Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 43 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gusni Rahma; Pembimbing: Nasrin Kodim; Ratna Djuwita; Penguji: Masdalina Pane, Firy Triyanti
T-5136
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septa Ryan Ellandi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Septiara Putri, Puji Triastuti
Abstrak: Keselamatan pasien di rumah sakit masih menjadi isu krusial yang mendunia, karena rumah sakit merupakan institusi jasa pelayanan yang mengupayakan kesembuhan pasien. Maka keselamatan pasien menjadi suatu keniscayaan, diharapkan tidak terjadi insiden keselamatan pasien (zero insiden). Salah satu cara untuk mengendalikan peningkatan angka insiden di rumah sakit adalah dengan memanfaatkan sistem pelaporan. Penelitian ini membahas mengenai gambaran pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit di Indonesia beserta faktor-faktor yang memengaruhinya, ditinjau dari faktor individu, organisasi, dan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah didapatkannya informasi mengenai faktor-faktor yang brpengaruh terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan basis data Garuda Kemendikbud, Rama Kemendikbud, Directory of Open Acces Journals (DOAJ), Library UI, Science Direct, PubMed, ProQuest, dan Scopus. Hasil penelitian didapatkan bahwa rumah sakit di Indonesia sudah memiliki regulasi yang mengatur mengenai pelaporan insiden kselamatan pasien. Sistem pelaporan yang digunakan masih berbasis manual, dan praktik pelaporan belum bisa dikatakan sukses karena masih adanya budaya menghukum, jaminan kerahasiaan pelapor masih diragukan, pelaporan belum tepat waktu, dan umpan balik masi minim. Dari hasil penelitian juga diperoleh faktor yang dapat memengaruhi pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit adalah faktor individu (pengetahuan, ketakutan, beban kerja, dan motivasi), faktor organisasi (umpan balik, sistem pelaporan, kerahasiaan, sosialisasi dan pelatihan, serta budaya keselamatan), dan faktor pemerintah dalam hal kebijakan.
Patient safety in hospitals is still a crucial issue worldwide, because hospitals are service institutions that seek to cure patients. So patient safety becomes a necessity, it is hoped that there will be no patient safety incidents (zero incidents). One way to control the increasing number of incidents in hospitals is to utilize a reporting system. This study discusses the description of patient safety incident reporting in hospitals in Indonesia and the factors that influence it, in terms of individual, organizational, and government factors. The purpose of this study was to obtain information about the factors that influence the reporting of patient safety incidents in hospitals in Indonesia. This study uses a literature review method with the Garuda Ministry of Education and Culture database, Rama Kemendikbud, Directory of Open Acces Journals (DOAJ), UI Library, Science Direct, PubMed, ProQuest, and Scopus. The results showed that hospitals in Indonesia already have regulations governing patient safety incident reporting. The reporting system used is still manual-based, and reporting practices cannot be said to be successful because there is still a punitive culture, guarantees for the confidentiality of whistleblowers are still in doubt, reporting is not timely, and feedback is still minimal. From the results of the study, it was also found that the factors that can affect the reporting of patient safety incidents in hospitals are individual factors (knowledge, fear, workload, and motivation), organizational factors (feedback, reporting systems, confidentiality, socialization and training, and safety culture), and government factors in terms of policy
Read More
S-10892
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indira Puspita Prihartono; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Puput Oktaviani, Vetty Yulianty Permanasari, Diah Anggraini, Mira Puspitasari
Abstrak: Latar belakang: Perawat memiliki peran krusial dalam keselamatan pasien dan proses pemberian obat di rumah sakit. Di RSUD Tebet kesalahan medikasi merupakan jenis insiden keselamatan pasien yang paling banyak dilaporkan, yaitu 52,5% dari total insiden keselamatan yang dilaporkan dari tahun 2016 hingga September 2018, namun dari pelaporan tersebut, sangat sedikit (9,25%) yang dilaporkan oleh perawat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berperan dalam pelaporan kesalahan pemberian obat pada perawat di RSUD Tebet. Metode: Metode yang digunakan adalah mixmethod kuantitatif yan diikuti oleh kualitatif dengan menggunakan kuesioner, fokus grup diskusi dan wawancara mendalam. Hasil: Tidak ditemukannya faktor yang bermakna secara statistik terhadap pelaporan kesalahan pemberian obat pada perawat. Faktor yang paling berperan dan menghambat pelaporan adalah respon administratif dan konsekuensi akibat pelaporan. Faktor yang ditemukan mendukung pelaporan kesalahanan pemberian obat adalah dukungan atasan, pemahaman dan kesadaran diri akan pentingnya pelaporan, dan tidak adanya budaya menyalahkan. Kesimpulan: Pelaporan kesalahan pemberian obat di RSUD Tebet masih rendah. Pelaporan insiden dapat ditingkatkan dengan membangun budaya keselamatan yang tidak menyalahkan individu. Penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki terjadinya kesalahan pemberian obat selain kesalahan pemberian obat yang dilaporkan.
Read More
B-2085
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sirly Cut Caesarrina; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Ede Surya Darmawan, Dience Meidiana, Aditya Galatama
Abstrak: Laporan insiden keselamatan pasien memiliki peran yang sangat penting dalam penerapan keselamatan pasien di rumah sakit untuk memastikan pengenalan insiden dan tindak lanjut yang cepat supaya tidak terjadi insiden yang lebih berat. Pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Matraman belum menunjukkan budaya pelaporan yang baik. Pada studi pendahuluan peneliti menemukan 19 insiden terjadi dan harus dilaporkan, namun tidak dilakukan pelaporan. Hal tersebut melatarbelakangi peneliti untuk menganalisis kepatuhan pelaporan insiden keselamatan pasien oleh perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Matraman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti dan hasil analisis kepatuhan pelaporan insiden keselamatan pasien oleh perawat di RSUD Matraman tahun 2020 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode crossectional, pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner yang dilengkapi secara daring. Populasi dan sample penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di RSUD Matraman (48 perawat) dimana pada penelitian ini, 2 orang perawat menyatakan tidak bersedia menjadi responden penelitian (N=46). Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat untuk mencari hubungan antar variabel. Dari 46 responden yang setuju untuk mengisi kuesioner, ditemukan bahwa 18 dari 46 responden (39,13%) melaporkan insiden sejumlah yang mereka saksikan, dan sisanya melaporan insiden dengan jumlah yang lebih rendah dari yang disaksikan. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa variabel yang secara signifikan memiliki hubungan dengan kepatuhan pelaporan insiden keselamatan pasien, adalah persepsi pelaporan keselamatan pasien (Sig. 0.002), kepatuhan terhadap regulasi organisasi (Sig. 0.001), dan penerapan reward and punishment (Sig. 0.033). Uji terhadap variabel-variabel lainnya yaitu tingkat pengetahuan (Sig. 0.148), peran manajemen (Sig. 0.245) dan penerapan budaya no blaming (Sig. 0.990) tidak menunjukkan adanya hubungan dengan kepatuhan pelaporan insiden
Patient safety incident reports have a very important role in the application of patient safety in the hospital to ensure incident recognition and fast follow-up so that more serious incidents do not occur. Reporting patient safety incidents at Matraman Hospital has not shown a good reporting culture. In the preliminary study, researchers found 19 incidents occurred and had to be reported, but not being reported. This is the background for researchers to analyze compliance with patient safety incident reporting by nurses at the Matraman Regional General Hospital. The purpose of this study was to obtain evidence and results of compliance analysis of patient safety incident reporting by nurses at Matraman Hospital in 2020 and the factors that influence it. The research was conducted through a cross-sectional approach with a crosssectional method, data collection using a questionnaire instrument that is completed online. The population and research sample were all nurses who worked at the Matraman Hospital (48 nurses) where in this study, 2 nurses stated that they were not willing to be research respondents (N = 46). The data were then analyzed using univariate and bivariate methods to look for relationships between variables. Of the 46 respondents who agreed to fill out the questionnaire, it was found that 18 out of 46 respondents (39.13%) reported the number of incidents they witnessed, and the rest reported lower number of incidents than what they actually witnessed. The Anova test results show that the variables that have a significant relationship with patient safety incident reporting are the perception of patient safety reporting (Sig. 0.002), compliance with organizational regulations (Sig. 0.001), and the application of reward and punishment (Sig. 0.033). Tests on other variables, namely the level of knowledge (Sig. 0.148), the role of management (Sig. 0.245) and the application of no blaming culture (Sig. 0.990) did not show a relationship with compliance with incident reporting
Read More
B-2184
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evelyne Sumihar Friyanti; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti; Penguji: Jaslis Ilyas, Hanny Handiyani
Abstrak: Keselamatan Pasien ( Patient Safety ) telah menjadi issue yang sangat penting dalampelayanan kesehatan. Setiap orang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yangaman dan bebas dari cedera yang tidak diinginkan.Melalui penelitian ini, dianalisis kualitas dan kuantitas tenaga perawat terhadappersepsi insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit X. Studi dilakukan pada 44orang perawat dan bidan dengan menggunakan desain cross sectional untuk melihathubungan antara variabel pengetahuan, pendidikan, kemudahan penggunaanalat,kerjasama tim,pengalaman bekerja, disiplin dan jumlah tenaga perawat terhadapinsiden keselamatan pasien.Kata kunci : Insiden Keselamatan pasien , perawat , bidan
Patient safety has become a very important issue in health care. Everyone wants toget health care that is safe and free from unwanted injuries.Through this study, analyzed the quality and quantity of nurses perceptions of patientsafety incidents in the hospital X. The study was conducted on 44 nurses andmidwives using cross sectional design to examine the relationship between thevariables of knowledge, education, ease of use tools, work experience, discipline andthe number of nurses on patient safety incidents.Keywords : patient safety incidents , nurses , midwives.
Read More
B-1712
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liliek Sulistyowardani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dian Ayubi, Dumilah Ayuningtyas, Ns Jumiati, Sarto
Abstrak: Tesis ini membahas faktor manusia yang berperan dalam insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian ini terdapat 3 variabel yang berhubungan signifikan dengan insiden keselamatan pasien yaitu: pengawasan kurang memadai (P value 0,012 dengan OR 0,28), manajemen sumber daya (P value 0,004 dengan OR 3,85) dan proses operasional (P value 0,019 dengan OR 3,29). Peran organisasi sangat penting dalam mengurangi insiden keselamatan pasien agar tercapai peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Hasil penelitian menyarankan bahwa pentingnya faktor manusia dalam insiden keselamatan pasien di rumah sakit maka perlu ditingkatkan pelatihan kepada tenaga kesehatan tentang insiden keselamatan pasien sesuai dengan kebutuhan rumah sakit yang dilakukan secara berkesinambungan serta diperlukan peran Dinas Kesehatan Provinsi dalam membina rumah sakit di wilayahnya.
Read More
T-5595
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galuh Meifika Fathiyani; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Robiana Modjo, Wahyu Sulistiadi, Mulyawati, Eka Agustina
Abstrak: Rumah sakit merupakan tempat layanan kesehatan yang memiliki karakteristik multi profesi dan multi faktor risiko. Sehingga diperlukannya sistem yang dapat melindungi keselamatan pasien di RS. Salah satu sistem yang digunakan adalah pelaporan insiden keselamatan pasien. Pelaporan insiden dibutuhkan untuk melakukan evaluasi dalam mencapai keselamatan pasien, sehingga perbaikan sistem dan pembuatan desain ulang pelayanan kesehatan dapat dilakukan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Kota Serang tahun 2021. Penelitian menggunakan mix methode embedded design. Sampel berjumlah 110 responden untuk penelitian kuantitatif dan 7 responden untuk penelitian kualitatif. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, persepsi, motivasi, teamwork, team leadership, budaya organisasi, pelatihan dan kepemimpinan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien (p-value>0,05). Penelitian kualitatif menunjukkan bahwa pelaporan insiden tidak terjadi karena masih kurangnya pengetahuan responden mengenai insiden yang harus dilaporkan, dan dibutuhkannnya dukungan teamwork, dan team leadership dalam unit, serta adanya respon yang menghukum membuat responden enggan melapor. Proporsi responden yang tidak pernah melakukan pelaporan IKP 79,2% memiliki pengetahuan rendah, 83,6% memiliki persepsi rendah, 83,3% memiliki motivasi rendah, 82,8% memiliki teamwork rendah, 85,5% belum mendapatkan pelatihan pelaporan IKP dan 81,0% memiliki kepemimpinan rendah. Berdasarkan data tersebut, kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan pegawai perlu dilaksanakan secara rutin dan continue, serta dibutuhkan sistem yang dapat mengawasi dan melakukan kontrol di setiap uni agar insiden dapat termonitor dan dilaporkan.
The hospital is a place of health service that has multi-professional characteristics and multi-risk factors. So we need a system that can protect patient safety in hospitals. One of the systems used is patient safety incident reporting. Incident reporting is needed to evaluate in achieving patient safety, so that system improvements and redesign of health services can be carried out. This study aims to analyze the factors related to the reporting of patient safety incidents at the Serang City Hospital in 2021. The study uses a mix method embedded design. The sample is 110 respondents for quantitative research and 7 respondents for qualitative research. Thetest Chi-Square showed that there was no relationship between knowledge, perception, motivation, teamwork, team leadership, safety culture and leadership with patient safety incident reporting (p-value> 0.05). Qualitative research shows that incident reporting does not occur due to the respondent's lack of knowledge about incidents that must be reported, and the need forsupport teamwork, and team leadership within the unit, as well as a punitive response that makes respondents reluctant to report. The proportion of respondents who have never reported IKP 79.2% have low knowledge, 83.6% have low perception, 83.3% have low motivation, 82.8% have teamwork low, 85.5% have not received training on IKP reporting and 81.0% have low leadership. Based on these data, activities that can increase employee knowledge need to be carried out regularly and continuously, and a system that can monitor and control each unit is needed so that incidents can be monitored and reported
Read More
T-6308
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ricko Adlyana Putra; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Dadan Erwandi, Agus Joko Haryanto, Yogi Sasongkok
Abstrak: Teknik analisa bahaya tradisional seperti Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) sudah terlalu sering digunakan untuk menganalisis suatu bahaya. Teknik analisa FMEA dan FTA ini bersifat sebab-akibat linier dan kurang baik dalam analisa bahaya (Song, 2012). Metode Bow-tie menyediakan visualisasi yang mudah dipahami dari hubungan antara penyebab gangguan bisnis, eskalasi peristiwa kecelakaan, pencegahan peristiwa dan langkah-langkah kesiapsiagaan untuk membatasi dampak bisnis (Lewis, 2010). Diagram Bow-tie telah berkembang sebagai metode yang sangat berguna berguna untuk menggambarkan dan memelihara sistem manajemen risiko yang melekat dalam pekerjaan operasi sehari-hari dan juga telah terbukti dalam industri lepas pantai di seluruh dunia (Saud, Israni, & Goddard, 2013). Kata kunci: Bow-tie, root causes, insiden, risiko
Read More
T-4470
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afifah Zahra; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Maryati Kasiman
Abstrak: Melihat data 2014 hingga 2016 yang dimiliki oleh puskesmas Cilandak, trend kasus DBD di Kecamatan Cilandak cenderung meningkat pada bulan Januari hingga Mei, mulai turun ketika bulan juni dan titik terendahnya pada bulan Desember. Trend kasus tersebut selalu sama terjadi di setiap tahunnya ini menimbulkan ketertarikan penulis untuk meneliti terkait faktor iklim, faktor kepadatan vektor yang dilihat dari angka bebas jentik (ABJ), dan faktor kepadatan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor iklim (suhu udara, kelembaban, dan curah hujan), faktor kepadatan vektor (angka ABJ), dan kepadatan penduduk dengan angka incidence rate DBD di Kecamatan Cilandak Tahun 2010-2019. Jenis data yang diambil adalah data sekunder. Data incidence rate DBD, dan angka ABJ didapatkan dari laporan tahunan Puskesmas Kecamatan Cilandak. Data mengenai kepadatan penduduk didapatkan dari Badan Pusat Statistik. Data terkait iklim didapat dari BMKG. Hubungan akan dianalisis menggunakan uji pearson product moment. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa secara keseluruhan tahun 2010-2019, curah hujan dan kelembaban memiliki hubungan dengan IR DBD di Kecamatan Cilandak (p=0,029, r=0,685).
Kata Kunci : Iklim, Kepadatan penduduk, ABJ, angka insiden, DBD, Kecamatan Cilandak.

Looking at the 2014 to 2016 data held by the Cilandak puskesmas, the trend of dengue cases in Cilandak sub-district tends to increase in January to May, starting to fall when June and its lowest point in December. The case trend is always the same that happens every year and this raises the interest of the writer to research related to climate factors, vector density factors seen from larval free numbers (ABJ), and population density factors. This study aims to analyze the relationship between climate factors (air temperature, humidity, and rainfall), vector density factors (ABJ figures), and population density with DHF incidence rate in Cilandak District in 2010-2019. The type of data taken is secondary data. DHF incidence rate data, and ABJ figures were obtained from the annual report of the Cilandak District Health Center. Data on population density was obtained from the Central Statistics Agency. Climate related data obtained from BMKG. Relationships will be analyzed using the Pearson product moment test. The results of the bivariate analysis showed that overall in 2010-2019, rainfall and humidity had a relationship with IR DHF in Cilandak District (p = 0.029, r = 0.685).
Keywords: Climate, Population density, ABJ, incidence rate, DHF, Cilandak District.
Read More
S-10479
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfiano Fawwaz Lokopessy; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Suyud Warno Utomo, Sri Indarini
Abstrak: Target nasional pencapaian angka insiden atau incidence rate (IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu < 49 kasus per 100.000 penduduk di suatu wilayah. DKI Jakarta pada tahun 2018 berhasil mencapai target pada 100% kota/kabupatennya, dan Kota Administrasi Jakarta Pusat adalah kota yang mencapai target capaian IR paling kecil pada tahun 2018 dibandingkan dengan kota/kabupaten Jakarta lainnya. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis faktor risiko dan pengendalian yang berpotensi mempengaruhi IR DBD di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Sudinkes dan Sudin Dukcapil Kota Administrasi Jakarta Pusat serta BMKG menggunakan data dari satelit Kemayoran. Data yang diteliti meliputi angka insiden, pelaksanaan sarang nyamuk, angka bebas jentik, larvasidasi, kepadatan penduduk, suhu udara, kelembapan relatif, serta indeks curah hujan (ICH) setempat tahun 2015-2019. Selain analisis univariat, dilakukan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan Spearman. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang tidak signifikan antara variabel independen dan variabel dependen angka insiden DBD. Ini menunjukkan ada peluang terdapat signifikansi hubungan lebih besar pada faktor risiko atau pengendalian lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Kata kunci: faktor risiko, faktor pengendalian, angka insiden, dengue, Jakarta Pusat

The focus of this study is to analyse the risk and control factors affecting Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) incidence rates in Central Jakarta in 2015-2019. The purpose of this study is to understand how risk and control factors of DHF may affect the incidence rates in Central Jakarta in reaching the lowest number which could be learnt by other cities in Indonesia, especially those with the same social and environmental characteristics. The data of variables collected were analysed using Pearson Product Moment and Spearman correlation test. Results are showing insignificant relations. The researcher suggests a further study with a more comprehensive variables and data.
Key words: risk factors, control factors, incidence rate, dengue, Central Jakarta
Read More
S-10251
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive