Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Halimatuzzahra; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Fredy Christianto
Abstrak: Kelelahan atau Fatigue merupakan perasaan dimana seseorang merasa sangat lelah, letih atau mengantuk yang disebabkan oleh berbagai faktor risiko seperti jam tidur yang kurang, tuntutan kerja yang tinggi, periode tugas yang lama, adanya tuntutan sosial dan kemasyarakatan, atau mengalami stres dan depresi yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor ? faktor yang berhubungan dengan kelelahan pada tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kecamatan Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur saat masa pandemi COVID-19. Adapun faktor ? faktor yang diteliti antara lain faktor karakteristik individu (jenis kelamin, usia, dan status kesehatan) dan faktor pekerjaan (jam istirahat, shift kerja, kuantitas tidur, pekerjaan sampingan dan commuting times). Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online. Dari 131 tenaga kesehatan yang menjadi responden dalam penelitian ini, didapatkan 50.4% tenaga kesehatan merasakan kelelahan. Selain itu, terdapat hubungan antara status kesehatan (P value = 0,041) dan commuting times (P value = 0,039) dengan kejadian kelelahan.
Fatigue is a state of decline both physically and mentally and can reduce the level of alertness which can result in decreased work productivity, work quality, and also burnout. This study aims to analyze the relationship between work-related and non-work-related risk factors for employees of the Jakarta Health Agency. This study examines work-related factors (long working hours, work effort, job rewards, overcommitment, social support, and job satisfaction) and non-work related factors (sleep quantity, sleep quality, health status, educational status, stress, and age). This study used a cross sectional research design with primary data collection using a questionnaire. The results showed that fatigue was associate with long working hours, work effort, job rewards, overcommitment, social support, job satisfaction, sleep quality, health status, stress and age.
Read More
S-11117
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amanda Badar; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Muhammad Yuliansya Idul Adha
Abstrak: Manufaktur merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko fatigue. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor risiko terkait kerja dan tidak terkait kerja terhadap keluhan fatigue. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2019 dengan melibatkan 113 pekerja mandor, 77 pekerja spun pile, dan 62 pekerja kantor di PT Waskita Beton Precast Tbk Plant Karawang yang merupakan perusahaan manufaktur beton dan ready mix. Desain penelitian yang digunakan ialah cross sectional dengan penggunaan instrument pengambilan data subjektif berupa kuesioner FAS, OFER, PSQI, dan kombinasi kuesioner psikososial. Pengambilan data secara objektif menggunakan aplikasi Sleep-2-Peak. Variabel independent faktor risiko terkait kerja dalam penelitian ini yaitu masa kerja, waktu istirahat, Commuting Time, jenis pekerjaan, shift kerja, kerja lembur, pekerjaan sampingan, usaha kerja, penghargaan kerja, dukungan social, kepuasan kerja, dan stress kerja sedangkan faktor risiko tidak terkait kerja ialah usia, pendidikan, status gizi, status meroko, status kesehatan, kuantitas tidur, dan kualitas tidur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kelelahan dengan faktor risiko masa kerja, shift kerja, kerja lembur, usaha kerja, penghargaan kerja, dukungan social, kepuasan kerja, stress kerja, pendidikan, status gizi, status kesehatan, kuantitas dan kualitas tidur. Oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian lebih lanjut dalam menangani masalah fatigue di PT Waskita Beton Precast Tbk Plant Karawang.
Read More
S-10094
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriza Hanifah Wulandari; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Rijal Noor Al-Ghiffari
Abstrak:

Kelelahan merupakan masalah multifaktor yang dialami pekerja sektor manufaktur dan
berdampak pada kecelakaan kerja, kesehatan, serta ekonomi. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pekerja sales
perusahaan manufaktur di PT X tahun 2025. Faktor risiko yang diteliti meliputi faktor
risiko terkait pekerjaan (durasi kerja, masa kerja, beban kerja, waktu istirahat, waktu
perjalanan, dan lingkungan kerja) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, status
gizi, kuantitas tidur, kualitas tidur, konsumsi alkohol, dan konsumsi kafein). Penelitian
ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari
hingga Juni 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, meliputi kuesioner
karakteristik individu dan pekerjaan, OFER, PSQI, NASA-TLX, dan persepsi terhadap
lingkungan kerja. Terdapat 136 data responden yang dianalisis menggunakan analisis
deskriptif dan inferensial dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa
56.6% pekerja mengalami kelelahan kronik dan 79.4% kelelahan akut. Hasil
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko terkait kerja
yaitu masa kerja (p value = 0.047), lingkungan kerja bising (p value = 0.033) dan faktor
risiko tidak terkait kerja, yaitu kualitas tidur (p value = 0.044) dengan kelelahan kronik.
Hasil juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko
terkait kerja yaitu beban kerja (p value = 0.033) dengan pemulihan kelelahan.


Fatigue is a multifactorial problem experienced by workers in the manufacturing sector  and has an impact on work accidents, health, and the economy. This study aims to analyze  the risk factors associated with fatigue in sales workers of manufacturing companies at  PT X in 2025. The risk factors studied include work-related risk factors (duration of work,  length of service, workload, rest time, commuting time, and work environment) and non work-related risk factors (age, nutritional status, sleep quantity, sleep quality, alcohol  consumption, and caffeine consumption). This study used a cross-sectional study design  conducted from February to June 2025. Data were collected through online  questionnaires, including individual and job characteristics questionnaires, OFER, PSQI,  NASA-TLX, and perceptions of work environment. 136 respondent data analyzed using  descriptive and inferential analysis with the chi-square test. The results of the analysis  showed that 56.6% of workers experienced chronic fatigue and 79.4% acute fatigue. The  results showed that there was a significant relationship between work-related risk factors,  namely work period (p value = 0.047), noisy work environment (p value = 0.033) and  non-work-related risk factors, namely sleep quality (p value = 0.044) with chronic fatigue.  The results also showed that there was a significant relationship between work-related  risk factors, namely workload (p value = 0.033) with fatigue recovery.

Read More
S-12100
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Abdillah Pasha; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Pauji Soleh
Abstrak:
Fatigue merupakan masalah multifaktor yang kerap dialami pekerja sektor manufaktur disebabkan oleh faktor terkait kerja dan faktor tidak terkait kerja sebagai variabel independen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor terkait kerja dan tidak terkait kerja dengan kelelahan atau fatigue pada perusahaan manufaktur di PT X Tahun 2024. Faktor terkait kerja yang diteliti meliputi beban kerja, shift kerja, jam kerja panjang, waktu istirahat, dan waktu perjalanan. Sementara itu faktor tidak terkait kerja yang diteliti meliputi usia, aktivitas fisik, penggunaan allohol, dan kualitas dan kuantitas tidur. Penelitian ini menggunakan dengan desain studi cross sectional menggunakan kuesioner yang mengadaptasi kuesioner OFER-15, kuesioner beban kerja, dan PSQI. 96 responden berpartisipasi dalam penelitian ini dengan distribusi pekerja lelah (kategori sedang tinggi-tinggi) sebesar 34,4%. Hasil uji statistik menggunakan chi square menunjukkan bahwa shift kerja, jam kerja panjang, waktu istirahat, waktu perjalanan, usia, aktivitas fisik, penggunaan alkohol dan kualitas dan kuantitas tidur tidak berhubungan signifikan dengan fatigue. Sementara itu, variabel beban kerja berhubungan signifikan dengan fatigue dengan p value = 0,010 (p<0,05) dan OR = 3,500 (95% CI: 1,425 – 8,579) yang bermakna bahwa pekerja dengan beban kerja berat berisiko 3,5 kali lipat mengalami kelelahan kronis. Dapat disimpulkan bahwa hanya variabel beban kerja yang berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis dan akut. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut dari perusahaan berupa penegakkan fatigue risk management system (FRMS) dan pengintegrasian kebijakan terkait kerja, sementara itu saran untuk pekerja berupa pengaturan manajemen tidur, waktu istirahat, dan aktivitas fisik.

Fatigue is a multifactor problem often experienced by manufacturing sector workers due to work-related and non-work-related factors as independent variables. This study aims to analyze the relationship between work-related and non-work-related factors and fatigue in manufacturing companies in PT X in 2024. The work-related factors studied include workload, work shifts, long hours, rest time, and travel time. Meanwhile, non-work-related factors studied include age, physical activity, alcohol use, and sleep quality and quantity. This study used a cross-sectional study design, using questionnaires that adapted the OFER-15 questionnaire, workload questionnaire, and PSQI. 96 respondents participated in this study, with a distribution of fatigued workers (medium-high category) of 34.4%. Statistical test results using chi-square showed that work shifts, long working hours, rest time, travel time, age, physical activity, alcohol use, and sleep quality and quantity were not significantly associated with fatigue. Meanwhile, the workload variable was significantly associated with fatigue with a p-value = 0.010 (p<0.05) and OR = 3.500 (95% CI: 1.425 - 8.579), which means that workers with heavy workloads have a 3.5-fold risk of experiencing chronic fatigue. It can be concluded that only the workload variable is significantly associated with chronic fatigue, either acute or chronic. Therefore, follow-up is needed from the company by enforcing the fatigue risk management system (FRMS) and integrating work-related policies, while advice for workers is in the form of sleep management, rest time, and physical activity.
Read More
S-11785
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive