Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
The incidence of Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the health problems that rank in the top ten diseases at the Puskesmas Plus, Sape District. Farmers in Sape District always plant rice every year, so there are many rice mills in the area. The presence of rice milling has the potential to cause ARI due to exposure to grain dust from the milling process. The study design used was cross-sectional to determine the relationship between individual characteristics, home characteristics, and workplace characteristics with the incidence of ARI. The used analyses are univariate, bivariate, and multivariate. The number of workers experiencing ARI is 52 people (53.1%). The results showed that the house humidity variable was significantly related to the incidence of ARI and was the dominant variable with p = 0,01 (OR = 7,00). There is no relationship between the characteristics of workers and the workplace environment with the incidence of ARI.
Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik di tempat kerja yang berpotensi
menimbulkan gangguan auditori ataupun nonauditori. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara pajanan kebisingan, karakteristik pekerja (usia, lama kerja,
status merokok, status penggunaan alat pelindung telinga, dan kebiasaan penggunaan
perangkat audio), dan gangguan auditori – nonaudtiroi di pabrik X tahun 2025. Penelitian
ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder dari perusahaan. Data diolah
menggunakan uji chi-square dengan software SPSS 22.0 untuk melihat adanya hubungan
signifikan secara statistik antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil
penelitian mendapatkan prevalensi gangguan auditori sebesar 6%; gangguan komunikasi
68%; gangguan psikologis 59%; dan gangguan fisiologis 24%. Tidak ada variabel
independen yang berhubungan dengan gangguan auditori. Hubungan signifikan secara
statistik hanya ditemukan antara variabel intensitas kebisingan dengan gangguan
komunikasi (p= <0,001); gangguan psikologis (p=0,004); dan gangguan fisiologis (p=
<0,001) serta variabel durasi pajanan (p=0,036); usia (p=0,019); dan lama kerja (p=0,035)
dengan gangguan fisiologis. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian
kebisingan dan peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan alat pelindung telinga di
area kerja. Perusahaan juga disarankan untuk memperkuat program konservasi
pendengaran serta meningkatkan edukasi tentang bahaya kebisingan guna melindungi
kesehatan pendengaran pekerjanya.
