Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 89 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yari Arfila Manurung; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Agustin Kusumayati, Sahiyatun Nawiyah
S-9007
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Permata Hati Gea; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Trisari Anggondowati, Misti, Nining Mularsih
Abstrak: Pendahuluan. Kadar HbA1c tinggi berpotensi menimbulkan berbagai implikasi kesehatan, terutama berkaitan dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular. Kualitas tidur buruk dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya HbA1c tinggi melalui berbagai mekanisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur terhadap kadar HbA1c tinggi di Indonesia. Metodologi. Desain studi penelitian ini adalah cross-sectional dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 tahun 2014. Besar sampel berjumlah 4223 dengan metode total sampling. Data dianalisis secara deskriptif, serta estimasi menggunakan analisis multiple logistic regression. Analisis data menggunakan sofware STATA 13. Hasil Penelitian. Prevalensi kadar HbA1c tinggi sebesar 6,06%, sementara prevalensi kualitas tidur buruk adalah 15,16%. Sebesar 15,47% yang mengalami kadar HbA1c tinggi memiliki kualitas tidur buruk. Pada analisis model akhir menunjukkan bahwa mereka dengan kualitas tidur buruk terbukti secara statistik berhubungan signifikan (p<0,001) serta meningkatkan risiko terjadinya HbA1c tinggi sebesar empat kali lipat dibandingkan pada kelompok dengan kualitas tidur baik (PR= 3,99; 3,0563-5,2173). Tidak ditemukan adanya confounder yang dapat mengganggu hubungan kadar HbA1c tinggi dengan kualitas tidur buruk pada penelitian ini. Meski demikian, mereka yang berumur ≥45 tahun, perempuan, terdiagnosa hipertensi, dan memiliki IMT ≥23 kg/m2 memiliki risiko lebih besar terjadinya HbA1c tinggi pada kelompok kualitas tidur buruk. Kesimpulan. Kualitas tidur buruk terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian kadar HbA1c tinggi. Hal ini mengharuskan adanya intervensi edukasi dan konseling kesehatan pada populasi usia produktif terkait menjaga kualitas tidur berdasarkan komponen-komponen kualitas tidur baik untuk mempertahankan kadar HbA1c normal.
Introduction. High HbA1c can potentially cause various health implications, primarily related to metabolic and cardiovascular diseases. Poor sleep quality increases the risk of elevated HbA1c levels through multiple mechanisms. This study aims to determine the association between sleep quality and high HbA1c levels in Indonesia's productive age population of 20-59 years. Methodology. This study was conducted cross-sectionally using Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 data in 2014. The sample size was 4223 using the total sampling method. Data were analyzed descriptively and estimated using multiple logistic regression analysis. The data were analyzed using STATA 13 software. Results. The prevalence of high HbA1c levels was 6.06%, while the prevalence of poor sleep quality was 15.16%. A total of 15.47% who experienced high HbA1c levels had poor sleep quality. The final model analysis showed that those with poor sleep quality were statistically significantly associated (p<0.001) and increased the risk of high HbA1c by four times compared to those with good sleep quality (PR= 3.99; 3.0563-5.2173). There were no confounders that could interfere with the association of high HbA1c levels with poor sleep quality in this study. However, those who were ≥45 years old, female, hypertension, and BMI ≥23 kg/m2 had a greater risk of high HbA1c in poor sleep quality. Conclusion. Poor sleep quality was shown to be significantly associated with the incidence of high HbA1c levels. Requires educational interventions and health counselling in the productive age population related to maintaining sleep quality based on the components of good sleep quality for maintaining normal HbA1c levels.
Read More
T-7017
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Khairunnisa; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penuguji: Engkus Kusdinar Achmad, Ishiko Heriatno
S-7547
Depok : FKMUI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Medistianto; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Eka Jusup Singka, Setiorini
T-5163
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Rahman Tanjung; Pembimbing: Tri Yunis Miko, Yovsyah; Penguji: Toha Muhaimin, Yekti Widodo, Rahmadewi
Abstrak: Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga menyebar diantara organ-organ didekat payudara. Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia termasuk di Indonesia. Etiologi dari kanker payudara belum dapat dijelaskan akan tetapi ada beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan dengan kanker payudara pada wanita usia 15-70 tahun di Indonesia dengan menganalisis data IFLS-5 tahun 2014. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian sebesar 14.474 (total sampling). Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi kanker payudara pada wanita usia 15-70 tahun di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 0,4. Hasil model akhir analisis multivariat didapatkan pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kanker payudara yang artinya responden yang berpendidikan rendah berpeluang 0,547 kali terjadi kanker payudara, sedangkan pada kontrasepsi hormonal tidak ada perbedaan antara yang menggunakan kontrasepsi hormonal dengan yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal
Read More
T-5735
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurnaili Hulya; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Mahmudah
Abstrak: Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas penduduk di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proporsi hipertensi dan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Kota Depok pada 2021. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan sumber data sekunder berupa data rekapitulasi laporan deteksi dini penyakit tidak menular dalam aplikasi sistem informasi penyakit tidak menular (SIPTM) di Kota Depok Tahun 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi hipertensi di Kota Depok tahun 2021 sebesar 43%.
Read More
S-10916
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauzan Budi Prasetya; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Uswatun Hasanah
Abstrak: Diabetes adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Indonesia merupakansalah satu negara dengan angka diabetes tertinggi. Aktivitas fisik merupakan salah satufaktor risiko penyakit diabetes yang dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kuatnya hubungan aktivitas fisik pada berbagai tingkat dengan penyakitdiabetes setelah dikontrol oleh variabel confounding. Penelitian ini merupakan analisislanjut Indonesian Family Life Survey Tahun 2014 (IFLS 2014). Metodologi penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan uji multivariat.Setelah dikontrol oleh variabel tempat tinggal, aktivitas fisik sedang (OR = 1,62 CI 95%:1,21 - 2,18) dan aktivitas fisik rendah (OR = 1,94 CI 95% = 1,47 - 2,56) lebih berisikodibandingkan aktivitas fisik tinggi untuk penyakit diabetes. Intervensi yang dapatdilakukan antara lain sinergitas antar lembaga seperti kementerian dan lembagapemerintah, lembaga swasta, non-profit, dan BPJS Kesehatan untuk program optimalisasiprogram aktivitas fisik yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat urban sertameningkatkan fasilitas pendukung yang memadai untuk beraktivitas fisik tingkat sedanghingga berat di area perkotaan.Kata kunci:Diabetes, aktivitas fisik, IFLS 2014, cross-sectional
Diabetes is one of the leading death causes in the world. Indonesia is one of the highestrates of death caused by diabetes. Physical activity is one of the modifiable diabetes riskfactors. This study focuses on understanding association of physical activity in differencelevels and diabetes after being controlled by confounding variables. This study is ananalysis of Indonesian Family Life Survey Tahun 2014 (IFLS 2014). Researchmethodology in this study is cross-sectional with multivariate analysis. After beingcontrolled by residential area variable, moderate physical activity (OR = 1,62 CI 95%1,21 - 2,18) and low physical activity (OR = 1,94 CI 95% = 1,47 - 2,56) have higher riskcompared to high physical activity for diabetes. Health interventions that are feasible tobe executed are synergy between all departments and government bodies, the privatesector, non-profit, and BPJS Kesehatan (National Health Insurance) for optimization ofphysical activity program that is suitable for urban lifestyle and encouraging adequateinfrastructures and facilities for people in urban areas to be able to do moderate until highphysical activity.Key words:Diabetes, physical acitivity, IFLS 2014, cross-sectiona.
Read More
S-10232
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bagus Adiyantoko; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra; Indri Hapsari Susilowati, Arif Susanto, Yuni Kusminanti
T-5234
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marella; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Umi Rahmawati, Evi Fatimah
Abstrak: Keberhasilan dan kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif salah satunyadipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga. Dukungan keluarga dapat berupadukungan fisik, emosional maupun mental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuihubungan faktor dukungan keluarga terhadap perilaku menyusui eksklusif pada ibudi Posyandu wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi tahun 2018.Penelitian dengan desain cross sectional ini dilakukan terhadap 194 ibu bayiyang terdaftar di posyandu yang diwawancara menggunakan kuesioner terstruktur.Didapatkan hasil bahwa ibu yang mendapatkan dukungan keluarga dengan baikmempunyai peluang 4,1 kali untuk menyusui ekslusif dibandingkan dengankelompok ibu yang kurang mendapatkan dukungan dari keluarga setelah dikontrololeh variabel confounding yaitu usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, paritas,pengetahuan ibu, sikap ibu, metode persalinan, dukungan tenaga kesehatan danpenolong persalinan. Dengan memperhatikan nilai presentase tiap distribusi bentukdukungan yang diberikan oleh keluarga kepada ibu didapatkan bahwa dukungan yangpaling tinggi diberikan kepada ibu adalah dalam bentuk dorongan kepada ibu agarsesegera mungkin menyusui bayinya. Diharapkan agar pemberi pelayanan kesehatandapat mendorong keluarga agar memberikan dukungan kepada ibu sehinggadiharapkan cakupan pemberian ASI eksklusif dapat meningkatKata kunci:Cross Sectional, Dukungan Keluarga, ASI Eksklusif.
Read More
T-5396
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofa Khansani; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Putri Bungsu, Hakimi; Muammar Muslih
Abstrak: Difteri termasuk penyebab utama kematian anak di Indonesia. Cakupan imunisasi difteri yang tinggi diperlukan dalam penurunan kematian anak. Penelitian cross sectional ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi difteri pada anak sekolah (DT) di dua provinsi. Sampel penelitian adalah seluruh anak umur 6-8 tahun yang menjadi sampel dalam Asesmen Cakupan Imunisasi Campak Dosis Kedua dan Imunisasi Anak Sekolah di Dua Provinsi di Indonesia Tahun 2017. Analisis multivariat digunakan untuk melihat hubungan faktor predisposing, enabling, need, reinforcing dengan imunisasi DT anak.
 
Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan imunisasi yaitu predisposing : sikap terhadap pelayanan POR=1,736 (95%CI 1,227-2,456) dan sikap terhadap isu imunisasi haram POR=1,61 (95%CI 1,075-2,411); need : persepsi perlunya imunisasi bayi balita POR=1,683 (95%CI 0,968-2,925) dan persepsi kebutuhan imunisasi anak sekolah POR=2,152 (95%CI 1,065- 4,384); serta reinforcing : dukungan sekolah POR=1,571 (95%CI 1,060-2,33).
 
Dalam penelitian ini faktor enabling belum mampu memprediksi pemberian imunisasi DT anak. Faktor yang paling berhubungan dengan imunisasi DT anak adalah persepsi kebutuhan imunisasi anak sekolah. Semua faktor yang berhubungan dengan outcome pada penelitian ini memiliki peran penting dalam imunisasi DT anak sekolah sehingga pemerintah diharapkan dapat meggalakkan sosialisasi adanya media KIE atau situs resmi tentang imunisasi pada anak sekolah yang dikelola oleh pemerintah.
 

Diphtheria was a major cause of child mortality in Indonesia. The high diphtheria immunization coverage was needed in reducing the child mortality. This cross sectional study aimed to identify factors associated with diphtheria immunization for school children (DT). Sample was all children aged 6-8 years in the Assessment of Second Dose Measles Immunization and Immunization for School Children in Two Provinces in Indonesia 2017. Multivariate analysis was used to examine the predisposing, enabling, need, reinforcing factors associated with the immunization.
 
The results showed that factors associated with the immunization were predisposing:attitudes toward immunization services POR=1,736(95%CI 1,227-2,456) and attitudes towards the issue that immunization is forbiden POR=1,61(95%CI 1,075-2,411); need:perception of the need of immunization for infants and under five children POR=1,683(95%CI 0,968- 2,925) and perceptions of the need of school children immunization POR=2,152(95%CI 1,065-4,384); reinforcing:school support POR=1,571(95%CI 1,060-2,33).
 
The enabling factor had not been able to predict the immunization status in this study. The dominant factor was the perception of the need of school children immunization. All related factors in this study had important role in school children immunization so the government was expected to promote the dissemination of communication, information and education media or official sites on school children immunization.
Read More
T-5597
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive