Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dhian Prastowo, Yusnita Mirna Anggraini
Vektora Vol.IV, No.2
Salatiga : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lanny Yusnita; Pembimbing: Yovsyah
S-2691
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Yusnita; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi
S-1200
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Yusnita Sari; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi
M-1567
Depok : FKM UI, 2003
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusnita; Pembimbing: Pandu Riono
S-3835
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Yusnita; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; Penguji: Farida Mutiarawati Tri A.
T-1545
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erni Yusnita; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmadi; Penguji: Sudijanto Kamso, Feri Achmadi
S-4340
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusnita; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Trini Sudiarti, Rahmawati, Lina Marlina
Abstrak: Anak usia sekolah merupakan pemirsa televisi yang paling rawan, karena mudahdipengaruhi iklan. Televisi saat ini didominasi oleh iklan makanan dan minuman yangtinggi lemak, gula dan garam. Survei pendahuluan menunjukkan bahwa anakmenonton televisi lebih dari 2 jam per hari. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh iklan makanan dan minuman di televisi terhadap preferensimakanan dan minuman anak usia sekolah di SDN 115466 Kabupaten LabuhanbatuUtara Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2016. Penelitian menggunakan disain kuasi eksperimen (one group pretest-posttest design), dengan total sampel 68 siswa kelas IV dan V. Analisis yangdigunakan adalah Uji T Dependen. Intervensi dilakukan dengan melihat rekaman 10iklan makanan dan minuman yang ada di televisi dengan durasi 5 menit dan tanpapengulangan. Pre test preferensi makanan dan minuman dilakukan sebelum intervensi,post test1 dilakukan sesaat setelah intervensi, post tes2 dilakukan 1 minggu setelahpost test1, dan post test3 dilakukan 1 minggu setelah post test2. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa ada pengaruh iklan makanan dan minuman di televisi terhadappreferensi makanan dan minuman anak sebelum dan sesudah intervensi. Preferensi PreTest - Post Test1 (p=0,0005), Pre Test - Post Test2 (p=0,0005), Pre Test - Post Test3(p=0,0005). Tidak terdapat perbedaan preferensi makanan dan minuman Post Test1 -Post Test2 (p=0,541), Post Test2 - Post Test3 (p=0,436), hal ini menunjukkan bahwapreferensi dapat bertahan lebih dari 2 minggu setelah melihat iklan. Perlu dilakukanpembatasan paparan iklan terhadap anak, dengan membatasi waktu menonton televisi,dan pendampingan oleh orang tua.Kata kunci: Iklan, Preferensi, Makanan, Minuman, anak usia sekolah.
Read More
T-4790
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lanny Yusnita; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Yovsyah, Muhamad Adil, Fitri Faturahmi
Abstrak: gemuk pada remaja umur 13-15 tahun di Indonesia berdasarkan Indeks Masa Tubuh menurut umur adalah 11,1% dan 10,8%. Sedangkan prevalensi anemia pada perempuan usia ≥ 15 tahun sebesar 22,7%. Hasil screening kesehatan pada pelajar puteri di SMP 9 Kota Cimahi oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi Jawa Barat pada bulan Februari 2017 diketahui 68% pelajar puteri anemia. Hasil Survei Diet Total tahun 2014, rerata kecukupan energi dan protein pada kelompok umur 13-18 tahun di Jawa Barat masih di bawah 100%AKG yaitu hanya sebesar 74,1% dan 83,5%AKG. Sedangkan aktivitas fisik, 26,1% melakukan kurang melakukan aktivitas fisik dan 42% kelompok umur ≥10 tahun melakukan kegiatan sedentari 3-5,9 jam/hari. Status gizi kurus dan gemuk, anemia serta kebiasaan melakukan aktivitas fisik pada remaja masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan asupan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi dan anemia pada pelajar puteri SMP di Kota Cimahi tahun 2017. Desain studi cross sectional dan menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan Hb pada remaja puteri yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi bulan Februari 2017 dan data primer yang dikumpulkan dari pelajar puteri kelas 7 SMP 9 Kota Cimahi tahun pelajaran 2016/2017. Prevalensi anemia pada pelajar puteri kelas 7 di SMP 9 Kota Cimahi adalah 68% dan prevalensi status gizi sebesar 26,40% lebih dari normal dan 73,60% normal. Rata-rata asupan energi dan protein responden tidak memenuhi 100% AKG. Sementara aktivitas fisik responden sangat aktif. Asupan protein dan aktivitas fisik pelajar puteri. Pelajar puteri dengan asupan protein rendah dan beraktivitas aktif memiliki risiko 1,250 kali untuk anemia P= 0,047 (CI: 0,995- 1,571). Ibu bekerja berpengaruh terhadap asupan energi yang kurang dan berisiko 0,376 kali untuk menyebabkan status gizi pelajar lebih dari normal (p= 0,087, CI= 0,122-1,154). Kesimpulan penelitian adalah rendahnya asupan protein dan beraktifitas fisik berpengaruh terhadap anemia dan rendahnya asupan energi terhadap status gizi lebih juga dipengaruhi oleh pekerjaan ibu. Kata kunci : Pelajar puteri, Status gizi, Anemia Based on Basic Health Research 2013, the prevalence of the underweight and overweight among adolescent girls (13-15 years old) is 11,1% and 10,8%. Moreover, the prevalence of anemia among the adolescent girls was 22,7%. The health screening activity that conducted by DHO Cimahi in February 2017 shown that the prevalence of anemia among adolescent girls at grade 7 in SMP 9 Cimahi City was 68%. Survei of Total Dietary which conducted in 2014, reported intake of energy and protein among adolescent girls (13-18 years old) in West Jawa relatively less than the recommended dietary intake (energy only reached 74,1% RDA and protein reached 83,5% RDA). Futhermore, the habitual of physical activity among adolescent was 26,1% less active and 42% of adolescents among ≥10 years old did the sedentary activity around 3-5,9 hours in daily. Nutritional status both underweight and overweight as well as anemia and leck of do the physical activity are identified as health problem that need attention. The objective of this study is to determine the asoociation between dietary intake and physical activity with the nutritional status and anemia among adolescent girls grade 7 in SM 9 Cimahi City 2016/2017. The study design is cross sectional with using the secondary data from DHO Cimahi City and primary data which collecting from adolescent girls at grade 7 in SMP 9 Cimahi City. The prevalence of anemia among adolescent girls grade 7 in SMP 9 Cimahi City was 68% and found 26,40% respondent is overweight and 73,60% is normal. The intake of energy and protein of respondent less than 100% Recommended Dietary Allowance (RDA). Protein intake and physical activty were variables that have relationship to the anemia. Responden with less intake of protein and very active in do the physicall activity is 1.250 higher to become anemia P= 0,047 (CI: 0,995-1,571). Responden whose mother is working also contribute to the less of energy intake and this effected the respondent 0,376 at risk to be overweight (p= 0,087, CI= 0,122-1,154). Conclusions of the study is adolescent girl with less of the protein intake and very active will effecting the anemia and occupation of mother will effected the less of energy intake and it will be ontributed to the overweight. Key words : Adolescent girl, Nutritional Status, Anemia
Read More
T-5062
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erni Yusnita; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Budi Hidayat
S-6239
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive