Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Putri Maya Sari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Budi Hartono; Muhamad Dawaman
Abstrak:
Peristiwa seperti ancaman penembakan pada mahasiswa, ledakan laboratorium, kebakaran di ruang arsip, dll adalah bukti bahwa keadaan darurat dapat terjadi di perguruan tinggi. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan manajemen keadaan darurat di perguruan tinggi yang terdiri atas tahap pra, saat, dan pasca keadaan darurat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manajemen keadaan darurat pada elemen-elemen di 3 tahap tersebut. Penelitian dilakukan Fakultas X menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian berdasarkan Prosedur Penanggulan Keadaan Darurat K3L Universitas X, PP No. 21 Tahun 2008, UU No. 24 Tahun 2007, Perda Kota Depok Nomor 10 Tahun 2010, dan NFPA 2016 Edisi 2013, menunjukkan bahwa masih ada elemen pada tahap pra darurat dengan persentase terpenuhi dibawah 60%, yaitu mitigasi (25%); pencegahan (28,6%); prosedur (30%); serta pelatihan dan pendidikan (44,4%). Mitigasi mendapatkan persentase terkecil karena belum melaksanakan penilaian risiko secara keseluruhan. Sedangkan elemen lain yang mendapatkan persentase lebih dari 60% pada elemen di tahap pra keadaan darurat adalah: perencanaan umum (67,88%); sumber daya (77,8%); peringatan dini dan komunikasi (77.8%); pada saat keadaan darurat adalah: tanggap darurat (65,6%); dan pada pasca keaadan darurat adalah: keberlanjutan bisnis (69%).
Kata kunci: Manajemen Keadaan Darurat, Prosedur K3L Universitas X, pra keadaan darurat, saat terjadinya keadaan darurat, pasca keadaan darurat
Events such as threat of firing on students, lab explosion, fire in the archives room, etc. are proofs that the state of emergency can happen in college. Based on this, it needs emergency management in college. Emergency management consists of a pre-emergency, trans-emergency and post-emergency. This study aims to look at the emergency management at the elements in those 3 stages. Research carried at Faculty X Universitas X. This research uses descriptive analytic design with a qualitative approach. The results showed based on Operational Procedure on Emergency Management Universitas X, PP No. 21/2008, UU No. 24/2007, Perda Depok No. 10/2010, and NFPA 2016 Ed. 2013, showed that there are several elements on pre-emergency stage which percentages ―fulfilled‖ are below 60%. They are mitigation (25%); prevention (28,6%); procedure (30%); and training and education (44,4%). Percentage ―fulfilled‖ on mitigation is the least because Faculty X has not done risk assessment on every activities they do. Other elements which has percentage ―fulfilled‖ above 60% in pre-emergency are: general planning (67,88%); resources (77,8%); early warning and communication (77.8%); in trans-emergency is: emergency response (65,6%); and in post-emergency is: business continuity (69%).
Key words: Emergency Management, Operational Procedure on Emergency Management Universitas X, pre-emergency, trans-emergency, post emergency
Read More
S-9270
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Nurmauli; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Juwardi
Abstrak:
Berdasarkan data BNPB 2012, dampak bencana di Indonesia menyebabkan 75% sekolah berada pada risiko sedang hingga tinggi. Menurut data Kemendikbud tahun 2011, sebanyak 194.884 ruang kelas rusak berat di SD/ SDLB dan SMP/ SMPLB.. Ketidaksiapan komponen sekolah dalam menghadapi peristiwa bencana yang terjadi semakin memperbesar risiko yang mereka alami, oleh karena itu kesiapan keadaan darurat perlu dilakukan di sekolah dasar Pemuda Bangsa Depok, dimana secara geografis Kota Depok merupakan kota yang rawan bencana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi kualitatif menggunakan tehnik wawancara mendalam dan observasi yang dilakukan dari bulan Nopember - Juni 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa SD Pemuda Bangsa Depok belum memiliki kebijakan dan tim khusus tanggap darurat sehingga persiapan mengenai keadaan darurat belum dilaksanakan.
Kata Kunci: bencana; keadaan darurat; sekolah dasar; risiko bencana
Read More
Kata Kunci: bencana; keadaan darurat; sekolah dasar; risiko bencana
S-8723
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nida Hanifah Nasir; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Arief Kusuma, Devi Partina Wardani
Abstrak:
UI telah mengidentifikasi 7 potensi keadaan darurat yaitu kebakaran, pohon tumbang, darurat medis, kecelakaan lalu lintas, insiden laboratorium, gempa bumi dan tenggelam. Keadaan darurat yang tidak ditanggulangi dengan baik dapat menjadi suatu keadaan krisis dan akan menimbulkan kerugian bagi Universitas. Aplikasi mobile Panic Button UI merupakan salah satu layanan notifikasi keadaan darurat untuk menanggulangi 7 keadaan darurat tersebut. Namun pada penerapan aplikasi yang saat ini dimiliki masih memiliki beberapa keterbatasan, oleh karena itu peneliti melakukan pengembangan terhadap aplikasi tersebut. Hasil rancang ulang desain aplikasi Mobile Panic Button UI (PB 2) dapat meningkatkan 70% pemenuhan aplikasi sebelumnya (PB 1). Pemenuhan standar aplikasi tersebut meliputi informasi nama dan No HP pengguna, pilihan kategori keadaan darurat, informasi korban, informasi foto/voice, deskripsi keadaan darurat (teks), pilihan lokasi kejadian, pengiriman notifikasi keadaan darurat, pop up notifikasi terkirim, informasi keadaan darurat kepada petugas ERT. Setelah dilakukan pelatihan waktu penggunaan aplikasi Mobile Panic Button UI lebih cepat 20 detik. Pengembangan aplikasi Mobile Panic Button UI (PB 2) dapat mempercepat waktu respon dan aksi respon, meningkatkan keakuratan respon, memudahkan proses notifikasi keadaan darurat serta memudahkan komunikasi keadaan darurat
Read More
T-5791
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wanadri Agung Sasana; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Wildan Ramdan Nurhuda, Laura Marian
Abstrak:
Bencana industri merenggut ribuan nyawa setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar disebabkan oleh konstruksi atau desain fasilitas yang buruk atau kebakaran besar atau ledakan yang menghanguskan bangunan. Selain desain fasilitas yang buruk, keadaan darurat dapat terjadi diakibatkan oleh adanya Process safety event (PSE) yang melibatkan pelepasan/kehilangan penahanan bahan berbahaya yang dapat mengakibatkan konsekuensi kesehatan dan lingkungan dalam skala besar. Pada saat ini PT. J berada pada tahap desain industri petrokimia. Perusahaan akan memproses bahan kima dengan jumlah besar sehingga perusahaan memiliki bahaya yang tinggi dan berisiko menimbulkan bencana, oleh karena itu PT. J memerlukan suatu sistem manajemen kedaruratan yang dapat menanggulangi setiap potensi bencana yang muncul dan berdampak bagi perusahaan pada tahap operasional. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan manajemen keadaan darurat pada tahap desain industri petrokimia di PT. J, yang terdiri dari perencanaan sebelum terjadi keadaan darurat, saat terjadi keadaan darurat dan setelah terjadi keadaan darurat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, dengan menggunakan desain studi kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui survey lapangan dan Focus Gruop Discussion (FGD) menggunakan Emergency Management Assessment Checklist for Design Stage, yang telah dimodifikasi dari NFPA 1600 edisi 2019. Data Sekunder dikumpulkan melalui telaah dokumen. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. J belum menerapkan siklus hidup manajemen keadaan darurat secara komprehensif. Pada tahap sebelum terjadi keadaan darurat, perusahaan belum memiliki perencanaan edukasi dan pelatihan, latihan dan uji coba. Pada tahap saat terjadi keadaan darurat diketahui bahwa perusahaan belum memiliki prosedur jadwal pengujian protokol peringatan, pemberitahuan, dan komunikasi saat terjadi keadaan darurat. Selain itu, pada tahap setelah terjadi keadaan darurat perusahaan belum memiliki perencanaan kontinuitas dan pemulihan yang meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi. Perusahaan telah melakukan dan memiliki beberapa perencanaan untuk mitigasi, kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Perusahaan disarankan untuk mengembangkan rencana yang ada dan membuat rencana baru untuk memaksimalkan perencanaan manajemen keadaan darurat pada tahap desain untuk menghadapi peristiwa keadaan darurat di industri petrokimia pada tahap operasional PT. J.
Industrial disasters claim thousands of lives every year around the world. Most are caused by poor construction or design of facilities or large fires or explosions that engulf buildings. In addition to poor design facility, emergencies can occur as a result of a Process safety event (PSE) which involves the release/loss of containment of hazardous materials which can result in large-scale health and environmental consequences. At this time PT. J is at the design stage of the petrochemical industry. The company will process chemicals in large quantities so that the company has a high hazard and the risk of causing an emergency event, therefore PT. J requires an emergency management system that can handle any potential emergency events that might arise and impact the company at the operational stage. The purpose of this study was to analyze emergency management planning at the design stage of the petrochemical industry at PT. J, which consists of planning before an emergency occurs, when an emergency occurs and after an emergency occurs. This research is an analytic descriptive research, using a qualitative study design. Primary data collection was carried out through field survey and conduct Focus Group Discussion (FGD) using the Emergency Management Assessment Checklist for Design Stage, which has been modified from the NFPA 1600 edition 2019. Secondary data was collected through document review. Based on the research results shows that PT. J has not implemented a comprehensive emergency management life cycle. At the stage before an emergency occurred, the company did not yet have planning for competency and training, drills and trials. At the stage when an emergency occurs, it is known that the company doesn’t have procedures for testing protocols for warning, notification, and communication during an emergency. In addition, at the stage after an emergency occurs, the company does not yet have a continuity and recovery plan that includes rehabilitation and reconstruction. The company has carried out and has several plans for mitigation, preparedness and emergency response. Companies are advised to develop existing plans and create new plans to maximize emergency management planning at the design stage to deal with emergency events in the petrochemical industry at the operational stage of PT. J.
Read More
Industrial disasters claim thousands of lives every year around the world. Most are caused by poor construction or design of facilities or large fires or explosions that engulf buildings. In addition to poor design facility, emergencies can occur as a result of a Process safety event (PSE) which involves the release/loss of containment of hazardous materials which can result in large-scale health and environmental consequences. At this time PT. J is at the design stage of the petrochemical industry. The company will process chemicals in large quantities so that the company has a high hazard and the risk of causing an emergency event, therefore PT. J requires an emergency management system that can handle any potential emergency events that might arise and impact the company at the operational stage. The purpose of this study was to analyze emergency management planning at the design stage of the petrochemical industry at PT. J, which consists of planning before an emergency occurs, when an emergency occurs and after an emergency occurs. This research is an analytic descriptive research, using a qualitative study design. Primary data collection was carried out through field survey and conduct Focus Group Discussion (FGD) using the Emergency Management Assessment Checklist for Design Stage, which has been modified from the NFPA 1600 edition 2019. Secondary data was collected through document review. Based on the research results shows that PT. J has not implemented a comprehensive emergency management life cycle. At the stage before an emergency occurred, the company did not yet have planning for competency and training, drills and trials. At the stage when an emergency occurs, it is known that the company doesn’t have procedures for testing protocols for warning, notification, and communication during an emergency. In addition, at the stage after an emergency occurs, the company does not yet have a continuity and recovery plan that includes rehabilitation and reconstruction. The company has carried out and has several plans for mitigation, preparedness and emergency response. Companies are advised to develop existing plans and create new plans to maximize emergency management planning at the design stage to deal with emergency events in the petrochemical industry at the operational stage of PT. J.
T-6664
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gaby Rachel; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Devi Partina Wardani
Abstrak:
Penelitian ini mengevaluasi implementasi layanan panggilan darurat di Universitas Indonesia Tahun 2018-2019. Penelitian ini menggunakan metode semi-kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian mendapatkan hasil 55% penilaian mahasiswa terhadap komponen system assessment tergolong baik namun fitur dari aplikasi UI Panic Button masih kurang. Pada komponen program planning 40,8% penilaian mahasiswa menunjukkan komponen tergolong baik. Pilihan untuk menghubungi layanan tanggap darurat disediakan untuk menyesuaikan ketersediaan pulsa dan kuota internet mahasiswa namun beberapa masih menganggap penggunaan aplikasi UI Panic Button kurang efisien karena panggilan yang menurutnya pada akhirnya terhubung ke telepon darurat UI. Didapatkan 52,5% penilaian mahasiswa pada program implementation tergolong baik Namun sosialisasi layanan kurang khususnya mengenai kegunaan dari layanan panggilan darurat ini. Selain itu, penyebarannya tidak luas kepada seluruh mahasiswa. 38,3% penilaian program improvement baik dan tidak semua mahasiswa tahu cara penggunaannya. Dari sisi instalasi dan pengaturan perangkat, UI sudah mendesain proses yang bertujuan mempercepat waktu respons. Selain itu, sudah dilakukan juga pelatihan bagi petugas terkait keadaan darurat yang dapat terjadi di kampus UI. Pada program certification, 50% penilaian dari mahasiswa yang sudah menggunakan layanan tergolong baik. Hasil penelitian menyarankan agar Universitas Indonesia memperbanyak fitur aplikasi UI Panic Button; memperluas sosialisasi layanan; mewajibkan pengunduhan UI Panic Button; serta meningkatkan kualitas layanan. Kata kunci: Evaluasi program, manajemen keadaan darurat, layanan panggilan darurat, pelaporan insiden
Read More
S-10157
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Febry Arieffani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Robiana Modjo, Achmad Dahlan, Priyo Djatmiko
Abstrak:
Read More
Tesis ini membahas faktor risiko distres pada petugas penanggulangan keadaan darurat di PT. X tahun 2023 dengan menggunakan metode self report measure. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan pada Oktober-November 2023 dengan populasi seluruh tim penanggulangan keadaan darurat di PT. X yang terlibat dalam penanggulangan keadaan darurat level 2 tahun 2023. Ditemukan bahwa dari 63 responden, 37 pekerja (58,73%) dengan tingkat gejala distress tinggi (skor ≥27 poin) dan 26 pekerja (41,27%) dengan tingkat gejala distress rendah (skor <27 poin). Hasil analisa menggunakan Chi-Square ditemukan faktor yang berhubungan secara signfikan (pvalue≤0,05) dengan tingkat gejala distress adalah Beban Berlebih Kualitatif (pvalue=0,009); Peran Dalam Organisasi (p-value=0,009); Konflik Peran (p-value=0,003); dan Hubungan Interpersonal (p-value=0,029). Hasil penelitian menyarankan PT. X untuk melakukan pengelolaan terhadap 58,73% sampel yang mengalami distres tinggi. Melakukan performance, psychological, maupun biochemical measure kepada para pekerja PT. X. Mengisi job vacant dan memasukkan semua fungsi dalam struktur OKD. Melakukan latihan bersama dengan TBKD internal & eksternal dalam beberapa batch untuk mengakomodir pekerja shift. Melemburkan shift pagi/siang untuk backup operasional agar semua anggota tim bisa ikut latihan. Membuat matrix pelatihan agar bisa dilakukan intervensi oleh pimpinan terhadap pekerja yang belum ikut pelatihan. Mengirimkan pekerja sebagai TBKD jika ada keadaan darurat ditempat lain. Membacakan risk card / SOP minimum seminggu sekali saat serah terima regu. Mengadakan un-announced drill maksimum 6 bulan sekali agar pekerja selalu siaga. Perlu dipertimbangkan untuk membuat strukur dan SOP tim recovery / nomalisasi saat terjadi keadaan darurat. Kata Kunci : Distress, Keadaan Darurat, Pemadam Kebakaran
This thesis discusses the risk factors for distress in emergency management officers at PT. X in 2023 using the self-report measure method. This study is a qualitative study conducted in October-November 2023 with a population of all emergency management teams at PT X involved in level 2 emergency management in 2023. It was found that out of 63 respondents, 37 workers (58.73%) with high levels of distress symptoms (score ≥27 points) and 26 workers (41.27%) with low levels of distress symptoms (score <27 points). The results of the analysis using Chi-Square found that the factors that were significantly associated (p-value≤0.05) with the level of distress symptoms were Qualitative Overload (p-value=0.009); Role in the Organization (p-value=0.009); Role Conflict (pvalue=0.003); and Interpersonal Relationships (p-value=0.029). The results of the study suggest PT. X to manage 58.73% of the sample who experience high distress. Conduct performance, psychological, and biochemical measures to PT X workers. Fill vacant jobs and include all functions in the OKD structure. Conduct joint training with internal & external TBKD in several batches to accommodate shift workers. Release morning/afternoon shifts for operational backup so that all team members can participate in the training. Create a training matrix so that interventions can be made by leaders for workers who have not participated in the training. Send workers as TBKD if there is an emergency elsewhere. Read the risk card / SOP at least once a week during the team handover. Hold an unannounced drill at least once every 6 months so that workers are always alert. Consider creating a structure and SOP for the recovery / nomalization team in the event of an emergency. Keywords: Distress, Emergency, Fire Department
T-6901
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rista Maulani Rahman; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Farida Tusafariah
S-6698
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dimas Abimanyu Wicaksono; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Fatma Lestari, Kusuma Nata Negara
Abstrak:
Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara besar-besaran membuat banyaknya proyek konstruksi di kota besar dengan karakteristik pekerja yang beragam. Penelitian ini membahas tentang gambaran pemenuhan kesesuaian pelaksanaan system tanggap darurat dan keberlangsungan usaha pada proyek pembangunan rusun padat karya, PT. Wika Gedung pada tahun 2020 dalam upaya mempersiapkan proses tanggap darurat jika terjadi keadaan darurat/bencana. penelitian ini bersifat kualitatif dengan studi deskriptif yang menggunakan dua jenis data, yaitu data primer yang didapatkan melalui wawancara dan data sekunder melalui telaah dokumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian implementasi system tanggap darurat dan keberlangsungan usaha di proyek pembangunan rusun padat karya PT. Wika Gedung ditinjau dari National Fie Protection Association 1600 (NFPA 1600) edisi tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian implementasi system tanggap darurat di proyek pembangunan rusun padat karya PT. Wika Gedung berdasarkan NFPA 1600 adalah sebesar 74%, sedangkan ketidak sesuaiannya adalah 25%. meskipun kesesuaia sudah cukup baik, perusahaan perlu meningkatkan perencanaan dan upaya manajemen keadaan darurat yang lebih komperhensif. Kata kunci: Sistem Tanggap Darurat, Pembangunan Rusun, NFPA 1600 edisi 2019, Keadaan Darurat/Bencana Infrastructure development carried out in large numbers and makes various construction projects in cities with diverse worker characteristics. Focus of this research is looking for overview of conformity for implementation emergency response system and business continuity at Padat Karya Flat Contructuin PT. Wika Gedung in 2020 to prepare emergency response in the event of an emergency or disaster. This research is a qualitative descriptive study design that use two types of datas, primary data obtained through interviews and secondary data through document review. The purpose of this research is to determine conformity of the implementation emergency response system and business continuity in Padat Karya Flat Contructuin PT. Wika Gedung in terms of National Fire Protection Association 1600 (NFPA 1600) 2019 edition. From this study, it can be concluded that the conformity of the emergency response system implementation based on NFPA 1600 in Padat Karya Flat Contructuin PT. Wika Gedung is 74%, while the unconformity is 25%. Although the result is acceptable, the company is required to improve the emergency response system planning and implementation in order to be more comprehensive. Key words: Emergency Response System, Flat Construction, NFPA 1600 2019 edition, Emergency/Disaster
Read More
S-10295
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dinda Dwi Apriliani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Candra Satrya, Muhammad Irwansyah
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang gambaran kesesuaian pelaksanaan sistem tanggapdarurat di Mall Grand Galaxy Park dalam upaya program tanggap darurat jikaterjadi kebakaran. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan studi deskripstif yangmenggunakaan dua jenis teknik pengumpulan data, yaitu data primer berupawawancara dan observasi serta data sekunder berupa telaah dokumen. Tujuanpenelitian ini yaitu untuk melakukan penilaian terhadap sistem tanggap darurat diMall Grand Galaxy Park Tahun 2016 dengan mengacu pada standar NFPA 1600Tahun 2013: Standard on Disaster/Emergency Management and BusinessContinuity Programs. Hasil dari penelitian ini diharapkan agar manajemen malldapat melakukan tinjauan atas saran yang diberikan agar meningkatkan sistemtanggap darurat yang dimiliki serta melihat kesesuaian penggunaan NFPA 1600Tahun 2013: Standard on Disaster/Emergency Management and BusinessContinuity Programs dalam menilai sistem tanggap darurat pusat perbelanjaan.Kata kunci : Sistem Tanggap Darurat, NFPA 1600 Edisi 2013, KeadaanDarurat/Bencana, Bahaya Kebakaran
This thesis discusses the assessment of emergency response system in case of firein Grand Galaxy Park Mall. This study is a qualitative study that uses two types ofdata collection techniques, which are primary data in the form of interviews andobservations and secondary data from the study documents. The purpose of thisstudy is to assess the emergency response system in the Grand Galaxy Park Mall2016 with reference to the NFPA 1600 2013 Edition: Standard onDisaster/Emergency Management and Business Continuity Programs. The resultsof this study are expected in order to mall management can conduct a review ofthe advice given to improve their emergency response system and to see theappropriateness of using NFPA NFPA 1600 2013 Edition: Standard onDisaster/Emergency Management and Business Continuity Programs in assessingthe emergency response system of shopping center.Keywords: Emergency Response Systems, NFPA 1600 2013 Edition,Emergency/Disaster, Fire Hazard.
Read More
This thesis discusses the assessment of emergency response system in case of firein Grand Galaxy Park Mall. This study is a qualitative study that uses two types ofdata collection techniques, which are primary data in the form of interviews andobservations and secondary data from the study documents. The purpose of thisstudy is to assess the emergency response system in the Grand Galaxy Park Mall2016 with reference to the NFPA 1600 2013 Edition: Standard onDisaster/Emergency Management and Business Continuity Programs. The resultsof this study are expected in order to mall management can conduct a review ofthe advice given to improve their emergency response system and to see theappropriateness of using NFPA NFPA 1600 2013 Edition: Standard onDisaster/Emergency Management and Business Continuity Programs in assessingthe emergency response system of shopping center.Keywords: Emergency Response Systems, NFPA 1600 2013 Edition,Emergency/Disaster, Fire Hazard.
S-9284
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Meilissa Ayu Pratiwi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Ridwansyah
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang gambaran pemenuhan kesesuaian pelaksanaan sistem tanggap darurat PT X dalam upaya mempersiapkan proses tanggap daruratjika terjadi keadaan darurat/bencana. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain studi deskriptif yang menggunakan dua jenis data, yaitu pata primer yang didapatkan melalui wawancara dan observasi, serta data skunder melalui telaah dokumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian implementasi sistem tanggap darurat di Oil and Gas Services Company PT X ditinjau dari National Fire Protection Association 1600 (NFPA 1600) tahun 2012. Hasil penelitian inidiharapkan agar PT X dapat mempertimbangkan saran yang diberikan untuk meningkatkan pemenuhan semua elemen persyaratan NFPA 1600 dalammengimplementasikan sistem tanggap darurat di perusahaannya.Kata kunci : Sistem Tanggap Darurat, NFPA 1600, Keadaan Darurat/Bencana
Focus of this study is looking for overview of compliance conformity forimplementation emergency response system at PT X to prepare emergencyresponse in the event of an emergency/disaster. This research is a qualitativedescriptive study design that use two types of datas, primary data obtainedthrough interviews and observations, and secondary data through documentreview. The purpose of this study to determine conformity of the implementationemergency response system in Oil and Gas Services Company PT X as perNational Fire Protection Association 1600 (NFPA 1600) in 2012. PT. X areexpected to consider the advice had given based on results of this study toimprove compliance to all elements requirements of NFPA 1600 in the company'semergency response system.Keywords: Emergency Response System, NFPA 1600, Emergency / Disaster.
Read More
Focus of this study is looking for overview of compliance conformity forimplementation emergency response system at PT X to prepare emergencyresponse in the event of an emergency/disaster. This research is a qualitativedescriptive study design that use two types of datas, primary data obtainedthrough interviews and observations, and secondary data through documentreview. The purpose of this study to determine conformity of the implementationemergency response system in Oil and Gas Services Company PT X as perNational Fire Protection Association 1600 (NFPA 1600) in 2012. PT. X areexpected to consider the advice had given based on results of this study toimprove compliance to all elements requirements of NFPA 1600 in the company'semergency response system.Keywords: Emergency Response System, NFPA 1600, Emergency / Disaster.
S-7584
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
