Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Delfianda; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi; Hendra; Ade Kurdiman, Wahyudin
Abstrak: ABSTRAK Nama : Delfianda Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Kajian Kinerja Keselamtan Kerja Ditinjau Dari Keterlibatan Manajemen Di Departemen Industrial Plant PT X Tahun 2019 Pembimbing : Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M, M.K.K.K, Ph.D Industri jasa konstruksi memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Berdasarkan catatan European Agency for Health & Safety at Work tahun 2007, Health and Safety Executive di tahun 2009, serta National Institute for Occupational Safety and Health di tahun 2010 yang dirangkum oleh Conchie, Moon, & Duncan (2013) menyatakan bahwa industri konstruksi mencatat kecelakaan kerja terbanyak, baik berupa cidera dan kematian di Eropa dan Internasional. Keterlibatan Manajemen merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kinerja Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan (K3L). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterlibatan manajemen dalam kinerja keselamatan. Penelitian ini deskriptif dengan metode cross sectional yang dijalankan dengan wawancara mendalam, observasi lapangan dan juga kuesioner sebanyak 93 orang pada Maret-Mei 2019. Variabel yang dilihat adalah iklim keselamatan, tanggung jawab keselamatan, dan kinerja keselamatan. Hasil penelitian didapatkan bahwa keterlibatan manajemen masih kurang menonjol dibuktikan dengan wawancara dan obsevasi lapangan walaupun pada laporan baik. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai kebijakan K3L, kurangnya komunikasi, lemahnya konsistensi dan komitmen penerapan K3L, serta kurangnya tindakan proaktif dan inisiatif saat menghadapi masalah K3L. Hal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan manajemen ditunjukan dengan tanggung jawab dengan menyusun dan melaksanakan program pelatihan kepemimpinan bagi semua level serta menjaga pelaksanaan program K3L di tempat kerja. Kata kunci: Kepemimpinan, Tanggung Jawab Keselamtan, Iklim & Kinerja Keselamatan ABSTRACT Name : Delfianda Study Program : Occupational Health and Safety Title : Study of Work Safety Performance Viewed from the Management Involvement in PT X 2019 Counsellor : Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M, M.K.K.K, Ph.D The construction service industry has a high risk of workplace accidents. Based on records of the European Agency for Health & Safety at Work in 2007, the Health and Safety Executive in 2009, and the National Institute for Occupational Safety and Health in 2010 summarized by Conchie, Moon, & Duncan (2013) stated that the construction industry recorded accidents most work, both in the form of injury and death in Europe and International. Management involvement is an important component in improving Health, Safety, Security and Environment (K3L) performance. This study aims to examine management involvement in safety performance. This is a descriptive study with a cross sectional method which is carried out by in-depth interviews, field observations and questionnaires as many as 93 people in March-May 2019. The variables seen are climate safety, safety accountability, and safety performance. The results showed that management involvement was still less prominent as evidenced by interviews and field observations even in good reports. This is due to a lack of understanding of HSE policies, lack of communication, lack of consistency and commitment to implementing HSE, as well as a lack of proactive actions and initiatives when dealing with HSE problems. Things that can be applied to improve management involvement are indicated by field safety accountability that results in good safety performance with safety leadership, among others by compiling and implementing safety leadership training programs for all levels of leadership and maintaining monitoring of the implementation of the K3L program in the workplace. Keywords: Leadership, Safety Acountability, Safety Climate, and Safety Performance
Read More
T-5760
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andhika Stevianingrum; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Chandra Satrya, Astrid Wina Lestari, Siti Rahmatia Pratiwi
Abstrak: Tesis ini membahas terkait gambaran tingkat kematangan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (Safety Culture Maturity Level) serta kinerja keselamatan di PT. X, sebuah perusahaan jasa pertambangan batubara. Penelitian dilakukan dengan pendekatan semi-kuantitatif dengan desain studi cross-sectional pada pekerja di jobsite A,B,C,D pada bulan April - Juni 2022. Variabel kematangan budaya K3 nantinya dilihat keterkaitannya terhadap kinerja keselamatan di PT.X. Hasil penelitian menunjukkan hasil tingkat kematangan budaya keselamatan di PT X pada level Proaktif dengan kinerja keselamatan berdasarkan tingkat kejadian kecelakaan yang dinilai baik, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kematangan budaya keselamatan dengan kinerja keselamatan di PT.X
Read More
T-6395
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sandhy Cahyadi; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Fatma Lestari, Akhmad Suraji, Ratih Fitriani
Abstrak: Akar penyebab sebagian besar kecelakaan industri telah dikaitkan dengan masalah proses keselamatan mulai dari budaya keselamatan yang buruk, kurangnya komunikasi, masalah integritas aset, kurangnya kepemimpinan manajemen dan manusia faktor serta kebijakan yang kurang tepat. Kecelakaan dapat dicegah dengan penerapan yang memadai dari process safety management Proses pemilihan Subcontractor, yang akan di tunjuk di dalam sebuah pekerjaan, merupakan langkah awal untuk menjalankan sebuah sistem perusahaan sebagai pencegahan, pengawasan, implementasi serta peningkatan mutu di dalam sebuah pekerjaan. Penilitian dilakukan secara delphi. Penelitian dilakukan pada bulan febuari 2022 sampai dengan juni 2022. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung dan telaah dokumen perusahaan yang berpedoman pada RKK penawaran yang akan di analisis ke dalam pedoman dari International Sustainable Rating System (ISRS) dan teori Process safety Management dari Theophilus. Tujuan lainnya juga adalah jika kebijakan dokumen ini di lakukan secara lebih sesuai maka, sudah dipastikan bisa meningkatkan kinerja keselaman konstruksi subkontraktor dan dari sisi pemerintahan agar dari pihak kementrian PUPR bisa membentuk assessor team pada saat pemeriksaan seleksi vendor di awal, menentukan penilaian tingkat risiko dan mengembangkan lagi poin yang bisa melengkapi untuk meyakinkan bahwa subcontractor ataupun vendor telah menjalankan kebijakan dokumen yang sesuai. Dan bagi perusahaan agar bisa menampilkan peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
The root causes of most industrial accidents have been linked to process safety issues ranging from poor safety culture, lack of communication, asset integrity issues, lack of management leadership and human factors as well as inappropriate policies. Accidents can be prevented with adequate application of process safety management. The subcontractor selection process, which will be appointed in a job, is the first step to run a company system for prevention, supervision, implementation and quality improvement in a job. The research was conducted using Delphi. The research was conducted from February 2022 to June 2022. Data collection techniques were through direct observation and review of company documents guided by RKK offers which will be analyzed according to guidelines from the International Sustainable Rating System (ISRS) and Process safety Management theory from Theophilus. Another objective is that if this policy document is carried out in a more appropriate manner then it is certain that it can improve the diving performance of subcontractor construction and from the government side so that the Ministry of PUPR can form an assessor team during the initial vendor selection inspection, determine the risk level assessment and develop Another point that can be completed is to ensure that the subcontractor or vendor has implemented the appropriate document policy. And for the company to be able to display an increase in construction safety performance
Read More
T-6837
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadli Zuchri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Willy Dasrul Ilham, Widihasmoro Haryoseno
Abstrak: Kinerja keselamatan kerja sebuah perusahaan menunjukkan seberapa baik perusahaan tersebut dalam melindungi keselamatan karyawan dan mengurangi kerugian akibat kecelakaan kerja (Sullivan, 2000). Kinerja keselamatan pada sebuah perusahaan atau organisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor manusia. Dalam loss causation model, (Bird & Germain, 1996) menjelaskan bahwa terdapat lima elemen sebagai faktor penyebab terjadinya kecelakaan, yaitu kurangnya kontrol akibat tidak memadainya program, standar program dan kepatuhan terhadap standar, penyebab dasar yang terdiri atas faktor personal dan faktor pekerjaan, penyebab langsung yang terdiri dari tindakan dan kondisi yang tidak standar, dan kerugian yang ditimbulkan terhadap manusia, properti dan proses. PT. X merupakan sebuah perusahaan jasa pertambangan yang bergerak di bidang peledakan. Dari data kecelakaan kerja yang terjadi di PT. X selama 10 tahun ke belakang, ditemukan bahwa 60 % dari penyebab utama kecelakaan tersebut adalah akibat faktor manusia. Penelitian pada tesis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor manusia dalam kinerja keselamatan PT.X dan menganalisis faktor manusia yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kinerja keselamatan PT. X yang diukur dari tingkat kecelakaan kerja. Berdasarkan loss causation model dan penyebab dasar kecelakaan kerja di PT. X periode 2009-2013, ada enam (6) faktor manusia yang diteliti, yaitu kompetensi, kebugaran, kepatuhan terhadap prosedur, komunikasi keselamatan kerja, kesadaran kesalamatan kerja, dan perilaku keselamatan kerja. Hasil penelitian adalah kompetensi dan komunikasi merupakan faktor manusia yang paling berpengaruh dalam meningkatkan keselamatan PT. X.
The safety performance of a company shows how well the company is in protecting employee safety and reducing losses due to work accidents (Sullivan, 2000). Safety performance in a company or organization is influenced by various factors, one of which is the human factor. In the loss causation model, (Bird & Germain, 1996) explains that there are five elements as factors that cause accidents, namely lack of control due to inadequate programs, program standards and compliance with standards, basic causes consisting of personal factors and work factors, causes direct actions consisting of non-standard acts and conditions, and the resulting harm to people, property and processes. PT. X is a Mining Service Company engaged in blasting. From the data of safety accidents that occurred at PT. X over the past 10 years, it was found that 60% of the main causes of these accidents were due to the human factor. The research in this thesis aims to determine the effect of human factors on the safety performance of PT.X and to analyze the most influential human factors in improving the safety performance of PT. X as measured by the level of work accidents. Based on the loss causation model and the basic causes of work accidents at PT. X period 2009-2013, there were six (6) human factors studied, namely competence, fitness to work, compliance with procedures, safety communication, safety awareness, and safety behavior. The result of the research is that competence and communication are the most influential human factors in improving the safety of PT. X.
Read More
T-6714
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hariandy Hasbi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Abdul Kadir, Laksita Ri Hastiti, Subkhan, Tubagus Dwika Yuantoko
Abstrak:
Kepemimpinan keselamatan yang kuat dapat menjadi role models, pemotivasi, dan pendorong karyawan untuk berperilaku aman, nyaman, dan sehat dalam bekerja. Ketika karyawan dilibatkan dalam proses usaha, mereka akan lebih bersemangat, berdedikasi, dan sangat menikmati pekerjaan yang diberikan. Sikap dan perilaku tidak berwujud tersebut mendorong karyawan menunjukkan performa terbaik, sehingga terbangun budaya keselamatan yang terus tumbuh semakin baik dan akan mendorong terciptanya kinerja keselamatan perusahaan yang baik dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana pengaruh ekosistem kepemimpinan keselamatan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang dimediasi oleh keterlibatan karyawan serta pengaruh budaya keselamatan pada kinerja keselamatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional di mana analisis data multivariat dihitung dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner yang telah disetujui melalui informed consent. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan PT X bidang konstruksi perkeretaapian. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling yang diambil secara acak dari berbagai level jabatan dan lokasi kerja yang memenuhi kriteria inklusi, di mana penetapan jumlah sampel menggunakan formulasi Slovin, sehingga didapatkan sebanyak 243 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan keselamatan berpengaruh positif terhadap budaya keselamatan dan juga pada kinerja keselamatan, keterlibatan karyawan mampu menjadi mediasi antara kepemimpinan keselamatan terhadap budaya keselamatan, serta budaya keselamatan berpengaruh positif terhadap kinerja keselamatan. Implikasinya bahwa peningkatan kapasitas kepemimpinan keselamatan melalui visi, kredibilitas, orientasi terhadap tindakan, komunikasi, kolaborasi, umpan balik, dan pengakuan pada seluruh karyawan di setiap level jabatan dan lokasi. Hal ini dapat membangun budaya keselamatan yang lebih baik melalui keterlibatan karyawan yang memiliki semangat kerja tinggi, berdedikasi dan menikmati pekerjaannya membentuk perilaku aman, nyaman, dan sehat, sehingga membentuk dan berdampak pada patuhnya terhadap aturan dan ikut bersama-sama membangun keselamatan di lingkungan perusahaan.

Strong safety leadership can be a role model, motivator, and booster for employees to behave safely, comfortably and healthily at work. When employees are involved in the business process, they will be more enthusiastic, dedicated, and really enjoy the work. These intangible attitudes and behaviors encourage employees to show their best performance so that a safety culture is built that continues to grow better and will encourage the creation of great and sustainable company safety performance. The purpose of this study is to analyze how the relationship between the safety leadership ecosystem in building a work safety culture mediated by employee involvement and the influence of safety culture on safety performance. This study uses a descriptive method through a quantitative approach with a cross-sectional research design where multivariate data analysis is calculated using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Primary data collection uses a questionnaire that has been approved through informed consent. The population of this study were all employees of PT X in the railway construction sector, the sampling technique used stratified random sampling which was taken randomly from various job levels and work locations that met the inclusion criteria, where the determination of the number of samples used the Slovin formulation so that 243 respondents were obtained. The results of the study indicate that safety leadership has a positive effect on safety culture and also on safety performance, employee engagement can be a mediator between safety leadership and safety culture, and safety culture has a positive effect on safety performance. The implication is that increasing the capacity of safety leadership through: vision, credibility, action orientation, communication, collaboration, feedback and recognition in all employees at every level of position and location can build a great safety culture through the employees engagement who have high work enthusiasm, are dedicated and enjoy their work forming safe, comfortable and healthy behaviors so that they form and have an impact on compliance with the rules and participate together in building safety in the company.
Read More
T-7214
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lyza Yuni Setiawati; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Abdul Kadir, Mufti Wirawan, Rudiyanto, Soehatman Ramli
Abstrak:

Pemerintah mendorong agar setiap perusahaan melakukan penerapan SMK3 di lingkungan kerja masing-masing. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012. Penerapan K3 sering kali dianggap sebagai cost atau beban biaya bagi perusahaan, bukan investasi untuk mencegah kecelakaan kerja. Menurut data organisasi perburuhan internasional (ILO) sekitar 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Kinerja SMK3 dan tingkat pemahaman budaya keselamatan karyawan di Perusahaan X. Data Penelitian meliputi data primer dengen FGD menggunakan kuisioner safety culture maturity The Hudson Model dalam 6 kelompok Jabatan dan data sekunder (hasil temuan eksternal audit ISO 45001 : 2018 dan SMK3 sesuai PP No. 50 tahun 2012). Metodelogi penelitian menggunakan deskriptif analitik dan mix metode (semi kuantitatif dan kualitatif). Ada 20 variabel metode Hudson diperoleh tingkat kematangan budaya pada angka 3,33 (kategori Kalkulatif). Ini berarti keselamatan dianggap sebagai tanggung jawab Petugas K3 atau unit K3 saja yang berfokus terhadap pemenuhan standar atau peraturan saja yang menjadi minimum requirement. Tingkat pengukuran kinerja SMK3 perusahaan telah berada di level memuaskan menunjukan bahwa hasil SMK3 Perusahaan mengkonfirmasi apa yang dideteksi tingkat kematangan budaya keselamatan Perusahaan baru mulai untuk pemenuhan standar K3 dan kebutuhan peraturan perundang-undang. Perusahaan belum melakukan improvement ke arah generative yang sesungguhnya untuk menuju level proaktif dan generative tidak bisa hanya berfokus pada kebutuhan SMK3 namun banyak hal yang dibutuhkan improvement. Jika Perusahaan ingin menuju tingkat proaktif keselamatan dan nilai tingkat budaya generative maka keselamatan harus menjadi nilai yang diyakini secara bersama di seluruh organsasi dan unit kerja.


 

The government encourages every company to implement SMK3 in their respective work environments. In accordance with Republic of Indonesia Government Regulation Number 50 of 2012. Implementing K3 is often considered a cost or burden for companies, not an investment to prevent work accidents. According to data from the International Labor Organization (ILO), around 2.78 million workers die every year due to work accidents and occupational diseases. The research aims to analyze the suitability of SMK3 performance and the level of understanding of employee safety culture at Company in accordance with PP No. 50 of 2012). The research methodology uses analytical descriptive and mixed methods (semi quantitative and qualitative). There are 20 variables in the Hudson method, the level of cultural maturity is 3.33 (Calculative category). This means that safety is considered the responsibility of the K3 Officer or K3 unit which focuses on fulfilling standards or regulations which are the minimum requirements. The level of measurement of the company's SMK3 performance has been at a satisfactory level, indicating that the Company's SMK3 results confirm what was detected. The maturity level of the company's safety culture is just starting to fulfill K3 standards and statutory regulatory requirements. The company has not made improvements in a truly generative direction. In order to reach a proactive and generative level, it cannot only focus on SMK3 needs, but there are many things that need improvement. If the Company wants to move towards a proactive level of safety and a generative cultural value level, then safety must become a value that is shared across the organization and work units. Key words: Conformity, Safety Performance, Safety Culture Maturity Level

Read More
T-6911
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arinanda Utomo; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Abdul Kadir, Mufti Wirawan, Hasan Bisri, Ahmad Afif Mauludi
Abstrak:
Industri pertanian dan perkebunan (agribisnis) merupakan pilar utama penyediaan sumber makanan global, namun memiliki statistik kecelakaan kerja yang tinggi. Di Indonesia, sektor ini menyumbang 17,4% dari seluruh kecelakaan kerja periode 2019-2021. Penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk menganalisis peran kepemimpinan keselamatan dan pembentukan iklim keselamatan yang mempengaruhi performa kinerja keselamatan di industri agribisnis PT. XXX yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit. Metode penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 1332 responden yang dipilih melalui stratifikasi random sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pekerja menilai kepemimpinan dan iklim keselamatan di tempat kerja sebagai sangat baik, namun ada area yang memerlukan perbaikan. Penelitian memberikan penjelasan bahwa kepemimpinan keselamatan berada pada kategori tinggi, iklim keselamatan juga berada pada kategori tinggi serta performa kinerja keselamatan juga berada pada kategori optimal. Kemudian secara khusus, hasil analisis juga mengungkapkan hubungan signifikan antara Safety Coaching, Safety Caring, Safety Controlling, Commitment to Safety, dan Perceived Risk dengan Safety Performance. Hal ini dapat di lihat pada Safety Coaching (P = 0,001), Safety Caring (P=0,011), Safety Controlling (P = 0,037), Commitment to Safety (P= 0,007), dan Perceived Risk (P = 0,035) menunjukkan hubungan signifikan dengan kinerja keselamatan. Namun, Emergency Response tidak menunjukkan hubungan signifikan (P = 0,244). Disamping itu Safety Coaching merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja keselamatan. Sehingga peningkatan program pembinaan keselamatan sangat penting untuk meningkatkan keselamatan kerja. Hal ini menekankan pentingnya kegiatan pembinaan guna meningkatkan kompetensi dan melakukan peningkatan serta pemantapan dalam pemahaman serta kesadaran dalam manajemen risiko yang efektif untuk menciptakan proses kerja serta lingkungan kerja yang bersinergi dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

The agricultural and plantation industry (agribusiness) is a primary pillar of global food supply, yet it has a high rate of occupational accidents. In Indonesia, this sector accounted for 17.4% of all workplace accidents between 2019-2021. This study aims to analyze the role of safety leadership and the establishment of a safety climate influencing safety performance in the agribusiness industry, specifically in PT. XXX, a palm oil plantation company. The research employs a cross-sectional study design with a quantitative approach, involving 1332 respondents selected through stratified random sampling. The results indicate that the majority of workers rate safety leadership and the workplace safety climate as very good, though there are areas needing improvement. The study explains that safety leadership is in the high category, the safety climate is also high, and safety performance is optimal. Specifically, the analysis results reveal significant relationships between Safety Coaching, Safety Caring, Safety Controlling, Commitment to Safety, and Perceived Risk with Safety Performance. This is evidenced by Safety Coaching (P = 0.001), Safety Caring (P = 0.011), Safety Controlling (P = 0.037), Commitment to Safety (P = 0.007), and Perceived Risk (P = 0.035) showing significant relationships with safety performance. However, Emergency Response does not show a significant relationship (P = 0.244). Additionally, Safety Coaching is the most influential variable on safety performance. Therefore, enhancing safety coaching programs is crucial for improving workplace safety. This emphasizes the importance of training activities to improve competence, understanding, and awareness in effective risk management to create a synergistic work process and environment with occupational health and safety aspects.
Read More
T-6983
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zul Amri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Andri Cahyadi, Santi Hairunissa
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara iklim keselamatan, kepemimpinan keselamatan, Contractor Safety Management System (CSMS), dan kinerja keselamatan pada perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi (ICT provider) PT X yang beroperasi di sektor migas pada tahun 2025. Latar belakang penelitian ini didorong oleh meningkatnya keterlibatan kontraktor dalam kegiatan operasional migas, yang menuntut penerapan sistem manajemen keselamatan yang efektif serta kepemimpinan yang berfokus pada penguatan budaya keselamatan kerja. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif, dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai hubungan kausal antar variabel laten. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada personel internal dan eksternal (kontraktor) yang terlibat dalam proyek di PT X. Hasil analisis menunjukkan bahwa iklim keselamatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan keselamatan (β = 0,850) dan CSMS (β = 0,407), namun pengaruh langsungnya terhadap kinerja keselamatan tidak signifikan (β = -0,022). Sementara itu, kepemimpinan keselamatan juga memberikan pengaruh positif terhadap CSMS (β = 0,212), tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keselamatan secara langsung (β = 0,012). Di sisi lain, CSMS terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keselamatan (β = 0,890), menunjukkan perannya sebagai variabel mediasi utama yang menghubungkan iklim dan kepemimpinan keselamatan dengan kinerja keselamatan. Nilai R² kinerja keselamatan sebesar 0,879 mengindikasikan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan sekitar 87,9% variasi kinerja keselamatan melalui kontribusi ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja keselamatan pada perusahaan ICT provider di sektor migas sangat tergantung pada implementasi CSMS yang efektif, serta dukungan iklim dan kepemimpinan keselamatan yang kuat di seluruh tingkatan organisasi.

This study aims to explore the relationship between safety climate, safety leadership, Contractor Safety Management System (CSMS), and safety performance at PT X, an information and communication technology (ICT) provider operating in the oil and gas sector, in 2025. The background of this study is driven by the increasing involvement of contractors in oil and gas operational activities, which requires the implementation of an effective safety management system and leadership that focuses on strengthening a work safety culture. The research approach applied is quantitative, with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis to assess the causal relationship between latent variables. Data were collected through a survey using questionnaires distributed to internal and external personnel (contractors) involved in projects at PT X. The results of the analysis show that safety climate has a positive and significant influence on safety leadership (β = 0.850) and CSMS (β = 0.407), but its direct influence on safety performance is not significant (β = -0.022). Meanwhile, safety leadership also had a positive effect on CSMS (β = 0.212), but was not directly significant on safety performance (β = 0.012). Conversely, CSMS was shown to have a positive and significant effect on safety performance (β = 0.890), indicating its role as a key mediating variable linking safety climate and leadership to safety performance. The R² value for safety performance of 0.879 indicates that this research model is able to explain approximately 87.9% of the variation in safety performance through the contribution of these three variables. This finding confirms that improving safety performance in ICT providers in the oil and gas sector is highly dependent on the implementation of an effective CSMS, as well as the support of a strong safety climate and leadership at all levels of the organization.
Read More
T-7458
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive