Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ina Rahayu Ginting; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful, Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Milla Herdayati, Sri Handayani
Abstrak: Berdasarkan data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI dan parameter dari penelitan tentang Hepatitis B dunia tahun 2013, estimasinya sebanyak 7.000 tenaga kesehatan di Indonesia terinfeksi virus Hepatitis B, ini disebabkan cakupan vaksin yang masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan sikap Bidan terhadap status Imunisasi Hepatitis B pada Bidan yang bekerja di DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan design cross sectional dengan sample penelitian ini 294 Bidan yang bekerja di Puskesmas wilayah DKI Jakarta. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dan memberikan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian 75,9% Bidan status Imunisasi Hepatitis Bnya tidak lengkap dan 24,1% Bidan status Imunisasi Hepatitis Bnya lengkap. Ketidaklengkapannya status Imunisasi Hepatitis B pada Bidan didapatkan sikap Bidan 70,5% yang mendukung dan 85,6% tidak mendukung. Hasil analisis Regresi Logistik dengan dilakukan uji interaksi juga confounding, tidak ada interaksi antar sikap dengan pengetahuan juga tidak ada confounding. Didapatkan sikap Bidan yang mendukung memiliki odds 2,48 kali lebih tinggi lengkap status Imunisasi Hepatitis Bnya daripada Bidan yang tidak mendukung Imunisasi Hepatitis B (CI 95%; 1,321-4,654) dengan Pvalue sebesar 0,006
Based on data from the Research and Development Agency of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia and the world research parameter on Hepatitis B in 2013 estimated that as many as 7,000 health workers in Indonesia were infected with the Hepatitis B virus, this is due to the low vaccine coverage. This research was conducted to observe the relation of the attitudes of midwives on the status of hepatitis B immunization in midwives who work in public health centers DKI Jakarta area. This is a quantitative research using cross sectional design with the dependent variable is Hepatitis B immunization status in midwives, the independent variable is Attitude, and the covariates are knowledge, cost, and length of work. The sample of this research were 294 midwives who worked in the public health centers DKI Jakarta area using cluster sampling technique and gave a questionnaire to the subject. The findings confirm that 75.9% of midwives had incomplete hepatitis B immunization status and 24.1% midwives had complete hepatitis B immunization status. The incompleteness of hepatitis B immunization status in midwives resulted in 70.5% of the midwives were supportive and 85.6% unsupportive. The results of the Logistics Regression analysis were carried out with an interaction test as well as a test confounding, there was no interaction between attitudes and knowledge and there were no variables of confounding. OR value obtained is 2.48, means that the attitude of a midwife who support has an odds of 2.48 times higher complete hepatitis B immunization status than a midwife who does not supports hepatitis B immunization (95% CI; 1.321-4,654) with a P- value of 0.006
Read More
T-6279
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenny Rotua Lucyana Shotang; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Nurhayati Adnan, Reza Isfan
S-6773
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ema Maratus Sholihah A.; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Hadi Pratomo, Rita Damayanti, Syafriyal
Abstrak: ABSTRAK Latarbelakang:Tidak tercapainya target imunisasi Hepatitis B di Desa Cerukcuk Kecamatan Tanara dan adanya orangtua yang menolak imunisasi maka penting untuk mengetahui penyebab orangtua menolak imunisasi Hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab orangtua menolak imunisasi hepatitis B dengan memodivikasi determinan Vaccine Hesitancy dan Health Belief Model . Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mewawancara ibu dengan bayi usia 0-3 bulan yang menolak imunisasi Hepatitis B dan melakukan observasi pada pelayanan imunisasi. Hasil: perilaku orangtua yang menolak imunisasi hepatitis B disebabkan karena pengetahuan yang rendah tentang penyakit Hepatitis B dan imunisasinya, persepsi orangtua tentang hambatan melakukan imunisasi yang lebih besar dibanding manfaatnya, besarnya peran dukun, pengaruh pengambilan keputusan oleh keluarga, masih adanya kepercayaan pada pengobatan tradisional, adanya pengalaman tidak menyenangkan terkait imunisasi, sosial ekonomi yang rendah, peran tenaga kesehatan yang belum maksimal dalam pemberian informasi imunisasi, serta peran masyarakat yang kurang dalam mendukung iunisasi. Kesimpulan: peningkatan pengetahuan orangtua tentang penyakit hepatitis B dan imunisasinya perlu ditingkatkan didahului dengan pendekatan oleh tenaga kesehatan bekerjasama dengan dengan tokoh agama dan dukun melalui kegiatan-kegiatan non kesehatan dan kunjungan rumah untuk komunikasi interpersonal dan edukasi imunisasi.. Kata kunci: Penolakan imunisasi, keraguan terhadap imunisasi, hepatitis B, penggerakan masyarakat existence of parents who refused immunization so it is important to know the cause of the parents refused immunization Hepatitis B. This study aims to identify the cause of parents reject hepatitis B immunization by modifying the determinants of vaccine hesitancy and Health Belief Model . Method: This study used qualitative methods by interviewing mothers with infants aged 0-3 months who rejected hepatitis B immunization and observed immunization services. Results: the behavior of parents who reject hepatitis B immunization is due to poor parental knowledge about Hepatitis B disease and its immunization, parental perception of immunization constraints greater than the benefits, the magnitude of the dukun's role, the influence of family decision-making, the belief in traditional medicine, discomfort related to immunization, low social economy, the role of health workers who have not been maximized in providing immunization information, as well as the role of people who lack support in iunisasi. Conclusions: Increased parental knowledge about hepatitis B disease and its immunization needs to be increased preceded by approaches by health workers in collaboration with religious leaders and traditional healers through non-health activities and home visits for interpersonal communication and immunization education Keywords: Refused immunization, vaccine hesitancy,communication, hepatitis B, social mobilitation
Read More
T-5402
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Panca Wariaseno; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dadan Erwandi, Hasnerita, Astrid Saraswaty Dewi
T-4791
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive