Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 61 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Liza Maulidya; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai analisis at risk behaviour perilaku tidak aman pada pekerja di area furnacePT. X. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatifdengan menggunakan desain studi potong lintang cross sectional study dan total sampel sebanyak 78 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh responden sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan model Cooper's Reciprocal Safety Culture dimensiBehavioural Approach.
 
Hasil: sebanyak 60 responden pekerja di area furnacemelakukan safe behaviourdan 40 lainnya melakukan at risk behaviour. Faktor individu yang berhubungan dengan at risk behaviouryang dilakukan oleh pekerja adalah pengetahuan terhadap keselamatan, motivasi terhadap keselamatan dan kepercayaan diri ketika bekerja. Faktor organisasi yang berhubungan dengan at risk behaviouryang dilakukan pekerja adalah komitmen manajemen, partisipasi terhadap keselamatan, dukungan rekan kerja dan komunikasi organisasi.
 

This thesis discusses about the analysis at risk behavior unsafe behavior on workers in the furnace area PT. X. This research is a quantitative research using cross sectional study design and total of 78 respondents. The data used in this research is primary data and secondary data. Primary data obtained from questionnaires filled by respondents while secondary data obtained through corporate documents. This research uses Coopers Reciprocal Safety Culture model of Behavioral Approach dimension.
 
Results: 60 respodents in the furnace area doing safe behavior and 40 other doing at risk behavior. Individual factors associated woth at risk behavior by workers are safety knowledge, safety motivation and self efficacy in safety. Organizational factors related to at risk behavior by workers are management commitment, safety participant, co worker support and organizational communication.
Read More
S-9868
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fazrin Nu Azizah; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Sri Tjahyani Budi Utami, Hamdani
T-4674
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Pangarsi Dyah Kusuma W; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Tri Yunis Miko Wahyono, Asmuyeni Muchtar, Meilinda
T-4748
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mundi Silo Utami; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Amal Chalik Sjaf, Sumijatun
Abstrak:

Pelayanan yang bermutu di rumah sakit adalah pelayanan yang memenuhi standar yang telah ditetapkan. Salah satu perwujudan akan tanggungjawab tersebut rumah sakit harus dapat menjamin keselamatan pasien (Patient Safety) selama pasien tersebut menjalani perawatan di rumah sakit. Tujuan akhir dari upaya keselamatan pasien adalah menurunkan angka kejadian tidak diinginkan dan angka kejadain nyaris cedera. Dengan menurunkan KTD/KNC maka akuntabilitas Rumah sakit akan meningkat. Dengan akuntabilitas yang baik maka rumah sakit akan unggul dalam persaingan global yang semakin lama semakin ketat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku patient safety pada perawat unit rawat inap Rumah Sakit Tugu Ibu, Depok. Latar belakang masalah penelitian ini adalah tingginya angka KTD/KNC mulai dari pelaporannya sepanjang tahun 2005-2010. Responden yang dipilih adalah perawat unit rawat inap, dengan alasan perawat adalah ujung tombak pelayanan di rumah sakit khususnya unit rawat inap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku patient safety pada perawat unit rawat inap RS Tugu Ibu Depok. Selain itu juga untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi perilaku patient safety ditinjau dari faktor predisposisi yang meliputi pendidikan, umur, pelatihan, pengalaman kerja, dari faktor penguat yang meliputi pengaruh pimpinan, pengaruh organisasi, dan imbalan, dari faktor pendukung yang meliputi sumber daya dan desain kerja, serta dari budaya patient safety yang meliputi reporting culture, just culture, learning culture dan flexible culture. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah seluruh perawat rawat inap RS Tugu Ibu, Depok yang berjumlah 76 orang sebagai total sampel. Hasil analisis bivariat dengan uji statistic chi-square menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pelatihan dan sumber daya terhadap perilaku patient safety. Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, pengalaman kerja,pengaruh pimpinan,pengaruh organisasi, imbalan, desain kerja dan budaya patient safety. Saran berdasarkan hasil penelitian ini adalah tingkatkan upaya keselamatan pasien pada semua unsur di rumah sakit dan pada perawat khususnya. Kepustakaan 47 (1994- 2010), Gambar 5, Tabel 12, Lampiran 2 Kata Kunci : Patient Safety, Perawat, Perilaku.


 

It is the right for every patient at the hospital to receive a high quality standard service provided by the Hospital. One embodiment would be the responsibility of the hospital to ensure patient safety during the time when the patient is on undergoing treatment in the hospital. The end goal of patient safety efforts is to lower the incident of adverse event and near miss. By lowering adverse event and near miss then the hospital will increase accountability and with a good accountability will bring a positive outcome so the Hospital can overcome a global competition which becoming increasingly fierce. This study was conducted to analyze the factors that affect patient safety behavior on inpatient nursing units at Tugu Ibu Hospital, Cimanggis, Depok. The background of this research problem is because the high number of adverse event and near miss incident, during the 2005 – 2010 reporting period. The selected respondents are inpatient nurses, as they are the front liners in a Hospitals service, especially inpatient unit. The purpose of this study was to determine the behavior of the patient safety to the nurse with a reference to the “Nine Life-Saving Patient Safety Solutions”. In addition, to find out what factors influence the behavior of patient safety in terms of predisposing factors.That includes background education, age, training, working experiences. The other supporting factors are the leader’s influence, organizational influence. Rewards from the other supporting that covers resource and design work, as well as culture that includes patient safety reporting culture, learning culture and flexibility culture. These performance design is using a cross sectional study. Methods of data collection are done through surveys and questionnaires to inpatient hospital nurses. The resources are all inpatient hospital nurse at Tugu Ibu Hospital at Depok Cimanggis with a total number 76 nurses. The bivariate analysis results with chi-square statistical test showed that there is a mutual relationship between the leader’s influence and patient safety. Literature 47 (1994-2010), Picture 5, Table 12, Attachment 2 Keyword : Patient Safety, Nurse, Behaviour.

Read More
B-1354
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widi Aulia Ardani; Pembimbing: Kartika Anggun Dimar Setio; Penguji: Wahyu Kurnia, Suratno
Abstrak: Salah satu kelompok sumber daya manusia yang berpengaruh dalam pembangunan suatu negara adalah kelompok remaja. Banyak masalah kesehatan yang terjadi sejalan dengan perkembangan yang terjadi pada remaja, salah satunya adalah masalah gizi remaja. Menurut WHO, remaja di negara berkembang mengalami kurang gizi, sehingga dapat menyebabkan mereka mudah terserang penyakit dan berisiko mengalami kematian dini. Namun, disisi lain juga terjadi peningkatan angka kejadian berat badan berlebih dan obesitas pada negara pendapatan rendah hingga tinggi. Terjadinya masalah gizi pada remaja sangat erat kaitannya dengan perilaku makan remaja. Perilaku makan adalah perilaku normal yang berkaitan dengan kebiasaan makan, cara memilih makanan dan jumlah konsumsinya. Sarapan merupakan salah satu penerapan dari perilaku makan yang baik, namun seringkali remaja tidak melakukan hal tersebut. Sehingga, mempengaruhi kondisi kesehatan mereka. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi perilaku sarapan pada remaja.. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran perilaku sarapan remaja kelas X SMAIT Nurul Fikri dan determinan-determinan yang mempengaruhinya melalui kerangka theory planned of behaviour. Desain penelitian yang digunakan adalah crosss sectional yang dilakukan terhadap sampel penelitian sebesar 100 orang siswa/i yang ditentukan dengan stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan metode chi-square. Penelitian dilakukan dari maret-juni 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menemukan bahwa responden yang memiliki perilaku sarapan baik hanya 22% dari total responden. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, self-efficacy, dan intensi berhubungan dengan perilaku sarapan remaja kelas X SMAIT Nurul Fikri tahun 2019. Oleh karena itu diperlukan kerja sama antara pihak sekolah dengan klinik Yayasan untuk memberikan intervensi terkait peningkatan kebiasaan perilaku sarapan pada warga sekolah terutama siswa dan siswi.
Read More
S-10201
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Levina Natalia Sianturi; Pembimbing: Dadan Erwandi, Robiana Modjo; Penguji: Wayne Satria
Abstrak:
T. ABC merupakan salah satu perusahaan yang memiliki aktivitas mengemudi yang cukup tinggi dan juga memiliki banyak jenis kendaraan yang digunakan untuk mendukung operasional perusahaan. Adapun jumlah kecelakaan lalu lintas pada kendaraan operasional PT. ABC setiap tahunnya mengalami peningkatan seperti pada tahun 2017 terjadi 25 kecelakaan, 2018 meningkat menjadi 42 kecelakaan dan 2019 ada 43 kecelakaan .Kejadian kecelakaan tidak pernah luput dari faktor manusia didalamnya. Sikap mengemudi menjadi salah satu dari beberapa faktor penting dalam berkendara (Reason et al., 1990). Driving Behaviour ditemukan berhubungan dengan accident rate (Mallia et al., 2015). Semenjak ditemukan hal tersebut, Driving Behaviour Questionnaire digunakan oleh beberapa peniliti untuk menentukan skor DBQ dari pengemudi (Reason et al., 1990; Lajunen, Parker and Summala, 2004; Sucha, Sramkova and Risser, 2014). Penelitian ini menganalisis pengaruh pelatihan Safe Driving terhadap skor DBQ para pekerja dan juga menganalisis pengaruh faktor determinan pekerja terhadap skor DBQ. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor DBQ pekerja (Pre-training) terhadap (Post-training) menggunakan analisis T-test didapatkan hasil: 1) “Kemampuan Mengendalikan Emosi Saat Berkendara” mengalami perubahan signifikan setelah pelatihan Safe Driving (Mean= -1,0067; SD= 0,76821; P<0,05). 2) “Ketaatan Terhadap Aturan Saat Berkendara” mengalami perubahan signifikan setelah dilakukannya pelatihan Safe Driving (Mean= -0,1333; SD= 0,27279; P<0,05), 3) “Sikap Positif Dalam Mengemudi” mengalami perubahan signifikan setelah pelatihan Safe Driving (Mean= -0,54074; SD= 0,92858; P<0,05), 4) “Tidak Melakukan Kesalahan Saat Berkendara” mengalami perubahan signifikan setelah pelatihan Safe Driving (Mean= -1,5333; SD= 0,27279; P<0,05), 5) “Tidak melakukan Penyimpangan Saat Berkendara” mengalami perubahan signifikan setelah pelatihan Safe Driving (Mean= 0,2556; SD = 0,27279; P<0,05), dan 6) “Fokus Saat Berkendara” mengalami perubahan signifikan setelah pelatihan Safe Driving (Mean = -0,39259; SD = 0,27279; P<0,05).  Peneliti menyarankan: 1) PT. ABC untuk melakukan continuous improvement terhadap komponen “Tidak Melakukan Kesalahan Saat Berkendara” dan “Kemampuan Mengendalikan Emosi Saat Berkendara” karena peningkatan skor DBQ sudah cukup tinggi, 2) PT. ABC untuk melakukan review dan perbaikan komponen “Ketaatan Terhadap Aturan Saat Berkendara” dan “Tidak Melakukan Penyimpangan Saat Berkendara” karena peningkatan skor DBQ sangat rendah, 3) PT. ABC diharapkan untuk melakukan pelatihan Safe Driving dalam rentang waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan Perusahaan dengan upaya untuk meningkatkan skor DBQ dari para Driver secara berkala, dan 4) PT. ABC diharapkan untuk melakukan screening skor DBQ bagi para calon Driver, saat dilakukannya proses rekrutmen. Kata kunci: Angka kecelakaan, Human Factor, Driving Behaviour, Driving Behaviour Questionnaire, dan pelatihan Safe Driving. Universitas Indonesia vi

PT. ABC is one of a company whixh has a lot of driving activities and also has a lot of vehicle types to support company’s operational matters. There are a significant increasing numbers of collisions in PT. ABC, in 2017 there were 25 cases, in 2018 there were 42 cases, and last year in 2019 there were 43 cases. Traffic accident never neglects human factor as a consideration. Driving behavior is one of a determinant factor in driving (Reason et al., 1990). It is also worth to mention that Driving Behaviour has a significant impact as a cause of collision (Mallia et al., 2015). Since the discovery, many researchers used Driving Behaviour Questionnaire (DBQ) as a tool to measure Driving Behaviour of the driver (Reason et al., 1990; Lajunen, Parker and Summala, 2004; Sucha, Sramkova and Risser, 2014). PT. ABC has a method and tool to increase the score of DBQ of the Drivers by implementing Safety Driving Training for the Drivers and also analyze the effects of respondent’s demographic into DBQ scores. The result of this study shows a significant changes in DBQ of the driver using TTest analysis and the results are: 1) “Ability of Controlling Emotion while Driving” significantly is increased after Safety Driving training (Mean = -1,0067; SD = 0,76821; P<0,05). 2) “Compliance to the Driving Rules” is significantly increased after Safety Driving training (Mean = -0,1333; SD = 0,27279; P<0,05), 3) “Positive Attitudes Towards Driving” issignificantly increased after Safety Driving training (Mean = -0,54074; SD = 0,92858; P<0,05), 4) “Not Performing Errors while Driving” is significantly increased after Safety Driving training (Mean = -1,5333; SD = 0,27279; P<0,05), 5) “Not Performing Lapses while Driving” is significantly increased after Safety Driving training (Mean = 0,2556; SD = 0,27279; P<0,05), and 6) “Focus while Driving” is significantly increased after Safety Driving training (Mean = -0,39259; SD = 0,27279; P<0,05). The Author suggestc: 1) PT. ABC to do a continuous improvements for “Not Performing Errors while Driving” and “Ability of Controlling Emotions while Driving” due to high increment of those variables, 2) PT. ABC to review and heavily improve on “Compliance to the Driving Rules” and “Not Performing Lapses while Driving” due to low increment of those variables, 3) PT. ABC to do a regular Safe Driving training to improve DBQ score of the Driver, and 4) PT. ABC to do DBQ score screening for a future recruitment of a new Driver. Key words: Accident numbers, Human Factor, Driving Behaviour, Driving Behaviour Questionnaire, and Safety Driving Training.
Read More
T-6209
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Mahmudah; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Marjuki
Abstrak:
Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tiga permasalahan utama terkait gizi, yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, serta kekurangan mikronutrien. Anemia masih menjadi salah satu isu kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Remaja putri, khususnya siswi sekolah, merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia defisiensi besi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti menstruasi yang berlangsung setiap bulan dan pola diet yang kurang tepat. Oleh karena itu, perilaku pencegahan anemia harus mulai diterapkan sejak dini agar tidak menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan anemia pada siswi SMKN 37 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 110 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel dengan perilaku pencegahan anemia di SMKN 37 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,5% responden memiliki perilaku pencegahan anemia yang baik. Pengetahuan (p = 1,00), sikap (p = 0,001), norma subyektif (p = 0,47), dan persepsi perilaku terkontrol (p = 0,001) diuji dalam penelitian ini. Sikap dan persepsi perilaku terkontrol terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan anemia. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan promosi pencegahan anemia guna menumbuhkan kesadaran dan perilaku pencegahan anemia di kalangan remaja putri.


Currently, Indonesia is facing three major nutritional challenges: undernutrition, overnutrition, and micronutrient deficiencies. Anemia remains a significant public health issue that requires attention. Female adolescents, especially school-aged girls, are particularly susceptible to iron deficiency anemia. This vulnerability is due to several factors, including monthly menstruation and improper dietary habits. Therefore, it is important to instill preventive behaviors against anemia from an early age to avoid long-term health consequences. This study aims to analyze the determinants influencing anemia prevention behaviors among female students at SMKN 37 Jakarta. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 110 participants were selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine the relationship between various factors and anemia prevention behaviors at SMKN 37 Jakarta. The results showed that 54.5% of respondents demonstrated good anemia prevention behaviors. The study assessed knowledge (p = 1.00), attitude (p = 0.001), subjective norms (p = 0.47), and perceived behavioral control (p = 0.001). Attitude and perceived behavioral control were found to have a significant relationship with anemia prevention behaviors. Therefore, support from various stakeholders is needed to promote anemia prevention and raise awareness among female adolescents.
Read More
S-12132
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Kusuma Wati; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Ella Nurlaela Hadi, Arfah Laidiah Razik, Childa
T-4313
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Adni Fauziah; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Pandu Riono, Tri Yunis Miko, Ingan Ukur Tarigan
Abstrak: Prevalensi merokok pada remaja lebih tinggi dibandingkan kelompok dewasakarena remaja merupakan masa transisi yang cenderung tidak stabil psikologisnya.Hasil Global Youth Tobacco Survey tahun 2014 melaporkan konsumsi tembakaupada remaja sebesar 20,3%, yaitu 19,4% perokok saat ini dan 2,1% bukan perokok.Distres emosional pada remaja dilaporkan memiliki hubungan terhadap perilakumerokok. Penelitian ini mempelajari besar efek distres emosional terhadap perilakumerokok remaja di Indonesia. Data survei Riskesdas 2013 dianalisis denganmenggunakan regresi logistik berganda dengan mempertimbangkan desain survei.Variabel confounding yaitu umur, jenis kelamin, tempat tinggal, pendidikan kepalarumah tangga, sosial ekonomi keluarga, dan anggota rumah tangga yang merokok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa odds remaja yang merokok mengalami distresemosional sebesar 1,82 kali dibandingkan dengan remaja yang tidak merokoksetelah dikontrol oleh variabel umur, pendidikan kepala rumah tangga, tempattinggal, dan sosial ekonomi (OR=1,82; 95% CI 1,66-1,99). Odds remaja yangmerokok mengalami distres emosional sebesar 1,82 kali dibandingkan denganremaja yang tidak merokok setelah dikontrol oleh variabel umur, pendidikan kepalarumah tangga, tempat tinggal, dan sosial ekonomi.Kata kunci: Perilaku merokok, Distres, Remaja.
Read More
T-4624
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusti Ayu Sindy Prabayuni; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Sandra Fikawati, Farida Ekasari
S-8574
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive