Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 406 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Penulis: Nanda Bella Hayana, Aditya Dwi Purwaningsih, Atikah Nurusshohwah, Bulan Kamillah, Deva Arianti, Dinaglenie Paltria, Toni Hermanwan, Fitria Andriani Fakdawer, Lailatul Husna, Lami Trisetiawati, Maulidia Zahida
362.1 KUP
Depok : Universitas Indonesia Publishing, 2025
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salmah; Pembimbing: Salmah; Penguji: Kurnia Sari, Suprijanto Rijadi, Grace Sabrina Rumengan, Sardi
T-4354
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Duta Liana; Promotor: Fatma Lestari; Ko Promotor: Sutoto, Robiana Modjo; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Besral, Doni Hikmat Ramdhan, Emma Rachmawati
Abstrak: Penelitian kematangan budaya keselamatan di layanan kesehatan sangat jarang dilakukan, hanya berfokus pasien dan menggunakan instrumen MaPSaF. Tujuan penelitian untuk mengembangkan instrumen pengukuran kematangan budaya keselamatan secara komprehensif meliputi mutu, keselamatan pasien, keselamatan dan kesehatan pekerja dengan 5 (lima) tingkat yaitu patologi, reaktif, birokratif, proaktif, generatif. Instrumen DUTA-RS mengandung 1118 EP dari SNARS edisi 1. Desain penelitian cross-sectional dengan data sekunder akreditasi RS dari KARS (2018-2019) dan data primer sebagai post hoc evaluation untuk validasi data sekunder, berupa kuesioner, focus Group Discussion dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan deskriptif, mean, safety culture maturity level (SCML), Confirmatory Factor Analysis dan Stuctural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan kematangan budaya keselamatan pada tingkat proaktif (58%), kelulusan paripurna menunjukkan tingkat proaktif (50,8%) dan generatif (48,7%). Model DUTA-RS memenuhi goodness of fit dengan variabel konstruk valid dan reliabel. Variabel yang berpengaruh adalah situasional (p- value=0,016, koefisien standar=0,596) dan perilaku keselamatan (p-value=0,030, koefisien standar=0,521). Indikator terkuat adalah kepemimpinan (faktor loading=0,87), manajemen risiko (faktor loading=0,87), kepatuhan (faktor loading=0,85). Variabel iklim keselamatan tidak berpengaruh terhadap kematangan budaya keselamatan (p-value=0,635). Indikator terlemah iklim keselamatan adalah pembelajaran (faktor loading=0,62), komunikasi (faktor loading=0,65). Pada data primer dan sekunder menunjukkan kesamaan nilai rata-rata iklim keselamatan dalam kategori baik dan hasil SCML pada level 4 (proaktif). Website DUTA-RS memunculkan tingkat kematangan budaya keselamatan, nilai rata-rata indikator, indikator terlemah setiap variabel, saran perbaikan. Website DUTA-RS dapat dibridging dengan SIKARS untuk benchmarking dalam skala nasional. Penelitian selanjutnya untuk pengembangan website DUTA-RS.
Read More
D-447
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andhika Stevianingrum; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Chandra Satrya, Astrid Wina Lestari, Siti Rahmatia Pratiwi
Abstrak: Tesis ini membahas terkait gambaran tingkat kematangan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (Safety Culture Maturity Level) serta kinerja keselamatan di PT. X, sebuah perusahaan jasa pertambangan batubara. Penelitian dilakukan dengan pendekatan semi-kuantitatif dengan desain studi cross-sectional pada pekerja di jobsite A,B,C,D pada bulan April - Juni 2022. Variabel kematangan budaya K3 nantinya dilihat keterkaitannya terhadap kinerja keselamatan di PT.X. Hasil penelitian menunjukkan hasil tingkat kematangan budaya keselamatan di PT X pada level Proaktif dengan kinerja keselamatan berdasarkan tingkat kejadian kecelakaan yang dinilai baik, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kematangan budaya keselamatan dengan kinerja keselamatan di PT.X
Read More
T-6395
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naila Allika Zatialiyah Mayuza; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Abdul Kadir, Subkhan
Abstrak: Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar menyumbang kejadian kecelakaan kerja di Indonesia. Sebagian besar kecelakaan kerja disebabkan oleh persepsi pekerja yang belum menganggap keselamatan menjadi prioritas utama. Dalam mencegah kejadian kecelakaan diperlukan budaya keselamatan yang baik di tempat kerja. Oleh karena itu, pendekatan yang dapat dilakukan salah satunya dengan memahami persepsi pekerja akan keselamatan yang dikenal dengan iklim keselamatan. Skripsi ini bertujuan untuk memberikan gambaran iklim keselamatan melalui survei persepsi pekerja terhadap komitmen manajemen, komunikasi K3, aturan dan prosedur K3, pelatihan K3, akuntabilitas pribadi, dan lingkungan yang mendukung. Desain penelitian deskriptif dan metode Proportionate Stratified Random Sampling digunakan dalam studi ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklim keselamatan pada proyek konstruksi dalam kondisi baik. Persepsi pekerja pada dimensi komitmen manajemen mendapatkan penilaian terbaik dari keenam dimensi iklim keselamatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pekerja menaruh keperacayaan akan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang telah dilakukan oleh perusahaan di tempat kerja. Selain itu, dimensi akuntabilitas pribadi perlu diperhatikan untuk dapat menghilangkan perasaan khawatir pekerja akan risiko kecelakaan di tempat kerja.
The construction sector is one sector that significant contributors to most accidents in Indonesia. Most accidents are caused by the perception of workers who do not consider safety to be a top priority. Preventing accidents requires a good safety culture in the workplace. Therefore, one approach that can be taken is by understanding workers' perceptions of safety, which is known as the safety climate. This thesis aims to provide an overview of the safety climate through a survey of workers' perceptions of management commitment, OSH communication, OSH rules and procedures, OSH training, personal accountability, and a supportive environment. Descriptive research design and proportional stratified random sampling method were used in this study. The results of this study indicate that the safety climate in the construction project is in good condition. Workers' perceptions of the management commitment dimension get the best score from the six safety climate dimensions. This shows that workers put their trust in the implementation of occupational safety and health that has been carried out by the company in the workplace. In addition, the dimension of personal accountability needs to be considered in order to eliminate workers' feelings of worry about the risk of accidents in the workplace.
Read More
S-11075
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stewart Pardamean Siagian; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Ridwan Zahdi Sjaaf, Ardina Kusumawati, Narwoko
Abstrak: Sebagian besar kecelakaan serius salah satunya disebabkan oleh tidak ada penilaianrisiko sebelumnya. Tesis ini bertujuan untuk menciptakan pola pikir pengembanganprogram keselamatan dan indikator kinerja keselamatan yang proaktif berdasarkanHIRADC agar terciptanya kondisi lingkungan kerja yang aman dan terhindar darikecelakaan kerja. Metode analisis penilaian risiko yang digunakan adalah semikuantitatif sesuai dengan standard AS/NZS 4360 : 2004 sedangkan analisis evaluasikesesuaian dilakukan secara deskriptif analitik berdasarkan observasi lapangan,wawancara dan penelahaan dokumen.
Berdasarkan hasil identifikasi bahaya danpenilaian risiko kerja PT XYZ didapat bahwa Departemen PPIC dan Produksi yangmemiliki aktivitas pekerjaan berisiko tinggi yang terbanyak. 47 tindakanPengendalian yang sudah dilakukan dan 29 tindakan yang belum direncanakan olehmanajemen workshop. Berdasarkan evaluasi kesesuaian HIRADC dengan datainvestigasi kecelakaan terdapat 10 aktivitas pekerjaan menjadi berisiko tinggi. 16program keselamatan kerja sesuai dengan pengendalian pada HIRADC diworkshop dan 10 program prioritas utama perlu dilakukan perbaikan. 15 indikatoryang dapat menjadi indikator kinerja keselamatan sesuai dengan program kerjakeselamatan.
Kata kunci: Penilaian risiko, Program keselamatan, Indikator kinerja keselamatan
Read More
T-5224
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Reza Huzain; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Marina Kartikawati, Hairudin Bangun Prasetyo
Abstrak: Konstruksi merupakan salah satu sektor yang memiliki kompleksitas tinggi dan memiliki perkembangan yang pesat di setiap tahunnya. Dapat dikatakan sektor konstruksi merupakan salah satu industry yang memiliki risiko tinggi. Kontribusi kecelakaan di sector konstruksi banyak disebabkan oleh perilaku tidak selamat walaupun sudah ada program keselamatan yang berjalan. Iklim keselamatan dapat meningkatkan kesadaran keselamatan pekerja dan mengurangi perilaku kerja tidak aman.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran profil iklim keselamatan di proyek A sebagai salah satu proyek konstruksi percontohan di DKI Jakarta. Sampel pada penelitian ini adalah pekerja di proyek A yang berjumlah 272 pekerja yang datanya diambil melalui kuesioner yang menggunakan metode potong lintang.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa iklim keselamatan di proyek A ada pada level proaktif dimana skor variabel safety as value, leadership, empowerment, dan communication memiliki angka tertinggi dan variabel commitment, accountability dan training in all levels memiliki angka yang kurang dan perlu ada perhatian dari organisasi. Pelaksanaan program dan komitmen dari manajemen menjadi fokus yang harus dilakukan proyek A demi memperbaiki iklim keselamatan di proyek A.
Construction is one sector that has a high complexity and has a rapid development every year. It can be said that the construction sector is an industry that has a high risk. The contribution of accidents in the construction sector is mostly caused by unsafe behavior even though there are already ongoing safety programs. A safety climate can increase worker safety awareness and reduce unsafe work behavior.
This study aims to describe the profile of the safety climate in project A as one of the pilot construction projects in DKI Jakarta. The sample in this study were workers in project A totaling 272 workers whose data were taken through a questionnaire using the cross-sectional method.
The results of this study explain that the safety climate in project A is at a proactive level where the scores for the variables safety as value, leadership, empowerment, and communication have the highest numbers and the variables commitment, accountability and training at all levels have less numbers and need attention from organization. Program implementation and commitment from management are the focus of project A to improve the safety climate in project A.
Read More
T-6479
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delfianda; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi; Hendra; Ade Kurdiman, Wahyudin
Abstrak: ABSTRAK Nama : Delfianda Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Kajian Kinerja Keselamtan Kerja Ditinjau Dari Keterlibatan Manajemen Di Departemen Industrial Plant PT X Tahun 2019 Pembimbing : Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M, M.K.K.K, Ph.D Industri jasa konstruksi memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Berdasarkan catatan European Agency for Health & Safety at Work tahun 2007, Health and Safety Executive di tahun 2009, serta National Institute for Occupational Safety and Health di tahun 2010 yang dirangkum oleh Conchie, Moon, & Duncan (2013) menyatakan bahwa industri konstruksi mencatat kecelakaan kerja terbanyak, baik berupa cidera dan kematian di Eropa dan Internasional. Keterlibatan Manajemen merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kinerja Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan (K3L). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterlibatan manajemen dalam kinerja keselamatan. Penelitian ini deskriptif dengan metode cross sectional yang dijalankan dengan wawancara mendalam, observasi lapangan dan juga kuesioner sebanyak 93 orang pada Maret-Mei 2019. Variabel yang dilihat adalah iklim keselamatan, tanggung jawab keselamatan, dan kinerja keselamatan. Hasil penelitian didapatkan bahwa keterlibatan manajemen masih kurang menonjol dibuktikan dengan wawancara dan obsevasi lapangan walaupun pada laporan baik. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai kebijakan K3L, kurangnya komunikasi, lemahnya konsistensi dan komitmen penerapan K3L, serta kurangnya tindakan proaktif dan inisiatif saat menghadapi masalah K3L. Hal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan manajemen ditunjukan dengan tanggung jawab dengan menyusun dan melaksanakan program pelatihan kepemimpinan bagi semua level serta menjaga pelaksanaan program K3L di tempat kerja. Kata kunci: Kepemimpinan, Tanggung Jawab Keselamtan, Iklim & Kinerja Keselamatan ABSTRACT Name : Delfianda Study Program : Occupational Health and Safety Title : Study of Work Safety Performance Viewed from the Management Involvement in PT X 2019 Counsellor : Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M, M.K.K.K, Ph.D The construction service industry has a high risk of workplace accidents. Based on records of the European Agency for Health & Safety at Work in 2007, the Health and Safety Executive in 2009, and the National Institute for Occupational Safety and Health in 2010 summarized by Conchie, Moon, & Duncan (2013) stated that the construction industry recorded accidents most work, both in the form of injury and death in Europe and International. Management involvement is an important component in improving Health, Safety, Security and Environment (K3L) performance. This study aims to examine management involvement in safety performance. This is a descriptive study with a cross sectional method which is carried out by in-depth interviews, field observations and questionnaires as many as 93 people in March-May 2019. The variables seen are climate safety, safety accountability, and safety performance. The results showed that management involvement was still less prominent as evidenced by interviews and field observations even in good reports. This is due to a lack of understanding of HSE policies, lack of communication, lack of consistency and commitment to implementing HSE, as well as a lack of proactive actions and initiatives when dealing with HSE problems. Things that can be applied to improve management involvement are indicated by field safety accountability that results in good safety performance with safety leadership, among others by compiling and implementing safety leadership training programs for all levels of leadership and maintaining monitoring of the implementation of the K3L program in the workplace. Keywords: Leadership, Safety Acountability, Safety Climate, and Safety Performance
Read More
T-5760
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rochmanisa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Konstruksi jalan merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki banyak sekali potensi bahaya. Beberapa isu keselamatan pun marak dibicarakan terkait dengan pekerjaan konstruksi yang dilakukan di jalan. Lokasi perbaikan jalan berbahaya tidak hanya bagi pengguna jalan tetapi juga bagi para pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan melakukan observasi dan wawancara yang hasilnya dibadingkan dengan beberapa pedoman keselamatan jalan pada pekerjaan jalan. Berdasarkan hasil penelitian ini, penerapan sistem keselamatan jalan pada proyek jalan di Depok tahun 2012 belum berjalan maksimal. Hal ini disebabkan belum adanya komitmen penuh pihak penyelenggara maupun pihak pelaksana pekerjaan jalan dan koordinasi diantaranya maupun dengan Kepolisian Kota Depok.
 

Road construction is a work with one of the most dangerous hazard potential. A lot of people talking about the safety issues related to road construction. Road work zone is dangerous not only to the road users, but also dangerous to the workers. The research methode that used for this thesis is qualitative descriptive using observation and interview which the result of it being compered with road safety guide on roadwork that exist. Based on this research, the implementation of road safety system in roadwork project in Depok year 2012 was not quite good. The cause was there are still no commitment neither from the goverment and the contractor, and no coordination with Depok Police Deparment.
Read More
S-7602
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Suparto; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Doni Hikmat Ramdhan, Ahmad Wildan, Pungkas Hendratmoko
Abstrak:
Psikososial merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja pada pengemudi. Tujuan umum pada penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan psikososial berdampak keselamatan mengemudi pada pengemudi tangki BBM di PT X. Metode penelitian ini yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel yang diambil sebanyak 252 responden merupakan driver pengemudi tangki BBM di PT X. Variabel pada penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu faktor individu dan faktor lingkungan, sedangkan variabel dependen keselamatan mengemudi. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Tehnik penelitian menggunakan analisis univariate, bivariate dan mulivariate. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 127 responden atau 50,4% mengalami perilaku tidak selamat, sedangkan 125 responden atau 49,6% mengalami perilaku selamat. Faktor psikososial yang paling dominan berpengaruh terhadap keselamatan mengemudi yaitu supervisor support yang memiliki 1,95 kali lebih besar untuk berperilaku selamat dalam keselamatan mengemudi.

Psychosocial factors are one of the causes of work accidents among drivers. The general objective of this study is to identify factors related to psychosocial aspects that impact driving safety among fuel tanker drivers at PT X. This research employs a quantitative method with a cross-sectional study approach. A total of 252 respondents, who are fuel tanker drivers at PT X, were sampled. The variables in this study consist of independent variables, namely individual factors and environmental factors, while the dependent variable is driving safety. Data collection was carried out by distributing questionnaires. The research technique involves univariate, bivariate, and multivariate analysis. The results show that 127 respondents, or 50.4%, exhibited unsafe behavior, while 125 respondents, or 49.6%, demonstrated safe behavior. The most dominant psychosocial factor influencing driving safety is supervisor support, which increases the likelihood of safe driving behavior by 1.95 times.
Read More
T-7208
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive