Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yuyun Yuniar, Rini Sasanti Handayani, Ni Ketut Aryastami
Bulitkes Vol.41, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Sasanti Handayani, Yuyun Yuniar, Ully Adhie Mulyani
Bulitsiskes Vol.16, No.3
Surabaya : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arum Ambarsari; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Zayanah, Linda Lidya
Abstrak: Penggunaan ARV yang semakin meluas sebagai pengobatan pada pasien HIV memberikan harapanhidup yang lebih baik bagi ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi kesintasan hidup pasien HIV/AIDS yang mengakses ARV di Puskesmas Jakarta Barattahun 2015-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospekstif menggunakan data rekam medispasien HIV. Sampel penelitian adalah pasien HIV yang mengakses ARV di Puskesmas Jakarta Baratpada tahun 2015-2017, yaitu sebanyak 480 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan probabilitaskesintasan pasien HIV selama 1, 2 dan 3 tahun pengamatan sebesar 95,2%, 91,7% dan 78,3% denganinsidens rate sebesar 4 per 1000 orang-bulan. Hasil analisis dengan regresi cox menunjukkan bahwapasien dengan koinfeksi TB lebih cepat 2,62 kali untuk meninggal dibandingkan pasien tanpakoinfeksi TB (HR = 2,621; 95%CI: 1,027-6,407, nilai P = 0,035). Untuk pasien HIV dengan tingkatadherensi minum ARV < 95% lebih cepat 9,29 kali untuk meninggal dibandingkan pasien dengantingkat adherensi ≥ 95% (HR= 9,298; 95%CI: 4,653-18,660, nilai P = 0,000).Kata kunci:HIV, ARV, Kesintasan
Widely use of ARV as treatment in people living with HIV has giving better life expectancy. Weconducted a retrospective cohort study to analyze 3 years survival time and associated factors among480 patients with HIV/AIDS who received ARV in 8 Public Health Center at West Jakarta. KaplanMeier and Cox Proportion hazard regression were used to calculate the survival time and itsassociated factors, respectively. The cumulative survival rates of those receiving ARV in 1,2 and 3years were 95,2%, 91,7% and 78,3%. Multivariate Cox Regression analysis showed that patients withTB-coinfection were at a higher risk of death from AIDS-related diseases (HR = 2,621; 95%CI:1,027-6,407, nilai P = 0,035) than patients without TB-coinfection. Patients with ARV adherence<95% were at a higher risk of death from AIDS-related diseases (HR = 9,298; 95%CI: 4,633-18,660,nilai P = 0,000) than patients with adherence ≥95%.Key words:HIV, ARV, survival.
Read More
T-5171
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nimas Ayu Lestari Nurjanah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Toha Muhaimin, Adria Rusli, Sarikasih Harefa
Abstrak: Abstrak
Infeksi HIV pada tubuh bertindak sebagai stresor yang akan menimbulkan permasalahan bagi individu yang terinfeksi di ataranya masalah fisik, psikologis dan psikososialnya. Permasalahan fisik terkait dengan perjalanan penyakit dan komplikasi sistem saraf pusat, mulai dari munculnya gejala penyakit, turunnya sistem kekebalan tubuh. Masalah psikosial dan psikologis yang dialami oleh penderita HIV diantaranya adalah munculnya stigma dan diskriminasi baik didalam keluarga maupun di masyarakat.
 
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan faktor -faktor yang mempengaruhi kualitas hidup ODHA di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianto Saroso.
 
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, teknik pengambilan sample menggunakan cara consecutive sampling dengan jumlah sample sebanyak 420 orang. Analisis bivariat menggunakan chi-Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
 
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan (nilai p = 0,001), Spiritual (nilai p = 0,003), Depresi (nilai p 0,000), kepatuhan minum ARV (nilai p 0,000), lama terapi ARV (nilai p 0,002), Stigma (nilai p 0,000), dukungan sosial (nilai p 0,003), dukungan keluarga (nilai p 0,001), dukungan sebaya (0,002) dengan kualitas hidup ODHA. Faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup ODHA adalah kepatuhan minum ARV dengan OR 4,250 . yang berarti ODHA yang patuh dalam meminum ARV akan memiliki kualitas hidup yang tinggi 4,250 kali daripada ODHA yang tidak patuh dalam meminum ARV.
 

HIV infection in the body act as stressors that will cause problems for individuals infected among physical, psychological and psychosocial. Physical problems related to the course of the disease and complications of the central nervous system, starting from the symptoms appearance of the disease, the decline of the immune system. Psychosocial and psychological problems experienced by HIV sufferers include the emergence of stigma and discrimination within the family and in society.
 
The aims of this study were to quality of life of People Living With HIV/AIDS and factors influencing the quality of life People Living With HIV/AIDS In Infectious Disease Hospital Prof Dr Sulianti Saroso.
 
This study used a cross sectional design, the sampling technique used consecutive sampling method with a total sample of 420 people. Bivariate analysis used chi-square and multivariate analysis used logistic regression.
 
The results showed significant correlation between work (p = 0.001), Spiritual (p = 0.003), Depression (p value 0.000), adherence to taking ARV (p value 0.000), duration of ARV therapy (p value 0.002), Stigma (p value 0,000), social support (p value 0.003), family support (p value 0.001), peer support (0.002) with quality of life People Living With HIV/AIDS. The most influencing factor for the quality of life People Living With HIV/AIDS is the adherence to taking ARV with OR 4.250 which means that People Living With HIV/AIDS who are obedient in taking ARVs will have a high quality of life of 4.250 times than People Living With HIV/AIDS who are not obedient in taking ARV.
Read More
T-5717
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Triana Sinulingga; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Yovsyah; Siti Nadia Tarmizi
Abstrak:

ABSTRAK Latar Belakang: Terapi ARV pada ODHA diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan serta menekan penularan HIV. Untuk mencapai tujuan MDG’s tahun 2015, diharapkan 90% ODHA sudah mendapatkan terapi ARV secara teratur. RSUD Arifin Achmad Pekanbaru telah memberikan terapi ARV sejak tahun 2004 tetapi belum pernah diteliti pengaruh ARV terhadap survival pasiennya. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif dengan 319 sampel dan dilakukan selama Mei-Juni 2013. Data penelitian diperoleh melalui data rekam medis RS. Data dianalisis dengan menggunakan analisis survival metode Kaplan-Meier dan dilanjutkan dengan analisis multivariate Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memakan ARV secara teratur memiliki survival yang lebih baik. Pasien yang tidak memakan ARV atau memakan ARV tetapi tidak teratur, memiliki risiko kematian sebesar 42,5 kali lebih besar jika dibandingkan dengan pasien yang memakam ARV secara teratur. (p=0,01, 95%CI: 13-138). Jumlah kematian selama pengamatan hanya 5,8% pada kelompok yang teratur memakan ARV, sedangkan pada kelompok yang tidak mencapai 28%. Faktor lain yang turut meningkatkan survival adalah jumlah CD4 pada awal pengobatan >100 sel/mm³(p=0,01, HR=4,39, 95% CI(1,8-10,5). Walaupun kurang bermakna secara statistik, perlu mempertimbangkan pemberian ARV pada stadium klinis awal sebagai faktor yang turut meningkatkan survival ODHA mengingat stadium klinis dapat diperiksa di semua layanan kesehatan. (p=0,07, HR=2.3, 95%CI 0,9-5.6). Faktor pendidikan secara statistik juga bermakna membedakan survival pasien. Dalam penelitian ini stadium klinis dibuktikan sebagai confounding. Hal yang disarankan adalah meningkatkan cakupan penemuan dan tatalaksana dini kasus HIV/AIDS dengan melakukan pelacakan pada semua kasus mangkir, meningkatkan kepatuhan memakan ARV dan mengupayakan pendampingan kasus secara maksimal.


 ABSTRACT Background: ARV for HIV or AIDS patients is a hope to reduce the mortality, morbidity and to prevent the transmissions. To achieve the MDG the minister of health need to cover 90% AIDS people with ARV adherently. RSUD Arifin Achmad Pekanbaru have giving the therapy for AIDS patients since 2004, but have never studied the survival analysis and another factors that contribute to yet. Method: This study is a cohort retrospective design, with 319 samples. Take place in Arifin Achmad Hospital Of Pekanbaru, Riau Province in May-June 2013. The resource are medical record of HIV/AIDS patiens in VCT clinic. Was analyse by Kaplan-Meier survival analysis and then for further use multivariate analyses. Result: The study show that the survival of patiens who take ARV adherently is higher than the other one. The patients who no used ARV adherently will have mortality rate 42,5 times than the patients that used ARV addherently. (p=0,01, 95%CI: 13-138). The deaths amount only 5,8% on the adherently ARV patients, but at another side, the deaths amount increase by 28%. Another factor that contribute to increase the survival are CD4 amounts at the beginning of therapy that >100 sel/mm³(p=0,01, HR=4,39, 95% CI(1,8-10,5). We need to consider the clinical of AIDS stadium as one of factor that contribute to increase the survival too if use ARV at the beginner of clinical stadium. (p=0,07, HR=2.3, 95%CI 0,9-5.6). The educations level has the value statistically to distinguish the survival. In this study, the clinical stadium is a confounder. We sugest to improve the early detection and prompt treatment by tracking the lost of follow up patients, increase the adherent of ARV and by mentoring or”buddy” programe for all HIV cases.

Read More
T-3796
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadilla Rizky Prameshwari; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Rita Damayanti, Tri Krianto, Gafar Hartatiyanto, Usep Solehudin
Abstrak:
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menginfeksi sel darah putih yang disebut sel CD4 dan menargetkan daya tahan tubuh. kasus HIV di DKI Jakarta pada tahun 2022 memiliki kasus HIV secara kumulatif sebanyak 79.043 sehingga menempati urutan provinsi tertinggi. Kasus terbanyak yang dilaporkan pada Tahun 2020 oleh Profil Kesehatan DKI Jakarta berada pada wilayah Jakarta Selatan. Salah satu upaya untuk meningkatkan angka harapan hidup ODHIV adalah penggunaan obat antiretroviral (ARV). Secara umum pemberian terapi ARV diberikan dalam bentuk kombinasi yang harus dikonsumsi seusia hidup. Angka kepatuhan di Puskesmas Kecamatan Setiabudi yaitu 45.6%. Angka ini lebih rendah dari target kemenkes yaitu 95% pasien mengalami supresi virus. Kepatuhan terapi antiretroviral di Puskesmas Kecamatan Setiabudi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi antiretroviral di Puskesmas Kecamatan Setiabudi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan wawancara responden berdasarkan kuisioner yang sudah dibuat. Populasi adalah pasien ODHIV >18 tahun dengan minimal terapi selama 6 bulan. Sampel sebanyak 90 orang didapatkan melalui rumus uji beda proporsi. Berdasarkan analisis univariat diperoleh rerata kepatuhan terapi antiretroviral di Puskesmas Kecamatan Setiabudi 84.3 dari skala 100. Hasil uji regresi logistik berganda menunjukkan bahwa keyakinan diri memiliki hubungan dengan kepatuhan terapi antiretroviral. Keyakinan diri merupakan variabel dominan yang berhubungan dengan kepatuhan terapi antiretroviral di Puskesmas Kecamatan Setiabudi (p=0.023, OR 2.87). Monitoring kepatuhan dapat menjadi intervensi yang baik bagi Puskesmas Kecamatan Setiabudi

The Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that infects white blood cells called CD4 cells and targets the body's immune system. The cases of HIV in DKI Jakarta in 2022 have cumulatively reached 79,043, making it the province with the highest number of cases. The highest number of cases reported in 2020 by the DKI Jakarta Health Profile were in the South Jakarta area. One of the efforts to increase the life expectancy of people living with HIV (PLWH) is the use of antiretroviral (ARV) drugs. Generally, ARV therapy is given in combination and must be consumed for life. The adherence rate at the Puskesmas in Kecamatan Setiabudi is 45.6%. This figure is lower than the Ministry of Health's target of 95% of patients achieving virus suppression. Adherence to antiretroviral therapy at the Puskesmas in Kecamatan Setiabudi is influenced by various factors. This study aims to understand the picture and factors associated with adherence to antiretroviral therapy at the Puskesmas in Kecamatan Setiabudi. This study uses a cross-sectional design with respondent interviews based on a pre-made questionnaire. The population is HIV patients >18 years old with a minimum of 6 months of therapy. A sample of 90 people was calculated using a difference of proportion test formula. Based on a univariate analysis, the average adherence to antiretroviral therapy at the Puskesmas in Kecamatan Setiabudi is 84.3 out of 100. The results of the multiple logistic regression tests show that self-efficacy is associated with adherence to antiretroviral therapy. Self efficacy is the dominant variable associated with adherence to antiretroviral therapy at the Puskesmas in Kecamatan Setiabudi (p=0.023, OR 2.87). Monitoring adherence can be a good intervention for the Puskesmas in Kecamatan Setiabudi
Read More
T-6657
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
S-9008
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachma Febriana; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Haridna Indah Setiawati Mahdi, Fatcha Nuraliyah
T-4480
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Khasanah; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Anwar Hassan, Siti Hapsari
Abstrak: Keberhasilan terapi ARV sangat ditentukan oleh kepatuhan minum obat ARV. YPI merupakan salah satu yayasan peduli HIV/AIDS tertua di Indonesia yang terletak di Tebet, Jakarta Selatan. Beberapa pasien HIV/AIDS di YPI ditemukan pernah mengalami putus obat yang dapat berisiko kematian akibat kegagalan terapi ARV. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS di YPI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam. Pengambilan data dilakukan pada 10 orang dari kelompok ODHA, keluarga, dan pihak YPI. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat pasien yang tidak patuh minum obat ARV. 5 informan yang peneliti wawancarai, 2 informan menyatakan pernah mengalami putus obat, 2 informan lain pernah terlambat minum obat dan 1 informan patuh minum obat. Penelitian ini menunjukkan faktor penyebab ketidakpatuhan minum obat ARV yaitu kesibukan, kejenuhan minum obat, takut efek samping, dan merasa sudah sehat. Kata kunci: HIV/AIDS, Terapi ARV, Kepatuhan The success of antiretroviral therapy is largely determined by the adherence of taking antiretroviral drugs. YPI is one of the foundation care HIV/AIDS located in Tebet, South Jakarta. Several HIV / AIDS patients in YPI have been found to have experienced drug withdrawal that could be at risk of death due to ARV therapy failure. This study aims to look at the picture of adherence to taking ARV drugs and factors that influence adherence in HIV / AIDS patients at YPI. This research is a qualitative research using in-depth interviews. Data were collected on 10 people from HIV patients, family, and YPI groups. This study shows that there are still patients who do not adhere to taking ARV drugs. 2 of 5 informants had a drug break, 2 informan not on time in taking medication. This study shows the factors that cause non-adherence to take medication ARV that is busy, saturation of medicine, fear of side effects, and feel healthy. Key Words: HIV/AIDS, ARV Therapy, Adherence
Read More
S-9578
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauziyah Hasani; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Soroy Lardo, Mulia Sugiarti
Abstrak: Terapi Antiretroviral (ARV) merupakan revolusi dalam pengobatan pasien HIV/AIDS. Beberapa faktor prognosis yang diketahui mempengaruhi kesintasan hidup pasien terapi ARV adalah umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, stadium klinis, status fungsional, kadar CD4 awal, cara penularan HIV, infeksi oportunistik, jenis ARV yang digunakan, dan kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor prognosis yang mempengaruhi kesintasan hidup pasien terapi ARV di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta tahun 2007-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif menggunakan data rekam medis pasien terapi ARV di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sampel penelitian adalah pasien terapi ARV berusia dewasa yang naïve ARV di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada tahun 2007-2017 sebanyak 812 pasien. Penelitian ini menemukan probabilitas kesintasan pasien terapi ARV selama 11 tahun pengamatan adalah sebesar 66,5%. Hasil analisis dengan Extended Cox menunjukkan bahwa faktor prognosis yang paling signifikan mempengaruhi kesintasan pasien terapi ARV adalah infeksi oportunistik, dimana pasien yang mempunyai infeksi oportunistik memiliki risiko kematian 9,5 kali dibandingkan yang tidak memiliki infeksi oportunistik.
Read More
T-5615
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive