Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Arabia Tamrin; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Syahrizal, Romauli
Abstrak:
HIV merupakan masalah kesehatan masyarakat utama secara global. HIV memerlukan pengobatan seumur hidup sehingga kepatuhan terhadap pengobatan antiretroviral sangat diperlukan oleh ODHIV agar mencapai keberhasilan pengobatan. Tesis ini mengkaji seberapa besar pengaruh tingkat kepatuhan terapi antiretroviral terhadap resiko kegagalan virologis yang dikur dari capaian supresi virus pada orang dengan HIV di Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan desain kasus kontrol melalui pemanfaatan data SIHA versi 1.7 di 11 fasilitas kesehatan. Hasil penelitian didapatkan orang dengan HIV di Kota Bogor dengan kepatuhan terapi rendah memiliki resiko 13,21 kali (95% CI: 6,00-29,06; p: 0,000) menyebabkan virus tidak supresi. Disarankan untuk optimalisasi konseling kepatuhan melalui peran konselor dalam menggali hambatan kepatuhan pada orang dengan HIV di layanan 

HIV is a major public health problem globally. requires lifelong treatment so that adherence to antiretroviral treatment is needed by PLHIV to achieve treatment success. This thesis examines how much influence the level of adherence to antiretroviral therapy has on the risk of virological failure as measured by the achievement of virus suppression in people living with HIV in Bogor City. This research is a quantitative study using analytic observational methods and a case-control design using SIHA version 1.7 data in 11 health facilities. The results of the study found that people with HIV in Bogor City with low adherence to therapy had a 13.21 times (95% CI: 6.00-29.06; p: 0.000) risk of causing the virus to not be suppressed. It is suggested to optimize adherence counseling through the counselor's role in exploring adherence barriers in people with HIV in services.
Read More
T-6758
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arini Mestika Budiani; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji; Yovsyah, Siti Nur Faizah
S-7809
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siska Prameswari; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Anhari Achadi, Nurhaedah
Abstrak:
Kasus COVID-19 di Indonesia menyebar dengan cepat dan memberikan dampak pada berbagai sektor. Untuk mencegah semakin banyaknya kasus maka dibutuhkan pencegahan untuk memutus rantai penularan COVID-19 agar pandemi COVID-19 dapat berakhir, salah satunya dengan cara melaksanakan program vaksinasi COVID-19. Agar program vaksinasi berjalan dengan baik, maka dibutuhkan vaksin COVID-19 yang terjamin kualitasnya. Untuk menjaga kualitas vaksin, diperlukan adanya pengelolaan vaksin COVID-19 yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan vaksin COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Bogor Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode wawancara mendalam dengan jumlah informan sebanyak lima orang. Validasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dengan cara wawancara bersama berbagai macam informan dan triangulasi metode dengan telaah dokumen serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan vaksin COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Bogor sudah cukup baik karena hampir seluruh komponen input, proses, dan output pengelolaan vaksin COVID-19 sudah sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Vaksin dan Petunjuk Teknis Vaksinasi COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

COVID-19 cases in Indonesia spread quickly and impacted various sectors. Due to the increasing number of cases, prevention action is required to break the chain of transmission of COVID-19 so that the COVID-19 pandemic can end, one of the public health efforts is by implementing a COVID-19 vaccination program. The program itself should be well managed with focusing on quality assurance of covid 19 vaccine. For the vaccination program to run well, a quality-assured COVID-19 vaccine is needed. To maintain vaccine quality, proper management of the COVID-19 vaccine is required. This study aims to describe the management of the COVID-19 vaccine at the Bogor City Health Office in 2023. The study used a qualitative approach incorporating five informants which explores the COVID-19 vaccine management from local health office perspectives. The data validation used was source triangulation by interviewing various informants and method triangulation by document review and observation. The results showed that the management of the COVID-19 vaccine at the Bogor City Health Office was quite good because almost all components of the input, process, and output of the management of the COVID-19 vaccine were following the Guidelines for Vaccine Management and Technical Instructions for Vaccination for COVID-19 issued by the Ministry of Health RI.
Read More
S-11283
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yanti Herawati; Pembimbing: Suyud; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono
Abstrak: Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak pernah menurun di beberapa daerah tropik dan subtropik bahkan cenderung terus meningkat dan banyak menimbulkan kematian pada anak. Di Indonesia, DBD telah menjadi masalah kesehatan masyarakat selama 45 tahun terakhir. Beberapa faktor yang berisiko terhadap terjadinya penularan dan semakin berkembangnya penyakit DBD antaralain kepadatan penduduk dan variabilitas iklim. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara kepadatan penduduk dan faktor iklim dengan kejadian DBD di Kota Bogor tahun 2010-2013. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain ekologi. Pengukuran faktor iklim meliputi suhu,kelembaban dan curah hujan. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder kepadatan penduduk, faktor iklim dan jumlah kasus DBD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kelembaban (p=0,001)dengan kejadian DBD di Kota Bogor tahun 2010-2013. Sedangkan untuk kepadatan penduduk (p= 0,143), suhu (p= 0,236) dan curah hujan (p= 0,314) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD.
Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, faktor iklim, kepadatan penduduk, KotaBogor
The number of cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) have never decreasedin some tropical and subtropical regions and even tends to increase and causemany death in children. In Indonesia, DHF has become a public health problemduring the last 45 years. Some of the risk factors to the occurrence of infectionand the development of DHF include population density and climatic factors. Thisstudy aim to determine correlation between population density and climaticfactors in the incidence of DHF in Bogor City in 2010-2013. This study is aquantitative study with ecology design.Measurement of climatic factors includes temperature, humidity and rainfall. Thedata collected included secondary data population density, climatic factors and thenumber of DHF cases. The results of this study indicate that there is a significantcorrelation between humidity and DHF incidence in Bogor City in 2010-2013.Meanwhile, for population density, temperature and rainfall there is no significantcorrelation with the incidence of DHF.
Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever climatic factors, population density,Bogor City
Read More
S-8171
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iska Beritania Sinulingga; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Bai Kusnadi
Abstrak:
HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus RNA yang menyerang sel limfosit manusia sehingga pada saat virus ini menyerang tubuh manusia, maka manusia tersebut akan kehilangan sistem kekebalan tubuhnya dan mudah terserang penyakit. Di Indonesia, proprorsi HIV Positif pada komunitas lelaki seks lelaki sebesar 27,5%. Di Kota Bogor komunitas Lelaki Seks Lelaki (LSL), mengalami peningkatan kasus terjadinya HIV. Pada Tahun 2022 tercatat 130 orang LSL yang dinyatakan positif HIV, dari 408 orang yang ter diagnose HIV. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian HIV pada komunitas LSL di Kota Bogor. Pada penelitian ini menggunakan studi Cross Sectional dan melakukan analisis dengan metode Cox Regression. Memanfaatkan data primer di Kota Bogor, yaitu dengan cara melakukan wawancara pada komunitas LSL. Hasil Penelitian didapatkan proporsi HIV positif pada komunitas ini 46,62%, hasil analisis multivariat didapatkan ada 4 variabel yang berhubungan dengan terjadinya HIV pada komunitas LSL di Kota Bogor yaitu Umur (β 0,370; P-Value 0,017; PR 1,448 (95% CI 1,066-1,961)); Pengetahuan ( β -0,868; P-Value 0,005; PR 0,420 (95% CI 0,229-0,771)); Kekerasan seksual yang datangnya dari anggota keluarga (β - 0,443 ; P-Value 0,041; PR 1,558 (95% CI 1,018-2,385)); Role saat berhubungan seksual (β – 0,314 ; P-Value 0,007; PR 0,730 (95% CI 0,580-0,919). Dan determinan dominan terjadinya HIV pada komunitas lelaki seks lelaki di Kota Bogor adalah kekerasan seksual yang datangnya dari anggota keluarga. Kata kunci : HIV, Lelaki Seks Lelaki, Kota Bogor, Jawa Barat



HIV or Human Immunodeficiency Virus is an RNA virus that attacks human lymphocyte cells so that when this virus attacks the human body, the human will lose their immune system and be susceptible to disease. In Indonesia, the proportion of HIV positive in the male sex community is 27.5%. In Bogor City, the Men's Sex Society (MSM) has experienced an increase in cases of HIV. In 2022, 130 MSM were recorded as HIV positive, out of 408 people diagnosed with HIV. The purpose of this study was to determine the determinants associated with the incidence of HIV in the MSM community in Bogor City. In this study using a cross sectional study and analyzing the Cox Regression method. Utilizing primary data in the city of Bogor, namely by conducting interviews with the MSM community. The results showed that the proportion of HIV positive in this community was 46.62%, the results of the multivariate analysis found that there were 4 variables related to the occurrence of HIV in the MSM community in Bogor City, namely Age (β 0.370; P-Value 0.017; PR 1.448 (95% CI 1.066) -1.961)); Knowledge (β -0.868; P-Value 0.005; PR 0.420 (95% CI 0.229-0.771)); Sexual violence that comes from family members (β - 0.443 ; P-Value 0.041; PR 1.558 (95% CI 1.018-2.385)); Role during intercourse (β – 0.314 ; P-Value 0.007; PR 0.730 (95% CI 0.580-0.919)) And the dominant determinant of HIV occurrence in the male sex community in Bogor City is sexual violence originating from family members. Keywords: HIV, Male Who Have Sex With Male, Bogor City, West java Province
Read More
T-6773
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Eka Saputri; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Bambang Wispriyono, Didik Supriyono
Abstrak:
Tuberkulosis paru merupakan sebuah penyakit yang menular sehingga mengakibatkan kesehatan buruk dan juga salah satu dari sepuluh penyebab kematian paling atas di dunia. Penyebab penyakit tuberkulosis paru yakni Mycobacterium tuberculosis. Penyakit tuberkulosis paru masih menjadi salah satu masalah Kesehatan di kota bogor dari tahun 2020-2022. Tujuan: Menganalisis hubungan cakupan rumah sehat, cakupan rumah tangga ber PHBS, fasilitas kesehatan dan kepadatan penduduk terhadap kasus tuberkulosis paru di Kota Bogor pada tahun 2020-2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi berbasis waktu. Hasil: Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa Rumah sehat (p=0,256), Rumah ber-phbs (p=-0,257), Fasilitas Kesehatan (p=0,338), Kepadatan penduduk (p=-0,943) terhadap kejadian tuberkulosis paru. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara fasilitas Kesehatan dan kepadatan penduduk terhadap kejadian tuberkulosis. Dan terdapat hubungan yang tidak signifikan antara rumah sehat dan rumah tangga ber-phbs terhadap kejadian tuberkulosis paru.

Tuberculosis is an infectious disease that causes poor health and is also one of the top ten causes of death in the world. The cause of tuberculosis (TB) is Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis is still a health problem in the city of Bogor from 2020-2021. Objective: To analyze the relationship between healthy home coverage, PHBS household coverage, health facilities and population density on pulmonary tuberculosis (TB) cases in Bogor City in 2020-2022. Method: This research is a quantitative research with a time-based ecological study design. Results: The results of the correlation analysis show that healthy houses (p=0.256), houses with PHBS (p=-0.257), health facilities (p=0.338), population density (p=-0.943) affect the incidence of tuberculosis. Conclusion: There is a significant relationship between health facilities and population density on the incidence of tuberculosis. And there is an insignificant relationship between healthy homes and households with PHBS on the incidence of tuberculosis
Read More
S-11793
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutmainnah; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ema Hermawati, Bai Kusnadi
Abstrak:
Latar Belakang: InfeksidSaluran Pernapasan Akut (ISPA) masihmmenjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah perkotaan padat pendudk seperti Kota Bogor. Particulate Matter 2,5 (PM 2,5) dalam ruang diduga menjadi salah satu faktor lingkungan yang berkontribusi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsentrasi PM 2,5 udara dalam ruang dengan kejadian ISPA pada masyarakat di Kota Bogor tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Variabel dependen adalah kejadian ISPA, sedangkan variabel independen utama adalah konsentrasi PM 2,5 udara dalam ruang. Variabel lain yang dianalisis meliputi kepadatan hunian, pajanan asap rokok, dan perilaku membersihkan rumah. Hasil: Sebanyak 7,7% rumah tangga mengalami kejadian ISPA, dan 50,4% rumah tangga memiliki konsentrasi PM 2,5 udara dalam rumah yangggtidak memenuhi syarat. Hasilaanalisis bivariat menunjukkan bahwa konsentrasi PM 2,5 udara dalam rumah tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA (p = 0,150; OR = 1,54; 95% CI: 0,89–2,67). Variabel kepadatan hunian menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian ISPA (p = 0,019; OR = 2,10; 95% CI: 1,16–3,79), sedangkan pajanan asap rokok (p = 0,133; OR = 1,73; 95% CI: 0,89–3,33) dan perilaku membersihkan rumah (p = 0,633; OR = 0,79; 95% CI: 0,39–1,60) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa konsentrasi PM 2,5 udara dalam rumah tetap tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA setelah dikontrol oleh variabel potensial confounding (AOR = 1,548; 95% CI: 0,896–2,675; p = 0,117). Kesimpulan: Konsentrasi PM 2,5 udara dalam rumah belum terbukti berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA pada masyarakat Kota Bogor. Kepadatan hunian merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA.

Latar Belakang: InfeksidSaluran Pernapasan Akut (ISPA) masihmmenjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah perkotaan padat pendudk seperti Kota Bogor. Particulate Matter 2,5 (PM 2,5) dalam ruang diduga menjadi salah satu faktor lingkungan yang berkontribusi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsentrasi PM 2,5 udara dalam ruang dengan kejadian ISPA pada masyarakat di Kota Bogor tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Variabel dependen adalah kejadian ISPA, sedangkan variabel independen utama adalah konsentrasi PM 2,5 udara dalam ruang. Variabel lain yang dianalisis meliputi kepadatan hunian, pajanan asap rokok, dan perilaku membersihkan rumah. Hasil: Sebanyak 7,7% rumah tangga mengalami kejadian ISPA, dan 50,4% rumah tangga memiliki konsentrasi PM 2,5 udara dalam rumah yangggtidak memenuhi syarat. Hasilaanalisis bivariat menunjukkan bahwa konsentrasi PM 2,5 udara dalam rumah tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA (p = 0,150; OR = 1,54; 95% CI: 0,89–2,67). Variabel kepadatan hunian menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian ISPA (p = 0,019; OR = 2,10; 95% CI: 1,16–3,79), sedangkan pajanan asap rokok (p = 0,133; OR = 1,73; 95% CI: 0,89–3,33) dan perilaku membersihkan rumah (p = 0,633; OR = 0,79; 95% CI: 0,39–1,60) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa konsentrasi PM 2,5 udara dalam rumah tetap tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA setelah dikontrol oleh variabel potensial confounding (AOR = 1,548; 95% CI: 0,896–2,675; p = 0,117). Kesimpulan: Konsentrasi PM 2,5 udara dalam rumah belum terbukti berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA pada masyarakat Kota Bogor. Kepadatan hunian merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA.
Read More
S-12268
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive