guidelines to measure interpersonal communication competence.The result of this research shows that general grade of nursing competence in Rumah Sakit Islam Bogor is still stay less than the standard especially for intellectual and technical competence but they have strong capability in interpersonal communication competence. However there is still an aspect that has never been done.Improving nursing service quality requires taking some corrective action of quality improvement throughout increasing knowledge to the less aspects in assessment, training program, consistently and continual supervision.

Read More
B-581
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hestin Kusmulyanti; Pembimbing: Sumiatun
B-713
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yozy Dhaniavada Ruswandi; Pembimbing: Sumiatun
B-534
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanda Kaliestasari; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Anhari Achadi, Sandi Iljanto, Didin Syaefudin, Sumiatun
B-1361
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Wahyuni; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: PAW. Pattinama, Sumiatun, Sri Lestari
B-893
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Darmawati; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Agustin Kusumayati, Dien Anshari, Sumiatun, Mirza Apriani
Abstrak:
Program perlindungan sosial bagi lansia dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar makanan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia tunggal. Namun, belum ada hasil perbandingan antara daerah yang menjalankan program permakanan dan yang belum menjalankan, di samping itu, terdapat variasi cakupan yang tinggi antar kecamatan, jumlah tertinggi Kecamatan Jasinga (13,94%) dan terendah Kecamatan Bojonggede (2,92%). Penelitian ini dirancang dengan pendekatan penelitian kualitatif desain studi kasus. Tujuan penelitian untuk menganalisis implementasi pelaksanaan Program Permakanan Lanjut Usia Tunggal di Kecamatan Jasinga, Bojonggede, dan Cibinong Tahun 2024 dilihat dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi dalam implementasi kebijakan Program Permakanan Lansia Tunggal di tiga kecamatan, selain itu, program ini memiliki hambatan dalam analisis kebutuhan yang kurang menyeluruh, pengembangan rencana yang kurang melibatkan sektor terkait, disparitas dalam struktur organisasi di tingkat pelaksana, pendistribusian tugas yang kurang detail, pelaksanaan yang belum sesuai petunjuk teknis, kurangnya penghargaan untuk peningkatan motivasi, serta pengendalian yang kurang melibatkan penerima manfaat serta pemerintah daerah. Meskipun demikian, program ini memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan lanjut usia tunggal. Kesejahteraan meningkat dalam hal pemenuhan kebutuhan makanan, aktivitas kehidupan sehari – hari, dan perekonomian kelompok masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu program permakanan lansia tunggal memiliki dampak positif yaitu peningkatan kesejahteraan lanjut usia tunggal. Tetapi pelaksanaan kebijakan memerlukan penguatan koordinasi lintas sektor untuk menciptakan program yang lebih efektif dan efisien.

The social protection program for the elderly in terms of fulfilling basic food needs has become one of the main focuses of the government in improving the welfare of single elderly individuals. However, there has not yet to be a comparative result between regions that implement the food program and those that do not, there is a high variation in coverage among sub-districts, with the highest being Jasinga Sub-district (13.94%) and the lowest being Bojonggede Sub-district (2.92%). This research is designed with a qualitative research approach using a case study design. The purpose of this research is to analyze the implementation of the Single Elderly Food Program in Jasinga, Bojonggede, and Cibinong Sub-districts in 2024, viewed from planning, organizing, actuating, and controlling. The research results indicate that there is variation in the implementation of the Single Elderly Food Program policy in the three sub-districts; furthermore, this program faces obstacles due to a lack of comprehensive needs analysis, plan development does not involve related sectors, disparities in organizational structure at the implementation level, distribution of tasks that are less detailed, implementation is not in accordance with technical instructions, lack of appreciation for motivation increase, and control does not involve beneficiaries and local governments. Nonetheless, the program makes a positive contribution to the well-being of the single elderly. Welfare increases in terms of meeting food needs, daily life activities, and the economy of community groups. The conclusion of this study is that the single elderly nutrition program has a positive impact, namely improving the welfare of the single elderly. However, policy implementation requires strengthening cross-sector coordination to create more effective and efficient programs.
Read More
T-7205
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive