Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 180 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anindita Santoso; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Ari Purwohandoyo, Slamet Tjahjono
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui posisi biaya satuan rumah sakit untuk tindakan sectio caesarea agar pihak manajemen dapat melakukan berbagai upaya efisiensi kedepan untuk menutup kesenjangan antara tarif Rumah Sakit dengan tarif INA CBGs. Dengan metode kualitatif yang mengolah data sekunder pasien BPJS Kesehatan melalui telaah dokumen dan wawancara mendalam serta menggunakan pendekatan Activity Based Costing, analisis biaya dilakukan pada 161 tindakan sectio caesarea dengan komposisi 53 pasien kelas 1, 69 pasien kelas 2 dan 39 pasien kelas 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya Total Tindakan sectio caesarea sebesar Rp 1.400.670.750,- dimana biaya satuan untuk tindakan sectio caesarea kelas 1 yaitu sebesar Rp 8.803.752,- dengan kesenjangan sebesar Rp 1.873.631,- dengan tarif INA CBGs, untuk kelas 2 sebesar Rp 8.513.739,- dengan kesenjangan Rp 2.376.873,- jika dibandingkan dengan tarif INA CBGs dan untuk kelas 3 sebesar Rp 8.887.792,- dengan kesenjangan sebesar Rp 3.796.854,- dengan tarif INA CBGs . Efisiensi yang dapat dilakukan dalam penelitian ini yaitu mengurangi tingginya variasi obat dan bahan medis habis pakai dengan pembuatan clinical pathway sectio caesarea. Untuk mengurangi besaran biaya dan biaya satuan untuk tindakan sectio caesarea efisiensi yang dapat dilakukan adalah dengan menaikkan jumlah kunjungan pasien ke Rumah Sakit Harapan Keluarga.
Read More
B-2124
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helena Turnip; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Ascobat Gani, Ida Bagus Nyoman Banjar, Harfia Mudahar
Abstrak:
Latar Belakang: Rumah Sakit berfungsi melakukan upaya kesehatan dasar, kesehatan rujukan serta kesehatan penunjang yang dituntut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, peralatan dan teknologi. Analisis biaya dalam hal ini, dapat digunakan untuk perhitungan perencanaan anggaran, pengendalian biaya serta subsidi. Tujuan: Untuk mengetahui biaya satuan tindakan Rehabilitasi Medik serta upaya efisiensi dalam menutup kesenjangan tarif Rumah Sakit dengan tarif INA CBGs. Metode: Analisis biaya dilakukan pada 23776 tindakan antara lain: High Laser 5666, Dry Needling 708, Injeksi Intraartikular 3142, MWD 6313, TENS 3845, US 185, Traksi 34, Parrafin 362, Inhalasi 137, berbagai jenis latihan (Fisioterapi Dewasa 147, Fisioterapi Anak 516, Terapi Wicara Dewasa 398, Terapi Wicara Anak 1477, Okupasi Terapi Dewasa 709, Okupasi Terapi Anak 137). Hasil: Total biaya tindakan sebesar Rp 13.122.053.719,-. Kesenjangan paket biaya satuan dengan tarif INA CBGs untuk paket 2 modalitas (TENS-MWD) sebesar Rp (337.339), paket Latihan Fisioterapi Anak sebesar Rp (344.196), paket modalitas dan latihan (TENS ? OT dewasa) sebesar Rp (536.293), paket High Laser sebesar Rp (554.803), paket Injeksi Intraartikular sebesar Rp (889.211). Kesimpulan: Adanya kesenjangan biaya satuan dengan tarif Rumah Sakit serta tarif INA CBG?s dapat menjadi bahan evaluasi bagi Rumah Sakit untuk melakukan efisiensi.

Background: The function of the hospital is to carry out basic health efforts, referral health and supporting health which are required to be able to improve the quality of human resources, equipment and technology. Cost analysis in this case can be used to calculate budget planning, cost control and subsidies. Objective: To determine unit costs for Medical Rehabilitation and efficiency efforts in closing the gap of hospital rates and INA CBGs rates. Methods: Cost analysis was performed on 23776 procedures including: High Laser 5666, Dry Needling 708, Intraarticular Injection 3142, MWD 6313, TENS 3845, US 185, Traction 34, Paraffin 362, Inhalation 137, various types of exercise (Adult Physiotherapy 147, Children Physiotherapy 516, Adult Speech Therapy 398, Children Speech Therapy 1477, Adult Occupational Therapy 709, Children Occupational Therapy 137). Result: The total cost is IDR 13,122,053,719.-. The difference between the unit cost package and the INA-CBGs rate for the 2 modality package (TENS-MWD) is IDR (337,339), the Children's Physiotherapy Training package is IDR (344.196), High Laser for IDR (554,803), Intraarticular Injection package for IDR (889,211). Conclusion: There is a gap in the unit cost with Hospital rates and INA-CBG's rates can be used as evaluation material for Hospitals to carry out efficiency.
Read More
B-2313
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Wulan Sari; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo; Penguji: Mardiati Nadjib, Atik Nurwahyuni, Indra Maryunif, Ani Ruspitawati
Abstrak: Tesis ini membahas mengenai analisis biaya pemulihan pada NICU RSUD Koja padatahun 2016. Permasalahan yang ada adalah besarnya pengeluaran yang harus ditanggungoleh rumah sakit pada di NICU. Penelitian ini merupakan analisis kualitatif dengan datakuantitatif, analisis kuantitatif yaitu menghitung tingkat pemulihan biaya pelayananNICU RSUD Koja yang terjadi dalam rentang waktu Januari-Desember 2016.metodeyang di gunakan adalah step down dan analisis SWOT.

Dari hasil penghitungan inimenunjukan pembiayaan terbesar adalah pada operasional yaitu sebesar 54% dari totalbiaya. Pengeluaran terbesar adalah belanja pegawai yaitu sebesar 26% dari total biaya,pemulihan biaya di NICU sebesar 85 % yang menggambarkan NICU mengalami defisit.Dalam mengatasi defisit tersebut manajemen RSUD dapat membuat kebijakan yangberkaitan dengan penetapan biaya satuan serta membuat langkah strategis antara lainmeningkatkan utilisasi, efisiensi, mengurangi lama hari rawat dan melibatkan perawatpelaksana. Rumah sakit dapat meningkatkan pemanfaatan NICU salah satunya denganmenjadi rujukan pelayanan NICU di DKI maupun rujukan nasional yang bekerjasamadengan asuransi swasta dan rumah sakit lainnya

Kata kunci:Biaya Pemulihan, Biaya Satuan, NICU RSUD Koja
This thesis discuss about the cost recovery rate analysis at NICU RSUD Koja in 2016.The existing problem is the amount of expense that should be borne by the hospital onNICU. This research is qualitative analysis by using quantitative data and interviews.the method use is step down and SWOT analysis.

From the results of this calculationshows that the largest financing is on the operational that is equal to 54% of the totalcost. The largest expense is employee expenditures that is equal to 26% of the total cost,cost recovery in the NICU described that the NICU is experiencing deficit. In addressingthe deficit management of RSUD can create a policy with regard to the costing unit aswell as making strategic steps such as improving utilization, efficiency, reducing lengthof stay and involving nurses. Hospitals can improve the utilization of NICU such asbecoming a referral NICU service in DKI as well as national reference that work togetherwith private insurance and other hospitals.

Key words:Cost Recovery Rate, Cost Unit, NICU RSUD Koja.
Read More
B-1973
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Willia Gontina; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Markus Waseso, Rudi Yulianto
Abstrak: Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah sakit tidak hanya berfungsi untuk memberikan pelayanan medis tetapi juga menyelenggarakan kegiatan pelayanan dan asuhan keperawatan, pelayanan penunjang medis dan nonmedis, pelayanan kesehatan kemasyarakatan, rujukan, pendidikan, penelitian, pengembangan, administrasi umum, dan keuangan (UU RI, 2004). Sektor pelayanan rawat inap cenderung menjadi masalah kompleks dan menjadi biaya tertinggi di pelayanan di rumah sakit. Kasus serangan jantung mempunyai prevalensi terbesar penyakit di Indonesia dan RS Mayapada. Belum diketahuinya determinan apa saja yang memengaruhi biaya pasien rawat inap pada pasien dengan kasus penyakit jantung di RS menjadi bahan pertimbangan dilakukannya penelitian ini. Metode penelitian kuantitatif dengan mutiple regresi linier digunakan untuk mengetahui hubungan determinan terhadap biaya rawat inap. Penelitian diambil dari data pasien STEMI (ST Elevation Myocardial Infarction) Rawat Inap pada Januari hingga Desember 2019 yang masuk ke dalam kriteria Clinical Pathway. Data didapatkan dari data rekam medis yang dicocokkan dengan data MPP (Manajer Pelayanan Pasien), dengan populasi sebesar 311 pasien dari seluruh populasi. Kriteria inklusi pasien STEMI dengan intervensi Kelas I, II, dan II, lebih dari satu stent. Variabel Independen adalah determinan yang ada di RS Mayapada Hospital Tangerang. Data hasil penelitian terdapat hubungan antara determinan tipe pembayaran, utilisasi obat, alat kesehatan, dan kelas rawat inap, terhadap biaya pasien stemi dengan pemasangan stent
Hospital is a health service institution that provides complete individual health services that provide outpatient and emergency services. Hospitals do not only function to provide medical services but also carry another service activities, medical and non-medical support services, community health services, referrals, education, research, development, general administration, and finance (UU RI, 2004). Inpatient service is a complex problem in the hospital services because it has the highest impact for the hospital costs. Heart attack cases have the largest prevalence in Indonesia and Mayapada Hospital, Unknown of determinant that impact of hospital cost is a consideration for this study. Quantitative studies was conducted to determine inpatient services cost, The result of this study using multiple linier regression. The study was taken fro, the data pf parient in January to december 2019 ehich using clinical Pathway criteria. The data obtained from the medical record and matched with case manager, the total opulation was 311 patient, the sample was taken the entire population. Inclution criteria is patient with chateterization procedure with stent instalation. Inclution criteria is patient with STEMI class I,II and II. Exclution citeria is pateint with one more than one stent. The independet variable is Determinants in Mayapada Hospital Tangerag. The research data shows a relationship between the determinants of the type of payment, utilization of drugs, medical devices, and inpatient classes on the cost of STEMI patients with stent
Read More
B-2204
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Pradipta Wijayanti Hapsari Putri; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujianto, Sandi Iljanto, Fajar Ariyanti, Fika Ekayanti
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ayu Pradipta Wijayanti Hapsari Putri Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Peminatan : Ekonomi Kesehatan Judul : “Analisis Perhitungan Kapitasi pada Klinik Pelayanan Kesehatan Masyarakat (KPKM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta” Universal Health Coverage merupakan sebuah target berskala nasional yang bertujuan agar tercapainya pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. KPKM Renijaya merupakan klinik pratama yang bertujuan tidak hanya sebagai layanan kesehatan tetapi juga sebagai saran pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dibidang kesehatan, untuk itu KPKM Renijaya perlu untuk ikut serta pada program JKN. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung biaya investasi, biaya operasional  dan biaya pemeliharaan KPKM Renijaya, menghitung output pelayanan yang ada di KPKM Renijaya, menghitung besaran satuan aktual dan normatif, menghitung besaran kapitasi KPKM Renjaya serta upaya apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi di KPKM Renijaya, saat bergabung dengan JKN. Penelitian ini dilaksanakan di KPKM Renijaya pada Januari – Juni 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analisis yaitu dengan menggunakan data sekunder yaitu data keuangan KPKM Renijaya dan data rate utilisasi dari BPJS Kesehatan. Analisa biaya dalam penelitian ini menggunakan doubel distribution. Hasil dari penelitian ini di dapatkan total biaya investasi sebesar Rp. 786.221.689, biaya operasional Rp. 974.854.775 dan biaya pemeliharaan Rp. 25.000.000. Jumlah output pelayaan yang ada dalam penelitian ini disesuaikan dengan Permenkes No. 52 Tahun 2016 diantaranya konsultasi, obat, pembersihan luka, inject, hecting, premedikasi, tambal gigi dan scalling. Besaran kapitasi di KPKM Renijaya berdasarkan jenis layanan sebesar Rp. 11.131, tarif kapitasi tersebut diatas tarif kapitasi KPKM Renijaya, untuk itu perlu uapaya agar KPKM Renijaya dapat bertahan di era JKN dengan cara rate utilisasi KPKM Renijaya mencapai 155-160 perbulan dengan peserta 178.700 peserta. Upaya lainnya dengan mengoptimalkan aset medis melalui bermitra dengan institusi lain atau menyewakan alat investasi. Kata Kunci : Kapitasi, Biaya Satuan Aktual, Biaya Satuan Normatif.


ABSTRAK Name : Ayu Pradipta Wijayanti Hapsari Putri Study Program: Public Health Sciences Specialization : Health Economics Title : "Capitation Calculation Analysis at Public Health Service Clinic (KPKM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta" Universal Health Coverage is a national-scale target that aims to achieve equitable health services for all levels of society. KPKM Renijaya is a pratama clinic that aims not only as health services but also as education advice, research and community service in the field of health, therefore KPKM Renijaya need to participate in JKN program. This study aims to calculate the investment cost, operational cost and maintenance cost of KPKM Renijaya, calculate the output of services available in KPKM Renijaya, calculate the actual and normative units, calculate the capability of KPKM Renjaya and what efforts can be done to improve efficiency in KPKM Renijaya, when joining JKN. This research was conducted at KPKM Renijaya in January - June 2018. This research type is descriptive analysis that is by using secondary data that is financial data of KPKM Renijaya and data rate utilization from BPJS Health. Cost analysis in this research using doubel distribution. The results of this study in obtaining the total investment cost of Rp. 786.221.689, operating expenses Rp. 974,854,775 and maintenance cost Rp. 25,000,000. The number of enrichment outputs in this study is adjusted according to Permenkes. 52 of 2016 including consultation, medicine, wound cleaning, inject, hecting, premedication, patching of teeth and scalling. The amount of capitation in KPKM Renijaya by type of service is Rp. 11.131, the above mentioned capitation tariff is KPKM Renijaya's capitation tariff, therefore it is necessary for the KPKM Renijaya to survive in the era of JKN by means of the utilization rate of KPKM Renijaya reaching 155-160 per month with 178,700 participants. Other efforts by optimizing medical assets through partnering with other institutions or leasing investment tools. Keywords: Capitation, Actual Cost of Unit, Normative Unit Cost.

Read More
T-5309
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Wahyu Daruki; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Ede Surya Darmawan, Amal Chalik Sjaaf, Made Koen Wirawan, Ni Ketut Agustiani
Abstrak:
Tesis ini membahas evaluasi implementasi clinical pathway, dengan tujuan diketahui implementasi Clinical Pathway dan analisa biaya satuan dari tindakan Sectio Caesarea di RSU Bhakti Rahayu Denpasar. Desain penelitian yan digunakan yaitu mix method yaitu desain penelitian kuantitatif dan kualitatif, yang diperoleh dari data billing pasien dan wawancara mendalam. Penelitian dilakukan pada bulan April 2019 hingga Juli 2020. Hasil yang didapatkan adalah masih terdapat variasi pada beberapa layanan yang diberikan sehingga mendapatkan biaya yang berbeda antara total biaya tindakan yang sesuai dengan clinical pathway sebesar Rp 1.920.000,- dengan biaya riil pelayanan yang diberikan sebesar Rp 3.319.281,- yang berarti masih terdapat selisih sebesar Rp 1.399.281

This thesis discusses the evaluation of clinical pathway implementation, with the aim of knowing the implementation of Clinical Pathway and unit cost analysis of the Sectio Caesarea action at Bhakti Rahayu General Hospital Denpasar. The research design used is the mix method, namely quantitative and qualitative research designs, obtained from patient billing data and in-depth interviews. The study was conducted in April 2019 to July 2020. The results obtained are still variations in some of the services provided so that they get different costs between the total cost of action in accordance with the clinical pathway of Rp 1,920,000, - with the real cost of services provided at IDR 3,319,281, - which means there is still a difference of IDR 1,399,281, -.

Read More
B-2145
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hastuti Hadiningsih; Pembimbing: Atik Nurwachyuni; Penguji: Puput Oktamianti, Prima Yunika, Eko Budi Santosa
B-1738
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Sasanti Handayani, Max J. Herman, Selma Siahaan
BPSK Vol.13, No.4
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pelestario; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Mardiati Nadjib, Ede Surya Darmawan, Rien Pramindari, Budi Hartono
Abstrak: ABSTRAK Tesis ini membahas konsekuensi dan biaya penggunaan amlodipin dan kaptopril pada pengobatan hipertensi di Puskesmas X Kota Pariaman tahun 2018. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsekuensi dan biaya penggunaan amlodipin dan kaptopril. Penelitian ini adalah evaluasi ekonomi parsial dengan desain penelitian noneksperimental rancangan deskriptif dan menggunakan metode retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan tekanan darah dan persentase sukses penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penggunaan amlodipin lebih besar dari kaptopril, tetapi dengan biaya satuan sedikit lebih tinggi. Penelitian ini menyarankan bahwa perlunya mempertimbangkan konsekuensi dan biaya dalam perencanaan kebutuhan obat, khususnya pada pengobatan hipertensi. Kata kunci: Konsekuensi, biaya, amlodipin, kaptopril ABSTRACT This research discusses consequences and costs of using amlodipine and captopril in the treatment of hypertension at Puskesmas X Kota Pariaman, 2018. The purpose of this study is to analyze consequences and costs of using amlodipine and captopril. This study is partial economic evaluation using descriptive and retrospectives method. The result show that the decrease of systolic and diastolic blood pressures and persentage of success of using amlodipine is greater than captopril, but with slightly higher of unit cost. This research suggests that there is aneed to consider the consequency and cost in planning of drug purchasing plan, especially in the treatment of hypertension. Key words: Consequences, costs, amlodipine, captopril
Read More
T-5253
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febri Syahida; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Atik Nurwahyuni, Ismawiningsih, Aan Nurhasanah
Abstrak: Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas biaya antara Puskesmas yang menerapkan PAL dengan yang tidak menerapkan PAL dalam penanganan Tuberkulosis Paru di Wilayah Kota Administratif Jakarta Timur, dengan melakukan perhitungan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) untuk mendapatkan biaya per aktifitas. Penilaian efektifitas berdasarkan perbandingan antara penjumlahan komponen biaya pada masing-masing alternatif dengan output penelitian yang meliputi efektifitas pengobatan, Quality Adjusted Life Years (QALY's) serta Kegagalan/drop out yang dapat dihindari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas PAL lebih efektif dalam penanganan Tuberkulosis Paru berdasarkan output kegagalan/drop out yang dapat dihindari.


This research purposes to compare cost effectivity between Center of Health which implements PAL and Non PAL in treatment Pulmonary Tuberculosis on administrative district East Jakarta. It uses Activity Based Costing (ABC) method to obtain cost per activity. The effectivity evaluation is based on comparison between total cost component at each alternatives with output consists of medical treatment effectiveness, Quality Adjusted Life Years (QALY's) and prevented failure/drop out. The result shows that Puskesmas with PAL is more effective in Pulmonary Tuberculosis treatment based on prevented failure/drop out.

Read More
T-3837
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive