Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Adi Prawira; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Purnawan Junadi, Wahyu Sulistiadi, Andi Heryono, Clara Undap
Abstrak: Teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja sehingga kegiatan dapat terselesaikan dengan cepat, tepat, akurat dan meningkatkan produktifitas kerja. Penelitian ini menganalisa implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di Rumah Sakit X dengan metode penelitian kualitatif dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala dari implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang bernama Hospit dilihat dari variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur organisasi. Didapatkan sistem yang out of date, kompetensi SDM yang kurang di bidang IT. Pedoman, panduan, petunjuk teknis dan SOP mengenai Hospit ini pun tidak ada. Saran untuk permasalahan diatas adalah mengganti sistem Hospit atau mengembangkan versinya menjadi yang terbaru serta pengembangan dari kompetensi SDM di bagian IT.
Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, kebijakan, implementasi
Read More
T-4807
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elsa Adila Ramadhian; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Rico Kurniawan, Wachyu Sulistiadi, Ivoni Pollatu, Setiaji
Abstrak:
Transformasi digital di sektor kesehatan menghadirkan tantangan serius terhadap keamanan sistem informasi, terutama di rumah sakit yang menyimpan data pasien bersifat sensitif. Rendahnya kesadaran staf terhadap keamanan informasi dapat meningkatkan risiko kebocoran data dan pelanggaran etika profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran keamanan sistem informasi di kalangan sumber daya manusia RSIA Bina Medika serta memberikan rekomendasi strategi peningkatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 134 responden yang merupakan sumber daya manusia pengguna rekam medis elektronik. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis model Knowledge, Attitude, Behavior (KAB) dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48% responden memiliki tingkat kesadaran sistem informasi rumah sakit yang rendah. Dimensi pengetahuan, sikap, dan perilaku menunjukkan hubungan signifikan terhadap tingkat kesadaran keamanan (masing-masing p < 0,001). Model regresi logistik menunjukkan bahwa perilaku menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kesadaran keamanan sistem informasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kesadaran keamanan sistem informasi tidak hanya memerlukan penguatan aspek pengetahuan dan sikap, tetapi juga pembiasaan perilaku aman melalui pelatihan aktif, audit berkala, dan dukungan kebijakan manajemen rumah sakit.

Digital transformation in the health sector presents serious challenges to information system security, especially in hospitals that store sensitive patient data. Low staff awareness of information security can increase the risk of data leakage and violations of professional ethics. This study aims to analyze the level of information system security awareness among human resources at RSIA Bina Medika and provide recommendations for strategies to improve it. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design and involved 134 respondents who were human resources who used electronic medical records. Data collection was carried out through a questionnaire based on the Knowledge, Attitude, Behavior (KAB) model and analyzed univariately, bivariately, and multivariately. The results showed that 48% of respondents had a low level of hospital information system awareness. The dimensions of knowledge, attitude, and behavior showed a significant relationship to the level of security awareness (each p <0.001). The logistic regression model showed that behavior was the dominant factor influencing information system security awareness. The conclusion of this study is that increasing information security awareness requires not only strengthening aspects of knowledge and attitude, but also habituation of safe behavior through active training, periodic audits, and support for hospital management policies.

Read More
B-2541
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mas Aditya Soebangil; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Adang Bachtiar, Prastuti Soewondo, Danyel Suryana, Supriyantoro
Abstrak: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merencanakan percepatan digitalisasi di sektor kesehatan, yang salah satunya adalah penerapan rekam medis elektronik di seluruh fasilitas kesehatan. Namun, seperti yang kita ketahui dengan semakin berkembangnya proses digitalisasi di dunia kesehatan, semakin besar pula ancaman terhadap kebocoran data medis. Hingga saat ini belum ada suatu standar terkait praktik keamanan sistem informasi rumah sakit yang diatur dalam regulasi. Pada penelitian ini, standar ISO 27001:2013 digunakan sebagai alat evaluasi penilaian praktik keamanan sistem informasi rumah sakit RSIA Bina Medika. Didapatkan pada hasil penelitan bahwa dari 6 kontrol ISO 27001:2013 yang dipilih (manajemen aset, kontrol akses, perlindungan fisik dan lingkungan, keamanan operasional, keamanan komunikasi dan keamanan sumber daya manusia), 4 diantaranya sudah sesuai dengan standar dan 2 masih belum lengkap. Belum adanya kebijakan terkait pelabelan informasi serta belum adanya pelatihan rutin terkait praktik keamanan sistem informasi kepada pegawai menjadi poin yang belum dilaksanakan oleh rumah sakit. Hal ini membuka risiko ancaman kebocoran data medis terutama terkait dengan pengelolaan data medis secara internal rumah sakit.
Indonesia’s Ministry of Health is currently enacting a plan to further accelerate the digitalization of the healthcare sector. One of the plans is to ensure the application of Electronic Medical Record (EMR) in all healthcare facilities across Indonesia. Though it is known that the further we accelerate digitalization, the higher the risk of data breaches. The current regulations do not state any standard to adopt as a framework for hospital cybersecurity. Thus, this research aims to implement ISO 27001:2013 standards as one of the means to evaluate the practice of hospital cybersecurity at Bina Medika Maternal and Children Hospital. The results are, according to 6 controls chosen in this research (asset management, access control, physical and environmental security, operational security, communication security, and human resources security), that 4 of the controls are practiced according to the standards. 2 controls that are still not practiced according to the standards, lack the practice and regulation regarding information labeling and routine training of the employees regarding the practice hospital cybersecurity. This opens a risk of medical data breach particularly from inside the organization due to the mishandling of medical information by employees.
Read More
B-2360
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive