Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ricard Rivaldo Pasalli; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Adik Wibowo, Agus Rahmanto
Abstrak: Terealisasinya keadaan sehat merupakan keinginan semua orang, juga dari keluarga, perkumpulan dan masyarakat. Perusahaan asuransi dan lembaga asuransi adalah lembaga ekonomi, yaitu lembaga pengalihan risiko. Tingkat risiko dapat diukur dengan nilai produk dimana peristiwa itu terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyelesaian klaim asuransi kesehatan nasional. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pada pencarian studi menggunakan tiga online database yaitu PubMed, Google Scholar, dan Science Direct. Ada 7 studi yang terinklusi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan dalam menyelesaikan klaim terdapat bentuk-bentuk penyelesaian klaim asuransi kesehatan nasional, faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung diantaranya adalah ketepatan penyelesaian klaim, tingkat penyelesaian klaim, klaim rasio dan keluhan ganti rugi. Adapun faktor penghambat klaim diantaranya adalah staf yang kurang memenuhi kualifikasi dalam memproses klaim, tata cara pengecekan yang kurang jelas dan peserta asuransi baru menyadari saat membuat klaim bahwa tidak mencakup penyakit tertentu.
The realization of a healthy condition is the desire of everyone, also from families, associations and communities. Insurance companies and insurance institutions are economic institutions, namely risk transfer institutions. The level of risk can be measured by the value of the product where the event occurs. This study was conducted to determine the settlement of national health insurance claims.method literature review. The study search used three online databases , namely PubMed, Google Scholar, and Science Direct. There are 7 studies included in this study. The results showed that in resolving claims there are forms of settlement of national health insurance claims, supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors include the accuracy of claim settlement, level of claim settlement, claim ratio and compensation complaints. The factors inhibiting claims include staff who do not meet the qualifications in processing claims, procedures for checking that are not clear and insurance participants only realize when making a claim that it does not cover certain diseases.
Read More
S-11059
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martha Jessica; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Kurnia Sari, Eddy Sulistijanto
Abstrak: Tujuan studi ini untuk membandingkan determinan WTP terhadap iuran asuransi kesehatan nasional dan memperoleh pelajaran pelaksanaan asuransi kesehatan nasional di beberapa negara dalam meningkatkan keinginan membayar peserta informal. penelitian ini menggunakan metode literature review.
Read More
S-10571
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dapot Pangihutan Silalahi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Mardiati Nadjib, Amila Megraini
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian tuberkulosis pada pasien HIV/AIDS peserta JKN di Indonesia tahun 2021. Serta Mengetahui hubungan karakteristik peserta (umur, jenis kelamin, status perkawinan, hubungan keluarga, hak kelas rawat, dan segmentasi kepesertaan) dengan kejadian tuberkulosis pada pasien HIV/AIDS peserta JKN di Indonesia tahun 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional, dimana waktu pengumpulan data variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) hanya satu kali pada satu saat (Nursalam, 2017). Penelitian ini menggunakan data sekunder Data Sampel BPJS Kesehatan Reguler tahun 2021. Penelitian cross sectional adalah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta JKN pada pelayanan FKRTL dengan diagnosis primer HIV/AIDS tahun 2021. Sedangkan Sampel pada penelitian ini adalah seluruh peserta JKN dengan diagnosis HIV/AIDS di Indonesia tahun 2021. Adapun hasil penelitian Berdasarkan data sampel BPJS Kesehatan 2021, terdapat 207 peserta JKN dengan HIV/AIDS, mewakili 12.649 peserta. Koinfeksi HIV-TB sebesar 4,02% (508 peserta). Hubungan signifikan dengan koinfeksi hanya ditemukan pada hubungan keluarga dan segmen kepesertaan. Peserta dengan koinfeksi cenderung dewasa (4,20%), laki-laki (4,92%), belum kawin (5,52%), anak (14,84%), rawat kelas I (8,44%), dan segmen PBI APBD (18,11%). Layanan kesehatan terkait koinfeksi terkait dengan jenis FKTP, tipe FKRTL, dan status kepemilikan FKRTL. Koinfeksi lebih banyak pada FKTP dokter umum (17,48%), FKRTL RS Kelas B (6,67%), FKRTL pemerintah (5,05%), tingkat pelayanan FKRTL RJTL (9,8%), dan wilayah regional FKRTL regional 1 (5,96%).

This research aims to investigate the determinants of tuberculosis occurrence in HIV/AIDS patients covered by the National Health Insurance Program (JKN) in Indonesia in 2021. It also aims to explore the relationship between participant characteristics (age, gender, marital status, family relationship, care class, and membership segmentation) and the occurrence of tuberculosis in HIV/AIDS patients under JKN in Indonesia in 2021. The study adopts a quantitative research approach with a cross-sectional study design, where data collection for independent and dependent variables occurs only once at a single point in time (Nursalam, 2017). Secondary data from the Regular Health Insurance BPJS Sample for the year 2021 is utilized in this research. A cross-sectional study is employed to examine the dynamic correlation between risk factors and effects through observational or data collection approaches. The population consists of all JKN participants receiving services from Primary Health Care Facilities (FKRTL) with a primary diagnosis of HIV/AIDS in 2021. The sample includes all JKN participants diagnosed with HIV/AIDS in Indonesia in 2021. Based on the 2021 BPJS Health Sample data, there were 207 JKN participants with HIV/AIDS, representing 12,649 participants. The HIV-TB coinfection rate was 4.02% (508 participants). Significant relationships with coinfection were found only in family relationships and membership segmentation. Participants with coinfection tended to be adults (4.20%), males (4.92%), unmarried (5.52%), children (14.84%), receiving Class I care (8.44%), and in the Regional Budgetary Insurance (PBI) APBD segment (18.11%). Health services related to coinfection were associated with the type of Primary Health Care Facility (FKTP), FKRTL type, and FKRTL ownership status. Coinfection was more prevalent in general practitioner FKTP (17.48%), FKRTL Class B Hospitals (6.67%), government-owned FKRTL (5.05%), RJTL FKRTL service level (9.8%), and Regional FKRTL regional 1 (5.96%).
Read More
S-11546
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mira Nurfitriyani; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Iriana Hendrawati Pasaribu
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran JKN diantara keluarga yang melakukan persalinan sectio caesarea tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan mengumpulkan data sekunder dari BPJS Kesehatan Depok dan data primer melalui wawancara langsung dengan 98 keluarga sebagai sampel penelitian. Ada hubungan antara kepatuhan membayar iuran JKN dengan pasien yang melahirkan setelah perluasan channel pembayaran, merasakan manfaat selama persalinan, memiliki riwayat pengobatan untuk dirinya dan anggota keluarganya setelah persalinan, dan memiliki kepala keluarga yang berusia lebih dari 34 tahun, berpendidikan tinggi, memiliki pendapatan lebih dari UMK Depok tahun 2015, berstatus sebagai peserta JKN, memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap JKN, dan tidak memiliki hambatan dalam membayar iuran JKN. Riwayat pengobatan dari anggota keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan. Penelitian ini menyarankan bahwa masih diperlukan sosialisasi JKN melalui kemitraan dengan pemangku kebijakan dan dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat.
Keywords : Pembayaran iuran, Asuransi Kesehatan Nasional, JKN, Peserta sektor informal, Sectio Caesarea
This study aims at examining the factors associated with adherence to pay JKN contribution among families with caesarean section in 2015. The study used crosssectional design by collecting secondary data from BPJS Kesehatan Depok and primary data from direct interviews to a sample of 98 families. There is association between adherence to pay JKN contribution with the time the patients delivered after payment channel expansion, perceived benefits during delivery, had a treatment history after delivery (both for patients and family member), and had a household head older than 34 years, higher education, had income more than Depok City minimum wage in 2015, his status as JKN member, had good knowledge and attitude towards JKN, and had no barriers to pay JKN contribution. Treatment history of family members had the strongest association to adherence. The study suggests that it still needs JKN dissemination in partnerships with other stakeholders and community empowerment efforts.
Keywords : Contribution payment, National Health Insurance, JKN, Informal sector members, Caesarean Section
Read More
S-9112
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng Kusumawardani; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Amila Megraini
Abstrak:
Pengendalian biaya merupakan salah satu strategi untuk mengendalikan biaya pelayanan kesehatan supaya tidak terjadinya over budget dan untuk memastikan keberlangsungan program asuransi kesehatan nasional. Keberadaan program Jaminan Kesehatan juga membawa dampak positif bagi masyarakat untuk dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa adanya kesulitan finansial. Program asuransi kesehatan nasional sebagai bentuk dari jaminan kesehatan juga diharuskan dapat mencakup seluruh populasi, peningkatan penggunaan layanan kesehatan yang berlebih oleh masyarakat juga dapat membawa efek negatif yaitu biaya kesehatan yang semakin meningkat jika tidak dikendalikan akan menimbulkan inflasi pada sektor kesehatan serta akan berdampak pada kualitas layanan kesehatan dan kualitas kesehatan masyarakat. Untuk itu pentingnya mengetahui lebih jauh dan menerapkan skema pengendalian biaya pada program asuransi kesehatan nasional karena dalam strategi skema pengendalian biaya, tidak hanya biaya kesehatan yang dikendalikan tetapi juga pada kualitas layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah literature review menggunakan online database Pubmed, Scopus, ProQuest, dan EBSCOHost yang menghasilkan 4 jurnal terinklusi yang diterbitkan sepuluh tahun terakhir (2013-2023) yang dipilih berdasarkan kategori negara middle income. Hasil dari 4 jurnal yang terinklusi menjelaskan mengenai penerapan skema pengendalian biaya dan dampaknya yaitu dengan diterapkannya skema pengendalian biaya dengan metode kapitasi, cost sharing, dan metode campuran dapat berdampak pada penurunan utilisasi rawat jalan dan rawat inap, penurunan biaya klaim dan Out Of Pocket, penurunan kemiskinan dan kualitas layanan kesehatan.

Cost control is one of the strategies to control the cost of health services so as not to overbudget and to ensure the sustainability of the national health insurance program. The existence of the Health Insurance program also has a positive impact on the community to be able to access health services without financial difficulties. The national health insurance program as a form of health insurance is also required to cover the entire population, increasing the use of excessive health services by the community can also have a negative effect, namely increasing health costs if not controlled will cause inflation in the health sector and will have an impact on the quality of health services and the quality of public health. For this reason, it is important to know more and apply the cost control scheme to the national health insurance program because in the cost control scheme strategy, not only health costs are controlled but also on the quality of health services. The method used is literature review using online databases Pubmed, Scopus, ProQuest, and EBSCOHost which produces 4 inclusive journals published in the last ten years (2013-2023) selected based on the middle income country category. The results of the 4 included journals explain the application of cost control schemes and their impacts, namely the implementation of cost control schemes with capitation methods, cost sharing, and mixed methods can have an impact on reducing outpatient and inpatient utilization, decreasing claim costs and Out Of Pocket, reducing poverty and health service quality.
Read More
S-11510
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive