Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Diah Yuniwati, Kumala Santi
MGMI Vol.6, No.1
Magelang : Balitbang GAKI Kemenkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukhoirotin, Ibrahim Rahmat, Risanto Siswosudarmo
JKR Vol.1, No.3
Yogyakarta : IPAKESPRO, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiyar Annerangi; Pembimbing: Helda; Penguji: Nasrin Kodim, Herbet Sidabutar
Abstrak: Ansietas dan depresi antenatal merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering kali luput dari perhatian. Penelitan ini dilakukan karena mengingat dampak yang ditimbulkan oleh ansietas dan depresi antenatal baik bagi ibu maupun janinnya dan belum adanya penelitian mengenai prevalensi dan determinan ansietas dan depresi antenatal di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu tahun 2013.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan ansietas dan depresi antenatal di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional yang dilakukan pada bulan Maret-April 2013.
 
Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ansietas antenatal sebesar 56,5% dan prevalensi depresi antenatal sebesar 14,8%. Yang menjadi faktor risiko terhadap ansietas antenatal yaitu memilki ≥2 keluhan selama masa kehamilannya. Sedangkan yang menjadi faktor risiko terhadap depresi antenatal adalah primigravida dan ansietas antenatal. Yang merupakan faktor protektif terhadap depresi antenatal adalah jumlah anak ≥1 dan dukungan sosial rendah namun hanya berlaku dalam studi ini.
 
Kesimpulannya, prevalensi ansietas dan depresi antenatal adalah tinggi dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan menganai dampak, faktor risiko dan upaya pencegahannya.
 

Antenatal anxiety and depression is one of public health problems that we do not often realize. That has impact on fetus and maternal. Research on prevalence and determine of antenatal anxiety and depression has not been done in Pasar Minggu Primary Health Care in 2013.
 
The purpose of this research is to know prevalence and determine of antenatal anxiety and depression in Pasar Minggu Primary Health Care in 2013. The research design used was cross-sectional from March-April 2013.
 
The research shows prevalence of antenatal anxiety is 56,5% whereas prevalence of antenatal depression is 14,8%. Risk factor of antenatal anxiety is ≥2 complain in pregnancy period. Whereas risk factor of antenatal depression is primigravid and antenatal anxiety. Protector factor of antenatal depression is number of children live ≥1 child and lower social support but it just for this study.
 
In conclusion, prevalence antenatal anxiety and depression is higher and have several risk factor. Because of that so given education about impact, risk factor and prevention of antenatal anxiety and depression.
Read More
S-7908
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novitri; Pembimbing: Besral; Penguji: Adang Bachtiar, Robiana Modjo, Irianny Pudjiastuti
Abstrak:
Pelayanan kesehatan di rumah sakit harus berfokus pada mutu dan keselamatan pasien, termasuk salah satu didalamnya adalah pelayanan operasi. Pada tahun 2022 angka penundaan operasi di RSUP Fatmawati sebesar 2,3%. Secara umum adanya penundaan operasi bisa berdampak pada terjadinya cedera fisik maupun non fisik. Cedera non fisik yang terjadi adalah adanya gangguan psikologis berupa kecemasan bahkan sampai depresi. Selain itu terjadinya penundaan operasi juga berdampak pada perpanjangan lama rawat dan utility kamar operasi menjadi berkurang. Dampak dari penundaan operasi berpotensi pada terjadinya inefisiensi keuangan dimana terjadi peningkatan biaya operasional dan berkurangnya penerimaan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui adanya hubungan penundaan operasi terhadap kecemasan pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Tahun 2023. Penelitian dilakukan dengan pendekatan observasional dan desain case control yang melibatkan 102 Responden pada penelitian kuantitatif dan 14 informan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai OR “Estimate” yaitu 0.183, artinya sebagai faktor protective sehingga dapat disimpulkan bahwa kejadian risiko kecemasan pasien yang mengalami penundaan operasi lebih rendah dibandingkan pasien yang tidak mengalami penundaan operasi. Tetapi p value < 0.005 menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara penundaan operasi dengan kecemasan. Ditemukan ada hubungan kondisi pasien, hasil laboratorium dan kesiapan operator dengan penundaan operasi tetapi tidak ada hubungan signifikan antara persetujuan operasi, persetujuan penjaminan biaya dan ketersediaan ventilator terhadap penundaan operasi. Sebagai simpulannya adalah penundaan operasi berisiko menimbulkan kecemasan pasien sehingga saran penelitian ini adalah pengembangan klinik pra bedah untuk mengkaji kesiapa kondisi pasien serta meningkatkan edukasi sebelum tindakan operasi, penambahan kapasitas ruang intensive dan ventilator serta monitoring dan evaluasi.

Health services in hospitals must focus on quality and patient safety, including surgical services. In 2022 the number of postponed operations at Fatmawati General Hospital will be 2.3%. In general, delaying surgery can result in physical and non-physical injuries. The non-physical injuries that occur are psychological disorders in the form of anxiety and even depression. Apart from that, delays in surgery also have an impact on length of stay and reduced operating room utility. The impact of postponing operations has the potential to result in financial inefficiencies where operational costs increase and revenue decreases. The aim of the research carried out was to determine the relationship between postponing surgery and patient anxiety at the Fatmawati Central General Hospital in 2023. The research was carried out using an observational approach and case control design involving 102 respondents in quantitative research and 14 qualitative research informants. The research results show that the OR "Estimate" value is 0.183, meaning it is a protective factor so it can be concluded that the incidence of anxiety risk in patients who experience a delay in surgery is lower than in patients who do not experience a delay in surgery. However, p value < 0.005 indicates there is a significant relationship between delaying surgery and anxiety. It was found that there was a relationship between patient condition, laboratory results and operator readiness with surgery delays but there was no significant relationship between approval for surgery, approval for cost guarantees and ventilator availability on surgery delays. The conclusion is that postponing surgery risks causing patient anxiety, so the suggestion for this research is the development of a pre-surgical clinic to assess the patient's condition as well as increasing education before surgery, increasing the capacity of the intensive care unit and ventilator as well as monitoring and evaluation.
Read More
T-6977
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Afifah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Trisari Anggondowati, Chandra Nurcahyo
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai utilisasi fasilitas kesehatan tingkat pertama  pelayanan kesehatan mental anxiety pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan data sampel BPJS tahun 2025 yang berisi data kunjungan tahun 2024 dan menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta melakukan kunjungan ke FKTP sebanyak 1-3 kali dalam satu tahun yang termasuk dalam kategori utilisasi rendah sebanyak 158.957 peserta. Proporsi utilisasi pelayanan kesehatan mental anxiety di Indonesia lebih besar pada jenis kelamin perempuan sebanyak 118.730 peserta, kelompok umur dewasa (19-59 tahun) sebanyak 144.533 peserta, status kawin 110.577, tinggal di Provinsi Jawa Barat sebanyak 34.186 peseta, jenis fasilitas kesehatan puskesmas sebanyak 107.875 peserta, fasilitas kesehatan milik pemerintah sebanyak 113.261 peserta, dan segmen peserta PPU sebanyak 56.900 peserta. Faktor yang menunjukkan adanya hubungan signifikan diantaranya, yaitu umur, status perkawinan, dan segmentasi peserta.

This study analyses about utilization of first-level health facilities for mental health services for anxiety among National Health Insurance (NHI) in Indonesia. This study used cross-sectional design using BPJS sample data for 2025 which contained visit data for 2024 and used Chi-Square. The result shows that the majority of participants utilized at primary healthcare with range 1 – 3 visits per year in low category of utilization, totaling 158.957 participants. Proportion of mental health services utilization for anxiety at primary healthcare in Indonesia is greater in the female gender with 118.730 participants, adult group (19-59 years) with 144.533 participants, married status with 110.577 participants, livin in West Javawith 34.186 participants, visiting puskesmas with 107.875 participants, Government-owned healthcare facilities with 113.261 participants, and PPU participants segmentation with 56.900 participants. The factors significantly associated with anxiety related mental health service utilization were age, marital status, and participant segmentation.
Read More
S-12449
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khaerul Nisa; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Rita Damayanti, Rachmat Priyono
Abstrak:
Tidur merupakan kebutuhan dasar agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Remaja merupakan salah satu kelompok umur yang sering mengalami masalah kualitas tidur buruk. Remaja rentan mengalami masalah kualitas tidur yang buruk karena penyesuaian berbagai faktor dan gaya hidup. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan munculnya risiko kesehatan baik fisik dan psikis serta terganggunya perkembangan kognitif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur dan hubungannya dengan durasi tatap layar, kecemasan, aktivitas fisik, dan kebiasaan tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Kebumen tahun 2024. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan responden sebanyak 304 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,6% responden memiliki kualitas tidur yang baik. Analisis bivariat yang dilakukan memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan (p-value < 0,001) dengan nilai OR 8,971 dan kebiasaan tidur (p-value < 0,001) dengan nilai OR 3,24 dengan kualitas tidur remaja. Kemudian dari analisis bivariat juga memperlihatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tatap layar dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur remaja (p-value>0,05). Intervensi mengenai tips mengontrol kecemasan dan edukasi terkait kebiasaan tidur yang baik diharapkan dapat diterapkan di sekolah untuk meningkat kualitas tidur remaja.

Sleep is a basic need for the body to function properly. Adolescents are one of the age groups that often experience poor sleep quality problems. Adolescents are susceptible to poor sleep quality problems due to adjustments to various factors and lifestyles. Poor sleep quality can lead to physical and psychological health risks and disrupt cognitive development. This study was conducted to determine the picture of sleep quality and its relationship with screen time, anxiety, physical activity, and sleep hygiene in adolescents at SMA Negeri 1 Kebumen in 2024. This study used a cross-sectional design with 304 students as respondents. The results showed that 53,6% of respondents had good sleep quality. The bivariate analysis showed that there was a significant relationship between anxiety (p-value <0.001) with an OR value of 8.971 and sleep hygiene (p-value <0.001) with an OR value of 3.24 with adolescent sleep quality. Then the bivariate analysis also showed that there was no significant relationship between screen time and physical activity with adolescent sleep quality (p-value>0.05). Interventions regarding tips for controlling anxiety and education regarding good sleep hygiene are expected to be implemented in schools to improve the quality of adolescent sleep.
Read More
S-11614
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Nirmala Sari; Promotor: Hadi Pratomo; Kopromotor: Kemal Nazaruddin Siregar, Hervita Diatri ; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Budi Anna Keliat, Sherly Saragih Turnip, Didi Danukusumo; Indra Supradewi
Abstrak:
Secara global, termasuk di Indonesia, ibu hamil merupakan populasi rentan untuk mengalami gejala kecemasan dan depresi. Apabila kedua gejala tersebut tidak teridentifikasi dan ditata laksana selama kehamilan akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan ibu seperti, depresi pascapersalinan, pre eklampsi, bahkan bunuh diri, dan kesehatan anak seperti, prematur dan berat badan lahir rendah. Oleh karena itu, skrining gejala kecemasan dan depresi pada ibu hamil sangat penting dilakukan. Indonesia telah memiliki kebijakan penilaian kesehatan jiwa dalam antenatal care (ANC) sejak Juli 2021. Indonesia juga sedang melakukan transformasi kesehatan digital untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Namun, Indonesia belum memiliki instrumen dan protokol skrining gejala kecemasan dan depresi dalam pelayanan antenatal baik secara konvensional maupun pemanfaatan teknologi digital. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem skrining gejala kecemasan dan depresi pada ibu hamil berbasis expert system dalam ANC. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap. Tahap ke-1 menguji validitas dan reliabilitas instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi bahasa Indonesia pada 125 ibu hamil secara daring melalui penyebaran formulir Google. Tahap ke-2 menilai kemampuan skrining instrumen EPDS dibandingkan dengan instrumen MINI-International Neuropsychiatric Interview (MINI) sebagai gold standard pada 298 ibu hamil. Tahap ke-2 ini dilakukan di Kota Depok (Puskesmas Beji, Cipayung, Jati Jajar, dan Pancoran Mas). Penilaian MINI dilakukan secara daring oleh dua orang enumerator terlatih. Tahap ke-3 dilakukan pengembangan prototipe sistem skrining gejala kecemasan dan depresi berbasis expert system. Analisis statistik pada tahap 1 dengan berbagai jenis uji validitas dan reliabilitas. Tahap ke-2 dilakukan penilaian sensitivitas dan spesifisitas. Tahap ke-3 dilakukan evaluasi terhadap akurasi expert system dan fisibilitas prototipe. Penelitian ini menghasilkan instrumen EPDS versi bahasa Indonesia yang terbukti valid dan reliabel untuk digunakan pada populasi ibu hamil. Instrumen ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas > 90% untuk skrining gejala kecemasan dan depresi kehamilan. Proporsi akurasi pada expert system > 90%. Ibu hamil menyatakan prototipe ini mudah, waktu penilaian singkat, dan bermanfaat untuk digunakan. Prototipe berbasis expert system yang disebut BMoms, layak dan mampu laksana untuk skrining gejala kecemasan dan depresi pada ibu hamil dalam ANC. Oleh karena itu, prototipe BMoms dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi aplikasi siap dan tepat guna sehingga menjadi solusi inovatif untuk skrining kesehatan jiwa pada ibu hamil.

Globally, including Indonesia, pregnant women are vulnerable population to experience symptoms of anxiety and depression. If these two symptoms are not identified and treated during pregnancy, it will have an impact on maternal and child health, such as suicide, pre-eclampsia, postpartum depression, premature, and low birth weight. Therefore, screening for symptoms of anxiety and depression in pregnant women is very important. However, Indonesia does not yet have instruments and protocols for screening symptoms of anxiety and depression in pregnant women in antenatal care (ANC) both conventionally and the use of digital technology. In fact, Indonesia already has a mental health assessment policy in ANC since July, 2021 and is currently carrying out a digital health transformation to improve the quality of health services. This study aimed to develop a screening system for symptoms of anxiety and depression in pregnant women based on an expert system in ANC.
The study consists of three stages. Phase 1 tested the validity and reliability of the Indonesian version of the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instrument on 125 pregnant women online through the dissemination of Google forms. Phase 2 assessed the screening ability of EPDS instrument compared to MINI-International Neuropsychiatric Interview (MINI) instrument as gold standard in 298 pregnant women. This 2nd phase was carried out in Depok City (Beji, Cipayung, Jati Jajar, and Pancoran Mas public health centre). The MINI assessment was carried out online by two trained enumerators. The 3rd stage was carried out by developing a prototype of an anxiety and depression symptom screening system based on expert system. Statistical analysis at stage 1 employed various types of validity and reliability tests. The 2nd stage was carried out to test sensitivity and specificity. The 3rd stage was evaluated on the accuracy of the expert system and the feasibility of the prototype.
This study produced an Indonesian version of the EPDS instrument that was proven to be valid and reliable for use in the population of pregnant women. This instrument had a sensitivity and specificity of > 90% for screening for symptoms of pregnancy anxiety and depression. The proportion of accuracy in expert systems was > 90%. Pregnant women state that this prototype was easy, short assessment time, and useful to use.
The prototype based on expert system called BMoms, was feasible and able to be carried out for screening symptoms of anxiety and depression in pregnant women in ANC. The BMoms prototype can be further developed into a ready and appropriate application so that it becomes an innovative solution for mental health screening in pregnant women.

Read More
D-620
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmadira Syafrina; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Yoslien Sopamena, Tin Afifah
Abstrak:
Masalah kesehatan mental merupakan tantangan kesehatan masyarakat global yang signifikan. Kecemasan dan perilaku bunuh diri semakin meningkat di kalangan remaja, termasuk di Indonesia. Kekerasan di lingkungan sekolah diduga menjadi salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengalaman kekerasan di lingkungan sekolah dengan masalah kesehatan mental pada pelajar usia remaja di Indonesia berdasarkan data Global School-based Student Health Survey (GSHS) Indonesia 2023. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan data sekunder dari GSHS Indonesia 2023 yang melibatkan 8.851 responden pelajar SMP dan SMA usia 12-17 tahun. Variabel independen adalah pengalaman kekerasan di lingkungan sekolah (diserang secara fisik, perkelahian fisik, dan mengintimidasi/bullying). Variabel dependen adalah masalah kesehatan mental (kecemasan, ide bunuh diri, rencana bunuh diri, dan percobaan bunuh diri) yang diukur secara hierarkis berdasarkan Three-Step Theory (3ST) of Suicide. Analisis data menggunakan uji Chisquare dan stratifikasi. Sebanyak 16,5% pelajar merasakan kecemasan, 1,7% memiliki ide bunuh diri, 5,3% memiliki rencana bunuh diri, dan 9,4% pernah melakukan percobaan bunuh diri dalam 12 bulan terakhir. Pengalaman kekerasan di sekolah ditemukan pada 38,6% pelajar (diserang secara fisik), 30,9% (perkelahian fisik), dan 17,0% (bullying). Seluruh bentuk kekerasan berhubungan signifikan dengan kecemasan dan bunuh diri (p<0,001). Pelajar yang pernah diserang secara fisik memiliki risiko 1,64 kali lebih tinggi mengalami kecemasan (OR=1,645; CI 95%: 1,469-1,842) dan 1,97 kali lebih tinggi melakukan percobaan bunuh diri (OR=1,966; CI 95%: 1,702-2,269). Kata Kunci : Kecemasan, Perilaku Bunuh Diri, Kekerasan di Sekolah, Mengintimidasi, Pelajar, Remaja, GSHS Indonesia 2023

Mental health problems represent a significant global public health challenge. Anxiety and suicidal behavior are increasingly prevalent among adolescents, including in Indonesia. School violence is suspected to be a contributing risk factor to adolescent mental health problems. This study aims to analyze the association between school violence exposure and mental health problems among school-going adolescents in Indonesia based on data from the Global Schoolbased Student Health Survey (GSHS) Indonesia 2023. This study employed a cross-sectional design using secondary data from GSHS Indonesia 2023 involving 8,851 respondents from junior and senior high school students aged 12-17 years. Independent variables were school violence experiences (being physically attacked, physical fighting, and bullying perpetration). Dependent variables were mental health problems (anxiety, suicidal ideation, suicide planning, and suicide attempt) measured hierarchically based on the Three-Step Theory (3ST) of Suicide. Data analysis used Chi-square tests and stratification analysis. A total of 16.5% of students experienced anxiety, 1.7% had suicidal ideation, 5.3% had suicide plans, and 9.4% had attempted suicide in the past 12 months. School violence experiences were found in 38.6% of students (physically attacked), 30.9% (physical fighting), and 17.0% (bullying perpetration). All forms of violence were significantly associated with anxiety and suicidal behavior (p<0.001). Students who were physically attacked had 1.64 times higher risk of experiencing anxiety (OR=1.645; 95% CI: 1.469-1.842) and 1.97 times higher risk of suicide attempt (OR=1.966; 95% CI: 1.702-2.269). Keywords : Anxiety, Suicidal Behavior, School Violence, Bullying, Students, Adolescents, GSHS Indonesia 2023

Read More
S-12369
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy junice Helianthe Marella Waruwu; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiarini, Adhi Dharmawan T.
Abstrak: RENDAHNYA PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR AKAN MEMBERIKAN DAMPAK BURUK BAGI KUALITAS HIDUPNYA DI MASA MENDATANG. TUJUAN PENELITIAN INI UNTUK MENGETAHUI GAMBARAN DAN HUBUNGAN ANTARA PRESTASI AKADEMIK DENGAN KEBIASAAN SARAPAN, KEBIASAAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH, KEBIASAAN OLAHRAGA, DURASI TIDUR, DURASI MENONTON TELEVISI, KECEMASAN SEKOLAH, PENDIDIKAN ORANGTUA, PEKERJAAN ORANGTUA DAN PENDAPATAN ORANGTUA SISWA SDN TERPILIH DI BANTEN TAHUN 2016. DESAIN STUDI YANG DIGUNAKAN UNTUK PENELITIAN INI ADALAH CROSS SECTIONAL DENGAN TOTAL SAMPEL 363 RESPONDEN. METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR PRESTASI AKADEMIK SISWA SEKOLAH DASAR ADALAH MELALUI REKAPITULASI NILAI RAPOR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA, MATEMATIKA, DAN IPA SEDANGKAN VARIABEL LAINNYA DIUKUR MENGGUNAKAN KUESIONER. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN PRESTASI AKADEMIK RESPONDEN SEBANYAK 49,3% TERGOLONG BAIK SEKALI. KEMUDIAN, HASIL ANALISIS DATA BIVARIAT MENGGGUNAKAN UJI CHI SQUARE DIDAPATKAN KEBIASAAN SARAPAN, KEBIASAAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH, KECEMASAN SEKOLAH, PENDIDIKAN ORANGTUA, DAN PENDAPATAN ORANGTUA MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SD NEGERI TERPILIH DI BANTEN TAHUN 2016. OLEH KARENA ITU, PIHAK SEKOLAH DIHARAPKAN DAPAT MEMBERIKAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN MELAKSANAKAN PROGRAM KONSULTASI DENGAN ORANGTUA DAN SISWA. KATA KUNCI: PRESTASI AKADEMIK, BELAJAR, SARAPAN, KONSUMSI SAYUR DAN BUAH, KECEMASAN SEKOLAH, ORANGTUA THE LOW ACADEMIC ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS WILL ADVERSELY AFFECT THEIR QUALITY OF LIFE IN THE FUTURE. THE PURPOSE OF THIS STUDY WAS TO FIND OUT THE REPRESENTATION AND THE RELATIONSHIP BETWEEN ACADEMIC ACHIEVEMENT WITH BREAKFAST HABITS, CONSUMPTION HABITS OF VEGETABLES AND FRUITS, EXERCISE HABITS, SLEEP DURATION, TELEVISION WATCHING DURATION, SCHOOL ANXIETY, PARENT EDUCATION, PARENT WORK AND PARENT INCOME OF ELECTED SDN ELEMENTARY SCHOOL IN 2016. THE STUDY DESIGN USED FOR THIS STUDY WAS CROSS SECTIONAL WITH TOTAL SAMPLE OF 363 RESPONDENTS. THE METHOD USED TO MEASURE THE ACADEMIC ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS WAS THROUGH THE RECAPITULATION OF SCHOOL REPORT ON INDONESIAN, MATHEMATICS AND IPA SUBJECTS WHILE OTHER VARIABLES WERE MEASURED USING QUESTIONNAIRES. THE RESULTS SHOWED THAT THE ACADEMIC ACHIEVEMENT OF RESPONDENTS CLASSIFIED AS 49.3% VERY GOOD. THEN, THE RESULTS OF BIVARIATE DATA ANALYSIS USING CHI SQUARE TEST FOUND THAT BREAKFAST HABITS, CONSUMPTION HABITS OF VEGETABLES AND FRUITS, SCHOOL ANXIETY, PARENT EDUCATION, AND PARENT INCOME HAVE CORRELATION WITH STUDENT ACHIEVEMENT IN ELEMENTARY SCHOOL IN BANTEN IN 2016. THEREFORE, THE SCHOOL IS EXPECTED TO PROVIDE BALANCED NUTRITION EDUCATION AND IMPLEMENT CONSULTATION PROGRAMS WITH PARENTS AND STUDENTS KEYWORDS: ACADEMIC ACHIEVEMENT, STUDY, BREAKFAST, CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS, SCHOOL ANXIETY, PARENT
Read More
S-9523
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Fadhlan Perdana Vitra; Pembiming: Tri Krianto; Penguji: Rita Damayanti, Muhammad Syaeful Mujab
Abstrak:
Latar Belakang: Kecemasan adalah kondisi psikologis yang ditandai oleh kekhawatiran berlebihan dan ketegangan mendalam, seringkali tanpa pemicu jelas. Fenomena ini menjadi perhatian serius, khususnya di kalangan mahasiswa. Kemunculan tagar Indonesia Gelap di media sosial mencerminkan keresahan publik, terutama generasi muda, terhadap ketidakpastian sosial, politik, dan ekonomi. Kondisi ini dapat memicu tekanan psikologis, termasuk kecemasan. Mahasiswa, sebagai kelompok usia dewasa muda yang aktif di media social. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 191 responden yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Indonesia angkatan 2022 dari berbagai fakultas dan program studi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tiga kuesioner yaitu persepsi terhadap tagar Indonesia Gelap (disusun peneliti), IUS-12 untuk mengukur intoleransi ketidakpastian, dan skala kecemasan DASS-21. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil.: Mayoritas responden memiliki persepsi negatif terhadap tagar Indonesia Gelap (55 %) dan tingkat intoleransi ketidakpastian yang tinggi (55,5%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap tagar Indonesia Gelap dengan kecemasan (p = 0,007), intoleransi ketidakpastian dengan kecemasan (p < 0,001) dan kecemasan dengan intoleransi ketidakpastian (p < 0.001) Kesimpulan: Persepsi narasi tagar Indonesia Gelap dan intoleransi ketidakpastian memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan mahasiswa.


Background: Anxiety is a psychological condition characterized by excessive worry and profound tension, often without a clear trigger. This phenomenon has become a serious concern, particularly among university students. The emergence of the  Indonesia Gelap hashtag on social media reflects public unease, especially among the younger generation, regarding social, political, and economic uncertainty. This situation can trigger psychological distress, including anxiety. University students, as a young adult age group active on social media, are particularly susceptible. Method: This study employed a cross-sectional design and involved 191 active University of Indonesia students from the 2022 cohort, spanning various faculties and study programs. Sampling was conducted using a proportional cluster random sampling technique. Research instruments consisted of three questionnaires: perception towards the Indonesia Gelap hashtag (developed by the researcher), the IUS-12 to measure intolerance of uncertainty, and the DASS-21 anxiety scale. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. Result: The majority of respondents had a negative perception of the Indonesia Gelap hashtag (55%) and a high level of intolerance of uncertainty (55.5%). Bivariate test results showed a significant relationship between perception of the Indonesia Gelap hashtag and anxiety (p = 0.007), intolerance of uncertainty and anxiety (p < 0.001), anxiety and intolerance of anxiety (p < 0.001) Conclusion: Perception of the Indonesia Gelap hashtag narrative and intolerance of uncertainty have a significant relationship with students' anxiety levels.
Read More
S-12081
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive