Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dina Fikriyah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Rahmadewi
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Sampel yang digunakan adalah balita berusia 0-59 bulan di Provinsi Jawa Barat yang terdata di SDKI 2017, dan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebanyak 1.554 balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian diare pada balita di Provinsi Jawa Barat tahun 2017 adalah sebesar 15,6% (242 balita). Hasil uji bivariat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare adalah balita usia ≤ 1 tahun (OR 1,62; 95% CI 1,23-2,13; p=0,001), sarana sanitasi (OR 1,52; 95% CI 1,14-2,03; p=0,005), dan sumber air minum (OR 1,34; 95% CI 1,01-1,79; p=0,047). Salah satu cara untuk mencegah terjadinya diare pada balita adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Read More
S-10771
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Damayanti; Pembimbing: Besral; Penguji: Tris Eryando, Mario Ekoriano
Abstrak:
Tujuan : untuk mengetahui perbandingan faktor atau determinan yang mempengaruhi fertilitas pada wanita kawin di Provinsi NTT dan Provinsi DIY. Metode : menggunakan desain potong lintang (cross sectional) dengan sampel seluruh responden wanita usia subur yang berstatus kawin atau hidup bersama pasangannya.
Read More
S-10670
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
S-10596
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anida Fathiyah Muti`atunnisa; Pembimbing: Meiwita Paulina Budiharsana; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Maria Gayatri
Abstrak:
Latar belakang: Provinsi Banten merupakan provinsi dengan persentase penggunaan MKJP pada wanita kawin terendah se-nasional (13%). Hal tersebut sangat disanyangkan mengingat Provinsi Banten termasuk provinsi penyangga program KB di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penggunaan MKJP pada WUS di Provinsi Banten. Metode: Analisis data sekunder dilakukan dengan menggunakan data SDKI tahun 2017. Uji chi-square dan regresi logistik dengan interval kepercayaan 95% digunakan dalam penelitian ini untuk menggambarkan kekuatan hubungan antar variabel. Hasil: Cakupan penggunaan MKJP pada WUS di Provinsi Banten pada penelitian ini diestimasikan sebesar 13.3%. Hasil analisis multivariabel menunjukkan variabel yang memiliki hubungan secara statistik antara lain: (a) usia 36-49 tahun [AOR: 4.54; 95% CI: 1.03-20.10]; (b) tingkat pendidikan [AOR: 4.34;95% CI: 1.86-10.17]; (c) jumlah anak hidup [AOR: 2.47; 95% CI: 1.44-4.25]; (d) tempat tinggal [AOR: 2.81; 95% CI: 1.226.48]; (e) sumber layanan KB [AOR: 16.20; 95% CI: 7.44-35.25]. Kesimpulan: WUS yang menerima layanan KB di fasilitas publik memiliki peluang lebih tinggi untuk menggunakan MKJP. Hal tersebut dapat terjadi karena sebagian besar fasilitas kesehatan publik telah bekerja sama dengan program JKN. Oleh karena itu, dengan meningkatkan kemitraan antara fasilitas kesehatan swasta dengan program JKN diharapkan dapat memperluas aksesibiltas layanan KB terutama bagi peserta JKN
Read More
S-10920
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Intan Hidayah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Ning Pribadi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan ketahanan pangan rumah tangga selama pandemi COVID-19 di Kota Depok Tahun 2020. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian yang berjudul Situasi Ketahanan Pangan Keluarga dan Coping Mechanism dalam Kondisi Pandemi COVID-19 di Wilayah Urban dan Semi Urban Tahun 2020. Total sampel pada penelitian ini adalah 259 rumah tangga yang di dalamnya terdapat ibu hamil, ibu menyusui, bayi, atau balita. Data dianalisis menggunakan uji kai kuadrat dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan 61,8% rumah tangga di Kota Depok mengalami rawan pangan.
Read More
S-10826
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ayu Diah Permatasari; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi kunjungan ANC terhadap pemberian ASI eksklusif di Indonesia berdasarkan hasil analisis data SDKI tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dengan data sekunder yaitu SDKI tahun 2017. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak terakhir berusia 4-6 bulan dan tinggal bersama yang menjadi responden dalam SDKI 2017. Analisis multivariabel digunakan untuk mengetahui pengaruh frekuensi kunjungan ANC terhadap pemberian ASI eksklusif dengan beberapa variabel kovariat, yaitu usia ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, status perkawinan, jenis tempat tinggal, kesejahteraan, dan paritas.
Read More
S-10596
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Winona Margareth Cindy Teresa Aipipidely; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Renti Mahkota, Sulistyo
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dan Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban TB tertinggi di dunia. Balita merupakan kelompok rentan karena sistem imun yang belum matang, sehingga infeksi TB pada balita dapat memengaruhi status gizi. Status gizi balita berperan penting dalam menentukan kesehatan dan kemampuan tubuh melawan infeksi. Balita dengan TB berisiko mengalami penurunan status gizi, sementara gizi buruk dapat memperburuk perjalanan penyakit. Tujuan: Mengetahui gambaran status gizi balita penderita TB di Indonesia. Metode: Penelitian cross-sectional ini menggunakan data 1.030 balita penderita tuberkulosis dari SSGI 2024. Status gizi balita sebagai variabel dependen diukur menggunakan indikator Berat Badan menurut Tinggi Badan/Panjang Badan (BB/TB atau BB/PB). Analisis bivariat deskriptif dilakukan untuk menggambarkan perbedaan distribusi status gizi berdasarkan faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan faktor individu, dengan uji chi-square. Nilai p digunakan untuk menunjukkan signifikansi perbedaan distribusi antar kategori variabel. Hasil: Dari 1.030 balita penderita TB yang dianalisis, 17,4% memiliki status gizi kurang, 75% gizi normal, dan 6,7% gizi lebih. Proporsi gizi kurang secara signifikan lebih tinggi pada balita dengan riwayat berat badan lahir rendah (25,1%) dibandingkan balita tanpa riwayat BBLR (15,3%) (p-value = 0,022), serta pada balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif (21,6%) dibandingkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif (10,7%) (p-value = 0,013). Variabel lain, yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan orang tua, status imunisasi, pemantauan perkembangan, dan perilaku konsultasi gizi, tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap status gizi balita. Secara geografis, proporsi gizi kurang tertinggi ditemukan di Papua (29,2%) dan secara signifikan lebih tinggi di wilayah pedesaan dibandingkan wilayah perkotaan (p-value = 0,040). Kesimpulan: Upaya perbaikan perlu diarahkan pada penguatan dukungan ASI, pemantauan dan intervensi khusus bagi bayi BBLR, peningkatan akses gizi dan layanan kesehatan di wilayah pedesaan.
Background: Tuberculosis (TB) remains a major global health problem, and Indonesia ranks second among countries with the highest TB burden worldwide. Children under five are a vulnerable group due to their immature immune systems, making TB infection in this age group more likely to affect nutritional status. Nutritional status plays a critical role in determining health outcomes and the body’s ability to fight infection. Children with TB are at increased risk of experiencing nutritional decline, while poor nutritional status can further worsen the progression of the disease. Objective: To describe the nutritional status of children under five with tuberculosis in Indonesia Methods: This cross-sectional study used data from 1,030 children under five with tuberculosis from SSGI 2024. Nutritional status of the children, as the dependent variable, was measured using the Weight-for-Height/Length (WH/L) indicator. Descriptive bivariate analysis was conducted to illustrate differences in the distribution of nutritional status based on environmental factors, behaviors, healthcare services, and individual factors, using the chi-square test. The p-value was used to indicate the significance of differences in distribution across variable categories. Results: Among the 1,030 children analyzed, 17.4% had undernutrition, 75% had normal nutrition, and 6.7% were overweight. The proportion of undernutrition was significantly higher among children with a history of low birth weight (25.1%) than among those without low birth weight (15.3%) (p-value = 0.022), and among children who did not receive exclusive breastfeeding (21.6%) than among those who received exclusive breastfeeding (10.7%) (p-value = 0.013). Other variables, including sex, age, parental education, immunization status, growth monitoring, and nutrition consultation behavior, did not show significant differences in nutritional status. Geographically, the highest proportion of undernutrition was observed in Papua (29.2%) and was significantly higher in rural areas than in urban areas (p-value = 0,040). Conclusion: Improvement efforts should focus on strengthening support for exclusive breastfeeding, enhancing monitoring and targeted interventions for low-birth-weight infants, and improving access to nutrition and health services in rural areas.
S-12188
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zahra Zhafira Viyasa Adi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Salimar
Abstrak:
Read More
Telah dikembangkan berbagai alat ukur untuk menilai kualitas diet di Indonesia, salah satunya Indeks Gizi Seimbang (IGS). Meskipun demikian, hingga saat ini masih sedikit penelitian yang dilakukan mengenai kualitas diet berdasarkan IGS, terlebih pada subjek mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran IGS serta hubungan faktor sosioekonomi dan kesehatan dengan IGS pada mahasiswi S1 Reguler Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Variabel independen pada penelitian ini adalah uang saku, pendidikan orang tua, tingkat perkuliahan, pengetahuan gizi, tingkat stres, dan durasi tidur dengan variabel dependen IGS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Penelitian ini menganalisis data sekunder dari penelitian yang berjudul “Hubungan Mindful Eating dan Faktor Lainnya dengan Asupan Energi Pada Mahasiswa S1 Reguler Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2022” dengan jumlah sampel sebesar 136 mahasiswi tahun angkatan 2019, 2020, dan 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian sebanyak 97,8% memiliki skor IGS dengan kategori buruk dan tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor sosioekonomi dan kesehatan dengan IGS.
Various measurement tools have been developed to assess diet quality in Indonesia, one of which is the Balanced Nutrition Index (BNI). However, until now there are still few studies conducted on diet quality based on BNI, especially on students. The purpose of this study was to determine the BNI as well as the relationship between socioeconomic and health factors with BNI in students of the Nutritional Study Program at the Faculty of Public Health, University of Indonesia. The independent variables in this study were pocket money, parental education, college level, nutritional knowledge, stress level, and sleep duration with BNI as the dependent variable. This research is a quantitative research with a cross-sectional study design. This study analyzed secondary data from a study titled "Relationship between Mindful Eating and Other Factors with Energy Intake in Students of Nutrition Program at Faculty of Public Health University of Indonesia in 2022" with a total sample size of 136 female students in the class of 2019, 2020, and 2021. The results of this study showed that 97.8% had poor BNI scores and no significant association was found between socioeconomic and health factors with BNI.
S-11779
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
