Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Apriliani Vitri, Ngadiarti Iskari, Nuzrina Rachmanida
ND Vol.8, No.1
Jakarta : Pusat Pengelola Jurnal Ilmiah Universitas Indonesia Esa Unggul, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astri Syativa; Pembimbing: Suyud Wano Utomo, Agustin Kusumayati; Pemguji: Budi Hartono, Cucu Cakrawati Kosim
Abstrak:

ABSTRAK

Dua puluh tahun terakhir ini kondisi lingkungan dan kualitas air disepanjang Sungai Citarum semakin menurun. Akses penduduk di sekitar Citarumterhadap air bersih dan sarana sanitasi dasar pun masih rendah, dengan angkakesakitan diare yang tinggi. Integrated Citarum Water Resources ManagementInvestment Program (ICWRMIP) merupakan upaya yang dilakukan olehpemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di DAS SungaiCitarum dan Saluran Tarum Barat. Kementerian Kesehatan berperan dalamICWRMIP Sub Komponen 2.3 yang bertujuan untuk meningkatkan penyediaanair bersih, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis pengaruh ICWRMIP Sub Komponen 2.3 terhadapakses air bersih, akses jamban sehat dan kejadian diare serta menganalisispengaruh akses air bersih dan jamban sehat terhadap kejadian diare. Penelitian inimenggunakan rancangan studi cross-sectional berulang. Data dikumpulkansebelum dan sesudah program, di lokasi program dan non program, dengan besarsampel 300 responden pada tiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwakegiatan ICWRMIP Sub Komponen 2.3 berpengaruh meningkatkan akses airbersih dan akses jamban sehat serta menurunkan kejadian diare. Semua variabelberhubungan dengan kejadian diare: akses air bersih (OR=1,74; 1,33-2,28), aksesjamban sehat (OR=2,48; 1,88-3,28), program (OR=7,17; 4,68-10,99), dan waktu(OR=5,10; 3,33-7,80). Disimpulkan bahwa rumah tangga di lokasi non programtanpa akses jamban sehat pada saat sebelum ada program berisiko 7,75 kali lebihbesar mengalami kejadian diare dibandingkan dengan rumah tangga di lokasiprogram yang akses jamban sehat setelah program.

ABSTRACT

The condition of the environment and water quality along the Citarum Riverhas declined in the last twenty years. Access people around Citarum to cleanwater and basic sanitation facilities is low, with high diarrhea morbidity. IntegratedCitarum Water Resources Management Investment Program (ICWRMIP) is an effort bythe government to solve the problems that exist in Citarum and West TarumCanal. Ministry of Health is involve on Sub Component 2.3, that aims to improvewater supply, sanitation, and improving public health. This study aims to analyzethe effects of ICWRMIP Sub Component 2.3 to clean water access, healthy latrineaccess and diarrhea, and also to analyze the effect of access to clean water andhealthy latrines on the incidence of diarrhea. This study uses repeated crosssectionalstudy design. Data were collected before and after the program, on-siteprogram and non-program, with sample size 300 respondents in each group. Theresults showed that ICWRMIP Sub Component 2.3 affects to improve clean waterand healthy latrines access, and also reduce the incidence of diarrhea. Allvariables associated with the incidence of diarrhea: clean water access (OR=1,74;1,33-2,28), healthy latrines access (OR=2,48; 1,88-3,28), program (OR=7,17;4,68-10,99), and time (OR=5,10; 3,33-7,80). Concluded that households in nonprogramlocations without access to healthy latrines at the time before program7.75 times greater risk of experiencing diarrhea compared with on-site householdlatrine access program healthy after the program.

Read More
T-3983
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Armaji Kamaludi Syarif; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dian Ayubi, Robiana Modjo, H KM Taufiq, Nana Mulyana
Abstrak: Laporan UNICEF pada tahun 2014 menyatakan bahwa Indonesia adalah negara terbesar kedua di dunia dengan praktik buang air besar sembarangan. Puskesmas adalah garis depan dalam menangani masalah ini, salah satu programnya adalah memastikan cakupan sanitasi air bersih dan jamban sehat di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait pengaruh kepemimpinan dan kegiatan operasional terhadap kinerja UKM terkait cakupan sanitasi air bersih dan jamban sehat dengan menggunakan kriteria Baldrige Excellence Framework. Data yang relevan dari penelitian indeks kualitas pelayanan kesehatan masyarakat yang dilakukan oleh Badan Litbangkes dianalisis lanjut secara deskriptif dan analitik dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Kepemimpinan berhubungan signifikan dengan kegiatan operasional dengan standardized coefficient 0,99 (p-value < 0,05); kegiatan operasional berhubungan tidak signifikan dengan kinerja dengan standardized coefficient 0,09 (p-value > 0,05); kepemimpinan berhubungan tidak langsung secara tidak signifikan dengan kinerja melalui kegiatan operasional dengan standardized coefficient 0,09 (p-value > 0,05). Berbagai faktor dapat menyebabkan hal tersebut namun ketidakcocokan kovarian dari variabel di populasi dan sampel serta kemungkinan peran sektor lain yang lebih besar menjadi dua hal yang menonjol. Kesimpulannya, kinerja UKM puskesmas terkait cakupan sanitasi air bersih dan jamban sehat masih kurang baik, sehingga perlu adanya peningkatan capaian indikator-indikator kepemimpinan dan kegiatan operasional yang harus bekerjasama erat dengan sektor lain.
Read More
T-5592
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Euis Ratna Sari; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Susiati
Abstrak: Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis pelaksanaan program peningkatan penggunaan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kramat Jati tahun 2014. Konsep yang digunakan adalah kerangka kerja Laverack (2000) dan data dikumpulkan dengan kuesioner rumah tangga dan wawancara mendalam. Temuan adalah sebagai berikut: 1. Tujuan program puskesmas merujuk pada tujuan dan prioritas Suku Dinas Kesehatan. 2. Belum ada keselarasan antara pelaksanaan program dengan pemberdayaan masyarakat. 3. Untuk melaksanakan program, puskesmas kecamatan hanya memiliki dua sanitarian sedangkan idealnya terdapat 5 orang. 4. Belum terdapat peraturan tentang pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). 5. Baru 37% responden rumah tangga mengikuti 1 kali pemicuan STBM. 6. Ketua RT mendukung penggunaan jamban sehat namun rencana pembuatan septic tankbelum terlaksana. 8. Hingga saat ini. pencapaian penggunaan jamban sehat puskesmas adalah 73.92% masih jauh dari target Suku Dinas Keshatan (100%). Saran peneliti adalah dalam melakukan program STBM harus disesuaikan dengan karakteristik masyarakat, Suku Dinas Kesehatan agar menyusun kebijakan operasional dari peraturan STBM, dan meresmikan tim kerja masyarakat menjadi tim kerja khusus sesuai peraturan menteri kesehatan. Kata kunci : STBM, puskesmas, jamban sehat
Read More
S-8662
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiya Dwi Afiifah; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yulia Fitria Ningrum
S-10274
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustina Meliana; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Amry Ismail
Abstrak: Berdasarkan laporan Join Monitoring Program (JMP) WHO/Unicef 2015, sekitar 51 juta penduduk Indonesia masih buang air besar sembarangan. Mereka masih buang air besar di samping sungai dan di pantai. Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sudah merupakan kebiasaan yang tertanam sejak kecil, sehingga sulit dihilangkan saat dewasa. Desa Sukajaya adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor Jawa Barat, dengan luas wilayah 1.182 hektar. Secara administratif desa Sukajaya terbagi dalam 2 dusun, 5 Rukun Warga dan 15 Rukun Tetangga. Wilayah Desa Sukajaya dikelilingi perbukitan kecil dan berada di dekat sungai Cipamingkis yang menampung aliran air dari sungai-sungai kecil disekitarnya. Kondisi sanitasi di Desa Sukajaya saat ini cukup memperihatinkan karena masih banyak yang belum memiliki jamban dan sumber air bersih (sumur). Hampir sebagian besar masyarakat desa Sukajaya tinggal di rumah semi permanen dan banyak diantaranya tidak memenuhi syarat rumah sehat seperti terdapat kandang ternak masih terletak bersebelahan dengan dapur. Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk melihat bagaimana Gambaran masyarakat tentang konsep preventif terkait perilaku penggunaan jamban sehat masyarakat desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor tahun 2017 Kata kunci : Jamban Sehat, Buang Air Besar Sembarangan, Persepsi Berdasarkan laporan Join Monitoring Program (JMP) WHO/Unicef 2015, sekitar 51 juta penduduk Indonesia masih buang air besar sembarangan. Mereka masih buang air besar di samping sungai dan di pantai. Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sudah merupakan kebiasaan yang tertanam sejak kecil, sehingga sulit dihilangkan saat dewasa. Desa Sukajaya adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor Jawa Barat, dengan luas wilayah 1.182 hektar. Secara administratif desa Sukajaya terbagi dalam 2 dusun, 5 Rukun Warga dan 15 Rukun Tetangga. Wilayah Desa Sukajaya dikelilingi perbukitan kecil dan berada di dekat sungai Cipamingkis yang menampung aliran air dari sungai-sungai kecil disekitarnya. Kondisi sanitasi di Desa Sukajaya saat ini cukup memperihatinkan karena masih banyak yang belum memiliki jamban dan sumber air bersih (sumur). Hampir sebagian besar masyarakat desa Sukajaya tinggal di rumah semi permanen dan banyak diantaranya tidak memenuhi syarat rumah sehat seperti terdapat kandang ternak masih terletak bersebelahan dengan dapur. Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk melihat bagaimana Gambaran masyarakat tentang konsep preventif terkait perilaku penggunaan jamban sehat masyarakat desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor tahun 2017 Kata kunci : Jamban Sehat, Buang Air Besar Sembarangan, Persepsi
Read More
S-9587
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marceline Ferto Tanaya; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Al Asyary, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:
Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara proporsi rumah sehat, akses air minum layak, dan penggunaan jamban sehat dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Sukadiri, Pakuhaji, dan Sukawali pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan unit analisis desa/kelurahan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan masing-masing puskesmas. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman sesuai dengan hasil uji normalitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah dan berarah positif antara proporsi rumah sehat dengan kejadian diare (ρ = 0,387; p = 0,075), serta hubungan yang lemah dan berarah negatif antara akses air minum layak (r = -0,276; p = 0,214) dan penggunaan jamban sehat (ρ = -0,334; p = 0,128) dengan kejadian diare. Ketiga hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun arah hubungan sebagian besar sejalan dengan teori, hubungan antara indikator lingkungan dan kejadian diare belum dapat dibuktikan secara signifikan di wilayah penelitian ini.


Diarrhea remains a significant public health issue in Indonesia, including in Tangerang Regency. This study aims to analyze the relationship between the proportion of healthy homes, access to safe drinking water, and the use of proper sanitation facilities with the incidence of diarrhea in the working areas of Sukadiri, Pakuhaji, and Sukawali Community Health Centers in 2023. This study employed an ecological study design with the unit of analysis being villages/sub-districts. The data used were secondary data obtained from the Tangerang District Health Office and respective health centers. Bivariate analysis was conducted using Pearson and Spearman correlation tests, based on the results of the normality test. The findings show a weak positive correlation between the proportion of healthy homes and the incidence of diarrhea (r = 0.387; p = 0.075), a weak negative correlation between access to safe drinking water (r = -0.276; p = 0.214), and a weak negative correlation between the use of proper sanitation facilities (r = -0.334; p = 0.128) with the incidence of diarrhea. All three correlations were found to be statistically insignificant. Although the direction of the relationship aligns with theoretical expectations, the relationship between environmental health indicators and the incidence of diarrhea could not be statistically confirmed in the study area.
Read More
S-12056
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jeremy Andreas Hasoloan Oscar P; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Zakianis, Desy Mery Dorsanti
Abstrak:
Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi dengan gejala berupa demam, lemas, batuk ringan, sembelit, ketidaknyamanan perut, sakit kepala, dan muntah.Kasus demam tifoid di Kota Jakarta Timur menjadi yang tertinggi dari 6 kabupaten/kota yang berada di Provinsi DKI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan (jamban sehat), faktor invidu (usia), faktor iklim (curah hujan), dan faktor kependudukan (kepadatan penduduk) dengan proporsi kasus demam tifoid di Kota Jakarta Timur pada tahun 2020 - 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan studi ekologi dengan uji korelasi. Hasil: Proporsi demam tifoid di Kota Jakarta Timur memmpunyai persebaran yang fluktuatif dengan penurunan pada tahun 2021 dan peningkatan pada tahun 2023. Proporsi demam tifoid pada kota Jakarta Timur memiliki nilai total sebesar 2,34 % dan lebih tinggi proporsi demam tifoid di DKI Jakarta sebesar 0,2 % dengan proporsi tertinggi terdapat pada Kecamatan Pasar Rebo sebesar 0.17 %, dan proporsi demam tifoid terendah terdapat pada Kecamatan Jatinegara dan Cakung sebesar 0,02 %. Pada penelitian ini, faktor resiko yang berkaitan dengan kejadian demam tifoid meliputi variabel usia (p = 0.000) dan curah hujan (p = 0.003). Kesimpulan: Proporsi demam tifoid di Kota Jakarta Timur Tahun 2020 – 2023 mencapai 2,34 % dan lebih tinggi dari proporsi demam tifoid di DKI Jakarta. Faktor resiko demam tifoid yang terjadi di Kota Jakarta Timur, antara lain curah hujan dan usia. Saran: Pemerintah dan masyarakat dapat berkolaborasi untuk meningkatkan higiene dan sanitasi makanan di perumahan dan lingkungan sekolah

Background: Typhoid fever is a disease caused by the bacterium Salmonella typhi, with symptoms including fever, weakness, mild cough, constipation, abdominal discomfort, headache, and vomiting. The incidence of typhoid fever in East Jakarta is the highest among the six districts/cities in the DKI Jakarta Province. Objective: This study aims to analyze the relationship between environmental factors (sanitary latrines), individual factors (age), climate factors (rainfall), and demographic factors (population density) with the proportion of typhoid fever cases in East Jakarta from 2020 to 2023. Methods: This study uses an ecological study with correlation tests. Results: The proportion of typhoid fever in East Jakarta City has shown a fluctuating distribution, with a decrease in 2021 and an increase in 2023. The proportion of typhoid fever in East Jakarta City is 2.34%, which is higher than the proportion in DKI Jakarta at 0.2%. The highest proportion of typhoid fever is in the Pasar Rebo District at 0.17%, while the lowest proportions are in the Jatinegara and Cakung Districts at 0.02%. In this study, risk factors related to typhoid fever incidence include age (p = 0.000) and rainfall (p = 0.003). Conclusion: The proportion of typhoid fever in East Jakarta City from 2020 to 2023 reached 2.34%, which is higher than the proportion of typhoid fever in DKI Jakarta. The risk factors for typhoid fever in East Jakarta City include rainfall and age. Recommendations: The government and the community can collaborate to improve food hygiene and sanitation in residential and school areas.
Read More
S-11623
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive